Search Articles & Publications

Showing 3314 articles found for "Sign"

Peran Fasisme Di Jerman Serta Pengaruhnya Terhadap Kemerdekaan Indonesia Pada Tahun 1933-1945

Achmada Kevin Ibrahim Daben, Muhamad Daffa Fadilah, Muhamad Fathan Mubina, Muhamad Rayi Septiady
Abstract: Benih penyebab Perang Dunia II dapat ditelusuri ke munculnya ideologi fasisme yang dipimpin oleh Adolf Hitler di Jerman. Hitler mengambil kendali Jerman dengan visi untuk membebaskan negaranya dari penindasan yang dirasakan… kan oleh komunitas Yahudi dan untuk mengejar supremasi Arian. Situasi krisis multidimensi di Jerman, termasuk pengaruh Yahudi yang signifikan di daerah-daerah seperti Wina, berfungsi sebagai latar belakang untuk munculnya ideologi ini. Dalam mempertahankan ideologi fasisme, Hitler memanfaatkan nasionalisme yang muncul dalam populasi Jerman. Partai Nazi di bawah kepemimpinannya dan masa depan Jerman yang diramalkan menjadi fenomena yang luar biasa. Pemikiran politik Hitler yang diimplementasikan melalui fasisme berfungsi sebagai kerangka kerja untuk memerintah Jerman menuju urutan politik yang diinginkannya.

Penerapan Asas Non-Diskriminasi Dalam Perjanjian Kerja Part Time

Lulu Lutfiyah, Yasmine Erlisa MW, Oksya Salma, Nabila Izzaba
Abstract: Ketenagakerjaan di Indonesia mengalami perubahan yang dinamis seiring perkembangan perekonomian dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi, hal ini tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan… n lapangan kerja baru. Angka pengangguran tetap tinggi disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dan meningkatnya harapan hidup. Masalah lain yang dihadapi adalah rendahnya kualitas tenaga kerja, yang dapat diukur melalui tingkat pendidikan. Rendahnya produktivitas kerja di Indonesia disebabkan oleh kurangnya penguasaan teknologi dan pengetahuan, yang pada gilirannya mempengaruhi besarnya kompensasi yang diterima oleh karyawan. Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dan penguasaan teknologi menjadi kunci untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia. Kebutuhan akan pekerjaan paruh waktu di Indonesia muncul dari aspek operasional perusahaan dan kebutuhan masyarakat. Namun, perkembangan masyarakat yang cepat tidak selalu sejalan dengan perkembangan aturan dan hukum, sehingga penerapannya menjadi sulit. Peraturan perundang-undangan yang ada sering kali tidak dapat mengatur kehidupan masyarakat secara menyeluruh, mengakibatkan ketidaklengkapan dan kurangnya jaminan kepastian hukum. Oleh karena itu, penting untuk meninjau dan memperbarui regulasi yang ada agar lebih komprehensif dan dapat menjamin kepastian hukum bagi masyarakat, khususnya dalam konteks pekerjaan paruh waktu. Hasil penelitian ini yaitu penerapan asas non-diskriminasi dalam perjanjian kerja part time memiliki dampak yang signifikan terhadap hubungan kerja dan perilaku antara karyawan dan perusahaan. Adanya non-diskriminasi dalam perjanjian kerja membantu menciptakan hubungan kerja yang adil, harmonis, kondusif, dan bermartabat di lingkungan kerja. Dengan tidak adanya diskriminasi, karyawan merasa dihargai dan diperlakukan secara adil tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, atau aliran politik.

Peranan Manajemen Risiko Dengan Pendekatan ALMA (Asset And Liabilities Management) Pada Pembiayaan Di Bank Syariah

Fina Diantasari, Liza Afakarin, Sri Wahyuni, Suprianik
Abstract: Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengumpulkan data dan metode analisis data kualitatif untuk menganalisis informasi yang diperoleh. Fokus penelitian adalah pada Asset and Liabilities Management (ALMA)… ALMA) dalam konteks bank syariah. ALMA merupakan pendekatan strategis yang penting dalam mengelola aset dan kewajiban bank untuk menjaga keseimbangan keuangan dan mengelola risiko yang terkait dengan pembiayaan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ALMA memainkan peran kunci dalam mengelola risiko likuiditas, mengendalikan risiko pasar, dan memilih instrumen pembiayaan yang aman bagi bank syariah. Dengan penerapan ALMA, bank syariah dapat menjaga kestabilan keuangan dan mengoptimalkan pendapatan sambil membatasi risiko aset dan liabilitas. Penerapan manajemen risiko dengan pendekatan ALMA memberikan manfaat yang signifikan bagi bank syariah dalam mengelola risiko pembiayaan. ALMA juga merupakan strategi dan proses perencanaan yang melibatkan strategi seperti perencanaan, manajemen dana, dan manajemen kualitas pembiayaan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya ALMA dalam konteks bank syariah dan bagaimana pendekatan ini dapat membantu bank dalam mengelola risiko, menjaga kestabilan keuangan, dan memilih instrumen pembiayaan yang sesuai dengan profil risiko.

