Search Articles & Publications

Showing 480 articles found for "Human"

Freedom of Speech as a Pillar of Equality in Indonesia in The Context of Constitutional Law

Yovan Iristian
Abstract: The important role of freedom of expression as a basis for equality, especially within the framework of constitutional law, is very important in Indonesia. This research uses normative juridical qualitative methods to obtain… tain a comprehensive understanding of the legal aspects that regulate freedom of expression in the country. Recognized as an essential human right, freedom of expression is explicitly protected by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The focus of this research is to examine the legal norms governing freedom of expression, which include provisions such as Article 28E paragraph (3) and Article 19 of the Constitution 1945, as well as other statutory regulations. The research results show that freedom of expression is recognized as an inalienable right by the state and is one of the foundations for the realization of a just and democratic society. Although freedom of expression is guaranteed by the constitution, this research also highlights the obstacles and challenges in its implementation. In Indonesia, challenges arise in navigating diverse interpretations of freedom of expression, with concerns about potential exploitation by entities harming public interest. Striking a balance between freedom of expression and societal stability/security is deemed crucial. The research aims to better understand the complexity of freedom of expression within the country's constitutional law and its role in promoting equality. This research aims to find useful insights for creating better policies. These policies should strike a good balance between individual freedom and public interest, ultimately fostering a fair and democratic society.

Register Analysis of  A Mild,  “How Bold Can You Go”(Systemic Functional Language Approach)

Astrini, Atik, Malika Laila, Dwi Haryanti
Abstract:     Derived from Halliday's systematic functional linguistics, register analysis is useful not only for discourse analysis but also for planning linguistically effective advertising. Register analysis takes into account… count cultural context, situational context, including field, tenor and form, and human interpretation of text meaning. With this method, assuming that language is an embodiment of a social process, advertising can be designed according to the social reality of the target market. Keywords: register analysis, context of culture, context of situation

Analisis Yuridis Perlindungan Tawanan Anak Dalam Perspektif Hukum Humaniter Internasional (Studi Kasus: Tawanan Anak Palestina Oleh Tentara Israel)

Anis Fachruri, Kasmudi
Abstract: Tindakan terhadap anak-anak Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak Hukum Humaniter Internasional terhadap situasi tersebut. Tindakan terhadap… dap anak-anak Palestina. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami potensi konsekuensi tindakan Israel terhadap Hukum Humaniter Internasional. Penelitian menemukan bahwa perlakuan Israel terhadap anak-anak Palestina sebagian besar melibatkan penggunaan instrumen internasional dan kemanusiaan. Sanksi kedua yang dapat diterapkan kepada Israel adalah sanksi finansial yang dijatuhkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional akibat pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap hukum internasional.

Karakteristik, Pengetahuan Dan Sikap Pasien Dengan HIV Di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura Papua

Lisma Natalia Br Sembiring, Enjely Sri Devi Panjaitan
Abstract: Latar Belakang: Human Immunodefiency Virus salah satu penyakit seumur hidup dan paling mematikan di dunia dengan kata lain, virus HIV akan tetap berada di dalam tubuh penderita selama sisa hidupnya. HIV akan menyerang sel… l darah putih dan jika HIV memasuki sirkulasi darah seseorang maka sel darah putih akan berkurang dalam tubuh yang berdampak pada lemahnya sistem kekebalan tubuh seseorang dan rentan terhadap penyakit. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien HIV yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura dengan menggunakan accidental sampling sebanyak 56 Pasien HIV data yang diperoleh menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: dari 56 orang dengan HIV. Kasus terbanyak ditemukan pada usia 20-35 tahun 38 orang (67,9%), jenis kelamin laki-laki 33 orang (58,9%), pendidikan SMA 36 orang (64,3%), pekerjaan karyawan swasta 5 oarang (8,9%), sumber informasi dari media social/internet 41 orang (73,2%), sebagian besar memiliki pengetahuan cukup 48 orang  (85,7%) dan memiliki sikap positif terhadap pencegahan HIV sebanyak 54 orang (96,4%). Kesimpulan: Hasil dari penelitian bahwa karakteristik pada usia 20 – 35 tahun  berjenis kelamin laki-laki, bekerja sebagai karyawan swasta dan berpendidikan terakhir SMA serta sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dan memiliki sikap yang positif terhadap pencegahan HIV dengan tidak melakukan hubungan seksual pranikah, penggunaan narkoba suntik.

