Abstract:Penelitian dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik, Penyebabnya pendidik belum menerapkan model pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan…
an model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek peserta didik kelas IV B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao tahun ajaran 2024/2025. Setelah dilakukan penelitian, peneliti berhasil meningkatkan hasil belajar. Pada siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar sebesar 72% meningkat pada siklus II menjadi 92%, peningkatannya sebesar 20%. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas pendidik siklus I diperoleh sebesar 75% meningkat pada siklus II menjadi 95%, peningkatannya sebesar 20%. Dan hasil pengamatan aktivitas peserta didik pada siklus I sebesar 74% meningkat pada siklus II menjadi 83%, peningkatannya sebesar 9%. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK dapat meningkatkan hasil belajar matematika di kelas IV B SD Negeri 04 Bariang Rao-Rao Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.
Abstract:Penelitian ini dilakukan karena rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika di kelas II yang belum mencapai KKTP. Oleh karena itu peneliti bermaksud untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta…
erta didik melalui model Problem based learning.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model Problem based learning. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas II UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Data penelitian yang digunakan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik dan data kualitatif berupa hasil lembar observasi guru dan peserta didik.
Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan hasil belajar yang ditandai oleh peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. Pada siklus I diperoleh hasil belajar Matematika 67% dan meningkat pada siklus II dengan pertentase 88%. Hasil pengamatan aktivitas guru dan peserta didik mengalami peningkatan. Pada siklus I aspek guru diperoleh tingkat ketuntasan 88% dan aspek peserta didik 59%. Kemudian meningkat pada siklus II aspek guru diperoleh ketuntasan 95% dan aspek peserta didik 87%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan model Problem based learning di kelas II dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Matematika.
Abstract:Teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang bagi lembaga pendidikan dan telah mulai menggunakan sistem berbasis web untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas informasi. Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah sebagai…
i lembaga pendidikan memerlukan manajemen sistem informasi berbasis web yang dapat membantu dalam mengenalkan profil sekolah dan jadwal kegiatan siswa. Saat ini Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah belum memiliki website profil sekolah sehingga banyak orang yang belum tahu tentang informasi mengenai visi, misi, kurikulum, fasilitas, kegiatan, dan prestasi sekolah mungkin sulit diakses oleh masyarakat luas, termasuk calon siswa dan orang tua siswa. Untuk itu penelitian ini dilakukan guna membangun sistem informasi website profile sekolah di MI Al-Hikmah. Hal ini dapat mengurangi kesulitan orang untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang identitas dan kualitas sekolah. Penelitian ini menggunakan metode waterfall dengan pengujian black box. Website ini telah dibangun dan mencakup data profil sekolah, gallery, blog, dan kontak yang bisa diakses secara luas. Hasil pengujian blackbox testing menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
Abstract:Nepotisme merupakan tindak kecurangan berupa penyalahgunaan kekuasaan demi mengutamakan kepentingan pribadi dan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman serta pandangan masyarakat terhadap kasus nepotisme…
epotisme yang marak terjadi di Indonesia. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan sebanyak tujuh puluh informan dan dua informan sebagai sampel. Adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara dan menyebarkan angket kepada masyarakat luas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat paham bahwa nepotisme merupakan tindak penyalahgunaan kekuasaan dalam lingkup keluarga saja. Padahal, nepotisme tidak hanya terbatas di lingkungan keluarga saja. Tindak nepotisme lebih luas, meliputi kerabat, keluarga dekat maupun jauh, kenalan, suatu golongan, dan sebagainya. Masyarakat perlu mengetahui bahwa tindak nepotisme ini merupakan tindak pidana, perbuatan yang dilarang oleh hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. Sehingga pemerataan edukasi mengenai nepotisme kepada masyarakat luas terutama kepada masyarakat yang belum dapat tersentuh pendidikan yang sesuai standar dan mencukupi. Untuk mengatasi hal tersebut penulis merancang suatu media edukatif yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat mengenai praktik nepotisme secara mendalam.
Abstract:Salah satu strategi untuk mempermudah proses pembelajaran maka sangat dibutuhkan sebuah acuan berupa modul ajar yang berisi capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, kompetensi yang ingin dicapai, sampai sarana prasarana…
a dan instrumen penilaian yang akan digunakan. Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan modul ajar Gambar Teknik Manufaktur dari sisi materi dan media. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalah model 4D, akan tetapi pada pelaksanaannya hanya dibatasi sampai ke tahap pengembangan (develop) saja. Menurut validator ahli materi, modul ajar yang dikembangkan mendapatkan kategori layak dengan persentase 88,04%. Sedangkan menurut validator ahli medi modul ajar yang dikembangkan mendapatkan kategori layak dengan persentasi 71,88%. Atas hal tersebut, hasil dari penelitian ini merupakan modul ajar Gambar Teknik Manufaktur yang layak tetapi perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum disebar luaskan.
