Search Articles & Publications

Showing 96 articles found for "Achieving"

PENERAPAN METODE MAUT UNTUK PENILAIAN KINERJA PEGAWAI PADA BANK SYARIAH INDONESIA KCP KISARAN

Mayhaky, Ade, Irianto, IriantoR, Rohminatin, Rohminatin
Abstract: Abstract: In a company, it takes employees who are able to carry out the work in accordance with the objectives in achieving a target which is the evaluation of employees by the leadership. If in general Discipline is the… e standard in conducting assessments, teamwork, loyalty, attendance and appearance also need to be used as indicators for evaluating employee performance. Employee performance appraisal aims to evaluate employee performance to increase productivity and achievement of a company. Decision Support System is very necessary in evaluating employee performance. This study uses a Multi Attribute Utility Theory method, which is a quantitative comparison method that usually combines measurements of different costs, risks and benefits. The data processed for evaluating employee performance in this study comes from Bank Syariah Indonesia KCP Kisaran. This assessment is based on several specified criteria and weights. There are 5 criteria used in assessing employee performance. Such as Discipline, teamwork, loyalty, presence and appearance. The results of evaluating employee performance using the MAUT method are expected to assist in evaluating employee performance using predetermined criteria. So that the highest score is obtained in the 2nd alternative with a value of 0.8889 and the lowest value is in the 1st alternative with a value of 0.4722.   Keywords: Decision Support System; MAUT; Assessment; Performance; Employees.      Abstrak: Pada suatu perusahaan, dibutuhkan pegawai yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tujuan dalam mencapai suatu target yang menjadi penilaian oleh pimpinan terhadap pegawai. Jika pada umumnya Kedisiplinan menjadi standar dalam melakukan penilaian, namun kerjasama tim, loyalitas, kehadiran, dan penampilan juga perlu dijadikan indikator untuk melakukan penilaian kinerja pegawai. Penilaian kinerja pegawai bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pegawai untuk meningkatkan produktivitas dan prestasi suatu perusahaan. Sistem Pendukung Keputusan sangat diperlukan dalam penilaian kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan sebuah metode Multi Attribut Utility Theory yaitu suatu metode perbandingan kuantitatif yang biasanya mengkombinasikan pengukuran atas biaya resiko dan keuntungan yang berbeda. Data yang diolah untuk penilaian kinerja pegawai dalam penelitian ini bersumber dari Bank Syariah Indonesia KCP Kisaran. Penilaian ini didasarkan terhadap beberapa kriteria dan bobot yang ditentukan. Ada 5 kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja pegawai. Seperti Kedisiplinan, kerjasama tim, loyalitas, kehadiran dan penampilan. Hasil dari penilaian kinerja pegawai dengan metode MAUT diharapkan dapat membantu dalam melakukan penilaian kinerja pegawai menggunakan kriteria yang telah ditentukan. Sehingga didapat nilai tertinggi pada alternatif ke 2 dengan nilai 0.8889 dan nilai yang terendah pada alternatif ke 1 dengan nilai 0.4722.   Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan; MAUT; Penilaian; Kinerja; Pegawai.

Pengembangan Aplikasi SDGS Menerapkan Metode Agile Dengan Framework Codeigniter dii BPS Asahan

Wulansari, Dewi, Fauziah, Rizky, Syahputra, Abdul Karim
Abstract: Abstract : Indonesia as one of the countries that have agreed on the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) is committed to the successful implementation of the SDGs through various activities and demonstrates… onstrates its commitment by issuing Presidential Regulation Number 59 of 2017 concerning the Implementation of Achieving Sustainable Development Goals. The Central Statistics Agency of Asahan Regency implements the Cinta Statistik Village Sectoral Statistics Development Program or the so-called Beautiful Village and the 2021 Cinta Statistics Village SDGs Entry Program. The Cinta Statistics Village Development Program (Desa Cantik) focuses on increasing literacy, awareness and the active role of village/kelurahan officials and the community in organizing activities. Manual data management is still not effective and efficient to work quickly, precisely and accurately. With the development of technology, it is necessary to design a web-based SDGs Cinta Statistics application using the codeigniter framework by developing an agile method where this method is a software development method that is needed when the system has undergone repair or renewal. This application will help BPS Asahan employees work more effectively and efficiently so that the stored data is safe, fast, precise and accurate.   Keywords: Village SDGs; Agile Method; CodeIgniter Framework   Abstrak : Indonesia sebagai salah satu Negara yang telah menyepakati penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) / Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan SDGs melalui berbagai kegiatan dan menunjukkan komitmen dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan melaksanakan Program Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cinta Statistik atau yang disebut Desa Cantik dan Program Entry SDGs Desa Cinta Statistik Tahun 2021. Program Pembinaan Desa Cinta  Statistik (Desa Cantik)  berfokus pada meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif  perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan. Pengelolaan data secara manual tersebut masih kurang efektif dan efesien untuk bekerja dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan berkembangnya teknologi maka perlulah dirancang sebuah aplikasi SDGs Desa Cinta Statistik  berbasis web dengan menggunakan framework codeigniter dengan mengembangkan metode agile dimana metode ini adalah metode pengembangan software yang dibutuhkan ketika sistem telah mengalami perbaikan atau pembaharuan. Dengan adanya aplikasi ini akan membantu pegawai BPS Asahan bekerja lebih efektif dan efisien sehingga data yang tersimpan aman, cepat, tepat dan akurat.   Kata kunci: SDGs Desa; Metode Agile; Framework Codeigniter

