Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tematik pada tema cita–citaku pada siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3 dan Untuk mendeskripisikan penggunaan Model Pembelajaran Scramble…
Scramble dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD 153074 Pinangsori 3. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3. Selanjutnya ditetapkan subjek sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah tes, observasi dan dokumentasi. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu penggunaan model pembelajaran Model Scramble materi cita-citaku di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, Untuk meningkat ditandai dengan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Scramble di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, kemudian hasil observasi guru yang dilakukan pada setiap siklusnya dapat dilihat hasilnya yaitu siklus I pertemuan I memperoleh persentase 59,37% pertemuan II 65,62% dan pada siklus II guru lebih meningkat menjadi pertemuan I sebesar 75,00% dan pertemuan ke II sebesar 84,37% dilihat dari indikator keberhasilan maka guru mengalami peningkatan sebesar 18,75%, dan hal ini telah mencapai indikator yang ditetapkan kemudian hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, dimana pada siklus I pertemuan I memperoleh persentase sebesar 47,22% pertemuan II 63,88% dan siklus II pertemuan I sebesar 66,66% dan pertemuan II sebesar 91,66%.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengenalan model pembelajaran untuk materi matematika perkalian bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar. Tujuan dari penggunaan metode pembelajaran ini adalah untuk membantu…
ntu Peserta didik memahami dan meningkatkan prestasi peserta didik pada materi matematika perkalian dengan menggunakan matode gasing dan membuat Peserta didik lebih partisipatif dalam pembelajaran. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peserta didik sekolah dasar negeri 100206 Pintu Padang kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan model Quantum Teaching, yakni guru dan siswa melakukan pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Metode yang digunakan dalam penyampaian pembelajaran adalah dengan metode Gasing, yaitu dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini, Pengajar menyampaikan sekilas tentang materi perkalian. Selain untuk mereview kembali ingatan Peserta didik, hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan Peserta didik pada materi ini. Metode Gasing yaitu pelibatan Peserta didik dalam , dimulai dari membangun pertanyaan yang mengarahkan Peserta didik mendefinisikan sendiri konsep pangkat dua, melibatkan Peserta didik secara aktif dalam pengoperasian media pembelajaran, hingga menilai sendiri jawaban Peserta didik dalam pemberian soal dan menyimpulkan hasil pembelajaran Peserta didik. Manfaat yang dapat diperoleh oleh peserta didik dari kegiatan PKM ini antara lain dapat menciptakan suasana belajar yang berbeda, karena biasanya pembelajaran matematika di sekolah dasar disampaikan dengan ceramah saja, sementara pada pembelajaran ini digunakan media pembelajaran yang mendukung Peserta didik untuk menyentuh, merasakan sendiri dan mencari solusi secara mandiri. Proses pembelajaran yang melibatkan Peserta didik secara langsung dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Peserta didik dan secara otomatis hasil belajar Peserta didik juga akan meningkat.
Abstract:The development of digital technology has changed the way businesses market products, including culinary businesses such as chili chips. This article examines the role of social media in increasing sales of chili chips in…
n Sibuhuan Market, North Sumatra. Social media, through platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok, allows businesses to introduce their products to a wider audience, increase brand awareness, and reach markets outside of the local area. In addition, social media provides an opportunity to interact directly with consumers, receive feedback, and build customer loyalty. Marketing through creative content, such as eye-catching photos and videos, as well as promotions through influencers or contests, also contribute to increased buying interest. By taking advantage of the e-commerce features available on social media, the purchase process becomes easier, which also drives increased sales conversions.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas pemasaran digital UMKM Pasar Bengkel yang memproduksi ceker ayam siap konsumsi melalui pemanfaatan fitur TikTok Live. Permasalahan yang dihadapi…
i mitra meliputi sistem pemasaran yang masih konvensional, rendahnya jangkauan promosi, terbatasnya interaksi dengan konsumen, serta penurunan penjualan akibat perubahan pola pasar. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi selama 30 hari yang dibagi menjadi enam periode. Evaluasi dilakukan menggunakan analisis Growth Rate, Sales Growth Ratio (SGR), dan Conversion Rate (CR). Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata jumlah penonton TikTok Live meningkat dari 18 menjadi 166 orang atau sebesar 822,2%. Jumlah transaksi meningkat dari 4 menjadi 28 transaksi (600,0%), sedangkan omzet meningkat dari Rp520.000 menjadi Rp3.960.000 (661,5%). Nilai SGR menunjukkan penjualan meningkat 3 kali lipat, transaksi 7 kali lipat, dan omzet 7,62 kali lipat, sedangkan CR mencapai 16,87% yang termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut membuktikan bahwa TikTok Live efektif memperluas jangkauan promosi, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mendorong peningkatan penjualan dan pendapatan UMKM secara berkelanjutan.
Abstract:Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya…
wasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Hukum Administrasi Publik dalam mendukung terwujudnya good governance melalui transformasi digital pelayanan publik di Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh…
meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik di era digital. Di sisi lain, pemerintah menghadapi berbagai tantangan, seperti tumpang tindih regulasi, penyalahgunaan kewenangan, rendahnya kompetensi aparatur, serta belum meratanya implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai peraturan perundang-undangan, buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pemerintah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengkaji implementasi prinsip-prinsip Hukum Administrasi Publik berdasarkan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), good governance, dan digital governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Hukum Administrasi Publik telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas, efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta kualitas pelayanan publik melalui penerapan SPBE. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain disharmonisasi regulasi, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital aparatur sipil negara, serta lemahnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan administrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan Hukum Administrasi Publik harus dilakukan secara terintegrasi dengan reformasi birokrasi, transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sistem pengawasan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen organisasi digital terhadap kinerja pelayanan publik pada pemerintah daerah di Indonesia. Transformasi digital dalam sektor publik menjadi salah satu strategi…
i pemerintah untuk meningkatkan efektivitas organisasi, efisiensi birokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, implementasi manajemen organisasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN), kesiapan infrastruktur teknologi informasi, serta budaya organisasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah aparatur sipil negara pada beberapa organisasi perangkat daerah, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata setiap indikator untuk menggambarkan tingkat penerapan manajemen organisasi digital dan kinerja pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen organisasi digital berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,12, sedangkan kinerja pelayanan publik memperoleh nilai rata-rata 4,17 yang juga berada pada kategori baik. Indikator kepemimpinan digital memperoleh nilai tertinggi, sedangkan kompetensi digital ASN menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin baik penerapan manajemen organisasi digital, semakin tinggi pula kualitas kinerja pelayanan publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kompetensi digital ASN, meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital, serta membangun budaya organisasi yang adaptif guna mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelestarian nilai keramat Kanemoton pada masyarakat adat Suku Wambon di Kampung Tinggam, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel. Kanemoton merupakan warisan…
isan budaya yang memiliki makna sakral sebagai pedoman kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, leluhur, alam, dan Tuhan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat adat Suku Wambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Kanemoton masih dilakukan melalui pewarisan nilai secara lisan, pelaksanaan ritual adat, penghormatan terhadap kawasan keramat, penerapan hukum adat, serta pembinaan oleh tokoh adat kepada generasi muda. Tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai budaya sekaligus penyelesai konflik adat. Namun demikian, pelestarian Kanemoton menghadapi berbagai tantangan berupa modernisasi, globalisasi, masuknya budaya luar, berkurangnya regenerasi pemangku adat, serta minimnya dokumentasi budaya. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya menjadi peluang untuk menjaga keberlangsungan nilai Kanemoton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Kanemoton memerlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan generasi muda melalui dokumentasi budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta penguatan kelembagaan adat agar nilai budaya tersebut tetap lestari sebagai identitas masyarakat Suku Wambon di tengah dinamika perubahan sosial
Abstract:Pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Selatan yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang…
ng kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya formulasi kebijakan kesehatan yang adaptif dan berbasis karakteristik wilayah agar mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil di Papua Selatan serta merumuskan model kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas pejabat Dinas Kesehatan, Bappeda, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kebijakan kesehatan masih menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan akses geografis, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan. Proses formulasi kebijakan masih didominasi oleh pendekatan administratif sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik lokal. Penelitian ini menghasilkan model formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil yang menekankan lima komponen utama, yaitu identifikasi kebutuhan masyarakat, analisis karakteristik geografis dan sosial budaya, analisis kapasitas sumber daya kesehatan, kolaborasi multipihak, dan penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Model tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan guna meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan di Papua Selatan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Yaleka Maro Merauke. Kinerja dosen merupakan faktor penting…
ing dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga diperlukan faktor-faktor pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dosen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 31 dosen, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen, sedangkan kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. Namun, secara simultan kepemimpinan dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sekitar 42,8% variasi kinerja dosen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja dosen. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kepemimpinan melalui penguatan kemampuan manajerial, komunikasi, motivasi, dan pembinaan perlu menjadi prioritas, disertai pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di STISIPOL Yaleka Maro Merauke.