Literature Study Of Restaurant Tax Collection With Online System Implementation

Cici Tri Jayanti, Yulia Novita Sari, Ella Juwitasari, Lukman Hakim, Krisna Putra, Nurcahyaning Dwi Kusumaningrum
Abstract: This study aims to determine the implementation of restaurant tax collection with an online system in several regions in Indonesia. This research uses the method of literature study. The literature study method is a method… od by collecting and reviewing some previous research and then drawing conclusions from the previous research. The results obtained from the study of several literature are obstacles and supporting factors of online system implementation in several regions are more or less the same and there are some differences. The influencing factor is the quantity of tools and human resources in each region. This can affect the income of these areas.

Proyek Suara Demokrasi Dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara

Atik Astrini, Endang Fauziati
Abstract: Voice of Democracy merupakan salah satu dari tujuh tema Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila atau P5 sebagai upaya mewujudkan profil mahasiswa pancasila dengan menggunakan paradigma pembelajaran baru berbasis proyek.… ek. (Kemendikbud, Ristek, 2021). Voice of Democracy merupakan tema yang strategis untuk mengenalkan kepada mahasiswa sebagai subjek pembelajaran agar terbiasa dengan sikap-sikap demokratis, seperti: berpikir kritis, kebebasan berekspresi dan bersikap egaliter. Dalam hal menempatkan manusia sebagai subjek dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, serta mendorong aktualisasi potensi manusia secara optimal, perspektif humanisme Ki Hajar Dewantara sedikit banyak dapat membantu para siswa dalam mengembangkan karakter mereka dengan Pancadarma Taman Siswa yang terdiri dari asas kemerdekaan berketuhanan, kebangsaan, dan kemanusiaan. (Pelu, Musa, 2020). Ki Hajar Dewantara mengembangkan sikap egaliter atau kesetaraan dalam pendidikan. Baginya, pendidikan harus terbuka terhadap keberagaman dan dapat diakses oleh siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya dengan lima unsur, yaitu: 1) Kesetaraan, 2) Inklusifitas, 3) Keaslian, 4) Pembelajaran yang berpusat pada siswa, 5) Kebebasan Fisik dan Mental. (Aryati, Aryati, 2023). Artikel ini berusaha untuk mengeksplorasi dan menganalisis relevansi perspektif Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan humanisme di masa kini.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang mencoba mendalami konsep pendidikan kritis Paulo Freire: Penyadaran dan Pembebasan (Aryati, Aryati, 2023) dan konsep pendidikan empatik Carl Rogers yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis seberapa relevan dan signifikan sumbangsih perspektif Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan humanisme terhadap Proyek Suara Demokrasi.  Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Kajian pustaka bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang mendalam dengan cara mengeksplorasi literatur yang relevan dengan konsep pembahasan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman, perspektif Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan humanis, jika ingin digunakan sebagai kerangka acuan teoritis bagi proyek Suara Demokrasi, perlu dilengkapi dan dipertajam dengan konsep pendidikan empatik-kritis yang disingkat "Titis".

KONSEP AL-QUR’AN DALAM MENDIDIK EMOTIOANAL QUOTIENT (EQ)

Nurhapipah, Azmiyah, Hafizhatur Rahmah, Afnibar, Ulfatmi
Abstract: Experts in distributing Emotioanal quotient contained in humans through various studies and research. but it turns out that the Qur'an has already discussed emotions which basically emotions can lead to good things as well… ll as bad. If the intelligence tends to have badness, it will be disastrous for human life, so it can be seen that human control is very important and very necessary for humans. In the midst of the hustle and bustle of emotional and psychological problems that do not escape the process of transferring knowledge in the realm of education which can affect the crisis of exemplary as a figure in terms of education, the Qur'an, will be felt to be a solution that is able to provide one-one solution in the world of education today. This type of research is a library study (library research) analysing the interpretation of the Qur'an related to verses about emotions and psychology in educating children. Furthermore, in obtaining data carried out by investigating various literature earlier using the content analysis method, this study concludes that the internalisation of al-Qur'anic values on emotioanal quotient and psychology can produce al-insan al-kamil conditions, that one way to deal with the test is to manage the emotions of patience (Patience), shukr (Gratitude), Taubah (Repentance), Khusnul Khuluq (Good Character), Muraqabah (Self Awareness), Tawakkul (Trust in Allah), Istighfar (Seeking Forgiveness).