Penentuan Bantuan Buku Perpustakaan Daerah Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Asahan Dengan Metode SAW

Ferdana, Wendy Rizki, Efendi, Bachtiar, Christy, Tika
Abstract: Abstract: The library is one of the information centers that is very close and familiar to the community. Apart from the information center, the library is also a source of knowledge, research, and various other services.… . Then process, preserve, maintain and maintain the entire library book collection in order to keep it in good condition, intact, fit for use and not easily damaged and present this information to users for use and empowerment. Along with the increasing participation of the community to assist the government in the implementation of increasing interest and reading culture as well as a source of knowledge, many libraries have been established in the Asahan Regency area. The establishment of regional libraries to accelerate the increase in interest and reading culture as well as a means of sources of knowledge. In achieving the target of developing regional libraries in the region in Asahan Regency, the Library and Archives Office also has a book distribution assistance program, with the target of regional libraries in the Asahan Regency area, which will be targeted as beneficiaries of assistance, and each regional library is not yet known for certain books. what is in demand in each area of Asahan Regency. In selecting libraries and determining the distribution of books that will be donated to the library requires criteria as a comparison for each library in Asahan Regency, so that the distribution of book aid is right on target.             Keywords: Distribution book; SAW Method.     Abstrak: Perpustakaan adalah salah satu pusat informasi yang sangat dekat dan akrab dengan masyarakat. Selain pusat informasi, perpustakaan juga merupakan sumber ilmu pengetahuan, penelitian, serta berbagai layanan jasa lainnya. Seiring dengan meningkatnya peran serta masyarakat untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan peningkatan minat dan budaya baca serta sebagai sarana sumber ilmu pengetahuan, maka telah banyak berdiri perpustakaan di daerah Kabupaten Asahan. Berdirinya perpustakaan daerah untuk mempercepat peningkatan minat dan budaya baca serta sebagai sarana sumber ilmu pengetahuan. Dalam pencapaian target pengembangan perpustakaan daerah di wilayah di Kabupaten Asahan, maka Dinas Perpustakaan dan Arsip juga memiliki program bantuan pemberian buku, dengan sasaran perpustakaan daerah dalam Wilayah Kabupaten Asahan, yang akan ditetapkan menjadi sasaran penerima bantuan, dan setiap perpustakaan daerah belum diketahui secara pasti buku apa saja yang diminati disetiap daerah Kabupaten Asahan. dalam memilih perustakaan dan menentukan distribusi buku yang akan disumbangkan kepada perpustakaan memerlukan kriteria-kriteria sebagai perbandingan setiap perpustakaan yang ada di Kabupaten Asahan, sehingga dalam distribusi bantuan buku tepat sasaran.   Kata kunci: Pemberian Bantuan Buku; Metode SAW.

Penguatan Peran Aparatur Desa Dalam Perencanaan Strategis Untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan di Desa Kurungkambing

