Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal apa saja yang dapat dibantu oleh koperasi multi pihak serta keunggulan dari adanya koperasi multi pihak. Metode yang digunakan menggunakan teknologi normatif yaitu menekankan…
pada data sekunder. Hasil yang diperoleh koperasi multi pihak dapat membantu para UMKM diberbagai aspek dan dapat bersaing di era teknologi saat ini. Koperasi multi pihak juga membantu untuk melakukan pelatihan kepada para UMKM, memberikan bantuan modal, serta membantu dalam pembangunan insfrastruktur usaha UMKM. Namun koperasi multi pihak juga mempunyai tantangan seperti kesulitan dalam mengambil keputusan dan menentukan hasil yang ingin dicapai. Di Indonesia sudah ada beberapa UMKM yang menggunakan koperasi multi pihak seperti eFishery dan juga petani kentang sudah merasakan pengaruh positif yang telah dibantu oleh koperasi multi pihak.
Abstract:Semakin menurunnya kecepatan dan tingkat pemanfaatan inovasi teknologi pertanian yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadi tanda tanya yang harus terjawab melalui riset yang…
relevan. Untuk itu, perlu untuk dianalisis faktor-faktor yang mendukung kinerja penyuluh berdasarkan karakteristik personal penyuluh dan dukungan eksternal penyuluh. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis data menggunakan Teknik analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan kinerja penyuluh pertanian di kabupaten Kutai Kartanegara. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,469 dimaknai sebagai korelasi positif atau searah. Artinya semakin baik karaktersitik personal penyuluh (pendidikan formal, frekuensi mengikuti pelatihan, dan disiplin ilmu) maka semakin tinggi kinerja mereka ataupun sebaliknya. Tingkat keeratan hubungan antara variabel karakteristik personal dengan kinerja penyuluh pertanian berada pada kategori Sedang.
Abstract:Penelitian membahas peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan beragam di organisasi modern. Di era globalisasi yang semakin kompleks, keberagaman dan inklusi menjadi aspek…
penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari studi pustaka yang mencakup berbagai literatur terkait manajemen SDM, kepemimpinan inklusif, dan keberagaman di tempat kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen SDM berperan sebagai agen perubahan yang strategis dalam menciptakan kebijakan dan praktik yang mendukung keberagaman. Rekrutmen dan seleksi berbasis keberagaman, pelatihan pemimpin inklusif, serta kolaborasi antara manajemen dan karyawan terbukti menjadi faktor kunci dalam mengatasi tantangan seperti bias yang tersembunyi dan kesenjangan implementasi. Selain itu, pentingnya komunikasi yang terbuka dan saluran umpan balik yang efektif diakui sebagai elemen vital dalam membangun budaya organisasi yang inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa manajemen SDM harus proaktif dalam merumuskan strategi keberagaman dan inklusi yang komprehensif. Rekomendasi untuk praktik SDM meliputi pengembangan kebijakan yang jelas, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi berkala terhadap praktik yang ada. Dengan demikian, organisasi dapat membangun kepemimpinan yang inklusif, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis serta inovatif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri Depok, khususnya di kelas 1 dan 4. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk mengikuti standar pendidikan…
kan nasional, dengan fokus pada pengembangan potensi siswa melalui proyek pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, guru, serta bagian kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri belum maksimal, terutama karena masih kurangnya pelatihan yang diterima oleh guru. Meskipun demikian, kurikulum ini telah diterapkan secara bertahap di kelas 1 dan 4. Hambatan dalam implementasi mencakup kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan antara teori dan praktik dalam pembelajaran. Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan media pembelajaran dan pelatihan bagi guru menjadi faktor pendukung yang signifikan. Peran kepala sekolah juga sangat penting dalam proses ini, dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi. Pelatihan dan pendampingan yang berjenjang diharapkan dapat membantu guru lebih memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan lebih efektif. Kesimpulannya, meskipun implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Bahrul Fikri masih menghadapi berbagai tantangan, hambatan ini dapat diatasi dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas yang ada serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Abstract:Pelatihan dalam pedagogi adalah elemen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk menilai dampak pelatihan guru terhadap kinerja siswa dalam menerapkan…
an model pengajaran inovatif di MI Darunnajah 2 Cipining. Sumber informasi untuk studi ini mencakup kepala sekolah, guru, atau siapa pun yang menjabat sebagai wali kelas, serta siswa di Kelas 5B. Teknik pengumpulan data menggunakan metode seperti analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara mendalam. Temuan studi menunjukkan bahwa pelatihan internal (IHT) secara signifikan meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi dengan metode yang lebih efektif dan relevan. Lingkungan pembelajaran ini, bersama dengan kurikulum yang kaku dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memungkinkan guru untuk melakukan modifikasi pelajaran dan memanfaatkan teknologi terkini. Sebagai hasilnya, kualitas pendidikan meningkat dengan keterlibatan aktif siswa.
