Search Articles & Publications

Showing 4531 articles found for "Tujuan"

Penerapan Layanan Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Belajar dan Pribadi Siswa Di SMP Negeri 1 Karawang Timur

Muhammad Lutfi Ramdani, Inayah Thohiroh, Luthfiana Salwa Aulia, Maya Khoirunnisa, Nur Aini Farida
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan layanan bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi masalah belajar dan pribadi siswa. Masalah belajar dan pribadi yang dialami siswa sering menjadi penghalang dalam… m pencapaian prestasi akademik dan perkembangan karakter yang optimal. Oleh karena itu, peran guru BK sangat penting dalam membantu siswa menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru BK, observasi kegiatan layanan BK, serta dokumentasi pelaksanaan program BK di sekolah. Subjek penelitian meliputi siswa yang mengalami masalah belajar dan pribadi serta guru BK yang terlibat dalam proses pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti bimbingan individu, bimbingan kelompok, konseling individu, serta layanan informasi. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan preventif, kuratif, dan perkembangan. Layanan ini terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar seperti rendahnya motivasi, kesulitan memahami materi pelajaran, dan kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu belajar. Di sisi lain, layanan ini juga membantu siswa mengatasi masalah pribadi seperti rendahnya kepercayaan diri, konflik dengan teman sebaya, serta tekanan dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, layanan BK memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu siswa menghadapi tantangan-tantangan ini. Meskipun begitu,ada beberapa tantangan yang cukup besar seperti keterbatasan sumber daya rasio konselor yang tidak seimbang jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan layanan yang ada lebih menekankan pada kasus yang telah terjadi. Untuk menangani masalah tersebut, sekolah menerapkan sistem kerja sma yang bertingkat antara guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK. Walaupun pelaksanaan layanan BK menghadapi tantangan terkait sumber daya dan kualifikasinya, fungsi BK yang bersinergi dapat memberikan dampak yang positif dalam membangun individu secara akademis, pribadi, dan sosial.

Analisis Peran Layanan BK Dalam Membentuk Karakter Dan Kemandirian Siswa Di SMPN 1 Telagasari

Nurhalizah, Aulia, Hasanah, Maulida, Maya, Robiaturrifa, Muthia, Farida, Nur Aini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Telagasari. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk layanan yang diterapkan,… , peran guru BK, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMP Negeri 1 Telagasari terlaksana dengan baik dan terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Layanan yang diberikan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, serta advokasi terhadap siswa. Faktor pendukung pelaksanaan layanan BK meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitas ruang BK yang memadai, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah karakter siswa yang masih labil, keterbatasan waktu guru BK, dan pengaruh penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, layanan BK berperan signifikan dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.

Inovasi Pembelajaran Kemuhammadiyahan Di Era Digital: Analisis Proses Keputusan, Implementasi, Dan Difusi Dalam Pendidikan Islam Berkemajuan

Deri Putra, Ranti Firdaus, Peni Andesta, Ismail Syakban
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui empat dimensi utama: pengambilan keputusan inovasi, implementasi berbasis teknologi… dan nilai Islam, difusi melalui kolaborasi akademik, serta diseminasi hasil inovasi dalam konteks pendidikan Islam berkemajuan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur ilmiah, panduan institusional, dan dokumen resmi Muhammadiyah untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan strategi penguatan inovasi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik yang kolaboratif, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta budaya berbagi pengetahuan antar dosen dan lembaga. Penerapan model student-centered learning dan pembelajaran berbasis proyek sosial memperkuat relevansi mata kuliah Kemuhammadiyahan terhadap kebutuhan mahasiswa era digital. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, pelatihan berkelanjutan dan kebijakan kampus yang adaptif terbukti efektif dalam memperluas difusi dan diseminasi inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pedagogis, tetapi juga sebagai strategi ideologis dan kultural untuk membentuk generasi Islam progresif yang berkarakter, kritis, dan berdaya saing global.