Kata Kunci: Modul ajar, pengembangan, model 4D
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SD Negeri 14/III Punai Merindu Kabupaten Kerinci karena pada saat proses pembelajaran terlihat pembelajaran berpusat pada guru dan model…
odel
pembelajaran belum tepat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada kelas IV SD Negeri 14/III Punai Merindu Kabupaten Kerinci. Jenis penelitan ini adalah Penelitian Tindakakan Kelas (PTK) . Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 14/III Punai Merindu Kabupaten Kerinci pada semester 1 tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan selama II siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, dengan alur PTK berupa perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar perserta didik kelas IV pada pembelajaran Bahasa Indonesia siklus I dengan persentase 27,27% dan siklus II meningkat menjadi 81,81% dengan persentase peningkatan 54,54%. Hasil pengamatan lembar observasi aktivitas guru siklus I dengan persentase 79,30% dan siklus II meningkat mejadi 89,22% dengan persentase peningkatan 9,92%. sedangkan hasil pengamatan lembar observasi aktivitas peserta didik siklus I dengan persentase 66,80% dan siklus II meningkat menjadi 86,63% dengan persentase peningkatan 19,83%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil dalam peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS yaitu dengan persentase ketuntasan sebesar 30%, dan yang belum tuntas sebesar 70%. Hal ini disebabkan oleh guru belum menggunakan model…
del pembelajaran yang efektif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Subjek penelitian ini siswa kelas V SDN 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan nilai hasil belajar siswa. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar IPAS siswa sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 90% sehingga terjadi peningkatan sebesar 40%. Pada siklus I aspek guru sebesar 62,5%, pada siklus II sebesar 86,9% dan terjadi peningkatan sebesar 24,4%. Kemudian pada aspek siswa siklus I sebesar 58,4% dan pada siklus II sebesar 88,4% juga terjadi peningkatan sebesar 30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS di kelas V SDN 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci.
Abstract:Mahasiswa atlet memiliki tuntutan peran ganda, yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai atlet, yang sering kali memicu tekanan emosional yang dapat memengaruhi performa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas…
tivitas workshop regulasi emosi dalam membantu mahasiswa atlet di Kota Makassar mengelola emosi secara lebih efektif. Workshop ini diikuti oleh 24 mahasiswa atlet dan diselenggarakan melalui pendekatan psikoedukasi yang mencakup sesi seminar dan pelatihan praktis seperti terapi seni dan journaling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah workshop, yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop regulasi emosi dapat menjadi intervensi yang efektif untuk membantu mahasiswa atlet dalam mengelola emosi negatif dan memaksimalkan performa mereka.
Abstract:Pegawai negeri sipil adalah warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan tertentu, diangkat menjadi pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Pada berbagai organisasi…
sasi yang ada, struktur dan tujuan yang dikembangkan dalam organisasi sama dengan yang ada sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pegawai negeri sipil di bidang pelayanan publik dalam menjalankan tugasnya di era digitalisasi saat ini. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam khususnya bagi PNS yang ada. Dengan adanya perlindungan hukum terhadap PNS diharapkan dapat memberikan kemampuan bagi PNS untuk menaati kewajibannya dan terhindar dari larangan-larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga hasil yang diharapkan bermanfaat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan juga kinerja PNS di pemerintahan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan regulasi diri dan penyesuaian diri pada polisi baru di SAMAPTA Polisi Daerah Sulawesi Selatan (POLDA SULSEL). Psikoedukasi dirancang agar individu…
idu memahami konsep regulasi diri dan penyesuaian diri, termasuk aspek-aspek, peningkatan strategi, serta mengenali kekuatan dan kelemahan mereka.Sebanyak 30 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini, di mana mereka mengikuti pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan setelah sebelumnya diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk. Hasil uji menunjukkan bahwa data pre-test (p=0,011) dan post-test (p=0,141) berdistribusi normal. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pre-test (M=6,60, SD=1,545) hingga post-test (M=8,73, SD=1,413) dengan nilai signifikan (p=0,004).Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan regulasi diri dan penyesuaian diri, yang selanjutnya dapat mendukung kinerja optimal serta keseimbangan individu dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan lingkungan.