Search Articles & Publications

Showing 712 articles found for "Aspek"

Tinjauan Hukum Perlindungan Konsumen Dalam E-Commerce pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN

Mulyanto
Abstract: Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola transaksi perdagangan, terutama dengan semakin berkembangnya e-commerce. Di Indonesia, e-commerce menjadi salah satu sektor… tor ekonomi yang tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi digital. Dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang mulai diberlakukan sejak 2015, perdagangan lintas batas antarnegara di kawasan ASEAN menjadi lebih terbuka, sehingga menciptakan tantangan baru bagi perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek hukum yang mengatur perlindungan konsumen dalam transaksi e-commerce di Indonesia, khususnya dalam menghadapi persaingan di era MEA. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, di mana penelitian ini berfokus pada analisis peraturan perundang-undangan, baik di tingkat nasional seperti Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maupun regulasi regional di tingkat ASEAN. Penelitian ini juga menyoroti berbagai tantangan dalam implementasi perlindungan konsumen, seperti rendahnya kesadaran konsumen akan hak-haknya, kesulitan dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran di ranah digital, serta belum optimalnya koordinasi antarnegara ASEAN dalam harmonisasi regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang mendukung, masih terdapat kelemahan dalam penerapan di lapangan. Dengan adanya MEA, penguatan hukum perlindungan konsumen serta kolaborasi antarnegara ASEAN menjadi sangat penting untuk menjamin keamanan dan keadilan bagi konsumen di era digital ini. Harmonisasi regulasi dan peningkatan kesadaran konsumen menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan perdagangan bebas di kawasan ASEAN.

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Realistic Mathematics Education (RME) Pada Peserta DIdik Kelas V UPT SD Negeri 11 Lubuk Jaya Kabupaten Solok Selatan

Elsa Wira Daupela, Esa Yulimarta, Yelly Martaliza, Ade Marlia, Nurfazlin Nova
Abstract: Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika dan proses pembelajaran. Solusi dari pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan model RME dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini… untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika menggunakan model RME pada kelas V UPT SD Negeri 11 Lubuk Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus yang berpedoman kepada prosedur penelitian menurut Arikunto, dkk (2015:42) yang terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini peneliti lakukan dari tanggal 23 Juli s/d 01 Agustus 2024.Adapun hasil belajar pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan 52,78% pada siklus II memperoleh persentase ketuntasan 86,11%, memperoleh peningkatan 33,33%. Berdasarkan peningkatan hasil belajar tersebut telah mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan sebesar 75%. Pada proses pembelajaran siklus I pada aspek pengamatan aktivitas pendidik  memperoleh persentase 77,77% meningkat pada siklus II memperoleh persentase 92,59% peningkatan tersebut sebesar 14,82% dan pada aspek pengamatan aktivitas peserta didik siklus I yaitu 75,92% siklus II yaitu 88,88% memperoleh peningkatan 12,96%. Berdasarkan persentase proses pembelajaran tersebut telah terjadi peningkatan proses pembelajaran dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 76%, berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa model RME dapat meningkatkan hasil dan proses pembelajaan.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Sistem Hidroponik Kepada Ibu-Ibu PKK Desa Bringin Srumbung

Ramiyanto, Fara Makhsonah, Naqiya Alivia Choirunnisa, Muhammad Galih Ferdiansyah, Annisa Nur Hikmah, Panji Setiawan Yudistira, Putri Ratnasari Dewi, Kharisma Setyowati, Lintang Kusuma, Ahmad Nasir, Fuad Hilmy
Abstract: Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dusun Sikepan 1 telah menjalankan kegiatan produktif seperti menanam serai di lahan milik mereka sendiri. Namun, pendapatan kas organisasi tetap minim karena rendahnya literasi pengetahuan… getahuan mengenai teknologi modern. Kurangnya pemahaman ini menghambat perkembangan keterampilan berkebun menjadi aktivitas yang lebih menguntungkan. Sebagai solusi atas permasalahan ini, diadakan sosialisasi hidroponik menggunakan galon bekas. Program ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang pembuatan hidroponik, yang diharapkan dapat menghasilkan pangan mandiri, meningkatkan ekonomi organisasi, serta mengurangi sampah galon. Kegiatan sosialisasi ini mengadopsi metode Asset-Based Community Development, yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi internal organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Melalui metode ini, ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Dusun Sikepan 1 diajak untuk melihat dan memanfaatkan sumber daya yang sudah mereka miliki untuk mencapai tujuan program. Dalam pelaksanaannya, respon positif dan antusiasme yang tinggi ditunjukkan oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dusun Sikepan 1, menandakan adanya minat yang kuat terhadap teknologi hidroponik. Antusiasme ini mencerminkan adanya potensi besar untuk penerapan hidroponik sebagai bagian dari kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Dengan mengintegrasikan hidroponik ke dalam kegiatan sehari-hari, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dusun Sikepan 1 dapat memaksimalkan penggunaan lahan dan barang bekas, meningkatkan produktivitas pertanian, dan membuka peluang usaha baru yang lebih menguntungkan. Program ini juga berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, mendukung aspek lingkungan selain aspek ekonomi.

