Search Articles & Publications

Showing 5713 articles found for "Dalam"

Analisis Keanekaragaman Hayati: Peluang Agroforestri dalam Mengatasi Perubahan Iklim di Dulamayo, Gorontalo, Indonesia

Hiola, Abdul Samad, Sandalayuk, Daud, Ruruh, Alexander
Abstract: The challenges posed by climate change and the decline of biodiversity to the sustainability of global agricultural systems are serious.Agroforestry has emerged as a strategy with the potential to enhance the resilience… of agricultural systems while conserving biodiversity amidst the threats of climate change.This study aims to evaluate the potential of agroforestry to enhance biodiversity and the resilience of agricultural systems to climate change in Dulamayo, Gorontalo. The research methodology is based on vegetation analysis and the calculation of biodiversity indices, with data collection encompassing measurements of tree characteristics and species identification.The results indicate the presence of 17 tree species with a total of 154 individuals, where Candlenut (Aleurites molucana) and Sugar Palm (Arenga pinnata) dominate with proportions of 22.73% and 20.13%, respectively. The Shannon-Wiener diversity index yielded a moderate value (H' = 2.311) with a high evenness level (E = 0.816), indicating a high ecosystem stability.The findings suggest that the agroforestry system in Dulamayo plays a crucial role in supporting biodiversity and the resilience of ecosystems to climate change through its complex and diverse vegetation structure.

Imitating Reality on Canvas

Tohana, Andi, Flaubia, Hellena, Dwiyanto, Devon, Diofany, Veana, Octavia, Cecilia
Abstract: Imitating Reality atau yang artimya meniru realita membahas karya lukisan still life flora yang mengimitasi kenyataan, dengan menyoroti berbagai teknik dan pendekatan yang digunakan oleh pelukis untuk menciptakan kesan kehidupan… ehidupan yang nyata. Setiap pelukis menggunakan teknik lukis dan karakter yang berbeda-beda sesuai dengan impresi dan visi mereka terhadap objek yang akan divisualisasikan di atas kanvas. Permasalahan dalam penciptaan ini bagaimana memvisualisasikan objek berupa komposisi yang terdiri atas benda organik dan anorganik. Metode yang dipergunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksplorasi media cat minyak. Sampelnya adalah lima karya seni lukis yang diciptakan oleh lima orang pelukis dari Bandung. Analisis kekaryaan dikaji dari objek utama, komposisi, tekstur, penggunaan warna, dan pencahayaan untuk menghadirkan kedalaman visual serta kesan realis yang memukau. Objek yang divisualisasikan kedalam karya seni lukis, menggunakan berbagai sudut pandang yang berbeda dan bahasa visual yang menarik, membuktikan bahwa mengamati objek yang nyata bukan semerta-merta menyalin semua unsur dari objek tersebut ke dalam karya seni lukis secara utuh namun memanfaatkan keberagaman pendekatan yang unik antar pelukis dengan memanfaatkan imajinasi dan proses kreatif dalam menciptakan karya seni lukis. Hasil dari penciptaan ini berupa karya seni lukis still life flora tidak hanya sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan dan refleksi tentang dunia sekitar.

Implementasi Eco-Print Dengan Teknik Pounding Pada Kain Katun

Sanjaya, Jesslyn, Carla Angelica, Pamuji, Anastasia Rosa Deandra, Tjota, Christabelle Celine, Gunawan, Breitling Andrea
Abstract: Eco-print adalah teknik cetak daun yang diimplementasikan ke atas permukaan kain. Teknik yang dipergunakan dalam kasus ini adalah teknik pounding. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana proses penciptaan eco-print dengan… engan menggunakan teknik pounding. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi batik eco print sebagai bentuk kegiatan kreatif dalam dunia pendidikan. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan observasi, eksperimen dan dokumentasi. Sampel dari penciptaan adalah hasil karya penciptaan dengan metode eksperimen yang dilakukan oleh lima orang perupa yang menggunakan berbagai macam daun dan bunga. Hasil dari penelitian penciptaan menunjukan karya yang dibuat diatas kain katun yang menghasilkan cetak daun berwarna hijau kontras adalah daun pepaya jepang. Sedangkan hasil karya cetak bunga yang berwarna terang adalah bunga telang. Batik eco-print ini dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat, dapat dilakukan dengan mudah, aman, menyenangkan, dan ramah lingkungan karena hanya membutuhkan alat dan bahan yang sederhana, tanpa melibatkan bahan kimia berbahaya. Batik kreatif dapat di implementasikan menjadi alternatif media pembelajaran seni rupa yang menarik dan efektif. Bidang pendidikan menggunakan batik eco-print ini sebagai jembatan dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa dengan mengeksplorasi variasi motif, warna dan juga segi estetika. Tingkat kegagalan yang rendah akan membuat masyarakat lebih percaya diri untuk mengeksplor design yang diinginkan. Batik eco print ini juga memiliki potensi menjadi produk UMKM berbasis masyarakat yang mudah dilakukan.

Visualisasi Karya Seni Lukis Dengan menggunakan Teknik Dan Komposisi Yang Beragam Pada Karya Seni Lukis Still Life

Cindy Patricia Ramli, Alexander Joseph Putra, Djala, Arya Yosafati Montoya
Abstract: Seniman ternama dalam sejarah seni rupa banyak melukis dengan tema still life. Lukisan lukisan tersebut yang dibuat pada masa modern dengan objek visual yang diangkat adalah flora dan benda benda yang ada di masanya. Namun… un pada masa sekarang ini banyak anak muda yang belum menyadari bahwa objek visual yang ada di sekeliling juga dapat dijadikan karya seni lukis yang mengimajinasikan kembali barang-barang yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kanvas dengan gaya dan tekniknya tersendiri. Tujuan studi ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi konsep visual yang dibuat oleh sekelompok anak muda. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dan penciptaan karya seni lukis. Sample dalam studi ini adalah empat karya seni lukis yang dominan mengunakan teknik plakat dengan komposisi rata kiri dan tengah ditambah menampilkan pewarnaan yang kontras namun memiliki perbedaan teknik garis dan guratan kuas

Peran Warna Dalam Menciptakan Suasana Dan Makna Pada Lukisan Still Life

Abiliya, Zahra Cheryl, Hartanto, Ivan Nathan, Santosa, Keisha Deyin, Bano, Fary Amdreas
Abstract: Warna merupakan elemen penting dalam seni lukis, khususnya dalam genre still life, karena mampu menciptakan suasana, memperkuat makna, dan membangkitkan emosi penonton. Lukisan still life, dan warna tidak hanya berfungsi… sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kaya akan simbolisme dan ekspresi. Pemilihan palet warna, intensitas, saturasi, serta harmoni atau kontras antar warna berperan dalam menentukan suasana yang dihasilkan, mulai dari kehangatan dan keakraban hingga melankolia atau kekosongan. Warna juga memiliki kemampuan untuk membangun narasi visual, misalnya, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye sering dikaitkan dengan kehidupan, energi, dan optimisme, sementara warna-warna gelap seperti biru tua dan hitam dapat menyiratkan ketenangan, misteri, atau bahkan kesedihan. Penggunaan warna dalam still life sering mencerminkan tema yang ingin diungkapkan oleh seniman, seperti kemewahan, kefanaan, atau keindahan alam. Permasalahan dalam penelitian ini menyoroti bagaimana seniman menggunakan warna sebagai strategi untuk memengaruhi interpretasi audiens terhadap objek yang dilukis, menjadikan warna sebagai komponen utama yang memperkuat keterkaitan emosional antara karya dan apresiator. Metode dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan eksplorasi kekaryaan. Sample dalam penelitian ini adalah empat karya seni lukis yang dibuat dengan cat minyak di atas kanvas. Studi ini mencakup analisis karya-karya penting dalam genre still life untuk mengeksplorasi hubungan antara warna, komposisi, dan makna. Dengan memahami peran warna dalam lukisan still life, apresiator dapat lebih menghargai kompleksitas dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.

Representasi Bunga, Benda, dan Buah dalam Seni Lukis

Jesslyn Verena Rubetta Putih, Ellim, Irvan, Stanford, Dave, Cecilia, Cecilia, Hansel, Theodorus Jonathan
Abstract: Lukisan still life telah lama menjadi salah satu genre yang penting untuk para pelukis dalam sejarah seni rupa. Banyak objek-objek yang kita sudah sering lihat di kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam penelitian ini… adalah bagaimana cara mengimplementasikan objek-objek menjadi sebuah komposisi still life yang terdiri dari bunga, buah, dan benda. Bunga, misalnya, seringkali melambangkan keindahan dan kehidupan, namun juga bisa menjadi simbol dari kefanaan dan kematian. Buah mengandung makna kesuburan, kemakmuran, atau bahkan pencapaian tertentu. Sementara itu, benda-benda dalam lukisan still life seperti vas, piring, atau alat makan dapat mencerminkan aspek sosial dan budaya yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dibalik representasi objek-objek tersebut serta mengeksplorasi bagaimanan objek-objek ini memberikan makna dan pesan simbolisme yang lebih dalam. Dengan menganalisis karya-karya seni dari berbagai periode, gaya, dan aliran, penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini juga membahas bagaimana seniman menggunakan still life sebagai sarana untuk mengungkapkan pandangan mereka terhadap kehidupan sehari-hari, serta bagaimana objek yang terlihat sederhana bisa memiliki lapisan-lapisan makna yang kaya dan kompleks. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai perluasan pemahaman tentang peran still life dalam seni lukis dan pembukaan wawasan baru tentang hubungan antara simbolisme, estetika, dan budaya dalam karya seni visual.

Eksplorasi Seni Still Life Komposisi Bunga dengan Teknik yang Beragam

Quantum, Olivia, Kurniawan Rahardjo, Patricia Grace, Ijong Dachlan, Arvin, Raviandi, Rafael, Michella, Kayleen
Abstract: Banyak objek-objek di sekitar kita yang luput dari mata publik, padahal jika diamati lebih lanjut, banyak nilai estetika yang dapat diusung dalam karya seni lukis. Permasalahan dalam penelitian ini, bagaimana cara mengeksplorasi… splorasi still life dari komposisi yang terdiri atas susunan benda pakai dan flora. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui konsep dari karya seni lukis yang digagas dari tema musim semi; mendokumentasikan gagasan visual dari objek tiga dimensi menjadi dua dimensi di media kanvas. Untuk mencapai sasaran dari tujuan penulisan artikel ini, maka dibutuhkan strategi penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam pembahasan ini adalah lima karya seni lukis yang dibuat di atas kanvas. Hasil dari penulisan ini adalah karya seni lukis yang dibuat didominasi dengan komposisi asimetris sedangkan warna yang digunakan adalah cool tone atau ‘warna dingin’ seperti biru tosca, hijau kebiruan, gradasi ungu, dan kuning oranye. Kelima lukisan ini menarik untuk diteliti karena teknik-teknik yang digunakan beragam dan autentik. Keragaman teknik ini mencerminkan keterampilan artistik dan kepribadian senimannya melalui penggunaan medium, gaya lukis, dan tekstur yang bervariasi. Salah satu teknik yang banyak digunakan dalam karya-karya lukis ini adalah teknik impasto yang mengaplikasikan cat secara tebal pada permukaan kanvas. Oleh karena itu, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan wawasan yang luas mengenai teknik-teknik dan gaya lukis yang bervariasi dan inovatif serta kreativitas yang digunakan untuk menciptakan karya-karya lukis ini.  

Tata Kelola TI Dalam Meningkatkan Pembangunan Kapasitas Kota Bekasi: Studi Keterlibatan Komunitas Lokal

Bintang Wijaya, R Wisnu Prio Pamungkas
Abstract: Perkembangan teknologi informasi (TI) telah membawa dampak yang signifikan terhadap tata kelola pemerintahan, terutama dalam mendukung pembangunan kapasitas di tingkat kota. Kota Bekasi, sebagai salah satu kota besar di… Jawa Barat, terus berupaya mengimplementasikan berbagai inisiatif berbasis TI untuk meningkatkan efisiensi administrasi, kualitas pelayanan publik, transparansi, serta keterlibatan komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola TI dalam mendukung pembangunan kapasitas di Kota Bekasi dengan menyoroti aspek kebijakan, infrastruktur, literasi digital masyarakat, keterlibatan perangkat lokal seperti RT/RW, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, wawancara, survei kebutuhan, dan observasi terhadap program TI, termasuk analisis peran smart city dalam mendukung tata kelola berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bekasi telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa aspek, seperti implementasi aplikasi e-government dan peningkatan partisipasi perangkat RT/RW dalam pelayanan publik. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat, dan kurangnya kolaborasi strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur TI, penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi aparat pemerintahan dan perangkat RT/RW, serta perluasan kerja sama lintas sektor untuk mempercepat transformasi digital dan pembangunan kapasitas secara berkelanjutan.

Pertanggungjawaban Perbuatan Melawan Hukum Bagi Pejabat Daerah Yang Menerima Gratifikasi Pada Pelayanan Publik

Heny Kusumawati, Heru Romadhon , Ahmad
Abstract: Fakta menunjukan setiap tempat pasti ada perbuatan melawan hukum. Khususnya para pejabat daerah yang melanggar asas transparasi dan akuntabilitas. Serta melanggar etika dan hukum, berpotensi merugikan masyarakat dan menciptakan… iptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap instunsi pemerintah. Penegakan hukum harus tegas menangani tindak gratifikasi. Perbuatan melawan hukumnya yaitu gratifikasi masalah yang sering terjadi berupa memberikan hadiah untuk niat yang tidak baik. Penerima gratifikasi dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan UU Tipikor serta menuntut pengembalian kerugian yang dialami negara. Pertanggungjawaban hukum bagi pejabat daerah yang menerima gratifikasi dalam pelayanan publik sanagt penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertanggungjawaban pejabat daerah yang terlibat gratifikasi serta peran penegak hukum dalam meminimalisir adanya gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Actual Approve). Hasil penelitian menunjukkan gratifikasi sudah dianggap sebagai bentuk suap. Lemahnya pengawasan secara internal juga menjadi faktor utama gratifikasi terjadi. Pelanggaran seperti ini mengakibatkan prinsip good governance menjadi tercoreng. Dapat ditarik menjadi kesimpulan bahwa peraturan yang sudah ada terkait gratifikasi masih terdapat kelemahan atau celah yang dimanfaatkan pelaku. Reformasi hukum dan peningkatan kesadaran menjadi kunci untuk mencipatakan penegakan hukum yang lebih adil dan efektif. Dalam penelitian ini untuk mengatasi gratifikasi dalam pelayanan publik dengan memperkuat sitem pengawasan di setiap instansi pemerintah serta meningkatkan pelatihan bagi pejabat daerah mengenai hukum antikorupsi.

Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Tindakan Doxing Dalam Perbuatan Penipuan Dalam Pelunasan Sistem Jasa Titip Online

Nanda Fitri Dian Permatasari, Ahmad Heru Romadhon
Abstract: Tindakan mempublikasi informasi pribadi seseorang tanpa seizin pemilik data pribadi (Doxing) yang marak terjadi dalam interaksi digital termasuk dalam kegiatan jual beli melalui sistem jasa titip online (Jastip). Tujuan… dari penelitian ini adalah guna menganalisis pertanggungjawaban hukum atas tindakan doxing yang diperbuat oleh pemilik layanan jasa titip online sebagai bentuk penghakiman atas tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelanggan. Pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menggali permasalahan ini, yang berfokus pada pemahaman dan analisis aturan dan doktrin-doktrin hukum di Indonesia yang sudah ada dengan berpusat pada peraturan perundang-undangan terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan doxing dapat dikenakan sanksi hukum berdasarkan Pasal 27A dan Pasal 27B UU ITE yang mengatur tentang pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang melanggar hukum. Selain itu, pada kasus penipuan yang terjadi dalam sistem jasa titip online, Pasal 28 ayat (1) UU ITE dapat menjadi landasan hukum yang lebih relevan menggantikan ketentuan umum dalam Pasal 378 KUHP. Penyedia layanan jasa titip online disarankan untuk menetapkan peraturan yang jelas mengenai kewajiban dan sanksi, serta kebijakan pembatalan sepihak atau tindakan hukum jika pelanggan gagal melunasi. Bentuk penyelesaian masalah yang dipertimbangkan secara matang tidak hanya mengakhiri masalah secara menyeluruh, tetapi juga mencegah munculnya permasalahan baru.