Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Value Engineering sebagai upaya optimalisasi biaya produksi dan peningkatan nilai produk pada UMKM meubel milik Pak Budiono di Bandar Lampung. Persaingan industri…
tri meubel yang semakin ketat serta keterbatasan sumber daya pada usaha kecil menimbulkan permasalahan efisiensi dalam penggunaan material, proses produksi, dan strategi pemasaran. Melalui penerapan tahapan rekayasa nilai, penelitian ini meninjau aspek fungsi, biaya, serta alternatif material dan proses yang dapat meningkatkan nilai produk tanpa mengurangi kualitas. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Value Engineering pada UMKM Meubel Pak Budiono mampu meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas. Berdasarkan data keuangan, omzet mingguan mencapai Rp10.000.000 dengan laba bersih sekitar Rp2.000.000 dan biaya tenaga kerja antara Rp800.000–Rp1.500.000 per orang. Melalui alternatif terbaik berupa pemasaran digital, simplifikasi desain, dan investasi mesin, diperoleh potensi peningkatan penjualan hingga 40%, efisiensi biaya tenaga kerja sebesar 20%, serta peningkatan kapasitas produksi hingga 50%. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar UMKM meubel menerapkan evaluasi berkala terhadap komponen biaya dan fungsi produk untuk memastikan keberlanjutan efisiensi serta peningkatan daya saing di pasar lokal maupun regional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan layanan bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi masalah belajar dan pribadi siswa. Masalah belajar dan pribadi yang dialami siswa sering menjadi penghalang dalam…
m pencapaian prestasi akademik dan perkembangan karakter yang optimal. Oleh karena itu, peran guru BK sangat penting dalam membantu siswa menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru BK, observasi kegiatan layanan BK, serta dokumentasi pelaksanaan program BK di sekolah. Subjek penelitian meliputi siswa yang mengalami masalah belajar dan pribadi serta guru BK yang terlibat dalam proses pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti bimbingan individu, bimbingan kelompok, konseling individu, serta layanan informasi. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan preventif, kuratif, dan perkembangan. Layanan ini terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar seperti rendahnya motivasi, kesulitan memahami materi pelajaran, dan kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu belajar. Di sisi lain, layanan ini juga membantu siswa mengatasi masalah pribadi seperti rendahnya kepercayaan diri, konflik dengan teman sebaya, serta tekanan dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, layanan BK memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu siswa menghadapi tantangan-tantangan ini. Meskipun begitu,ada beberapa tantangan yang cukup besar seperti keterbatasan sumber daya rasio konselor yang tidak seimbang jika dibandingkan dengan jumlah siswa dan layanan yang ada lebih menekankan pada kasus yang telah terjadi. Untuk menangani masalah tersebut, sekolah menerapkan sistem kerja sma yang bertingkat antara guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK. Walaupun pelaksanaan layanan BK menghadapi tantangan terkait sumber daya dan kualifikasinya, fungsi BK yang bersinergi dapat memberikan dampak yang positif dalam membangun individu secara akademis, pribadi, dan sosial.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Telagasari. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk layanan yang diterapkan,…
, peran guru BK, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMP Negeri 1 Telagasari terlaksana dengan baik dan terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Layanan yang diberikan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, serta advokasi terhadap siswa. Faktor pendukung pelaksanaan layanan BK meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitas ruang BK yang memadai, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah karakter siswa yang masih labil, keterbatasan waktu guru BK, dan pengaruh penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, layanan BK berperan signifikan dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Abstract:Me time, atau waktu untuk diri sendiri, sering dianggap remeh oleh beberapa orang. Bahkan, ada yang mengira menghabiskan waktu sendiri adalah tanda kesepian atau tidak punya teman. Padahal, me time justru menjadi momen penting…
enting untuk recharge energi, merenung, dan mengenal diri lebih dalam. Mengingat me time sangat penting bagi seseorang, maka artikel ini berupaya menelaah secara mendalam tentang praktek me time dari seorang pemuda berkepribadian introvert yang bernama Emanuel Omedetho Jermias. Permasalahan pokok yang hendak diungkan ialah bagaiaman cara Emanuel Omedetho Jermias melakukan me time. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif. Jenisnya ialah life story sehingga data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara secara mendalam kepada subjek penelitian dan dilengkapi dengan melakukan pengamatan terhadap buku-buku yang dimilikinya sebagai sarana utama ketika melakukan me time. Data yang terkumpul kemudian dianalisis berdasarkan konsep dan teori yang berkaitan dengan kepribadian. Selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk narasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa me time dilakukan oleh Emanuel Omedetho Jermias, hampir setiap malam sekitar satu jam, setelah bercengkerama dengan Oma (Grand Mother). Adapun kegiatan yang dilakukan saat me time malam ialah membaca dan membersihkan rumah. Sementara me time siang hari dilakukan dengan cara berderma kepada orang papa.
