Search Articles & Publications

Showing 901 articles found for "Bangun"

Analisis Stabilitas Lereng Dengan Bronjong, Sheet Pile, Pasangan Batu Dan Kantilever Menggunakan Software Plaxis Studi Kasus SMPN 1 Asera

Indra, Muh. Satria Pagala
Abstract: Lereng adalah bidang miring yang tercipta akibat adanya beda tinggi antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi longsor semakin tinggi yang dapat menyebabkan tertimbunnya… unnya bangunan ataupun korban jiwa apabila longsor terjadi pada lereng yang berada dibelakang ruang kelas Smpn 1 Asera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman lereng tanpa perkuatan dan setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever diharapkan mampu menahan gaya lateral yang dihasilkan. Eksplorasi ini dilakukan dengan menggunakan strategi komponen terbatas Plaxis 8.2 dan perhitungan manual menggunakan teknik Priest. Investigasi kesehatan lereng menggunakan program plaxis berencana untuk menentukan nilai perlindungan lereng ketika memperkuat menggunakan dinding penahan bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever. Hasil perhitungan lereng asli tanpa perkuatan menggunakan program plaxis 8.2, didapatkan angka aman sebesar 0,6138. Dalam estimasi manual yang diselesaikan dengan menggunakan strategi Menteri, angka yang dilindungi pada kemiringan adalah 0,6820. Kemiringan dikatakan tidak aman atau tidak stabil apabila nilai amannya dibawah 1,25. Hasil perhitungan kemiringan berbasis perkuatan DPT Bronjong menggunakan program plaxis 8.2 tanpa beban gempa yaitu 2,0324 dan dengan beban gempa sebesar 1,9878. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Sheet Pile tanpa beban gempa yaitu 1,6023 dan dengan beban gempa sebesar 1,5965. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Pasangan Batu tanpa beban gempa yaitu 2,6369 dan dengan beban gempa sebesar 2,6340. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Kantilever tanpa beban gempa yaitu 2,6228 dan dengan beban gempa sebesar 2,6220. Dengan nilai angka aman yang diperoleh melebihi 1,25 dari yang disyaratkan maka dianggap aman terhadap keruntuhan.

Pola Komunikasi Pembina Tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

Wafiq Al-mujahidah bashrum, Wiwik Laela Mukromin, M.Zakaria Al-Anshori, Muhammad Yasin
Abstract: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pembina dalam membina hafalan qur’an santri, kemudian untuk mengetahui kondisi hafalan santri serta faktor pendukung dan penghambat… ghambat dalam membina hafalan qur’an santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlokasi di dusun Pa’rappungangta, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang berlangsung selama kurang lebih 1 di bulan desember 2023. Teknik pengumpulan datanya selama melakukan proses penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi hafalan santri semakin berkembang. Saat ini rata-rata hafalan santri mencapai 10 juz keatas yang sebelumnya mereka hanya memiliki hafalan juz amma atau juz 30. Adapun pola komunikasi yang dilakukan pembina dalam membina hafalan Al-Qur’an yaitu komunikasi interpersonal, verbal dan non verbal, dimulai dari pendekatan persuasif yakni proses komunikasi yang dimana komunikator menyampaikan pesan verbal maupun non verbal kepada komunikan yang bersifat membujuk atau mengajak kepada hal-hal yang mengarah kepada kebaikan. Adapun hambatan dalam membina hafalan santri meliputi kemampuan anak itu sendiri, penyampaian (interaksi), dan kurangnya pemahaman orang tua terhadap visi dan misi pondok. Dan pendukungnya meliputi adanya dukungan dari pimpinan pondok, kerjasama antar pembina, metodologi dan lingkungan internal pondok yang mendukung. Sebagai seorang pembina mampu memahami kepribadian santri bahkan mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing santri dan kemudian diberikan bimbingan khusus bagi santri yang memiliki masalah dalam menghafal Al-Qur’an yang tidak dapat mereka selesaikan secara pribadi guna untuk mendapatkan jalan keluar/solusi, dengannya itu agar komunikasi dapat dibangun dengan lebih baik.

Pola Komunikasi Koordinator Tahfidz dalam Pengembangan Program Tahfidz SMP Unismuh Makassar