Desain UI Dan UX Aplikasi Penjualan Kosmetik Menggunakan Metode Design Thinking

Rino Adi Kurniawan, Rina Firliana, Anita Sari Wardani
Abstract: Perkembangan di era teknologi globalisasi yang sangat cepat membawa banyak manfaat di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang penjualan produk kosmetik. MsGlow Skincare Yuka Beauty memiliki potensi mengikuti perbisnisan… san secara online dengan memiliki produk kecantikan original. Untuk mendukung potensi tersebut maka dibutuhkan suatu aplikasi, tetapi sebelum membuat sebuah aplikasi membutuhkan perancangan user interface dari aplikasi penjualan kosmetik. Dalam merancang user interface dari aplikasi penjualan kosmetik ini menggunkan metode design thinking. Setelah melakukan perancangan ini hasil prototype diuji menggunakan pengujian kegunaan atau usability dengan metode Use Questionnaire. Dalam metode Use Questionnaire mempunyai aspek-aspek seperti Usefulness, Ease Of Learning, Ease Of Use dan Satisfaction. Dalam pengujian usability ini melakukan dengan penyebaran kuesioner sebanyak 30 butir pernyataan kepada 20 orang evaluator dan menggunakan 5 point skala penilaian untuk mendapatkan data. Dari pengujian usability ini mendapatkan nilai 87% dari aspek kegunaan (usefulness), 84% dari aspek kemudahan penggunaan (ease of use), 89% pada aspek kemudahan dalam mempelajari (ease of learning), dan 85 % dari aspek kepuasan pengguna (satisfaction).

Pengantar Ilmu Hukum (PIH)

Syaqira Putri, Elisatris Gultom
Abstract: Pengantar Ilmu Hukum (PIH) merupakan mata kuliah dasar yang memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar hukum, sistem hukum, serta peranannya dalam masyarakat. Hukum memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga… ketertiban dan keadilan sosial. PIH membahas berbagai sumber hukum, seperti hukum tertulis dan tidak tertulis, serta lembaga-lembaga yang terkait dengan penegakan hukum. Mata kuliah ini juga mengajarkan pemahaman tentang teori hukum, baik yang bersifat normatif maupun empiris, serta sistem hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, PIH juga mengupas tentang hak dan kewajiban warga negara dalam kaitannya dengan hukum yang ada, serta bagaimana hukum dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Pemahaman ini penting bagi setiap individu agar dapat berperan aktif dalam kehidupan bernegara dan menjunjung tinggi supremasi hukum. Dengan demikian, PIH tidak hanya memberikan wawasan tentang norma-norma hukum tetapi juga melatih mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap permasalahan hukum yang berkembang di masyarakat.

Implementasi Kebijakan Aplikasi Dsbk (Data Sektoral Bidang Kesbangpol) Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Tasikmalaya

Verra Agustina
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kebijakan Aplikasi DSBK (Data Sektoral Bidang Kesbangpol) di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tasikmalaya, yang dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan… an efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi kebijakan Aplikasi DSBK di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tasikmalaya dipengaruhi oleh dua variabel utama, yaitu isi kebijakan (content of policy) dan lingkungan implementasi (context of policy). Variabel isi kebijakan mencakup aspek-aspek seperti tujuan kebijakan, substansi kebijakan, dan kejelasan aturan pelaksanaan. Sementara itu, variabel lingkungan implementasi meliputi faktor-faktor seperti kondisi sosial-politik, dukungan sumber daya, dan keterlibatan pihak terkait. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan efektivitas implementasi kebijakan melalui penguatan koordinasi antar pihak terkait, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Melalui Workshop Self-Esteem Di MAN 2 Kota Makassar

Astiti Tenriawaru Ahmad, Darmawati, Nursakinah, Hasri Ainun Kursi, Nur Awalya, Adhe Indryani, Nurul Atikah FH, Annisa Suci Nandasari
Abstract: Masa remaja ialah masa peralihan seseorang dalam masa perkembangannya dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dalam masa ini juga terdapat beberapa aspek yang berkembang mulai dari fisik, sosial, hingga emosi individu. Perkembangan… mbangan inilah yang membuat sebagian besar remaja kesulitan dalam menampilkan kemampuan dirinya, sehingga diperlukan solusi untuk dapat meningkatkan self esteem atau bentuk penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Sehingga satu diantara usaha yang bisa dijalankan ialah melaksanakan workshop mengenai selft esteem. Metode yang dipakai pada pelaksanaan workshop berikut ialah melalui wawancara, kuesioner, pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Bersumber pengisian Pre-test dan Post-test yang mengisi sebanyak 40 siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terkait dengan self-esteem itu sendiri, yang sebelumnya rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah M = 8,9 naik menjadi M = 9,6 setelah dilakukan pemberian materi dalam workshop mengenai self-esteem.