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Kinerja Perbankan Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

Fina Diantasari, Rini Puji Astuti, Fica Aulia, Ach. Zidani Mubarok, Elsa Zahrotul Afidah
Abstract: Kebijakan moneter yang diimplementasikan oleh Bank Indonesia mempunyai dampak yang mendasar atau signifikan terkait kinerja perbankan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tujuan utama dari kebijakan tersebut ialah untuk… mencapai stabilitas nilai tukar, inflasi yang rendah, serta pertumbuhan ekonomi yang berlangsung secara berkelanjutan. Dampak positif adanya kebijakan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terbukti melalui stabilitas sistem keuangan, stabilnya suku bunga, dan nilai tukar yang terjaga. Selain itu, kebijakan moneter ini juga mempengaruhi kinerja perbankan melalui profitabilitas bank, penyaluran kredit, serta kualitas aset bank. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh kebijakan moneter melalui investasi, konsumsi, dan juga perdagangan, dimana suku bunga yang rendah dan nilai tukar yang stabil memiliki peran sentral dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka panjang maupun pendek.

Kapita Selecta

Rini Puji Astuti, Devita Izzatun Faizah, Tri Wahyuni, Siti Aminah
Abstract: Abstrak ini mengkaji prospek dan kesulitan yang akan dihadapi industri perbankan di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan perbankan syariah. Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank… nk Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan dan dukung dengan adanya OJK dan LPS untuk membantu perbankan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memberikan wawasan mendalam mengenai perbankan masa depan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali perselsi dan pengalaman berbagai pemangku kepentingan dalam perbankan terkait dengan perubahan paradigma dan tantangan yang akan di hadapi di mas depan. Hasil penelitian ini di harapakan dapat memberikan kontrubusi signifikan untuk pemahaman kita tentang perbankan masa depan

Pengaruh Lingkungan Keluarga Toxic Dan Kompetensi Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Di MTs AL-Huda Cisaat

Permana, Galih, Sumatri, Siti Rahmawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan keluarga toxic dan kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa. Penelitian metode kuantitatif deskriptif yaitu metode yang di arahkan memecahkan masalah&#8230; salah dengan cara menggambarkan atau memaparkan apa adanya dari hasil penelitian. Penggunaan metode deskriptif ini di dukung oleh beberapa teknik pengumpulan data salah satunya kuesioner/angket, dengan metode pengambilan sampel sebanyak 48 responden di MTs Al-Huda Cisaat dengan menggunakan menggunakan beberapa pengujian statistik diantaranya: validitas, realibilitas, tabel distribusi frekuensi, normalitas, homogenitas, linearitas, auto kolerasi, multikolinearitas, heteroskedastisitas, kolerasi, regresi,Uji T, dan koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Lingkungan keluarga toxic berpengaruh terhadap hasil belajar hal ini di tunjukan oleh hasil perhitungan nilai koefisien kolerasi sebesar 0,746 dan nilai t hitung 7.586 > t tabel 2,687 serta hasil koefesien determinasi sebesar 55,6. Hal ini menunjukan bahwa 55,6% hasil belajar di pengaruhi oleh lingkungan keluarga toxic. 2). kompetensi guru berpengaruh terhadap hasil belajar hal ini di tunjukan oleh nilai koefesien kolerasi sebesar 0,868 dan nilia t hitung 11,879>t tabel 2,687 serta hasil koefesien determinasi sebesar 75,6. Hal ini menunjukan bahwa 75,6% hasil belajar di pengaruhi oleh kompetensi guru. 3). Lingkungan keluarga toxic dan kompetensi guru berpengaruh terhadap hasil belajar hal ini di tunjukan oleh nilai koefesien kolerasi 0,870 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 serta hasil koefesien Determinasi sebesar 75,7. Hal ini menunjukan bahwa 75,7% hasil belajar di pengaruhi oleh lingkungan keluarga toxic dan kompetensi guru.