Mujibah, Abbas, Aliman, Muhammad Yasin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi koordinator Tahfidz dalam pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar dan mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat koordinator Tahfidz dalam… pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif sumber datanya diperoleh dengan data primer dan sekunder. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Unismuh Makassar khususnya pada program Tahfidz SMP Unismuh M[akassar. Adapun mengenai hasil dari penelitian ini terdapat dua poin penting. Pertama yaitu pola komunikasi koordinator Tahfidz dalam pengembangan program tahfidz SMP Unismuh Makassar. Adapun pola komunikasi yang digunakan diantaranya pola komunikasi roda yaitu pendekatan yang dilakukan oleh koordinator kepada santri contohnya melalui halaqoh harian atau majlis ilmu. Pola komunikasi lingkaran pendekatan koordinator bersama santri dan ustadz-ustadzah di luar jam halaqoh contohnya fun day dan rekreasi. Pola komunikasi bintang yang dibangun antara koordinator dengan pimpinan melalui rapat bersama tim tahfidz. Kedua, faktor pendukung dan penghambat koordinator Tahfidz dalam pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar yaitu faktor pendukung meliputi sarana prasarana yang memadai dalam pelaksanaan program Tahfidz, ketersediaan sumber dana yang memadai dan adanya sumber daya manusia yang kompoten dalam bidang Tahfidz sedangkan faktor penghambat meliputi masih bercampurnya santri tahfidz dan non-tahfidz baik di Asrama maupun Sekolah kurangnya perhatian pembina dalam mengarahkan dan mengembangkan potensi santri untuk lebih aktif dan inovatif, kurangnya komunikasi dan koordinasi antara koordinator dan orang tua terkait pencapaian target hafalan santri.

Kemampuan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Menengah Pertama Pelita Cendekia Cipining Bogor

Sulistiani, Arizqi Ihsan Pratama, Abdul Saipon
Abstract: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Pelita Cendekia Cipining Bogor dan untuk mengetahui Untuk mengetahui faktor… pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Pelita Cendekia Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, dokumentasi, dan teknik pengumpulan data digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. metode penelitian kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Pelita Cendekia. Hasil penelitian yaitu kemampuan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru berperan penting dalam keberhasilan seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Meskipun masih ada beberapa sarana dan prasarana yang belum lengkap dan masih ada beberapa guru yang belum profesional dari segi administrasi peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru itu sangat penting. Arahan serta motivasi dari kepala sekolah untuk guru demi membangun sebuah ke profesionalan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah Kemampuan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Pelita Cendekia Cipining Bogor.

Reformasi Birokrasi Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia

Ridho ilhami, Ayang Fristia Maulana
Abstract: Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia mulai melaksanakan reformasi birokrasi pada tahun 2006. Apa yang dimaksud dengan reformasi… ormasi birokrasi Badan Pertanahan Republik Indonesia? Kami saat ini menggunakan landasan Normatif empiris dalam penelitian kami. Reforma Agraria adalah proses berkelanjutan untuk mengatur kembali kepemilikan, penggunaan, penguasaan, dan eksploitasi sumber daya pertanian. Membangun organisasi, manajemen, dan sumber daya manusia yang rapi, profesional, dan bertanggung jawab diperlukan agar BPN RI dapat memenuhi kewajiban dan menjalankan fungsinya dalam rangka melaksanakan visi pengembangan pertanahan. Hal ini akan memungkinkan organisasi untuk membangun birokrasi yang efektif.

Evaluasi Kebijakan Agraria Dalam Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Dan Ekonomi

Lime Shie, Ayang Fristia Maulana
Abstract: Kebijakan agraria memainkan peran kunci dalam mengelola sumber daya alam dan mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama dalam konteks pertanian dan pemanfaatan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas… kebijakan agraria dalam mencapai tujuan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Dengan mengadopsi pendekatan analisis kebijakan, studi ini meninjau implementasi kebijakan agraria yang ada dan dampaknya terhadap aspek lingkungan dan ekonomi. Hasil evaluasi diintegrasikan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan keberlanjutan agraria. Penelitian ini menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi kebijakan agraria dalam mencapai keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Temuan mengidentifikasi kebijakan yang telah berhasil serta kelemahan yang perlu diperbaiki. Rekomendasi kebijakan melibatkan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, merangsang investasi berkelanjutan, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan agraria. Dengan mengevaluasi kebijakan agraria secara menyeluruh, penelitian ini memberikan wawasan yang diperlukan bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di sektor agraria. Implikasi hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah, lembaga pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperbaiki arah dan pelaksanaan kebijakan agraria guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Konsep Ulul Albab dalam Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam

Muhammad Syarif Najmudin
Abstract: Memaksimalkan sumber daya manusia dalam dunia pendidikan Islam membutuhkan konsep yang relevan. Al Quran menjelaskannya secara tersirat sebagai ulul Albab sebagai tata nilai yang kuat dalam membangun sikap dan karakteristik… tik manusia unggulan. Ulul Albab merupakan tuntunan nyata pribadi yang menggabungkan antara dzikir dan fikir, mereka selalu berdzikir dalam segala kondisi, yang tidak pernah putus untuk dzikir kepada Allah Swt dalam segala keadaan, terus berdzikir melalui hati dan lisan, yang memiliki akal sempurna dan bersih. Dalam hal kekuatan akal, ulul albab memiliki kekuatan nalar dan ketajaman berfikir terhadap ciptaan Allah Swt, untuk kemudian dimaksimalkan manfaatnya bagi kesejahteraan dan kebermanfaatan seluruh umat manusia. Kekuatan pemahaman konsep ulul albab dari alquran ini akan melahirkan profil sumber daya manusia yang kokoh secara aqidah, kuat secara jasmani, teguh pendirian, ikhlas dalam beramal, kritis dalam pemikiran, tuntas dalam bekerja, teliti dalam melaksanakan pekerjaan, mandiri dalam berkarya, orientasi hidupnya jelas, optimis dalam menghadapi rintangan, pandai memetik hikmah, penuh perencanaan, sungguh-sungguh dalam meraih cita-cita kehidupan akherat abadi, pandai mengevaluasi capaian, amanah dalam menunaikan kepercayaan, lisannya senantiasa basah dengan dzikir,  husnuzhan dalam setiap kejadian.

