Showing 100 articles found for "Masyarakat"

Budaya Politik Birokrasi Dan Tantangan Good Governance Di Pemerintah Kota Pematangsiantar

Rindu Erwin Marpaung, Erick Mangandar Tua manurung, Yamuger Siburian, Andreas Adiputra Saragih, Andre Exaudi Siboro, Andre Exaudi Siboro, Yoko Manurung, Ayu Wandriani, Ella Merliani Br Ginting
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya politik birokrasi dan tantangan good governance di Pemerintah Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa tata kelola pemerintahan daerah… aerah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, profesionalitas aparatur, dan responsivitas pelayanan publik. Di sisi lain, kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan budaya politik birokrasi yang masih hierarkis, dominatif, dan kurang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada bulan Desember 2025 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, pengguna layanan publik, aktivis/LSM, dan pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik birokrasi di Pemerintah Kota Pematangsiantar masih cenderung top-down, berorientasi pada loyalitas terhadap pimpinan, dan belum memberi ruang yang memadai bagi transparansi, akuntabilitas, serta inovasi kelembagaan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi publik, lemahnya kepercayaan terhadap objektivitas tata kelola jabatan, rendahnya profesionalitas aparatur, serta belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya budaya politik partisipatif dalam birokrasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan di Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Hubungan Antara Literasi Kesehatan Dengan Kualitas Hidup Siswa SMKN 9 Kota Tangerang

Anisatun Zahroh, Eka Noviana Nasriyanto, Cicirosnita J.Idu
Abstract: Berdasarkan arus informasi yang terus berkembang, literasi penting untuk memahami informasi. Budaya membaca buku yang rendah di Indonesia menjadi permasalahan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Indonesia berada… da di peringkat 62 dari 70 negara, menempatkannya sebagai salah satu dari 10 negara dengan tingkat literasi yang rendah. UNESCO juga mengungkapkan minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Indonesia ditempatkan di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Indonesia menempati urutan ke 40 dari 80 negara yang disurvei dalam hal kualitas hidup. Berdasarkan perbandingan internasional, Indonesia memiliki nilai rendah yaitu 1,8 dari skala 10. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup siswa SMKN 9 Kota Tangerang. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Health Literacy Survey (HLS-EU-SQ-10 IDN) dan World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL-BREF) yang telah diadaptasi dan dibagikan ke 212 siswa, dengan metode statistik Chi Square. Hasil analisis hubungan antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup diperoleh bahwa ada sebanyak 4 siswa (2,7%) yang bermasalah dengan literasi kesehatan tetapi kualitas hidupnya baik. Sedangkan siswa yang memiliki literasi kesehatan baik, sebanyak 143 siswa (97,2%), kualitas hidupnya juga baik. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai p = 0,014.

Implementasi Keperawatan Komunitas Dengan Edukasi, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Terhadap Penderita Hipertensi

Siti Nayla Hijriatun N, Rizki Ramadhan, Ria Resti Fauzi, Putri Sukma Dewi, Putri Nurdiani, Navalia, Nadia Febrianti, M. Nurpaqi, Mutiara Annallisa Bella, Universitas Yatsi Madani, Siti Mutmainah
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering tanpa gejala (silent killer) sehingga memerlukan pendekatan… an keperawatan komunitas melalui intervensi berfokus pada masyarakat untuk pengendalian yang efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat dalam pengendalian tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti 20 penderita hipertensi sesuai kriteria inklusi. Intervensi dilakukan 3 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan implementasi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 10% menjadi 95% berkategori baik serta penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 13 mmHg. Kesimpulan: Pelaksanaan edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat diterapkan sebagai program kesehatan masyarakat.

Optimalisasi Minat Masyarakat Dalam Memiliki Sertifikat Tanah Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di BPN Kabupaten Jember

Puji Prihartini, Agil Dio Virnando, Agung Parmono
Abstract: Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menggali strategi optimalisasi minat masyarakat dalam memiliki sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Badan Pertanahan… nahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis data sekunder, penelitian ini mencatat berbagai faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap persertifikatan tanah dan mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkannya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa edukasi, sosialisasi, aksesibilitas, dan kemudahan prosedur merupakan faktor kunci dalam membangkitkan minat masyarakat. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini merekomendasikan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas PTSL sebagai alat untuk meningkatkan kepemilikan sertifikat tanah di Kabupaten Jember. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika minat masyarakat terhadap persertifikatan tanah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap kepastian hukum atas tanah mereka, hal ini terbukti tercatat hingga 52.000 ribu sertifikat yang berhasil dibagikan.

Pemodelan Sistem Pakar Untuk Menentukan Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Metode Forward Chaining

Maria Imakulata Malo, Friden Elefri Neno, Felysitas Ema Ose Sanga
Abstract: Sistem pakar dengan metode forward chaining dapat membantu dalam mendiagnosis Diabetes Mellitus dengan lebih cepat dan akurat. Dengan mengumpulkan gejala dan informasi dari pasien, sistem ini dapat memproses data. Dengan… alasan-alasan ini, pengembangan sistem pakar untuk diagnosis Diabetes Mellitus menggunakan metode forward chaining memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendorong deteksi dini dan pencegahan penyakit. Kesenjangan antara pasien dan dokter merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi industri medis. Selain itu, sebagian besar masyarakat tidak terlatih dalam bidang kedokteran, jadi ketika mereka menyadari gejala suatu penyakit, mereka mungkin tidak tahu cara mengobatinya dengan tepat. Sangat disayangkan bahwa ketidaktahuan dapat menyebabkan gejala yang dapat diobati sejak dini berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Memperoleh pengetahuan ini tidaklah mudah, karena butuh waktu untuk memahaminya, dan sumber daya ini mungkin tidak sebaik dokter dalam mendiagnosis kondisi. Model Waterfall adalah metodologi pengembangan sistem yang digunakan. Mempertimbangkan pembicaraan yang telah dilakukan.