STUDI KRITIS TERHADAP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM  IBN MASKAWAIH, AL-GHAZALI DAN IBN KHALDUN

Marbun, Junaidi, Zulmuqim, Fauzah Masyhudi
Abstract: Ibn Maskawaih, Al-Ghazali and Ibnu Khaldun are three figures of Islamic thought, in fact these three figures are also known to have quite well-known concepts in Islamic education. This research uses research library research,… arch, by collecting previous articles and sources. The results of this research revealed that Ibnu Miskawaih emphasized the moral issues of society, human nature,. Imam Al-Ghazali is a leading Islamic thinker, both in education, Sufism, fiqh, morals and so on. Meanwhile, in Ibn Khaldun's view, the ultimate function of reason is the depiction (conceptualization) of reality objectively, in detail and in depth with a series of causalities in it. With this function, the mind is able to achieve perfect and enlightened development. Even though in the Muqaddimah Ibnu Khaldun praises the position of humans because of their reason, reason has clear boundaries.

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PERSPEKTIF KUNTOWIJOYO

Naura Nadhifah, Nasrullah Nasrullah, My Love Faizah Putri, Nisa Ulfi Jannah, Azza Aulia Rahmi Daud
Abstract: Al-Qur’an merupakan sumber ilmu bagi umat Islam baik di dunia maupun di akhirat. Kuntowijoyo sebagai seorang filusuf Islam mempunyai pandangan mengenai Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan bagaimana integrasinya terhadap sains… p sains sehingga ilmu di dunia Islam tidak tertinggal zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk emengetahui bagaimana pemikiran Kuntowijoyo terhadap Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan bagaimana konsep integrasi ilmu sains dan ilmu Islam yang dimiliki oleh Kuntowijoyo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Data didapat dari kajian-kajian tentang pemikiran Kuntowijoyo yang ditulis di artikel maupun-buku-buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kuntowijoyo memandang pesan dalam Al-Qur’an menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah konsep-konsep dasar dengan banyak istilah yang merujuk pada nilai normatif, doktrin etik, dan aturan-aturan legal serta ajaran-ajaran keagamaan pada umumnya. Adapun bagian keduanya adalah kisah-kisah historis atau amtsal. Menurut Kuntowijoyo, adanya kisah-kisah di dalam Al-Qur’an dimaksudkan untuk mengajak para pembacanya untuk merenungkan kebijaksanaan yang terkandung sehingga dapat diimplementasikan di kehidupan zaman sekarang. Adapun dalam integrase ilmu agama dan ilmu sains, Kuntowijoyo mempunyai konsep Ilmu Sosial Profetik (ISP), yang fokus terhadap 3 hal yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi.

Revolusi dan Kontinuitas:Membahas Warisan Budaya Bani Umayyah dalam Konteks Dunia Modern

Noor Hidayah
Abstract: The Umayyad dynasty which rule from 661 AD from 750 AD,stands as a pivotal period in early islamic history leaving a diverse and influential cultural legacy that persists into the modern era .This research aims to explore… e how to the cultural heritage of the umayyads remains relevant of the context modern world,particularly in the fields of art and  architecture.The Umayyad dynasty is renowned for estabilishing a strong empire that encompassed vast territories from the Middle East to Andalusia in Spain.Calliph Abdul Malik ibn Marwan , a prominent figure of the time,introduced the Umayyad Dinar as the official currency and initiated the monumental project Dome of The Rock in Jerusalem,which continues to be one of the most significant symbols of Islamic architecture.Umayyad architeture reflects a blend of Roman, Persian , and newly introduced islamic elements.Their distinctive of domes, calligraphy,and intricate mosaics has deeply inspired modern artists and architect. This study explores how the cultural values from the past continue to inspire and shape contemporary works.By considering the global impact  of Umayyad heritage, we can understand how continuity and evolution in human history occur through the development of art,architecture and values systems.Through this analysis, we highlight the importance of understanding how cultural values from the past can reinterpreted in different contexts to support the evolution of an inclusive and sustainable cultural future.