Abstract:Pergeseran paradigma menuju Industri 5.0 menuntut pemaknaan ulang terhadap peran sumber daya manusia (SDM) di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan dan sistem otomatisasi. Meskipun adopsi teknologi berlangsung pesat,…
at, kepustakaan menunjukkan adanya kesenjangan yang nyata antara ketersediaan teknologi dengan tingkat kesiapan dan keluwesan nalar pekerja. Menanggapi kelangkaan kajian teoretis yang menyeluruh, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka penilaian konseptual terkait kesiapan kompetensi digital SDM. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan kepustakaan murni tanpa pengumpulan data lapangan empiris, penelitian ini menyintesis berbagai teori untuk mendekonstruksi pemahaman lama mengenai kompetensi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi digital masa depan bertumpu pada asas yang berpusat pada manusia, memadukan keahlian teknis dengan kecerdasan sosial-emosional. Sebagai luaran utama, penelitian ini mengajukan arsitektur penilaian kesiapan yang terdiri dari tiga dimensi pokok: (1) Pemahaman Tata Kelola Data dan Teknologi, (2) Keluwesan Nalar dan Pembelajaran Berkesinambungan, serta (3) Ketahanan Sosial-Emosional dan Kepemimpinan. Secara praktis, kerangka teoretis ini berfungsi sebagai landasan diagnosis awal bagi jajaran manajemen guna mencegah pemborosan anggaran pelatihan, serta memastikan rancangan peningkatan kecakapan benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan titik kelemahan kejiwaan maupun teknis dari para pekerja.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor religiusitas, sosial, dan budaya terhadap keputusan konsumsi produk halal di kalangan masyarakat DKI Jakarta. Produk halal kini tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan…
utuhan spiritual, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat Muslim urban yang semakin sadar akan nilai-nilai keislaman, kualitas, dan keamanan produk. Namun, meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tidak semua individu memiliki pola konsumsi halal yang konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami sejauh mana ketiga faktor tersebut memengaruhi preferensi konsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 402 responden Muslim di enam wilayah administratif DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Uji yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas (Convergent Validity), uji reliabilitas (Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability), uji R-square, serta uji hipotesis, baik secara parsial (uji-t) maupun simultan (uji-F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya faktor religiusitas yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumsi produk halal. Sedangkan faktor sosial dan budaya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut mampu menjelaskan sebesar 80,5% variasi dalam keputusan konsumsi. Hasil ini menegaskan bahwa religiusitas menjadi faktor utama dalam perilaku konsumsi produk halal masyarakat urban, serta menjadi acuan penting dalam penyusunan strategi pemasaran dan edukasi halal di wilayah perkotaan.
Abstract:Akses sanitasi aman merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan. Cakupan akses sanitasi aman baik di tingkat global, nasional maupun lokal masih sangat rendah khususnya…
snya di wilayah pesisir yang memiliki tantangan geografis dan sosial ekonomi tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi akses sanitasi aman di Desa Lambuluo, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh rumah tangga di Desa Lambuluo yang berjumlah 67 rumah tangga, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 73,1% rumah tangga telah menggunakan jamban, dan 95,9% di antaranya merupakan jamban milik pribadi. Namun demikian, masih terdapat 28,9% rumah tangga yang belum menggunakan jamban dan melakukan praktik buang air besar sembarangan. Selain itu, meskipun 70,1% responden menyalurkan tinja ke septic tank, masih ditemukan pembuangan tinja ke laut, sungai, sawah, dan kebun. Pengelolaan lumpur tinja juga tergolong sangat rendah, ditunjukkan oleh hanya 4,1% responden yang melakukan pengosongan septic tank dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan jamban belum sepenuhnya menjamin terpenuhinya sanitasi yang dikelola secara aman. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akses sanitasi aman di Desa Lambuluo belum optimal sehingga diperlukan penguatan edukasi masyarakat, peningkatan layanan pengelolaan lumpur tinja, serta dukungan kebijakan untuk mewujudkan sanitasi aman yang berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menguji dan menjelaskan pengaruh kondisi lingkungan kerja serta tingkat disiplin kerja terhadap performa pegawai pada Divisi Logistik Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Studi menggunakan…
kan pendekatan kuantitatif dengan rancangan asosiatif kausal untuk melihat hubungan sebab-akibat antarvariabel. Jumlah populasi tercatat 66 orang, kemudian ditentukan sampel sebanyak 57 responden melalui perhitungan rumus Slovin dan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda berbantuan perangkat lunak SPSS. Seluruh instrumen terbukti valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,957. Pengujian asumsi klasik menunjukkan data memenuhi syarat normalitas serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas. Secara parsial, lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja (t = 9,034; sig = 0,000), demikian pula disiplin kerja (t = 6,478; sig = 0,000). Secara simultan kedua variabel juga berpengaruh signifikan (F = 60,828; sig = 0,000). Nilai R² sebesar 0,692 mengindikasikan bahwa 69,2% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh lingkungan kerja dan disiplin kerja. Artinya, perbaikan kualitas lingkungan kerja dan konsistensi penerapan disiplin menjadi elemen penting dalam peningkatan kinerja unit logistik.
