Search Articles & Publications

Showing 1258 articles found for "Luas"

EDUKASI KEPATUHAN MINUM OBAT BAGI PENDERITA HIPERTENSI BERBASIS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS KEDUNGMUNDU SEMARANG

Julius Afta Setyonugroho, Fery Agusman Motuho Mendrofa
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang mencapai 34,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi tantangan utama dalam pengendalian… lian tekanan darah, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan dukungan keluarga. Pendidikan kesehatan dengan media pill card merupakan strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penggunaan pill card terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Tandang wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama 3 hari (29 November - 1 Desember 2025) dengan pemberian edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan pill card. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan pill card. Tekanan darah klien sebelum intervensi adalah 171/101 mmHg, menurun menjadi 140/91 mmHg pada hari kedua, dan mencapai 130/81 mmHg pada hari ketiga. Skala nyeri kepala juga mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Klien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan dalam menggunakan pill card sebagai alat pengingat minum obat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan keluarga dengan media pill card efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keterlibatan keluarga dalam proses edukasi berperan penting dalam mendukung keberhasilan intervensi. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan edukasi penggunaan pill card sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DEMONSTRASI DAN PENDAMPINGAN PIJAT BAYI PADA IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATAPING

Sunesni, Rahmatul Ulya, Endang Sari, Hanifa Zaini S, Rahmi Ramadhan, Waldy Rahman, Afri Ningsih, Rena
Abstract: Masa bayi dan balita merupakan periode penting yang membutuhkan stimulasi dini untuk mendukung tumbuh kembang optimal, salah satunya melalui pijat bayi sebagai bentuk stimulasi sentuhan yang mudah, aman, dan berbasis keluarga.… uarga. Namun, praktik pijat bayi di masyarakat masih sering dilakukan tanpa teknik yang benar akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam melakukan pijat bayi secara benar melalui demonstrasi dan pendampingan di Posyandu Korong Marantiah Wilayah Kerja Puskesmas Kataping. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif pada 12 ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan, melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung dengan pendampingan, serta evaluasi observasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh ibu peserta mampu mempraktikkan pijat bayi dengan benar setelah mengikuti kegiatan, menunjukkan peningkatan keterampilan, pemahaman teknik, dan kepercayaan diri dalam menerapkan pijat bayi secara mandiri. Pembahasan menunjukkan bahwa pijat bayi berpotensi memberikan manfaat terhadap kesehatan dan perkembangan bayi, memperkuat hubungan ibu-anak, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu. Dapat disimpulkan bahwa demonstrasi dan pendampingan pijat bayi merupakan metode yang efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat peran posyandu sebagai sarana promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

OPTIMALISASI PENDIDIKAN KEAGAMAAN MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN DOA HARIAN DI TPQ NURUL HIDAYAH DESA JETIS, LOANO, PURWOREJO

Laila Maida Karima, Salamah Churiyatul Jannah, Fatichatun Najichah, Melati Ayu Febriana, Navida Latifa Naja, Nilna Fauziyah, Agus Santoso, Ikmam Fakhrudin, Ferlia Devi Rahma Cahyani, Fatiatun
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendidikan keagamaan anak melalui program pembiasaan doa harian di TPQ Nurul Hidayah Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Pendidikan keagamaan… eagamaan sejak usia dini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter religius, namun pembiasaan doa harian di TPQ belum dilaksanakan secara terstruktur. Program dilaksanakan selama lima minggu dengan sasaran 20 anak TPQ melalui tahapan observasi, pengenalan doa harian, penghafalan dengan metode pengulangan, praktik penerapan doa dalam aktivitas sehari-hari, serta evaluasi. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan klasikal dan kelompok kecil dengan media modul doa harian dan buku prestasi hafalan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam menghafal doa, ketepatan pelafalan, serta pembiasaan sikap religius dalam kegiatan sehari-hari. Program ini efektif mendukung pembentukan karakter religius anak dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di TPQ.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENDUKUNG PERTUMBUHAN ROHANI JEMAAT DI GKSI PELITA HARAPAN LEMBO KODI

Yane Henderina Keluanan, Wiranto
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam mendukung pertumbuhan rohani jemaat di GKSI Pelita Harapan Lembo Kodi. Fokus utama penelitian adalah bagaimana metode pembinaan… binaan iman yang terstruktur, partisipatif, dan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman Alkitab, kedisiplinan rohani, serta keterlibatan jemaat dalam pelayanan sosial. Metode pelaksanaan melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, pendampingan rohani, dan praktik pelayanan nyata, yang dilaksanakan secara konsisten selama program PkM berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kehadiran jemaat, partisipasi aktif, dan penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat mulai menginternalisasi firman Tuhan, memperkuat disiplin doa, membaca Alkitab secara rutin, serta menunjukkan kepedulian sosial melalui pelayanan kepada sesama. Evaluasi program mengungkap tantangan berupa keterbatasan waktu dan perbedaan latar belakang pemahaman Alkitab, yang menuntut penyesuaian metode agar program lebih inklusif dan efektif. Kesimpulannya, pendidikan iman yang holistik, menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan praksis, terbukti mampu membentuk jemaat yang dewasa secara rohani, aktif dalam pelayanan, dan memperkuat komunitas gereja secara menyeluruh. Temuan ini memberikan dasar penting bagi gereja untuk merancang program pembinaan rohani berkelanjutan yang relevan, kontekstual, dan transformatif, sehingga pertumbuhan iman jemaat dapat terjadi secara nyata, mendalam, dan berkesinambungan.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI PERSEKUTUAN ANAK DAN REMAJA (PAR) GEREJA MARTHEN LUTHER SENTANI

Meilinda Handayani Pasaribu, Adriano Manuel Kloatubun, Elepina Wisal, Tenna Wasini, Bawas Nabyal, Ironius Baransano
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi pada remaja di Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Gereja Marthen Luther Sentani. Masa remaja merupakan fase peralihan… ralihan yang sangat penting bagi perkembangan individu sehingga memerlukan pembekalan informasi kesehatan yang tepat guna menghindari perilaku berisiko. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Pendidikan Kesehatan Masyarakat (Health Education) yang dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: 1) persiapan (koordinasi dan identifikasi masalah); 2) pelaksanaan (pemberian edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus terkait kesehatan reproduksi serta pencegahan penyakit menular seksual); serta 3) evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan, di mana 100% peserta mampu memahami materi yang disampaikan dengan baik dan 97,4% menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program edukasi ini. Kegiatan ini berhasil memberikan landasan pengetahuan bagi remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku seks bebas maupun penyalahgunaan NAPZA.

PELATIHAN PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL "WAYGROUND" DALAM MENINGKATKAN EVALUASI PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI GURU MA TERPADU AL HIDAYAH SUMENEP

Yusroni Farlan, Sri Hatiningsih, Masduki
Abstract: Pelatihan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh kebutuhan untuk mendukung guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi siswa. Studi menunjukkan… njukkan bahwa platform pembelajaran berbasis game seperti Wayground dapat menjadi solusi karena dianggap bermanfaat, menghibur, dan menarik bagi siswa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di MA Terpadu Al Hidayah Sumenep dalam memanfaatkan Wayground secara optimal, tidak hanya sebagai game, tetapi sebagai media evaluasi pembelajaran yang formal dan terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai lokakarya pelatihan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi langsung penggunaan fitur-fitur utama Wayground (seperti pembuatan dan penilaian kuis), praktik mandiri, diskusi, dan sesi mentoring untuk merancang evaluasi yang terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pendekatan ini dirancang untuk mengantisipasi kendala teknis dan memastikan implementasi yang direncanakan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru. Peserta berhasil membuat dan menerapkan kuis evaluatif menggunakan Wayground di kelas mereka. Implementasi ini dilaporkan meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga mencatat bahwa Wayground memfasilitasi proses penilaian yang lebih detail dan objektif.

IMPLEMENTASI PROGRAM PENGHIJAUAN MELALUI KEGIATAN PENANAMAN POHON YANG BERKESINAMBUNGAN DI DESA SASAK PANJANG KABUPATEN BOGOR

Mimin Rukmini, Mujito, Siana Ria, Erna Herlina
Abstract: Program “Penghijauanmelalui Kegiatan Penanaman Pohon yang Berkesinambungan di Desa Sasak Panjang, Kabupaten Bogor” merupakan upaya strategis menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya… g pentingnya penghijauan. Desa Sasak mengalami berkurangnya ruang terbuka hijau dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui perencanaan, sosialisasi, penanaman pohon, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan aparat desa dan warga setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dan jumlah tanaman yang dirawat secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan serta menjadi model penghijauan yang dapat direplikasi di wilayah lain

BELAJAR MATEMATIKA DARI BUDAYA LOKAL: PENGENALAN SATUAN UKUR TRADISIONAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

Ayu Yarmayani, Diliza Afrila, Deki Syaputra ZE, Satrio Pamungkas
Abstract: Pembelajaran matematika yang bermakna menuntut adanya keterkaitan antara konsep abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mencapai tujuan tersebut adalah integrasi matematika dengan… budaya lokal. Matematika pada hakikatnya tidak terpisah dari kehidupan manusia melainkan berkembang seiring dengan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Budaya lokal sebagai konstruksi sosial yang dinamis mencakup sistem nilai, norma, pengetahuan, dan praktik kehidupan yang dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini menelaah pentingnya integrasi satuan ukur tradisional dalam pembelajaran matematika sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Satuan ukur tradisional seperti suku dalam pengukuran emas, tumbuk dalam pengukuran tanah serta canting dan gantang dalam pengukuran beras digunakan sebagai contoh penerapan konsep matematika formal. Konversi satuan emas suku ke satuan baku gram () dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep bilangan desimal dan nilai tempat secara kontekstual. Satuan tumbuk mendukung pemahaman konsep luas dan perkalian, sedangkan canting dan gantang membantu siswa memahami perbedaan satuan baku dan tidak baku serta konserp konversi satuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan satuan ukur tradisional tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual matematika, tetapi juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal serta meningkatkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS MELALUI COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING DI KECAMATAN PADANGRATU

Hartono, Masduki, Sri Hartiningsih
Abstract: Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut penguasaan Bahasa Inggris sebagai kompetensi dasar. Namun, masalah utama di Kecamatan Padangratu adalah rendahnya tingkat literasi Bahasa Inggris pada siswa SD hingga… ga SMA, yang berada jauh di bawah standar kompetensi minimum. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap lembaga pendidikan non-formal yang berkualitas, metode pengajaran yang konvensional, serta kurangnya lingkungan yang mendukung untuk praktik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendirikan Excellent Learning Center (ELC) sebagai lembaga kursus Bahasa Inggris yang terjangkau dan berkualitas, meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Inggris peserta secara signifikan, serta menerapkan metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui metode pelaksanaan tiga tahap—persiapan, implementasi, dan evaluasi—program berhasil meningkatkan skor rata-rata tes Bahasa Inggris peserta sebesar 37,8%. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran komunikatif dan interaktif yang diterapkan di ELC efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi peserta, terutama pada keterampilan membaca dan mendengarkan.

LAPORAN PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS MELALUI COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING DI KECAMATAN PADANGRATU

Hartono
Abstract: Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut penguasaan Bahasa Inggris sebagai kompetensi dasar. Namun, masalah utama di Kecamatan Padangratu adalah rendahnya tingkat literasi Bahasa Inggris pada siswa SD hingga… ga SMA, yang berada jauh di bawah standar kompetensi minimum. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya akses terhadap lembaga pendidikan non-formal yang berkualitas, metode pengajaran yang konvensional, serta kurangnya lingkungan yang mendukung untuk praktik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendirikan Excellent Learning Center (ELC) sebagai lembaga kursus Bahasa Inggris yang terjangkau dan berkualitas, meningkatkan kemampuan literasi Bahasa Inggris peserta secara signifikan, serta menerapkan metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui metode pelaksanaan tiga tahap—persiapan, implementasi, dan evaluasi—program berhasil meningkatkan skor rata-rata tes Bahasa Inggris peserta sebesar 37,8%. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran komunikatif dan interaktif yang diterapkan di ELC efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi peserta, terutama pada keterampilan membaca dan mendengarkan.