Purwanto, Agus Joko, Nasution, Vivi Indra Amelia, Hakim, Nong Ayu Triyanti Utami, Budiman, Rahmat, Akadira, Tora, Rachman, Ace Sriati, Wiradharma, Gunawan
Abstract: Kurungkambing Village, located in Mandalawangi District, Banten, has significant local potential that remains underutilized due to the lack of structured data and limited village planning capacity. The gap between local… resource mapping and strategic planning poses a major challenge in achieving sustainable development. To address this issue, the Community Service Program (PkM) of Universitas Terbuka was designed to strengthen the capacity of village officials through training and mentoring in village potential mapping based on village planning worksheets. This approach follows four key stages: input, process, output, and impact, aimed at establishing a more systematic, data-driven, and sustainable village development plan. The PkM activities include field surveys, socialization, technical training, mentoring, and monitoring and evaluation. The primary objective of this program is to develop a village potential database as a foundation for formulating more accurate policies and development strategies. Village officials can create more effective and strategic data-driven policies with this database. The program's sustainability requires synergy between academics, local government, and the village community to ensure data-driven development that enhances community welfare. Keywords: database, planning capacity, strategic planning, sustainable development, village potential.   Abstrak: Desa Kurungkambing, Kecamatan Mandalawangi, Banten, memiliki potensi lokal yang belum optimal karena keterbatasan data terstruktur dan kapasitas perencanaan desa. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka dirancang untuk memperkuat kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan dalam pemetaan potensi desa berbasis lembar perencanaan desa. Pendekatan ini mengacu pada empat alur utama: masukan, proses, hasil, dan dampak, yang bertujuan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan desa yang lebih sistematis, berbasis data, dan berkelanjutan. Kegiatan PkM ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk survei lapangan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Tujuan utama program ini adalah mengembangkan database potensi desa sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih akurat. Dengan adanya database ini, aparatur desa dapat merumuskan kebijakan berbasis data yang lebih efektif dan strategis. Keberlanjutan program membutuhkan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat desa guna memastikan pembangunan berbasis data yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: database, kapasitas perencanaan, perencanaan strategis, pembangunan  berkelanjutan, dan potensi desa.

Pendampingan Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Pada UMKM Pengolahan Abon Lele

Ernawati, Ernawati, Ainiyah, Roisatul, Palupi, Hapsari Titi, Syarwani, Muhammad, Hasyim, Mochamad, Huda, Miftahul, Ahwan, Zainul, Hakim, Lukman, Sulhan, Muhammad, Swasono, Muh Aniar Hari
Abstract: Suole MSME is a catfish floss producer committed to enhancing product quality through the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system.  Implementation is carried out by development and… d verification of the production process flow diagram, hazard identification, determination of Critical Control Points (CCPs), and establishment of critical limits. This community service activity aimed to provide knowledge and assistance in HACCP implementation to enhance food safety, product quality, and competitiveness. The activity was conducted from October to December 2024 at UMKM Suole, and included interviews, field observations, and HACCP assistance and analysis. The results show that the catfish floss production process involves several critical stages that require monitoring, such as raw material reception, meat separation, frying, and packaging. Hazard identification and determination of Critical Control Points (CCPs) have been carried out to prevent biological, chemical, and physical contamination. The importance of developing Standard Operating Procedures (SOPs), maintaining sanitation, and controlling processing time and temperature was emphasized. Improving the understanding of HACCP among MSME actors is a key factor in effective hazard control and achieving food safety. Keywords: catfish floss; food safety; HACCP; hazard   Abstrak: UMKM Suole merupakan salah satu produsen abon lele yang berupaya meningkatkan kualitas produk melalui penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Penerapan dilakukan dengan penyusunan dan verifikasi diagram alir proses produksi abon lele, identifikasi bahaya, serta penetapan CCP dan batas kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan dan pendampingan penerapan HACCP guna meningkatkan keamanan pangan, mutu, dan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024 di UMKM Suole, meliputi wawancara, observasi lapangan, serta pendampingan dan analisis HACCP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses produksi abon lele mencakup beberapa tahap penting yang memerlukan pengawasan, seperti penerimaan bahan baku, pemisahan daging, penggorengan, dan pengemasan. Telah dilakukan identifikasi bahaya dan penetapan titik kendali kritis (CCP) untuk mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Selain itu, ditekankan pentingnya penyusunan SOP, sanitasi, serta pengendalian suhu dan waktu proses. Peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap HACCP menjadi faktor kunci dalam pengendalian bahaya dan pencapaian keamanan pangan produk. Kata kunci: abon lele; bahaya; HACCP; keamanan pangan

Optimasi Proyek Konstruksi Melalui Pelatihan Penggunaan Microsoft Project Untuk Penyusunan Jadwal Proyek

