Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan…
Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, hambatan penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Adapun jenis metode penelitian skripsi ini dengan menggunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah informasi secara detail sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data model Miles dan Hermawan yang meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan (1) Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif. (2) Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa pola komunikasi kelompok tersebut, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak yaitu dengan menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. (3) Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya ketertampilan dalam berkomunikasi.
Abstract:Hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang menetap di atas batas normal dan termasuk masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan…
uan masyarakat Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tentang hipertensi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 25 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, lalu dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, dengan rata-rata meningkat dari 6,56 menjadi 8,56, nilai t sebesar 5,225, dan p-value < 0,001. Temuan ini menunjukkan penyuluhan mampu memperbaiki pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan hipertensi, sekaligus berperan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendorong pola hidup sehat. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat, serta didukung media edukasi yang mudah dipahami.
Abstract:Program kerja sosialisasi diabetes melitus dan screening gula darah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan sosialisasi diabetes melitus serta screening…
ening gula darah dan tekanan darah. Berdasarkan hasil observasi awal di Desa Bandung Baru Barat, diketahui bahwa kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan masih rendah, khususnya pemeriksaan gula darah dan tekanan darah secara rutin. Metode pelaksanaan program kerja dilakukan dalam satu hari melalui sosialisasi kesehatan dan dilanjutkan dengan screening kesehatan yang meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu dan pengukuran tekanan darah, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemeriksaan gula darah menghasilkan 62,8% kategori normal, 22,8% pra diabetes, dan 14,2% diabetes. Sementara itu, hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 80% normal, 8,5% pra hipertensi, dan 11,4% hipertensi. Program kerja screening kesehatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat.
Abstract:Pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan keluarga tidak terlepas dari ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah pemanfaatan…
nfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan pekarangan di Posyandu Permata Anawai, Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada 28 September 2025 di Posyandu Permata Anawai, Wilayah Puskesmas Wua-Wua, Kota Kendari, peserta kegiatan yang hadir sebanyak 11 orang yang terdiri dari 2 kader Posyandu dan 9 Ibu Balita. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemberian edukasi terkait pentingnya konsumsi pangan bergizi, melalui metode ceramah dan tanya jawab selama sekitar 60 menit, pendampingan praktik budidaya tanaman sayuran di pekarangan, serta penyaluran bibit tanaman kepada peserta. Penilaian kegiatan dilakukan secara kualitatif berdasarkan pengamatan terhadap keterlibatan peserta, tingkat antusiasme, dan respons selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya kesadaran dan sikap peserta terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Partisipasi aktif kader Posyandu turut memperkuat proses edukasi gizi dan membuka peluang keberlanjutan kegiatan di lingkungan masyarakat. Meskipun belum didukung oleh pengukuran kuantitatif, kegiatan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi dengan Posyandu berpotensi menjadi strategi pendukung penguatan ketahanan pangan keluarga. Untuk pengembangan selanjutnya, diperlukan penerapan metode evaluasi yang lebih terstruktur guna menilai dampak jangka panjang terhadap pola konsumsi dan kemandirian pangan rumah tangga.
Praptika Septi Femilia, Dwi Ayu Lestari, Hasby Haq Arihakim, Dina Akmaliyatul Hilyah, Bayu Aldi Tiya, Sitti Shofiatus Sholehah, Nur Uriva, Frenda Ninggar Marsiska, Novi So’imatul Fadilah, Feby Nurrahmawati, Rahmad Aditya Eka Febriyanto, Nova Lupita Nur Wulandari, Lusita Maisyaroh, Rika Fadilatul Laila, Ahmad Murobbiy W. F.
Abstract:Fenomena stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Desa Wonokusumo sebagai lokasi program pengabdian memiliki…
ki kasus balita stunting yang perlu penanganan segera. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan fokus pada pencegahan stunting melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, serta masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, sosialisasi pemanfaatan TOGA, serta aksi pendistribusian bibit sawi dan tomat ke tujuh dusun di Desa Wonokusumo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola asuh, perubahan perilaku menuju hidup sehat, serta kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA sebagai sumber gizi tambahan. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, yang menandakan bahwa program berbasis kearifan lokal ini dapat menjadi model preventif yang efektif, murah, dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat pedesaan.
Abstract:Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan instrumen vital dalam akselerasi ekonomi perdesaan, namun seringkali menghadapi tantangan dalam hal kapasitas pemasaran. Studi kasus pada BUMDesa MHU Mart di Kecamatan Mentaya Hilir…
ilir Utara, Kotawaringin Timur, menunjukkan adanya keinginan untuk bertransformasi dari metode pemasaran yang sangat terbatas, hanya mengandalkan status WhatsApp, ke strategi yang lebih komprehensif dan berdaya saing. Ketergantungan pada metode pasif ini menghambat jangkauan pasar dan potensi pertumbuhan unit usaha minimarket yang dikelola. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan (1) meningkatkan pemahaman konseptual pengelola BUMDesa mengenai strategi pemasaran digital yang efektif, (2) memperkenalkan dan menanamkan prinsip-prinsip ekonomi kreatif sebagai fondasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif, dan (3) memfasilitasi perumusan rencana aksi awal untuk implementasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui sosialisasi dan diskusi terfokus dengan para pegawai BUMDesa MHU Mart. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif, mengidentifikasi tantangan kontekstual, dan membangun rasa kepemilikan atas solusi yang dihasilkan. Luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah peningkatan literasi digital dan wawasan ekonomi kreatif para pengelola, yang terukur melalui analisis diskusi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta, yang merasa program ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa model intervensi berbasis diskusi partisipatif efektif sebagai katalisator perubahan pola pikir dan pendorong adopsi awal inovasi pemasaran di tingkat BUMDesa.
Abstract:Kurangnya komunikasi yang efektif sering menjadi masalah yang dialami karyawan dan berkontribusi pada timbulnya stres kerja. Kondisi serupa juga ditemukan di perusahaan Hyundai Urip Sumoharjo, di mana survei awal menunjukkan…
kkan bahwa 30,43% karyawan mengalami kendala dalam komunikasi dan koordinasi antar tim. Menanggapi hal ini, diadakan kegiatan psikoedukasi berupa webinar dengan tema “Peran Komunikasi Efektif dalam Mengelola Stres”. Tujuan dari webinar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pentingnya komunikasi yang sehat sebagai salah satu strategi dalam mengelola stres kerja. Kegiatan tersebut dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 25 peserta dari PT Bumi Investa Utama, termasuk 7 peserta dari cabang Hyundai Urip. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi berbentuk webinar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa puas, menganggap topik yang disampaikan relevan dengan situasi kerja mereka (57%), serta mampu memahami materi dengan baik (71%). Selain itu, peserta menunjukkan adanya peningkatan kesadaran untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan menerapkan strategi manajemen stres dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kegiatan ini berhasil memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman dan keterampilan interpersonal peserta, serta mendorong perubahan pola komunikasi yang lebih jelas dan mendukung di lingkungan kerja. Oleh sebab itu, webinar ini dianggap sebagai solusi edukatif yang praktis untuk mengatasi permasalahan stres kerja yang disebabkan oleh miskomunikasi.
Abstract:Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia, khususnya bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan ketahanan pribadi warga binaan melalui pendekatan…
ekatan psikoedukasi. Kegiatan dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar dalam bentuk webinar yang melibatkan 30 warga binaan kasus narkoba. Program ini mencakup sesi pembukaan, ice breaking, penyampaian materi, diskusi, dan refleksi mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak negatif narkoba serta munculnya kesadaran terhadap potensi diri untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu merefleksikan sisi negatif serta positif dari diri mereka sebagai langkah awal transformasi pribadi. Psikoedukasi terbukti efektif sebagai intervensi psikologis dalam membangun pola pikir positif, pengelolaan emosi, dan kesiapan kembali ke masyarakat. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berfungsi sebagai wadah rehabilitasi mental melalui pendekatan edukatif yang terstruktur.
Abstract:Bordir adalah teknik menghias kain menggunakan jarum dan benang untuk membentuk pola atau motif tertentu dan jug merupakan usaha kerajinan yang berorientasi pada produk dan jasa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan…
n bersaing dan meningkatkan pangsa pasar. Untuk memanfaatkan potensi pasar yang ada pada saat ini, strategi pemasaran yang efektif dan efisien sangat diperlukan. Digital marketing, sebagai media pemasaran modern, menawarkan peluang untuk memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan internet dan media sosial. Namun, pelaku usaha bordir oleh Yanti bordir di Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, masih mengandalkan metode pemasaran tradisional. Oleh karena itu, sosialisasi dan pembinaan mengenai digital marketing diperlukan untuk membantu pelaku usaha dalam memperluas pangsa pasar mereka dan meningkatkan pendapatan, demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya digital marketing bagi pelaku usaha bordir dan memberikan rekomendasi untuk penerapannya guna mendukung perkembangan usahanya.
Abstract:Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup yang ditandai dengan peningkatan gula darah (hiperglikemia) yang disebabkan karena menurunnya jumlah insulin akibat gangguan metabolisme pankreas.…
ankreas. Indonesia merupakan negara yang menyumbang penyakit DM tertinggi yaitu sebesar 10,3 juta jiwa dan akan meningkat menjadi 16,7 juta jiwa pada tahun 2045. Salah satu penyebab DM adalah kurangnya pengetahuan mengenai pengaturan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. DM dapat terjadi pada remaja sehingga edukasi keseahtan sangat penting dilakukan. Kegiatan PKM berupa penyuluhan bertujuan untuk meningktkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan penyakit DM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Januari 2025 di SMK Negeri 4 Kendari. Sasaran peserta adalah siswa SMK Negeri 4 Kendari yang berjumlah 30 orang. Metode penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah. Tahapan kegiatan ini terdiri dari perencanaan (persiapan, koordinasi dengna pihak sekolah, penentuan sasaran dan waktu pelaksanaan), tahap pelaksanaan (perkenalan, penyampaian materi dan sesi tanya jawab). Pada tahap akhir dilakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan kegiatan pelatihan serta pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Seluruh tahapan kegiatan terlaksana dengan baik dan berjalan dengan lancar sedangkan dari hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 50,9 menjadi 73,3 setelah dilakukan penyuluhan sehingga penyuluhan berhasil meingkatkan pengetahuan pencegahan DM pada siswa SMK Negeri 4 Kendari.