Fleksibilitas Peran Kesiswaan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Al-Muslih Telukjambe

Sa'adah, Naila Waridatus, Ihsan, Fatihul Noer, Mustafidah, Hidayatul, Arrayyan, Muhammad Faisal, Farida, Nur Aini
Abstract: Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, namun keterbatasan tenaga konselor di sejumlah sekolah menyebabkan fungsi layanan tersebut tidak optimal.… ptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fleksibilitas peran kesiswaan dalam mendukung pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe, serta menganalisis mekanisme koordinasi dan dampaknya terhadap efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kesiswaan, wali kelas, dan perwakilan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan bidang kesiswaan sebagai perpanjangan tangan guru BK. Kesiswaan berperan sebagai mediator konflik, pelaksana penanganan kasus bullying, penggerak perubahan perilaku, serta menjadi titik kontak utama siswa dalam menghadapi permasalahan. Fleksibilitas ini muncul karena kebutuhan sekolah untuk menutupi kekosongan peran konselor profesional, dan didukung oleh pendekatan emosional yang humanis serta penerapan prosedur disiplin yang jelas. Meskipun model ini efektif dalam menciptakan rasa aman dan keterbukaan siswa, tantangan tetap ada pada konsistensi perilaku siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan ruang privat untuk konseling. Dengan demikian, fleksibilitas peran kesiswaan dapat menjadi strategi alternatif dalam mengoptimalkan layanan BK di sekolah dengan sumber daya terbatas, dengan catatan perlu adanya pelatihan dasar konseling bagi guru non-BK dan penyediaan fasilitas yang menjamin asas kerahasiaan layanan.

Analisis Desain Arsitektur Komputer Terhadap Efesiensi Operasional dan Kinerja Sistem Terintegrasi

Salsabillah R. Jannah, Nurul Aini Siregar, Fadila Syeftriana, Indra Gunawan
Abstract: Perkembangan teknologi digital menuntut organisasi untuk mengoptimalkan sistem informasi guna meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain arsitektur komputer… r terhadap efisiensi operasional serta kinerja sistem terintegrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan studi literatur, yang mencakup aspek perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain arsitektur komputer yang tepat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi redundansi data, mempercepat proses operasional, dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Integrasi antar subsistem dalam arsitektur yang terencana dengan baik juga berkontribusi terhadap peningkatan reliabilitas dan skalabilitas sistem. Dengan demikian, arsitektur komputer yang optimal tidak hanya berfungsi sebagai fondasi teknis, tetapi juga sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing organisasi melalui efisiensi operasional dan kinerja sistem yang terintegrasi.

Penerapan Model Pembelajaran PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Agama Hindu Pada SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara Semester 1 Tahun Ajaran 2025/2026

I Kadek Gopal Wijaya
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Malalui penerapan Model Pembelajaran “Problem Based Learning” siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara  tahun pelajaran… pelajaran 2025/2026 Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara  tahun pelajaran 2025/2026

Peningkatan Kemampuan siswa Dalam Memahami Cerita Mahabarata Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu

Ni Made Nunik Listari, Ketut Sukreni, Ni Luh Febi Valintiana, Ni Wayan Satri Devi, Ni Gusti Ketut Seruni
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk Peningkatan Kemampuan siswa Dalam Memahami Cerita Mahabarata Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan… ngkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi memahami cerita Mahabarata  Kata kunci : model pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar.

Perancangan Kemasan Paper Bowl Soto Berbahan Serat Bambu Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Dapoer Mimi

Rifaldy, Alvin, Assidiqi, Zaky, wibowo, Daniel Bagus, Manggala, Widagdo Prayoga Manggala, Prawira, Muhammad Mirza Adi Nata, Pratama, Andhika Ramdhan, Sirait, Steve Zefanya Sirait, Wahyudi, Rizqi
Abstract: UMKM Dapoer Mimi menghadapi permasalahan pada kemasan take away makanan soto yang digunakan saat ini, yaitu desain yang kurang menarik, tidak ramah lingkungan karena berbahan plastik, serta kurang fungsional karena sering… g menyebabkan tumpah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan paper bowl berbahan serat bambu yang mampu memenuhi harapan konsumen dan mengatasi kelemahan kemasan eksisting. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk mentransformasi Voice of Customer (VOC) menjadi karakteristik teknis desain yang terukur melalui pembangunan House of Quality (HoQ). Hasil analisis HoQ menghasilkan spesifikasi teknis prioritas, yang meliputi: ketahanan suhu hingga 90°C (bobot 8%), ketebalan material 0,8–1,0 mm (bobot 6%), kandungan material daur ulang minimal 20% (bobot 11%), price premium justification (bobot 11%), serta desain yang memuat logo dan informasi produk yang jelas (bobot 6%). Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kemasan dengan spesifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif yang meningkatkan kepuasan konsumen, nilai jual, sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan bagi UMKM Dapoer Mimi.

Eco-Snack Innovation: Penerapan HOQ pada Produk Keripik Kulit Pisang dengan Kemasan Berkelanjutan

Beltsazar Putra Libertus Gustaf Dupe, Mizanul Khairi, Mohamad Nabiel Priatna, Ahmad Latif Aryo, Saputra, Muhammad Reza, Ray Natanael Jericho Pelawi, Syafran M.S, Malay, Izza Al Fawwaz aldi, Tungga, Syailindra Dwi, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap isu keberlanjutan lingkungan mendorong munculnya berbagai gagasan inovatif dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan… n produk keripik kulit pisang dengan kemasan ramah lingkungan sebagai bentuk kontribusi terhadap penerapan ekonomi sirkular. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan House Of Quality (HOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dan harapan konsumen terhadap produk keripik kulit pisang yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, serta menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bentuk spesifikasi teknis sebagai dasar pengembangan produk. Pendekatan QFD dipilih karena mampu menghubungkan suara konsumen dengan desain produk secara sistematis, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan konsumen. Berdasarkan hasil analisis, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen meliputi rasa, kerenyahan, aroma, mutu bahan baku, serta kemasan yang ramah lingkungan. Hasil penilaian bobot prioritas menunjukkan bahwa unsur pemilihan bahan kemasan menempati posisi paling dominan dengan nilai 29%. Aspek kejelasan informasi pada kemasan berada di urutan kedua dengan nilai 19%, disusul oleh kepemilikan izin edar BPOM sebesar 13%. Harga menjadi faktor berikutnya dengan tingkat kepentingan 12%, sementara penentu cita rasa berupa komposisi bumbu serta pengaturan suhu dan durasi penggorengan memiliki pengaruh yang lebih kecil, masing-masing sebesar 8%. Sebagai rekomendasi pengembangan, produk keripik kulit pisang berkemasan ramah lingkungan dapat ditingkatkan melalui ekspansi pemasaran digital, kemitraan dengan umkm, dan peningkatan sertifikasi mutu untuk memperkuat daya saing pasar.

Implementasi Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMA Negeri Telagasari

Koto, Ghefira Sakina Koto, Aulia Fitria, Elvira Rismaya Putri, Hilman Alifianda, Nur Aini Farida
Abstract: Implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 1 Telagasari dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial, akademik maupun karier. Penelitian… ini bertujuan untuk bagaimana layanan Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Telagasari, mencakup program yang berjalan, tantangan yang dihadapi, serta persepsi guru dan siswa terhadap layanan tersebut. Metode yang digunakan  adalah metode kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan guru BK serta dua orang siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari dilaksanakan secara sistematis melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, layanan klasikal, konsultasi, mediasi, hingga kunjungan rumah. Program disusun dengan pola mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Guru BK berperan penting dalam mendampingi siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, akademik, dan karir, serta bekerja sama dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan pihak sekolah untuk mendukung keberhasilan layanan. Siswa memberikan persepsi positif terhadap peran BK, meskipun terdapat harapan agar layanan lebih interaktif, terbuka, dan relevan dengan generasi saat ini.Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya serta dukungan dari pihak eksternal, termasuk orang tua. Kesimpulannya, layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari berperan signifikan dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier siswa, namun masih perlu peningkatan kualitas dan penguatan kolaborasi agar lebih optimal. Pengimplementasian layanan bimbingan konseling di  SMA Negri 1 Telagasari Karawang dilandasi oleh kebutuhan nyata dalam bimbingan siswa agar mampu menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial akademik, maupun karir yang mereka hadapi. Melalui layanan Bimbingan dan konseling, siswa mendapatkan ruang aman untuk menyampaikan keluhan mereka.