Nurmeyliandari, Revianty, Bastam, Mukhlis Nahriri, Panjaitan, Febriyanti, Amalia, Ghina, Febriandi, Yusuf
Abstract: This program aims to enhance employees' abilities in creating more efficient and organized project schedules. This need arose due to some employees' limited knowledge and experience in utilizing Microsoft Project to produce… uce accurate and structured work schedules. The training involved four employees, comprising three participants with a background in civil engineering and one from management. The training methods included an introduction to basic project scheduling, the use of Microsoft Project, and the application of real case studies from ongoing projects. Pre-test results showed an average score of 54.25, with the management participant receiving a grade of E, while civil engineering participants received grades of C and D. After the training, the post-test indicated significant improvement, with one participant achieving a grade of A and two others obtaining a grade of B. The management participant improved to a grade of C. The final assignment, creating a project schedule using Microsoft Project, was successfully completed by all participants, demonstrating improved skills in project management and resource optimization. In conclusion, this training successfully enhanced employees' understanding and skills in using Microsoft Project for project schedule optimization at CV. KEINARRA, which has the potential to increase the company's overall efficiency. Keywords: Microsoft Project; project scheduling; training; optimization.    Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyusun jadwal proyek yang lebih efisien dan terorganisir. Permintaan ini timbul karena beberapa karyawan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan Microsoft Project untuk menghasilkan jadwal kerja yang akurat dan terstruktur. Pelatihan ini melibatkan empat karyawan, terdiri dari tiga peserta dengan latar belakang teknik sipil dan satu dari manajemen. Metode pelatihan meliputi pengenalan dasar penjadwalan proyek, penggunaan Microsoft Project, serta aplikasi studi kasus nyata dari proyek yang sedang berlangsung. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata sebesar 54,25, di mana peserta dari manajemen mendapatkan nilai E, sedangkan peserta dari teknik sipil mendapatkan nilai C dan D. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan satu peserta meraih nilai A dan dua peserta lainnya mendapatkan nilai B. Peserta dari manajemen meningkat ke nilai C. Tugas akhir berupa penyusunan jadwal proyek dengan Microsoft Project berhasil diselesaikan oleh semua peserta, menunjukkan peningkatan keterampilan dalam manajemen proyek dan optimalisasi sumber daya. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan Microsoft Project untuk optimasi jadwal proyek di CV. KEINARRA, yang berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Kata kunci: Microsoft Project; penjadwalan proyek; pelatihan; optimasi.

Program Pendampingan Debat Bahasa Inggris Bagi Siswa SMA Di Palangka Raya

Emeral, Emeral, Adji, Tegar Sukma, Tirtayasa, Tirtayasa, Loren, Teresya, Setiawan, Tenlie, Sylvanus, Tio
Abstract: The National Schools Debating Championship (NSDC) is among the most popular debate competitions. Schools in Indonesia strive to prepare their best students for this prestigious competition. One high school in Palangka Raya,… ya, Central Kalimantan, also prepares its students to participate in this prestigious event. To this end, the school formed an English Debate Club (EDC). However, the enthusiasm of EDC members in practising tends to be inconsistent, which impacts the effectiveness of their preparation. In response to this problem, a team of lecturer and students from the English Education Study Program, Palangka Raya University, implemented a coaching program to increase the enthusiasm, confidence, and debating skills of EDC members. The coaching activities were conducted in four sessions, covering motion analysis training, case studies, and debate practice, with guidance from an outstanding student representing the university in the National University Debating Championship (NUDC) at the national level. Qualitative questionnaire results indicated increased enthusiasm and self-confidence among EDC members during training sessions and improved understanding of debate strategies. This initiative demonstrates that coaching based on the direct experience of a high-achieving debater can serve as an effective strategy for developing debate clubs in secondary schools. Keywords: enthusiasm; coaching program; debate strategy; self-confidence; debate club   Abstrak: National Schools Debating Championship (NSDC) merupakan salah satu kompetisi debat yang paling populer. Sekolah di Indonesia berusaha mempersiapkan potensi terbaiknya untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini. Salah satu sekolah menengah atas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga mempersiapkan para siswanya untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Untuk itu, sekolah membentuk English Debate Club (EDC). Namun, antusiasme anggota EDC dalam berlatih cenderung tidak konsisten, yang berdampak pada efektivitas persiapan mereka. Menanggapi permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Palangka Raya melaksanakan program pendampingan guna meningkatkan antusiasme, percaya diri dan kemampuan debat para anggota EDC. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam empat sesi pertemuan, yang mencakup pelatihan analisis mosi, pembedahan kasus, serta praktik debat, dengan bimbingan dari mahasiswa berprestasi yang pernah mewakili universitas dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) tingkat nasional. Hasil survei menunjukkan peningkatan antusiasme dan kepercayaan diri anggota EDC dalam mengikuti latihan, serta pemahaman yang lebih baik terhadap strategi debat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis pengalaman langsung dari mahasiswa debat berprestasi dapat menjadi strategi efektif dalam membina klub debat di sekolah menengah. Kata kunci: antusiasme; program pendampingan; strategi debat; percaya diri; klub debat

