Abstract:This study, held at the Production Unit of PT Perkebunan Nusantara XVI Makasar, South Sulawesi is aimed at analyzing the influence of intrinsic motivation and quality work life on employee’s performance. The sample in this…
this research, which is quantitative in nature, was the employees of the production unit with a total number of 86 respondents. It is done with data analysis method, using multiple linear regressions.The result of this study indicates that the variables of intrinsic motivation and quality of work life simultanneously affect the employee’s performance with a contribution of 37,3%, while the remaining 52,7% is influenced by other factors, which are beyond this study.Partially, intrinsic motivation variables negatively affect and have a significant influence on performance. This is due to the different work cultures in the sector.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen…
n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.
Abstract:LAZISMU Kutai Timur sebagai wadah dakwah dan memperbaiki prekonomian yang memiliki peran dalam pengembangan dakwah di Kutai Timur khususnya di Kecamatan Sangtta Utara. Faktor pendukung pengurus LAZISMU dalam pengembangan…
dakwah terkhusus dalam mendakwahkan pentingnya berzakat di kabupaten Kutai Timur yakni diantaranya memiliki Angkatan Muda Muhammad (AMM) yang bersedia untuk menjadi tenaga/relawan dalam penghimpinan dan penyaluran zakat, memiliki 2 admin yang semakin profesionsl dalam menjalankam tugasnya dan memiliki Muzakki yang tetap baik di warga Muhammadiyah atau pun diluar warga Muhammadiyah serta sarana prasarana yang cukup dalam menjalankan visi dan misi dakwah ini. Adapun yang menjadi faktor pengambat yaitu masih banyak masyarakat yang masih kurang kesadarannya untuk menunaikan kewajiban berzakatnya, harusnya membutuhkn waktu yang extra bagi pengurus untuk tetap standby di kantor layanan dan masih banyak ormas atau lembaga lain yang bergerak pada bidang ZIS seperti BAZNAS, LAZISNU, dan lain sebagainya
Abstract:Lereng adalah bidang miring yang tercipta akibat adanya beda tinggi antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi longsor semakin tinggi yang dapat menyebabkan tertimbunnya…
unnya bangunan ataupun korban jiwa apabila longsor terjadi pada lereng yang berada dibelakang ruang kelas Smpn 1 Asera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman lereng tanpa perkuatan dan setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever diharapkan mampu menahan gaya lateral yang dihasilkan. Eksplorasi ini dilakukan dengan menggunakan strategi komponen terbatas Plaxis 8.2 dan perhitungan manual menggunakan teknik Priest. Investigasi kesehatan lereng menggunakan program plaxis berencana untuk menentukan nilai perlindungan lereng ketika memperkuat menggunakan dinding penahan bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever. Hasil perhitungan lereng asli tanpa perkuatan menggunakan program plaxis 8.2, didapatkan angka aman sebesar 0,6138. Dalam estimasi manual yang diselesaikan dengan menggunakan strategi Menteri, angka yang dilindungi pada kemiringan adalah 0,6820. Kemiringan dikatakan tidak aman atau tidak stabil apabila nilai amannya dibawah 1,25. Hasil perhitungan kemiringan berbasis perkuatan DPT Bronjong menggunakan program plaxis 8.2 tanpa beban gempa yaitu 2,0324 dan dengan beban gempa sebesar 1,9878. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Sheet Pile tanpa beban gempa yaitu 1,6023 dan dengan beban gempa sebesar 1,5965. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Pasangan Batu tanpa beban gempa yaitu 2,6369 dan dengan beban gempa sebesar 2,6340. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Kantilever tanpa beban gempa yaitu 2,6228 dan dengan beban gempa sebesar 2,6220. Dengan nilai angka aman yang diperoleh melebihi 1,25 dari yang disyaratkan maka dianggap aman terhadap keruntuhan.