Peran Komprehensif Syariah dalam Sistem Teknologi Informasi: Integrasi, Tantangan, Implikasi Sosial, Dan Dampak Etis

Muhammad Yaasiin, Muhamad Fadhil AC, Muhammad Viddya Zufar, Valent Destra Pasha, Nurjanah
Abstract: Artikel ini mengeksplorasi peran komprehensif Syariah dalam pengembangan dan implementasi sistem teknologi informasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip Syariah dapat diintegrasikan… n ke dalam sistem teknologi informasi, serta tantangan yang mungkin dihadapi selama proses ini. Selain itu, Artikel ini juga mengevaluasi implikasi sosial dan dampak etis dari penerapan Syariah dalam konteks teknologi informasi. Dengan memadukan pendekatan teoretis dan studi kasus praktis, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang kontribusi Syariah terhadap pengembangan sistem teknologi informasi yang lebih adil dan berkelanjutan. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan, praktisi, dan akademisi dalam merancang dan mengimplementasikan sistem teknologi informasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah, sekaligus mempertimbangkan aspek sosial dan etis yang menyertainya.

Upaya Meningkatkan Kepedulian Sosial Peserta Didik Melalui Pembelajaran IPS Pada Siswa

Naomi Septania Gultom, Feby Feby Yola Br. Tarigan, Fiber Yun Almanda Ginting
Abstract: Sikap peduli sosial siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat berada anak seperti lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kepedulian Sosial bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya melalui pembelajaran… mbelajaran IPS. Masih banyak di temui siswa yang kurang dalam karakter sosialnya. Salah satunya melalui pembelajaran IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia, Dalam mengembangkan nilai-nilai seperti peduli lingkungan, kreatif, rasa ingin tahu serta sikap peduli sosial perlu upaya pengondisian pada siswa agar dapat memunculkan perilaku yang menunjukan nilai-nilai tersebut pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam meningkatkan sikap peduli sosial pada siswa Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. jenis penelitian ini memfokuskan pada penelitian mengenai upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa melalui materi IPS. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa dengan melalui materi pada mata pelajaran IPS guru memberikan penjelasan mengenai materi empati, guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok belajar, guru memberikan tugas pada siswa, pengondisian kelas saat ada siswa yang ramai guru memberikan pertanyaan agar siswa dapat menghargai guru yang sedang mengajar serta guru memberikan salam pada siswa saat akan memulai pembelajaran. dengan memberikan pemahaman dan materi terhadap siswa agar siswa mampu memahami materi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dengan memberikan materi guru juga memberikan tugas pada siswa mengenai kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di lingkungannya yang sesuai dengan materi seperti sikap tolong menolong dengan memberikan bantuan kepada temannya.pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah dasar. IPS tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan geografis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti toleransi dan kepedulian sosia.

Mengatasi Pengaruh Negatif Pesimisme Terhadap Perkembangan Karier Remaja Dengan Strategi Layanan Bimbingan Dan Konseling Karier

Nazla Meyrisa Azmi, Nafla Athaya
Abstract: Pesimisme merupakan pemikiran negatif yang didasari oleh rasa takut dan pasrah terhadap situasi sulit. Dalam teori kognitif, sikap pesimisme terjadi karena disebabkan adanya kesalahan kognisi, yakni kognisi yang negatif.… Dengan kognisi yang negative itu, individu cenderung mengambil kesimpulan terlebih dahulu, dan itu suatu kesalahan. Pandangan negatif itu tidak hanya tertuju pada dirinya sendiri, lebih jauh bahkan untuk masa depannya. Pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya bimbingan, sehingga jika dibiarkan begitu saja maka dapat mengembangkan kebiasaan buruk dan perilaku yang merusak diri, karena pada masa transisi dari kanak-kanak ke masa remaja awal hingga remaja akhir atau awal dewasa banyak sekali tahapan perkembangan yang akan dilalui dan berdampak pada perilaku yang ditunjukan, baik secara fisik ataupun kognitifnya. Artikel ini dibuat untuk mengetahui apa saja pengaruh negatif pesimisme terhadap perencanaan karier remaja, dan untuk mengetahui bagaimana strategi layanan dalam BK karier dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber. Tujuannya untuk memperoleh gambaran dan pola, serta keterkaitan antar variabel. Dengan melihat proses perkembangan karier dan indikator kematangan remaja pada aspek-aspek perencanaan karier remaja, maka dapat dihasilkan permasalahan yang sering dihadapi remaja pada tahap perencanaan karier yaitu, kurangnya informasi, kurangnya minat, kurangnya sumber daya, tekanan orang tua atau lingkungan, kurangnya kemampuan diri, kurangnya pengalamam, kurangnya dukungan, keterbatasan dalam merencanakan karier dan kecemasan tentang masa depan. Hasil penelitian menunjukkan pesimisme dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perencanaan karier remaja. Bimbingan Karier dapat menjadi alternatif pencegahan terjadinya dampak negatif tersebut dan menjadi solusi bagi remaja di sekolah dalam proses perencanaan karier remaja.