Abstract:Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, namun keterbatasan tenaga konselor di sejumlah sekolah menyebabkan fungsi layanan tersebut tidak optimal.…
ptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fleksibilitas peran kesiswaan dalam mendukung pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe, serta menganalisis mekanisme koordinasi dan dampaknya terhadap efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kesiswaan, wali kelas, dan perwakilan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan bidang kesiswaan sebagai perpanjangan tangan guru BK. Kesiswaan berperan sebagai mediator konflik, pelaksana penanganan kasus bullying, penggerak perubahan perilaku, serta menjadi titik kontak utama siswa dalam menghadapi permasalahan. Fleksibilitas ini muncul karena kebutuhan sekolah untuk menutupi kekosongan peran konselor profesional, dan didukung oleh pendekatan emosional yang humanis serta penerapan prosedur disiplin yang jelas. Meskipun model ini efektif dalam menciptakan rasa aman dan keterbukaan siswa, tantangan tetap ada pada konsistensi perilaku siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan ruang privat untuk konseling. Dengan demikian, fleksibilitas peran kesiswaan dapat menjadi strategi alternatif dalam mengoptimalkan layanan BK di sekolah dengan sumber daya terbatas, dengan catatan perlu adanya pelatihan dasar konseling bagi guru non-BK dan penyediaan fasilitas yang menjamin asas kerahasiaan layanan.
Abstract:Perkembangan teknologi digital menuntut organisasi untuk mengoptimalkan sistem informasi guna meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain arsitektur komputer…
r terhadap efisiensi operasional serta kinerja sistem terintegrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dukungan studi literatur, yang mencakup aspek perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain arsitektur komputer yang tepat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi redundansi data, mempercepat proses operasional, dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Integrasi antar subsistem dalam arsitektur yang terencana dengan baik juga berkontribusi terhadap peningkatan reliabilitas dan skalabilitas sistem. Dengan demikian, arsitektur komputer yang optimal tidak hanya berfungsi sebagai fondasi teknis, tetapi juga sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing organisasi melalui efisiensi operasional dan kinerja sistem yang terintegrasi.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Malalui penerapan Model Pembelajaran “Problem Based Learning” siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara tahun pelajaran…
pelajaran 2025/2026 Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa SMP Negeri 3 Poso Pesisir Utara tahun pelajaran 2025/2026
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk Peningkatan Kemampuan siswa Dalam Memahami Cerita Mahabarata Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan…
ngkatkan hasil belajar siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mana menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencarian datanya menggunakan tes hasil belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata nilai 69,90 meningkat menjadi 73,12 rata- rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 81,40. Ketuntasan belajar juga terjadi peningkatan dari awalnya 64,00 % menjadi 72,00 % pada siklus I dan 92,00 % pada siklus II. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang direncanakan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa Penerapan Model Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Materi memahami cerita Mahabarata
Kata kunci : model pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi desain kemasan sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM, dengan studi kasus pada produk Mecca Kebab. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM tersebut terletak pada kemasan…
masan yang kurang praktis, mudah rusak, dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumen dari segi higienitas serta kenyamanan penggunaan. Penelitian menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi atribut kemasan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka dan tertutup yang diolah menggunakan matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% responden sangat setuju dan 38,7% setuju terhadap inovasi kemasan dengan lapisan anti-minyak dan desain sleeve khusus. Aspek kebersihan, kehigienisan, dan kenyamanan menjadi faktor dengan prioritas tertinggi, sedangkan daya tarik visual memiliki pengaruh paling rendah. Atribut teknis yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kemasan adalah desain ergonomis (34,50%) dan bahan kemasan (29,80%). Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kemasan fungsional, higienis, dan praktis dapat meningkatkan citra serta daya saing produk UMKM di pasar yang kompetitif.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Hindu Sebagian besar siswa belum mencapai ketuntasan minimal pada pelajaran pendidikan agama Hindu.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan…
hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa SD dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK),yang dilaksanakan dalam 2 siklus.Subyek dalam penelitian ini siswa Sekolah Dasar tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 20 orang.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif .Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada siklus I skor rata-rata hasil belajar dengan kategori rendah. Nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I yaitu 76,00 dengan ketuntasan klasikal 70%, daya serap 76,00 %. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan ,rata-rata prestasi belajar menjadi 81,75 ketuntasan klasikal menjadi 95 % dan daya serap menjadi 81,75 %. Dan hasil analisis hasil belajar siklus I dan II mengalami peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar sebesar 5,75 ketuntasan klasikal sebesar 25 % daya serap sebesar 5,75% dengan penerapan pembelajran kooperatif tipe think pair share.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan penerapan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu. Diajukan saran kepada pihak terkait sebagai berikut (1) Guru Pendidikan Agama Hindu agar mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share (2) Peneliti lain diharapkan mengadakan penelitian lanjutan terkait dengan penerapan model pembelajaran yang inovatif.