Abstract:Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, pengamatan dan menonton secara berulang pada film yang akan dikaji. Mencari informasi terkait dengan masalah-masalah…
alah penelitian baik dari buku, internet, jurnal, skripsi, artikel, film, dan sumber data lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Merindu Cahaya De Amstel diambil dari novel karya Arumi Ekowati terinspirasi dari kisah nyata, mengisahkan seorang gadis Belanda yang memeluk agama Islam. Selain itu menyoroti kisah cinta Khadija dan Nico karena perbedaan agama, sehingga daya tarik film ini terletak pada pengambaran perjuangan cinta dan pesan toleransi. Alur cerita film Merindu Cahaya De Amstel mengisahkan perjalanan seorang gadis di Negeri Belanda bernama Marien Veenhoven yang memutuskan untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Khadija Veenhoven. Di sisi lain kisah Nico yang memilih memeluk agama Islam. Pesan-pesan dakwah yang terdapat dalam film Merindu Cahaya De Amstel ada tiga, yaitu pesan dakwah aqidah di antaranya; Taubat, mempelajari Islam, merasa diawasi, dan percaya dengan ketentuan Allah Swt. Pesan dakwah syariah di antaranya; shalat, mengenakan jilbab dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis, dan pesan dakwah akhlak di antaranya; saling memafkan, taa’wun (saling tolong menolong), mengucap serta menjawab salam, dan tersenyum.
Abstract:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pembina dalam membina hafalan qur’an santri, kemudian untuk mengetahui kondisi hafalan santri serta faktor pendukung dan penghambat…
ghambat dalam membina hafalan qur’an santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlokasi di dusun Pa’rappungangta, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang berlangsung selama kurang lebih 1 di bulan desember 2023. Teknik pengumpulan datanya selama melakukan proses penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi hafalan santri semakin berkembang. Saat ini rata-rata hafalan santri mencapai 10 juz keatas yang sebelumnya mereka hanya memiliki hafalan juz amma atau juz 30. Adapun pola komunikasi yang dilakukan pembina dalam membina hafalan Al-Qur’an yaitu komunikasi interpersonal, verbal dan non verbal, dimulai dari pendekatan persuasif yakni proses komunikasi yang dimana komunikator menyampaikan pesan verbal maupun non verbal kepada komunikan yang bersifat membujuk atau mengajak kepada hal-hal yang mengarah kepada kebaikan. Adapun hambatan dalam membina hafalan santri meliputi kemampuan anak itu sendiri, penyampaian (interaksi), dan kurangnya pemahaman orang tua terhadap visi dan misi pondok. Dan pendukungnya meliputi adanya dukungan dari pimpinan pondok, kerjasama antar pembina, metodologi dan lingkungan internal pondok yang mendukung. Sebagai seorang pembina mampu memahami kepribadian santri bahkan mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing santri dan kemudian diberikan bimbingan khusus bagi santri yang memiliki masalah dalam menghafal Al-Qur’an yang tidak dapat mereka selesaikan secara pribadi guna untuk mendapatkan jalan keluar/solusi, dengannya itu agar komunikasi dapat dibangun dengan lebih baik.
Abstract:Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Dibimbing oleh Abbas Baco Miro dan Muhammad Syahruddin. Penelitian ini bertujuan untuk…
mengetahu bagaimana Strategi Komunikasi munikasi dakwah yang diterapkan oleh Pengurus Lazismu dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat berzakat khusus Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar . Kemudian untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam setiap program - program telah di rancang . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Kantor Lazismu, kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar yang dilakukan proses penelitian selama kurang lebih 2 bulan, dari bulan September hingga November. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Strategi dakwah yang dilaksanakan oleh lazismu adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menubaikan zakat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keutamaan dan kewajiban mengeluarkan zakat, mendorong pastisipasi warga Muhammadiyah untuk mengsosialisasikan LAZISMU di kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, menjalin kerja sama Bersama pemerintah daerah untuk menfasilitasi aparat pemerintah untuk mengeluarkan infak,zakat, dan sedekahnya kepada LAZISMU. 2). Adapun faktor pendukung LAZISMU dalam mensosialiasikan zakat adalah : 1. Warga Muhammadiyah menyalurkan zakatnya di LAZISMU. 2. Memiliki eksekutif yang loyalitas terhadap LAZISMU. 3. Memiliki pemuda-pemuda Muhammadiyah yang siap diajak untuk kerjasama. 4. Dukungan pemerintah. 5. Struktrur lazismu yang efektif. 6. Dukungan dari amal-amal Muhammadiyah yang ada di makassar, seperti : perguruan tinggi, sekolah-sekolah, masjid Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat di LAZISMU. 3). Faktor penghambat LAZISMU dalam mensosialisasikan zakat ; 1. Minimnya pelatihan-pelatihan yang LAZISMU berikan kepada relawan yang diberdayakan dalam pengelolaan zakat. 2. Kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan kepada LAZISMU kepada warga-warga Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat dan infaknnya. 3. Maraknya lembaga-lembaga zakat yang sejenis dengan LAZISMU yang memiliki basis komunitas dan basis masyarakat yang lebih loyal. 4. Kuragnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingya/keutamaan Infak,Zakat, dan Shadakah. 5. Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pengurus dalam menjalankan program kerja yang dtetapkan oleh pimpinan LAZISMU.
