Search Articles & Publications

Showing 3148 articles found for "Inter"

Strategi Pencegahan Dan Pemulihan Financial Distress Untuk Menyelamatkan Perusahaan

Marcelia Eka Pradita, Nanda Nafa Mubarokah, Suprianik
Abstract: Financial distress adalah kondisi di mana perusahaan mengalami kesulitan keuangan yang dapat mengarah pada kebangkrutan. Beberapa tanda awal financial distress termasuk ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban… likuiditas dan solvabilitas. Kebangkrutan perusahaan biasanya diawali dengan kondisi kesulitan keuangan atau financial distress. Beberapa strategi untuk mencegah financial distress termasuk manajemen keuangan, analisis laporan keuangan, dan tata kelola perusahaan. Manajemen juga bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan akuntansi yang sehat dan membangun pengendalian internal yang dapat mencegah kecurangan pelaporan keuangan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi financial distress antara lain rasio keuangan, ukuran perusahaan, dan mekanisme corporate governance.Peran manajemen sangat penting dalam mengelola financial distress dan memastikan laporan keuangan konsisten dengan asersi manajemen. Komite audit juga berperan penting dalam evaluasi laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan konseptual, menggunakan data dari literatur sekunder. Hasil penelitian ini dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah financial distress.

Strategi Bank Sentral Dalam Pengelolaan Neraca Pembayaran Internasional Modern

Helmi Rozin
Abstract: Bank sentral memegang peran sentral dalam mengelola neraca pembayaran internasional suatu negara. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang, mengatur likuiditas pasar valuta asing, dan mengembangkan… mbangkan kebijakan moneter yang sesuai. Artikel ini menjelaskan strategi bank sentral dalam mengelola neraca pembayaran internasional modern melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dari sumber internet dengan teknik pengumpulan data melalui simak dan catat. Hasilnya menunjukkan bahwa bank sentral menggunakan intervensi mata uang, kebijakan moneter, dan fiskal untuk mengendalikan nilai tukar, arus modal, dan inflasi. Cadangan devisa dikelola untuk menjaga stabilitas ekonomi, sementara pemantauan arus modal dan kemitraan internasional membantu mengantisipasi risiko global. Tantangan utama termasuk volatilitas eksternal dan defisit neraca pembayaran yang memerlukan strategi mitigasi risiko yang efektif. Implikasi temuan ini adalah perlunya strategi koordinasi antar bank sentral dan kebijakan fleksibel untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan nasional dalam era globalisasi.

Pengaruh Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Pengurangan Tingkat Kecelakaan Di Tempat Kerja

Tasha Nabila Ramadhani, Abdurrozaq Hasibuan
Abstract: Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan elemen penting dalam upaya mengurangi tingkat kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan K3 terhadap penurunan tingkat… kat kecelakaan kerja. Dengan menggunakan metode analisis data dari berbagai jurnal yang relevan, penelitian ini menemukan bahwa pelatihan K3 yang terstruktur dan berkelanjutan secara signifikan mengurangi kecelakaan kerja. Dukungan manajemen, metode pelatihan yang interaktif, serta evaluasi dan umpan balik yang teratur terbukti meningkatkan efektivitas pelatihan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa investasi dalam pelatihan K3 tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja tetapi juga efisiensi operasional perusahaan.

Persinggungan Hak Ex Officio Hakim Dan Ultra Petitum Partium Dalam Perkara Perceraian

Muhammad Panjiraka Siwi, Rizki Firmansyah, Diana Putri Natalia, Sindu Adi Dewanto, Haza Iryadul F.B., Muhammad Marizal
Abstract: Perceraian di Pengadilan Agama merupakan ranah hukum yang kompleks, melibatkan berbagai aspek sosial, kultural, dan hukum. Sehingga peran hakim vital dengan konsep hukum progresif sebagai landasan maka muncul tantangan implementasi… mplementasi ex officio hakim, ultra petitum partium, konsep judge made law, dan hukum progresif dalam konteks perceraian di Pengadilan Agama. Hukum progresif, yang diperkenalkan oleh Satjipto Rahardjo, menjadi penting dalam merespons ketidakpuasan terhadap penerapan ilmu hukum positif. Hakim dalam era hukum progresif diharapkan tidak hanya sebagai penegak aturan, melainkan sebagai arsitek hukum yang dapat menciptakan keadilan responsif terhadap realitas sosial. Dalam konteks perceraian, hakim memiliki kewenangan ex officio, memungkinkan mereka bertindak tanpa harus terbatas pada tuntutan pihak yang bersengketa. Namun, pelaksanaan ex officio hakim dihadapkan pada pembatasan, termasuk prinsip ultra petitum partium yang mengatur batas wewenang hakim agar tidak melampaui tuntutan yang diajukan. Keseluruhan, artikel ini membahas bagaimana hukum progresif, ex officio hakim, ultra petitum partium, dan judge made law berinteraksi dalam ranah perceraian di Pengadilan Agama. Implementasi konsep-konsep tersebut menjadi krusial dalam mencapai keadilan yang responsif dan seimbang, sambil tetap memperhatikan hak-hak individu yang terlibat dalam persengketaan perceraian.

Analisis Kinerja Unit AMC Dalam Pengawasan Kelayakan GSE Di Bandar Udara Internasional Yogyakarta

Lintang Adyuta Daniswara, Alwazir Abdusshomad
Abstract: Unit Apron Movement Control bertugas melakukan pengawasan di area apron guna menjamin keselamatan dan keamanan di area sisi udara. Sisi udara adalah bagian penting dari bandar udara yang wajib mendapat pengawasan untuk memastikan… emastikan pergerakan kendaraan yang beroperasi di area tersebut berjalan semestinya. Kedisiplinan di area apron erat kaitannya dengan pelaksanaan tugas yang dilakukan Unit AMC. Selain itu, peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) yang digunakan harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Penggunaan GSE yang tidak sesuai standar akan mempengaruhi keselamatan dan keamanan daerah di sisi udara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja yang dilakukan Unit Apron Movement Control dalam pengawasan kelayakan Ground Support Equipment (GSE) di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, Unit AMC menemukan beberapa pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh petugas GSE, seperti kendaraan yang tidak layak beroperasi serta pengemudi kendaraan yang tidak membawa pas bandara. Selain itu ditemukan juga beberapa kendaraan yang terparkir tidak pada tempatnya, seperti di No Parking Area (NPA) dan di bawah fixbridge. Untuk itu, dilakukan evaluasi kinerja unit AMC dalam melakukan pengawasan kelayakan GSE di area apron, yaitu dengan menggunakan metode MBO (Management by Objectives) berdasarkan planning, monitoring, dan reviewing.

Peranan Kebanksentralan Dalam Menjaga Stabilitas Keuangan

Junnita Wanda Herawati, Rini Puji Astuti, Imada Wiken Al Khildina, Wasiatul Hasanah
Abstract: Fluktuasi perekonomian dunia terus berlangsung seiring dengan guncangan ekonomi yang disebabkan oleh negara-negara yang dikenal sebagai kekuatan besar Membawa dampak yang cukup besar terhadap perekonomian indonesia tekanan… an dan resiko terhadap perekonomian domestik juga berdampak serius pada nilai tukar rupiah , menurun nya keyakinan pelaku ekonomi serta terjadi peningkatan pada sektor kooprasi harus segera dicegah karena apabila tidak segera ditangani maka menimbulkan dan dapat berakibat pada kondisi melemahnya sektor pertumuhan ekonomi. Sedangkan tujuan nya adalah  untuk  mencapai  stabilitas  harga  dan  mendukung  pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Kebijakan moneter melibatkan pengaturan jumlah uang yang beredar,  suku  bunga,  dan  ketersediaan  kredit  untuk  mencapai  stabilitas  harga  dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Bank sentral memiliki peran kunci dalam sistem keuangan  suatu  negara,  termasuk  pengendalian  kebijakan  moneter,  menjaga  stabilitas sistem keuangan, dan memberikan dukungan pada stabilitas nilai mata uang. Kebanksentralan memiliki beberapa peran kunci dalam sistem keuangan suatu negara. Peran-peran ini meliputi pengendalian kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung stabilitas nilai mata uang seperti ketidakstabilan sistem keuangan dapat menyebabkan beberapa kondisi yang merugikan, seperti: 1. Transmisi kebijakan moneter terganggu, sehingga kebijakan moneter menjadi tidak efektif. 2. Fungsi intermediasi tidak berjalan dengan baik, karena alokasi dana yang tidak tepat menghambat pertumbuhan ekonomi. 3. Ketidakpercayaan publik terhadap sistem keuangan, yang sering kali diikuti oleh perilaku panik investor untuk menarik dana mereka, sehingga mendorong terjadinya kesulitan likuiditas.