Pelatihan Digital Tools Untuk Pemetaan Trend Menu Konsumen

Widyaningtyas, Dian, Budi Setiawan, Nur, Retnaningdiah, Dian
Abstract: Culinary is a very popular business in Indonesian society. This phenomenon has the consequence that the level of business competition becomes tighter, it is means that culinary businesses are always required to innovate… to survive in the long run. The main focus of this community service is providing training to culinary business owners to follow dynamic consumer taste trends. This training aims to provide solutions by creating innovation and knowing the latest consumer interests. The approach used in this training is discussion and mapping of partners' challenges, then knowledge assistance and provision are provided. The results of Google Trends training are generally able to make a real contribution to business owners in achieving consumer loyalty. Apart from that, this training increases partners' knowledge in utilizing the Google Trends application to determine product focus and product marketing locations. In particular, it can foster strong self-confidence in partners in using digital business.   Keywords: digital marketing; product trends; culinary; innovation.     Abstrak: Kuliner merupakan sebuah bisnis yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Fenomena ini membawa konsekuensi pada tingkat persaingan usaha yang semakin ketat, artinya pelaku usaha kuliner dituntut untuk selalu berinovasi agar dapat bertahan dalam jangka panjang. Fokus utama pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada pemilik usaha kuliner agar dapat mengikuti tren selera konsumen yang dinamis. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi dengan menciptakan inovasi dan mengetahui minat konsumen terkini. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah diskusi dan pemetaan permasalahan mitra, kemudian diberikan pendampingan dan pembekalan pengetahuan. Hasil dari pelatihan Google Trends secara umum mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemilik usaha dalam meraih loyalitas konsumen. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan pengetahuan digital marketing mitra dalam menentukan fokus produk dan lokasi pemasaran produk. Secara khusus, dapat menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat pada mitra dalam menggunakan bisnis digital.   Kata kunci: digital pemasaran; tren bisnis; kuliner; inovasi.

Pemanfaatan Sistem Informasi Pengelolaan Data Prestasi Siswa Bagi Sekolah Menengah Atas

Fitrani, Laqma Dica, Hafidz, Mohammad Al, Prasetya, Muhammad Septama, Nabillah, Adeliafitri, Cahyo, Muhammad Kevin Dwie
Abstract: SMAN 1 Waru is experiencing rapid development, particularly in this digital era, with its students achieving notable success in sports, science, and arts. However, despite these achievements, the management of such accomplishments… plishments remains inadequate, rely-ing on manual systems. Consequently, the collection and recording of student achieve-ment data at SMAN 1 Waru are disorganized and often not up to date. Recognizing this issue, the community service team has developed an information system to manage stu-dent achievement data. This system includes comprehensive training to facilitate the ef-ficient processing of student achievements for both internal and external purposes, such as accreditation. The training session took place on March 28, 2024, at SMAN 1 Waru's computer laboratory and was attended by 35 students, website administrators, and three teachers. The training employed various methods, including lectures, practical exercises, and discussions. All participants demonstrated a clear understanding of the application's usage, as evidenced by their improved pre-test and post-test scores. Statistical analysis using the t-test confirmed the significance of this improvement, indicating that the train-ing effectively enhanced participants' understanding of using the student achievement website. Furthermore, the success of the training is reflected in the records of achieve-ment data inputted by the participants.             Keywords: achievement data; information system; website.

Toefl Preparation Class in Non EFL Classroom: How is it Impactful on The Non-EFL Learners’ Achievement?

Angraini, Nike, Iman, Jaya Nur
Abstract: Having problem of reaching the tested aspects of TOEFL particularly on achieving target score of TOEFL set, participants needed to be provided an intervention with TOEFL preparation class before encountering the test. For… r that reason, this community service activity highlighted the impact of TOEFL preparation class on the non EFL learners’ achievement. One class was used as the sample of this activity in which it consisted of twenty students coming from different major in one of private universities in Palembang, southern region of sumatera. Descriptive analysis with experimental design was used. A test was administered to see whether or not there was a significant improvement on the non EFL learners’ TOEFL-like score achievement. The results revealed that achievement level of the participants were in the elementary and intermediate category. Besides, statistically there was a significant improvement on the EFL learners’ TOEFL-like score intervened by the provision of TOEFL preparation class. Thus, it could be further concluded that TOEFL preparation class was impactful on the non EFL undergaduates’ English achievement.   Keywords: TOEFL preparation class; Non EFL Classroom; Non EFL learners’                  achievement