Abstract:Kinerja guru adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek perencanaan program belajar mengajar, pelaksanaan proses belajar mengajar, penciptaan dan…
an pemeliharaan kelas yang optimal, pengendalian kondisi belajar yang optimal, serta penilaian hasil belajar. Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Manajemen Waktu di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, untuk mengetahui Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah guru di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 46 guru . Adapun sample yang digunakan adalah sampel jenuh, sebanyak 50 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien, korelasi, dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil peneliian bahwa terdapat pengaruh antara Manajemen Waktu (X) dengan Kedisiplinan Guru (Y) Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini di tampilkan nilai =0,023, untuk menetukan koefisien determinasi pengaruh antara Manajemen Waktu dengan Kedisiplinan Guru dapat dihitung dengan (0,023) x 100% = 97,7%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 97,7% Manajemen Waktu berkontribusi terhadap Kedisiplinan Guru, sedangkan sisanya yaitu (97,7%) lainnya di pengaruhi oleh faktor lain.
Abstract:Hasil penelitian ini memperoleh temuan: 1)Aktivitas pariwisata yang ada dikelurahan malino ada dua yaitu wisata alam yang terdiri dari 4 destinasi yaitu agama, sejarah, alam dan buatan dan wisata belanja yang meliputi belanja…
belanja sayuran, makanan dan minuman, buah-buahan. 2)Dampak yang ditimbulkan aktivitas pariwisata perilaku keagamaan masyarakat di kelurahan Malino terbagi dua: dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya a)Kesempatan para tokoh agama dan masyarakat mendakwahkan Islam ke pariwisatawan yang datang ke Malino. b)Meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan: a)Maraknya wisatawan yang datang tanpa memahami aspek-aspek keagamaan dan peribadatan yang ada di Malino. b)Berkembangnya paham-paham keagamaan yang bertentangan dengan akidah Islam. c)Bergesernya nilai-nilai Islam ke nilai-nilai materialistik akibat perkembangan ekonomi yang lebih pesat daripada pendidikan keagamaan. d)Masuknya nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat Islam misalnya cara berpakaian dan cara berperilaku. Dengan demikian Tokoh Agama membentuk kesadaran dan tindakan umat terkait dampak positif dan negatif dari aktivitas pariwisata. Selain itu memahami dan mengelola dampak-dampak negatif tersebut agar aktivitas pariwisata dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai keagamaan dan budaya Kelurahan Malino.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi koordinator Tahfidz dalam pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar dan mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat koordinator Tahfidz dalam…
pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif sumber datanya diperoleh dengan data primer dan sekunder. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMP Unismuh Makassar khususnya pada program Tahfidz SMP Unismuh M[akassar. Adapun mengenai hasil dari penelitian ini terdapat dua poin penting. Pertama yaitu pola komunikasi koordinator Tahfidz dalam pengembangan program tahfidz SMP Unismuh Makassar. Adapun pola komunikasi yang digunakan diantaranya pola komunikasi roda yaitu pendekatan yang dilakukan oleh koordinator kepada santri contohnya melalui halaqoh harian atau majlis ilmu. Pola komunikasi lingkaran pendekatan koordinator bersama santri dan ustadz-ustadzah di luar jam halaqoh contohnya fun day dan rekreasi. Pola komunikasi bintang yang dibangun antara koordinator dengan pimpinan melalui rapat bersama tim tahfidz. Kedua, faktor pendukung dan penghambat koordinator Tahfidz dalam pengembangan program Tahfidz SMP Unismuh Makassar yaitu faktor pendukung meliputi sarana prasarana yang memadai dalam pelaksanaan program Tahfidz, ketersediaan sumber dana yang memadai dan adanya sumber daya manusia yang kompoten dalam bidang Tahfidz sedangkan faktor penghambat meliputi masih bercampurnya santri tahfidz dan non-tahfidz baik di Asrama maupun Sekolah kurangnya perhatian pembina dalam mengarahkan dan mengembangkan potensi santri untuk lebih aktif dan inovatif, kurangnya komunikasi dan koordinasi antara koordinator dan orang tua terkait pencapaian target hafalan santri.