PROBLEMATIKA DAN ISU DALAM EVALUASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Amanda Putri Fianita, Annisa Octari, Diva Amanda Br Bangun, Wiene Suraya Putra
Abstract: Tujuan pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter masih belum seluruhnya terpenuhi. Rumusan masalah dalam artikel ini adalah bagaimana evaluasi kebijakan pendidikan agama Islam di Indonesia? Oleh karena… itu, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan paparan tentang problem dan isu dalam evaluasi kebijakan pendidikan agama Islam di Indonesia. Artikel ini dibuat dengan penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research). Hasil penelitian memperlihatkan adanya isu-isu tentang dikotomi dan diskriminasi pesantren.

Mengungkap Peran Vital Kepemimpinan dalam Manajemen SDM: Produktivitas, Kepuasan Kerja, dan Retensi Tenaga Kerja yang Berkualitas

Ahmad Muktamar, Ardan Saputra, Muh. Zali, Nabila Batara Ugi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran vital kepemimpinan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) dan dampaknya terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas. Fokus penelitian… an ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan dalam konteks SDM mempengaruhi produktivitas pegawai, pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan, serta bagaimana hal tersebut berdampak pada efektivitas organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami peran vital kepemimpinan dalam manajemen SDM dan dampaknya terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas secara mendalam. Penelitian ini juga menggunakan kajian pustaka sebagai metode untuk mengumpulkan informasi dan pemahaman yang komprehensif tentang teori-teori kepemimpinan, manajemen SDM, produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja. Dalam kajian pustaka, peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait topik penelitian. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran vital kepemimpinan dalam manajemen SDM dan dampaknya pada produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam manajemen SDM memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pegawai. Gaya kepemimpinan yang efektif, seperti memberikan arahan yang jelas, memotivasi pegawai, dan memberikan dukungan yang tepat, dapat meningkatkan produktivitas individu dan tim kerja secara keseluruhan. Penelitian ini menemukan bahwa gaya kepemimpinan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan pengakuan dan apresiasi, serta memfasilitasi pengembangan karir karyawan, dapat meningkatkan kepuasan kerja mereka. Kepuasan kerja yang tinggi berkontribusi pada motivasi dan keterlibatan karyawan, yang pada gilirannya berdampak positif pada efektivitas organisasi. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa kepemimpinan dalam manajemen SDM juga berperan penting dalam retensi tenaga kerja yang berkualitas. Praktik manajemen yang mendukung pengembangan karir, memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif, dapat meningkatkan retensi tenaga kerja. Pemimpin yang mampu membangun hubungan yang baik dengan karyawan, memberikan dukungan, dan memperhatikan kebutuhan mereka, dapat menciptakan ikatan yang kuat antara karyawan dan organisasi, sehingga mengurangi tingkat pergantian karyawan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan kepemimpinan yang efektif dalam konteks SDM, implementasi praktik manajemen yang mendukung, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi, kepuasan karyawan, dan mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas.

Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Tingkah Laku Peserta Didik Di Mts Nurul Amal Suka Tani Kuala

Marsendha Ziggicca Br Bangun, Efrilia Hartini Ginting, Intan Putri, Irli Pratiwi, Lyra Evilia
Abstract: Hasil belajar merupakan hal yang dapat menunjukan tingkat keberhasilan pendidikan dalam mewujudkan harapan bangsa. Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, dan faktor internal yang salah satunya ialah lingkungan… ungan sekolah (faktor eksternal) dan sikap belajar siswa (faktor internal). lingkungan sekolah yang baik dan sikap yang baik akan menunjang pada peningkatan hasil belajar peserta didik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Dan yang menjadi populsinya ialah speserta didik Di Mts Nurul Amal Sukatani Kuala dengan mengmabil sampel 2 kelas, yaitu kelas VII dan VIII sebanyak 58 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh lingkungan sekolah terhadap tingkah laku peserta didik di MTs Nurul Amal Suka Tani Kuala. Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada peserta didik MTs Nurul Amal Suka Tani Kuala. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif dan regresi untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel lingkungan sekolah dengan tingkah laku peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi informasi bagi pihak sekolah dalam mengembangkan strategi dan kebijakan untuk meningkatkan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan positif peserta didik.