Abstract:Penelitian ini mengkaji efektivitas penegakan hukum dalam Pemilu 2024 di Indonesia, dengan fokus pada peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Analisis normatif yuridis terhadap…
p Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan berbagai sumber terkait mengungkapkan beberapa tantangan utama dalam penegakan hukum pemilu. Ini mencakup kompleksitas pembuktian kasus politik uang, perbedaan interpretasi regulasi antar lembaga, dan keterbatasan sumber daya. Studi ini juga mengevaluasi efektivitas sanksi hukum dalam memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran pemilu. Temuan menunjukkan bahwa penerapan sanksi belum sepenuhnya efektif karena ringannya hukuman dan inkonsistensi dalam penerapannya. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kesenjangan antara regulasi dan implementasi, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran Bawaslu, ego sektoral antar lembaga penegak hukum, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang bentuk-bentuk pelanggaran pemilu. Analisis terhadap kinerja Sentra Gakkumdu mengungkapkan tantangan dalam koordinasi antar lembaga dan keterbatasan infrastruktur, terutama di daerah terpencil. Untuk meningkatkan integritas pemilu, penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi Gakkumdu, peningkatan kapasitas personel melalui pelatihan intensif, dan optimalisasi peran teknologi informasi dalam pengawasan dan penegakan hukum pemilu. Studi ini juga menyoroti pentingnya penerapan sanksi yang lebih tegas dan konsisten, serta peningkatan transparansi dalam proses penegakan hukum pemilu. Lebih lanjut, penelitian ini mengusulkan penguatan mekanisme rehabilitasi dan reintegrasi bagi pelaku tindak pidana pemilu, serta peningkatan kerjasama internasional dalam pertukaran praktik terbaik penegakan hukum pemilu. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada penyelenggaraan pemilu yang lebih berintegritas dan demokratis di Indonesia, sesuai dengan semangat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan cita-cita reformasi.
Abstract:Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Bertujuan untuk mengetahui Profesional Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunjang Kualitas Kerja di Balai Diklat Keagamaan Ambon yang dilatarbelakangi Kehadiran yang tidak…
tepat Waktu, Rendahnya Motivasi Kerja, Kurangnya keterampilan dan Pelatihan, Sarana dan Prasarana yang Tidak Memadai, dan Komunikasi yang Tidak Efektif.. Sampel pada penelitian ini berjumlah 42 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuisoiner menggunakan model analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa Profesional ASN (X) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Kualitas Kerja (Y). Meskipun hanya 22,4% dari variasi dalam Kualitas Kerja dapat dijelaskan oleh Profesional ASN, hasil ini menegaskan pentingnya profesionalisme ASN dalam meningkatkan kualitas kerja. Sementara itu, sekitar 77,6% variasi dalam kualitas kerja disebabkan oleh faktor-faktor lain yang perlu diidentifikasi dan diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja ASN. Oleh karena itu, perlu diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain tersebut dan memahami bagaimana mereka dapat diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas kerja secara keseluruhan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor motivasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. Mayora Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data…
ta dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah karyawan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen (motivasi dan gaya kepemimpinan) dengan variabel dependen (kinerja karyawan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik motivasi maupun gaya kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja yang tinggi dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan mendorong mereka untuk mencapai target dan tujuan perusahaan. Sementara itu, gaya kepemimpinan yang efektif, yang mencakup aspek-aspek seperti kepemimpinan transformasional dan partisipatif, juga terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja karyawan. Secara khusus, penelitian ini menemukan bahwa motivasi intrinsik, seperti pengakuan dan pencapaian, memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik, seperti gaji dan tunjangan. Selain itu, gaya kepemimpinan yang mendorong partisipasi dan komunikasi dua arah antara pemimpin dan karyawan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga meningkatkan produktivitas dan kinerja. Kesimpulannya, untuk meningkatkan kinerja karyawan di PT. Mayora Indah, manajemen perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor motivasi internal serta menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif. Rekomendasi dari penelitian ini termasuk memberikan pelatihan kepemimpinan bagi manajer dan meningkatkan program pengakuan karyawan untuk memotivasi dan mendorong kinerja yang lebih baik.
Abstract:PT.Paragon Technology and Innovation adalah salah satu perusahaan kosmetik dan perawatan kulit terkemuka di Indonesia, yang terkenal dengan merek-merek terkemuka seperti Wardah, Make Over dan Emina. Penelitian ini untuk…
menganalisis Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pengaruh Organisasi Terhadap Budaya Kerja di PT. Paragon Technology and Innovation. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner terbuka kepada karyawan dari berbagai departemen. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia berpengaruh dalam membentuk budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif melalui program pelatihan yang efektif, rekrutmen yang selektif. selain itu, gaya kepemimpinan dan nilai-nilai perusahaan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi dan produktivitas karyawan. meskipun hasil statistik menunjukkan bahwa pengaruh manajemen sumber daya manusia dan organisasi terhadap budaya kerja tidak signifikan, pentingnya peran kedua faktor ini dalam praktik sehari-hari tetap relevan.
Abstract:Pendidikan dan pelatihan memiliki peran krusial dalam pengembangan karyawan di berbagai organisasi. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kepuasan kerja karyawan serta dampaknya…
knya terhadap kinerja. Pendidikan dan pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga diharapkan meningkatkan kepuasan kerja melalui pengembangan kompetensi dan peningkatan motivasi karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari literatur penelitian sebelumnya, jurnal, buku, dan laporan terkait. Teknik pengumpulan data meliputi analisis dokumen mendalam untuk mendapatkan wawasan tentang persepsi terhadap pendidikan, pelatihan, kepuasan kerja, dan kinerja. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang efektif berkontribusi positif terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja, pada gilirannya, memainkan peran krusial dalam meningkatkan kinerja karyawan, seperti yang terlihat dari partisipasi yang lebih tinggi, produktivitas yang meningkat, dan kualitas kerja yang lebih baik. Secara tidak langsung, pendidikan dan pelatihan mempengaruhi kinerja karyawan melalui peningkatan kepuasan kerja. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya investasi berkelanjutan dalam pengembangan SDM untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan prestasi karyawan.