Hubungan Antar Keuangan Neraca Bank Sentral Dan Neraca Pembayaran Internasonal

Rizza Agustin, Rini Puji Astuti, Dian Herni Fidayah
Abstract: Bertujuan untuk menganalisis hubungan keuangan neraca bank sentral dan beraca pembayaran internasional. Keuangan bank sentral dan neraca pembayaran internasional adalah dua aspek yang memiliki peran penting dalam stabilitas… tas keuangan suatu negara dan hubungan ekonomi dengan negara lain. Keuangan bank sentral mencerminkan kesehatan keuangan institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan mata uang negara, pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara keuangan bank sentral dan neraca pembayaran internasional menjadi sangat penting  Perubahan dalam keuangan bank sentral dapat berdampak pada neraca pembayaran internasional suatu negara, sedangkan perubahan dalam neraca pembayaran internasional dapat mempengaruhi keuangan bank sentral. Hubungan antara keuangan bank sentral dan neraca pembayaran internasional memiliki peran yang penting dalam menjaga stabilitas keuangan suatu negara dan mempengaruhi hubungan ekonomi dengan negara lain. Keuangan bank sentral mencerminkan kesehatan keuangan institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan mata uang suatu negara, keuangan bank sentral melibatkan aspek keuangan institusi tersebut. Pengelolaan neraca bank sentral melibatkan pengawasan dan pengendalian terhadap neraca keuangan bank sentral. Analisis Keuangan Bank Sentral  Keuangan bank sentral melibatkan analisis dan pemahaman tentang aspek keuangan yang terkait dengan bank sentral suatu negara. Neraca bank sentral mencerminkan posisi keuangan bank sentral pada suatu periode waktu tertentu. serta implikasinya terhadap stabilitas keuangan bank sentral penting dalam pembahasan keuangan bank sentral. serta implikasinya terhadap kesehatan keuangan bank sentral dan kebijakan moneter  Kebijakan Keuangan Bank Sentral  Keuangan bank sentral berhubungan erat dengan kebijakan moneter dan kebijakan keuangan secara keseluruhan  Pembahasan tentang keuangan bank sentral juga melibatkan analisis kebijakan yang terkait dengan pengelolaan aset dan kewajiban, dan Implikasinya terhadap Stabilitas Keuangan Neraca bank sentral mencerminkan posisi keuangan bank sentral pada suatu periode waktu tertentu.

Pengembangan UMKM: Memperkuat Efektivitas Kebijakan Moneter Dan Bauran Kebijakan BI untuk Mencapai Stabilitas Nilai Rupiah

M. Rosi, M. Awwibi Maulana
Abstract: Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan prioritas dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) memiliki dampak signifikan terhadap UMKM, melalui pengaturan… gaturan suku bunga, ketersediaan kredit, nilai tukar mata uang, inflasi, dan likuiditas pasar. Bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah mencakup berbagai instrumen, termasuk kebijakan suku bunga, intervensi pasar valuta asing, operasi pasar terbuka, kebijakan makroprudensial, pengelolaan cadangan devisa, kebijakan moneter non-konvensional, dan kerjasama internasional. Melalui implementasi kebijakan tersebut, BI berupaya memperkuat efektivitas kebijakan moneter, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan meningkatkan akses keuangan serta kapasitas manajerial UMKM.

Teori Bank Sentral Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Dian Zahra Izzati, Novita Nur Aprianti, Fritzy Nur Ardli, Rini Puji Astuti
Abstract: Bank sentral memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan suatu negara. Sebagai otoritas moneter, bank sentral memiliki kewenangan menggunakan berbagai instrumen kebijakan untuk memengaruhi likuiditas… dan suku bunga di pasar uang, yang berdampak pada perbankan dan sistem keuangan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji teori dan praktik operasional bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan termasuk dalam mandat ekonomi mikro, terkait fungsinya menjaga kestabilan harga serta mengejar pertumbuhan ekonomi. Praktik operasionalnya meliputi kebijakan moneter, penyediaan jaring pengaman keuangan, pengawasan perbankan, manajemen krisis, dan koordinasi kebijakan. Teori-teori seperti intermediasi keuangan, informasi asimetris, dan independensi bank sentral melandasi operasional tersebut. Disimpulkan bahwa kebijakan dan operasi bank sentral dalam bidang ini terus berkembang seiring kompleksitas sistem keuangan global.

Strategi dan Mekanisme Teori Kebijakan Moneter

Andriani Maghfiroh F.S, Yanuar Imam Ardiansyah, Rini Puji Astuti
Abstract: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus mengalami pasang surut membutuhkan pengelolaan dan kebijakan yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu kebijakan yang digunakan untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan… estabilan pertumbuhan ekonomi pada suatu negara adalah dengan menggunakan kebijakan moneter (monetary policy). Kebijakan moneter merupakan ilustrasi kebijakan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi dengan tujuan utama adalah memelihara kestabilan nilai rupiah. Kebijakan moneter juga sebagai senjata untuk mengatur jalannya perekonomian dan khususnya mengendalikan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan yaitu dengan beberapa instrumen kebijakan moneter yang telah ditetapkan. Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun tetap stabil maka itu tidaklah mudah jika tidak diikuti oleh kemampuan variabel makroekonomi. Fokus kebijakan moneter dalam stabilitas harga kurang memperhitungkan risiko akibat interaksi sistem keuangan dengan makroekonomi dan macrofinancial linkages. Penggunaan kebijakan moneter berdasar pada Inflation Targeting Framework memang menunjukkan keberhasilan dengan menurunkan tingkat inflasi, mendorong pertmbuhan ekonomi serta menekan tingkat suku bunga, kondisi seperti ini sangat memungkinkan munculnya pertumbuhan kredit berlebih yang menjadi penyebab munculnya moral h azard para pelaku bisnis.