Abstract:Tujuan penelitian ini yaitu untuk menelaah fungsi mediator hubungan industrial sebagai instansi yang menyelesaikan masalah sengketa hubungan industrial serta berhasil atau tidaknya mediator mediasi dalam merelai perselisihan…
isihan hubungan industrial di Kabupaten Bandung. Metode yang peneliti digunakan yaitu penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif serta bersifat deskriptif. Data yang didapat berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini dengan menggunakan studi lapangan melalui wawancara dan studi kepustakaan hingga mendapatkan data sekunder. Hasil penelitian di dapatkan fungsi mediator diatur berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 83 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan Pembinaan Hubungan Industrial, Pengembangan Hubungan Industrial serta Mediasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Pelaksanaan Teknis Mediasi diatur berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Permenaker Nomor 17 Tahun 2014 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Mediator serta Tata Kerja Mediasi. Pelaksanaan Mediasi yang dilakukan oleh Mediator Hubungan Industrial cukup berhasil dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial baik dilihat melalui indikator substansi hukum, struktur hukum, atau budaya hukumnya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan ecobrick dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah plastik pada siswa SMP di Pulau Lakkang, Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,…
penelitian ini melibatkan 25 siswa dan sejumlah guru sebagai informan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, serta dokumentasi yang mencakup proses pembuatan ecobrick, aktivitas siswa, dan implementasi pengelolaan sampah di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecobrick mampu meningkatkan empat aspek literasi lingkungan siswa. Pertama, aspek pengetahuan meningkat melalui pemahaman jenis-jenis plastik, dampaknya terhadap ekosistem sungai dan pesisir, dan penerapan prinsip 3R. Kedua, terjadi perubahan sikap dan kepedulian lingkungan, terlihat dari perilaku tidak membuang sampah sembarangan, penggunaan wadah minum pribadi, serta inisiatif mengajak keluarga memilah sampah. Ketiga, siswa memperoleh keterampilan praktis dalam pengelolaan sampah melalui tahapan teknis pembuatan ecobrick mulai dari pemilahan hingga pemadatan plastik. Keempat, kegiatan ecobrick mendorong perubahan praktik pengelolaan sampah di sekolah, termasuk penerapan pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah khusus, jadwal piket kebersihan, dan pengumpulan plastik mingguan. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung seperti antusiasme siswa dan dukungan guru, serta hambatan seperti keterbatasan air bersih, waktu pembelajaran, dan sarana penyimpanan ecobrick. Ecobrick terbukti menjadi media edukasi yang efektif, aplikatif, dan kontekstual dalam meningkatkan literasi pengelolaan sampah di sekolah kepulauan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan pendidikan lingkungan berkelanjutan di wilayah pesisir dan pulau kecil.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Connected Waste Box dengan pendekatan Value Engineering (VE) guna meningkatkan efisiensi serta ergonomi kerja operator melalui pengurangan gerak pemborosan akibat serpihan kertas yang…
ng tercecer. Latar belakang masalah dimulai dari pengamatan aktivitas pemotongan kertas yang menghasilkan serpihan kertas yang berserakan di sekitar meja kerja, sehingga operator perlu bolak-balik membersihkan area kerja dan membuang serpihan tersebut ke tempat sampah, yang menimbulkan pemborosan waktu kerja serta kelelahan. Hasil analisis fungsi menunjukkan bahwa fungsi Collect waste memiliki Value Index terendah (0,50), be removable & washable (0,20) dan Attach securely (0,25), menandakan seluruh fungsi bernilai tinggi karena berada di bawah angka 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Keyhole Mount Box berpotensi memberikan peningkatan nilai produk melalui fungsi-fungsi yang efisien dan ekonomis. Analisis Cost Worth dan Value Index menunjukkan bahwa fungsi pengumpulan (collect waste) memiliki nilai tambah yang paling signifikan. Evaluasi alternatif desain menggunakan metode weighted scoring juga menunjukkan bahwa Keyhole Mount Box memiliki keseimbangan performa yang baik antara stabilitas, biaya implementasi, kemudahan pemasangan, dan perawatan. Rekomendasi yang didapat dari penelitian ini adalah dimensi kotak 300 × 80 × 120 mm dengan kepala pengait berdiameter 12 mm dan slot selebar 8,5 mm memberikan clearance sekitar 0,5 mm untuk kemudahan pemasangan tanpa menurunkan kestabilan.