Hubungan Antara Keuangan Neraca Bank Sentral dan Neraca Pembayaran Internasional

Nur Afika Tiara Sari, Rini Puji Astuti, Mila Rosa, Indiana Kaffa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keuangan neraca bank sentral dan neraca pembayaran internasional. Keuangan neraca bank sentral mencerminkan kesehatan keuangan institusi yang bertanggung jawab&#8230; atas pengelolaan mata uang negara, sementara neraca pembayaran internasional mencakup aliran keuangan yang melibatkan transaksi antara suatu negara dengan negara lain. Studi ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dan mengambil sampel data dari berbagai negara selama periode waktu tertentu.   Melalui analisis yang cermat, temuan utama penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara keuangan neraca bank sentral dan neraca pembayaran internasional. Perubahan dalam komponen keuangan neraca bank sentral, seperti cadangan devisa, hutang luar negeri, atau aset luar negeri, dapat mempengaruhi kinerja neraca pembayaran internasional suatu negara. Selain itu, temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh bank sentral dalam mengelola keuangan mereka juga dapat berdampak pada neraca pembayaran internasional.   Implikasi dari temuan ini adalah bahwa keuangan bank sentral memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan keseimbangan neraca pembayaran internasional suatu negara. Pemahaman yang lebih baik tentang hubungan ini dapat membantu para praktisi keuangan, pengambil kebijakan, dan akademisi dalam merumuskan strategi yang tepat dalam mengelola keuangan negara dan menjaga keseimbangan pembayaran internasional.   Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penelitian lanjutan diperlukan untuk memperluas cakupan analisis dan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara keuangan neraca bank sentral dan neraca pembayaran internasional.

Kebijakan Moneter Di Indonesia

Sarifatus Sakdiya, Rini Puji Astuti, Laila Zuhro, Mar’i Muhammad Yudha
Abstract: Kebijakan moneter merupakan salah satu komponen penting dalam sistem ekonomi yang kondisinya selalu tidak pasti. Sebelum krisis moneter Asia pada tahun 1997, Indonesia menerapkan kebijakan moneter yang cenderung longgar.&#8230; Bank Indonesia, sebagai bank sentral negara, lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi daripada menjaga stabilitas harga. Saat krisis moneter melanda Asia pada tahun 1997, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Bank Indonesia terpaksa mengubah kebijakan moneternya secara drastis untuk mengatasi gejolak ekonomi yang terjadi. Upaya stabilisasi mata uang rupiah dilakukan melalui intervensi pasar valuta asing dan peningkatan suku bunga acuan secara signifikan. Setelah krisis 1997, Indonesia melakukan reformasi sistem keuangan dan moneter untuk memperbaiki ketahanan ekonominya. Bank Indonesia mulai menerapkan kebijakan inflasi targeting dengan fokus utama pada stabilitas harga. Kebijakan kuantitatif juga pernah digunakan di Indonesia dalam kebijakan moneter. Untuk menstabilkan pasar keuangan dan meningkatkan likuiditas sistem perbankan. Pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi adalah tujuan dari kebijakan ini. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, bank Indonesia dapat intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Cadangan devisa yang besar juga memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan negara terhadap ancaman internasional. Sejak krisis moneter 1997, kebijakan moneter Indonesia telah mengalami perubahan besar. Fokus dari pertumbuhan ekonomi menuju stabilitas harga dan peningkatan ketahanan ekonomi melalui instrumen kebijakan kuantitatif dan pengaturan nilai tukar dan devisa.

Transformasi Pembelajaran PPKn Melalui Model Explicit Instruction: Studi Di SDN Petemon X/358 Surabaya

Mulyono
Abstract: Penelitian ini mengevaluasi upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas VI Semester II di SDN Petemon X/358 Surabaya pada mata pelajaran PPKn, terutama fokus pada materi ASEAN. Evaluasi awal menemukan tantangan signifikan&#8230; n dalam kinerja siswa, dengan rata-rata nilai 52, di bawah amban KKM sekolah yaitu 80. Penelitian menyelidiki proses proses pembelajaran PPKn dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui Model Pembelajaran Explicit Instruction. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Hasil menunjukkan peningkatan kinerja dari 53% ke 84% pada siklus kedua. Penelitian menyoroti pentingya eksplorasi terus-menerus terhadap metodologi pengajaran dan pengembangan sumber belajar. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi interaksi guru-siswa dalam konteks eksplicit instruction, serta skalabilitas model ini ke berbagai pengaturan pendidikan dan mata pelajaran. Dampak dalam jangka Panjang model ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk pemahaman komprehensif.

The Noteworthiness Of Perpetual Justice In James Baldwin's The Bell Of Atri

Fennyta Diva Fadilla, Anggoro Cahyo Wicaksono, Dyah Ayu Ratna Jelita, Yovita Olivia, Rommel Utungga Pasopati, Andharu, Devito, M Reza Ishadi Fadillah
Abstract: This article investigates how perpetual justice is prolonged in James Baldwin’s flash fiction entitled The Bell of Atri. Drawing on theories of moral and ethical principles, this study examines the idea of justice that transcends&#8230; transcends time and its implications in the context of the narrative. There is restorative justice emphasizing on repairing the harm caused by lawlessness and restoring disturbed relationships between perpetrators, victims, and society. Through qualitative approach, this article involves the active participation in the restorative process of apology, reparation, and reconciliation. The Bell of Atri then underscores the importance of moral integrity and fairness in society as it highlights the enduring relevance of ethical principles and the significance of upholding justice across generations. In conclusion, The Bell of Atri emphasizes the importance of the perception of justice in the relationships of fellow beings and the peace within well-being conditions of others.