Meningkatkan Efisiensi Dan Transparansi Keuangan Untuk Pengelolaan Perjalanan Dinas Pada DPMD Kabupaten Jember

Rohma, Wasilatur, Inur Lailatul Muawanah, Irmawati, Retna Anggitaningsih
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem akuntansi pengeluaran kas untuk biaya perjalanan dinas di DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa) Kota Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif… riptif dengan fokus pada aspek kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuntansi pengeluaran kas untuk biaya perjalanan dinas di DPMD telah memberikan manfaat yang signifikan, termasuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya pencatatan yang akurat dan keterbatasan sumber daya manusia dalam mengimplementasikan sistem tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperbaiki praktik akuntansi pengeluaran kas di sektor pemerintahan, khususnya dalam konteks DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa).

Pemanfaatan Barcode Scanner Pada Peningkatan Pelayanan Dan Kepuasan Masyarakat Di Kecamatan Trowulan

Nur Rhofikhotul Azizah, Fina Dwi Nur Laili, Ayyu Ainin Mustafidah
Abstract: Pelayanan masyarakat kian menjadi perhatian pemerintah, sehingga pemerintah terus berusaha membuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Seperti halnya yang terjadi di kantor kecamatan  Trowulan hingga saat ini… ni pemerintah terus berusaha dan bekerja sama dengan para staff untuk mencapai tujuan tersebut. kebijakan yang diberlakukan di kantor kecamtan Trowulan ialah pemberlakuan survey kepuasan masyarakat melalui media scan barcode. Studi ini memanfaatkan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana informasi seputar isu yang dibahas dianalisis melalui teknik wawancara. Data yang dikumpulkan dengan observasi dan wawancara kepada staff Kantor Kecamatan Trowulan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengenalkan secara luas terkait survei masyarakat menggunakan scan barcode, sehingga masyarakat dapat mendapatkan pelayanan secara maksimal.

Perancangan Sistem Deteksi Kebocoran Gas Dan Api Berbasis IOT Di Lombok Utara

Fadia Karunia Utami, Zaenudin, Muhamad Masjun Efendi, Lalu Delsi Samsumar
Abstract: Liquified Petroleum Gas (LPG) merupakan kebutuhan rumah tangga yang saat ini paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar selain minyak bumi. Apabila gas LPG mengalami kebocoran tidak dapat dideteksi apabila… abila jarak indra penciuman cukup jauh, sehingga diperlukan sebuah sistem untuk mendeteksi terjadinya kebocoran gas yang dapat menyebabkan kebakaran melalui jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi terjadinya kebocoran gas dan kebakaran yang dapat memberikan informasi kepada pengguna melalui pesan ke aplikasi Telegram. Metode penelitian yang digunakan adalah prototype. Hasil penelitian ini mampu merancang sistem untuk mendeteksi adanya kebocoran gas dan kebakaran menggunakan NodeMCU ESP8266 berbasis IoT, dimana alat ini dapat memberikan tanda peringatan berupa nyala lampu LED, suara alarm dari buzzer, menampilkan keadaan melalui LCD, dan menerima notifikasi peringatan ke Telegram.

Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dengan Pendekatan Servqual

Wilda Tri Yuliza, Gusrianti, Wendi Wahyu Utama
Abstract: Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Kemenkes (2023) di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa… hwa kepuasan pasien rawat jalan umumnya masih di bawah target yang ditetapkan oleh standar pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit Bhayangkara Padang yang merupakan rumah sakit umum kelas D, selama satu tahun terakhir mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya dengan indeks kepuasan pasien rawat jalan masih 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan SERVQUAL di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional, pengumpulan data melalui kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit selama periode pengumpulan data dengan jumlah sampel 96 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien menilai kehandalan (52,1%), daya tanggap (54,2%), jaminan (47,9%), empati (38,5%), dan bukti fisik (51,0%) tidak bermutu. Terdapat pengaruh kehandalan (p-value = 0,012), daya tanggap (p-value = 0,000),  empati (p-value = 0,000), serta bukti fisik (p-value = 0,024) terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Sebaliknya, dimensi jaminan tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan terutama pada aspek kehandalan, daya tanggap, empati, dan bukti fisik perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di rumah sakit.

Pelatihan Pembuatan Sistem Kendali Lampu Rumah Otomatis Pada Siswa-Siswi SMAN1 Air Joman

Bachtiar Efendi, Iqbal Kamil Siregar, Zulkarnain Sirait
Abstract: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa-siswi SMAN 1 Air Joman dalam penghematan energi listrik melalui penerapan teknologi sistem pengendali lampu rumah otomatis… tis berbasis sensor cahaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tingginya konsumsi listrik akibat penggunaan lampu penerangan yang tidak sesuai dengan kondisi pencahayaan lingkungan serta rendahnya literasi penghematan energi di kalangan siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang meliputi edukasi penghematan energi listrik, pengenalan komponen elektronika, perakitan rangkaian lampu otomatis menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR), serta pengujian fungsi sistem. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi teori, praktik perakitan rangkaian, hingga evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya penghematan energi serta kemampuan siswa dalam merakit dan menguji sistem pengendali lampu otomatis yang berfungsi sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa prototipe alat lampu otomatis, modul pelatihan, serta dokumentasi kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan manfaat nyata bagi mitra dengan mendorong terciptanya budaya hemat energi di lingkungan sekolah serta menjadi sarana pembelajaran berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi pada institusi pendidikan lainnya sebagai upaya mendukung efisiensi energi dan peningkatan kualitas pendidikan.