Abstract:Perkembangan pendidikan menuntut sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan karier siswa. Layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam…
lam membantu siswa mengenali potensi diri, memahami lingkungan sosial, serta mengambil keputusan tepat bagi masa depan, namun pemanfaatannya di MAN 2 Karawang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru BK dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa layanan BK di MAN 2 Karawang dilaksanakan melalui bimbingan kelompok, konseling individu, dan kegiatan kolaboratif antar guru. Guru BK berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan keterbukaan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap perbedaan, membentuk karakter positif, dan mendukung perencanaan karier. Implementasi layanan BK berkontribusi nyata terhadap pengembangan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan karier siswa, meskipun masih diperlukan peningkatan kompetensi guru dan sarana pendukung agar layanan lebih optimal.
Abstract:Analisis semiotika dalam lagu Rex Orange County yang berjudul “Happiness” ini bertujuan untuk mengungkap makna semiotik pada lirik lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi,…
enotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif interpretif dan cara berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen yang menelusuri berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna denotasi kata “Happiness” dalam lirik lagu ini diartikan sebagai kebahagiaan, rasa senang, dan gembira, sedangkan makna konotasinya mengarah pada hubungan cinta dan kasih sayang sepasang kekasih, di mana pihak laki-laki memiliki banyak harapan yang ingin diwujudkan di masa depan bersama pasangannya agar pasangannya dapat terus bahagia. Analisis keseluruhan mengungkapkan mitos bahwa harapan merupakan hal yang dapat menguatkan sebuah hubungan, dan penulis menegaskan bahwa harapan bukanlah sesuatu yang salah selama tidak bersifat memaksa dan bertujuan untuk membahagiakan. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi visual dan budaya konsumsi dengan menunjukkan bagaimana simbol-simbol dalam musik populer membentuk pemaknaan kolektif tentang cinta, harapan, dan kebahagiaan sekaligus merefleksikan konstruksi budaya yang berkembang di masyarakat kontemporer
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi resiprositas budaya mappaenre’ bola mengenai hubungan budaya masyarakat, untuk menjabarkan penerapan hubungan sosio- kultural dalam budaya mappenre’ bola dan untuk mengelaborasikan…
gelaborasikan fungsi dan nilai budaya mappaenre’ bola dalam menjaga sosio- kultural dan hubungan resiprositas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif melalui tiga tahap yaitu mengkaji teori, reduksi data, dan penyusunan data. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiprositas dalam budaya mappaenre’ bola terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara masyarakat karena karena saling memberi dan menerima merupakan bagian dari praktik budaya yang diterima secara sosial. Budaya mappaenre’ bola terdapat penerapan hubungan sosio-kultural di dalamnya yang dapat memperkuat hubungan antara warga masyarakat desa Mario serta memberikan manfaat besar bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Fungsi dan nilai budaya yang penting dalam menjaga sosio-kultural dan hubungan resipositas masyarakat dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan, dengan mempertahankan nilai-nilai budaya di masyarakat akan memperkuat jati diri sebuah bangsa serta meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok, dalam menjaga fungsi dan nilai budaya sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya.