Search Articles & Publications

Showing 2079 articles found for "Dasa"

Persepsi Hadis Taqwa Dengan Metode Tematik

Abustani Ilyas, Erwin Hafid, Fahruddin Fahruddin, Sitti Khadijah Amran, Haswani Ansar, Nana Nur Zulaikha
Abstract: Taqwa secara epistemologi berasal dari bahasa Arab "waqa-yaqi-wiqayah" yang berarti memelihara atau melindungi diri dari bahaya, khususnya siksaan Allah SWT dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,  atau menjaga… menjaga diri dari sesuatu yang membahayakan. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana konsep taqwa dalam Al-Qur'an dan Hadis jika dikaji secara tematik (mawdhui)? Apa implikasi praktisnya bagi kehidupan Muslim”? Penelitian ini bertujuan untuk “Menyajikan gambaran menyeluruh tentang taqwa melalui pendekatan tafsir tematik, menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW secara sistematis”.  Penelitian ini menggunakan metode  tafsir mawdhui yaitu pengumpulan ayat dan hadis bertema taqwa, analisis linguistik, kajian asbabun nuzul, dan sintesis konsep secara integratif. Al-Qur'an & Hadis Saling Melengkapi, Metode mawdhu'i mengungkap keselarasan sempurna antara wahyu dan sunnah dalam membangun konsep taqwa. Konsep Taqwa Mawdhu'i adalah  sistem proteksi bertingkat hati→fisik→sosial→negara) yang Allah janjikan 3 kemudahan: jalan keluar (At-Talaq:2), rezeki tak disangka (hadis Bukhari), surga luas (Ali Imran:133). Munasabah ayat-hadis tunjukkan tahapan wahyu: Makkah (takwa iman) → Madinah (takwa sosial) → wasiat Nabi (takwa mutlak). Inti: Taqwa bukan "takut doang", tapi proaktif jalankan perintah + jauhi larangan sebagai sekat azab menuju falah dunia-akhirat. Sintesis Akhir yaitu Kajian Syarh Taqwa Al-Mawdhui membuktikan bahwa taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan sebuah sistem nilai hidup yang komprehensif — mencakup dimensi spiritual, ritual, sosial, dan kenegaraan.

Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Pengembangan Modul Ajar Interaktif Berbasis Artificial Intelligence dengan Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Kapasitas Pengajaran Berkelanjutan

Tustiyana Windiyani, Resyi Abdul Gani, Deddy Sofyan S, M.Zainal Arifin, Septiani, Khayla Shafia Abdillah
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul ajar interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan deep learning guna mendukung kapasitas… apasitas pengajaran berkelanjutan di era Society 5.0. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop menggunakan model pengembangan 4D (Define–Design–Develop–Disseminate) yang melibatkan 11 guru SDN Selakopi, Bogor Barat sebagai peserta. Tahap define dilakukan melalui analisis kebutuhan dan literasi AI guru; tahap design berupa perancangan modul ajar berbasis TPACK dan pendekatan deep learning; tahap develop melalui validasi, uji coba workshop, serta evaluasi menggunakan angket skala Likert empat poin; dan tahap disseminate diarahkan pada potensi replikasi program. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor kepuasan sebesar 3,72 dengan persentase capaian 93% dalam kategori sangat puas. Skor tertinggi terdapat pada aspek kejelasan materi (3,9), sedangkan skor terendah pada aspek keberlanjutan program (3,4). Temuan ini menunjukkan bahwa workshop efektif meningkatkan literasi AI, kepercayaan diri, dan kemampuan desain pembelajaran guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan deep learning dalam desain bahan ajar interaktif berbasis AI melalui model 4D yang sistematis dan kontekstual pada level sekolah dasar. Implikasinya, model pemberdayaan ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

Kepatuhan Prosedural dalam Penegakan Hukum PETI dan Dampaknya terhadap Pemulihan Ekosistem Hutan Tropis di Pohuwato, Indonesia

Hiola, Abdul Samad, Daud Sandalayuk, Alexander Ruruh, Nabila Margareta Hakim, Abdul Alim
Abstract: Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kepatuhan prosedural penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Indonesia, dengan pemulihan ekosistem. Melalui studi kasus terstruktur,&#8230; r, dokumentasi hukum 14 bulan, observasi lapangan, dan analisis citra satelit dievaluasi terkait kepatuhan terhadap KUHAP pada tiga tahap penegakan hukum (penyidikan, penuntutan, persidangan) serta indikator lingkungan (tutupan vegetasi, konsentrasi merkuri, keanekaragaman hayati). Temuan utama menunjukkan bahwa kasus yang mematuhi ketat timeline KUHAP mencapai pemulihan ekosistem 40% lebih cepat dibanding kasus tertunda. Pohuwato mencatat tingkat konversi menjadi vonis bersalah 75% (di atas rata-rata nasional 60%), dengan korelasi positif kuat (r=0,87; p<0,01) antara kualitas bukti lingkungan forensik dan keberhasilan penuntutan. Bukti konsentrasi merkuri terbukti sangat efektif, menghasilkan vonis bersalah pada 90% kasus. Meski aktivitas PETI menurun 85% dalam radius 5 km pasca-penindakan, peningkatan tutupan vegetasi hanya 15% dalam 6 bulan, mengindikasikan kecepatan pemulihan ekologis yang lebih lambat. Signifikan bahwa 70% tersangka menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam program restorasi, berkorelasi signifikan dengan integrasi bukti ilmiah (r=0,79; p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa efisiensi prosedur hukum tidak hanya menghentikan kerusakan lebih lanjut, tetapi juga menjadi fondasi kritis bagi percepatan pemulihan ekosistem. Studi ini menjembatani celah penelitian dengan menghubungkan secara empiris kepatuhan prosedur hukum dengan hasil lingkungan, sekaligus menantang pendekatan ekonomi pertambangan yang berpusat pada Eropa. Implikasi praktis mendesak pelatihan khusus bukti lingkungan bagi jaksa dan pedoman operasional integrasi data ilmiah ke dalam proses hukum. Temuan ini menyediakan landasan aksi bagi penyelarasan kerangka hukum Indonesia dengan realitas konservasi, sekaligus menawarkan model perlindungan hutan tropis bagi negara berkembang kaya sumber daya.

Peran orang tua dalam melindungi anak dari konten negatif game online roblox: kajian Normatif

Rizki Ananda
Abstract: Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memengaruhi cara anak-anak berinteraksi di dunia digital, termasuk melalui platform permainan daring seperti Roblox. Di samping memberikan dampak positif dalam hal pendidikan,&#8230; didikan, seperti stimulasi kreativitas dan kerja sama tim, Roblox juga menimbulkan potensi bahaya terkait paparan konten yang tidak pantas, contohnya kekerasan, ujaran kebencian, dan eksploitasi daring. Kajian ini berupaya untuk mengkaji bagaimana peran orang tua dalam menjaga anaknya dari materi negatif dalam permainan daring Roblox, menggunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini bakal mengkaji kerangka-kerangka hukum dalam negeri yang relevan, seperti dalam Pasal 28B ayat (2) dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mana UU Nomor 35 Tahun 2014 soal Perlindungan Anak, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik nom de plume UU ITE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun aturan hukum di Indonesia secara teori sudah memberikan perlindungan buat anak-anak di dunia advanced, penerapannya di lapangan masih jauh dari sempurna. Ini terjadi karena kemampuan orang tua dalam hal literasi digital yang masih rendah, plus kurangnya pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Karena itu, penting banget untuk memperkuat keterlibatan orang tua, di mana mereka berperan sebagai pemberi fasilitas, pendamping, dan pengawas kegiatan online anak. Kerja sama yang kuat antara keluarga, pemerintah, dan para pembuat platform digital jadi kunci utama buat menciptakan ruang digital yang aman, sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.  

Transformasi Cinta Eros menuju Cinta Agape: Kajian Psikoanalisis Erich Fromm terhadap Tokoh Zulaikha dalam Novel Yusuf Zulaikha karya Abidah El Khalieqy

Agni Nidaulhasanah, Btari Raras Pramesti, Hilda Amelia
Abstract: Penelitian ini mengkaji transformasi cinta pada tokoh Zulaikha dalam novel Yusuf Zulaikha karya Abidah El Khalieqy melalui perspektif psikoanalisis Erich Fromm. Fokus kajian diarahkan pada peralihan bentuk cinta dari cinta&#8230; ta Eros yang berorientasi pada hasrat, kepemilikan, dan pemuasan diri menuju cinta Agape yang bersifat spiritual, altruistik, dan memberi tanpa pamrih. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks sastra. Data diperoleh melalui pembacaan intensif terhadap teks novel dengan mengidentifikasi kutipan, motif, dialog, serta simbol-simbol yang merepresentasikan dinamika psikologis tokoh, kemudian dianalisis berdasarkan konsep jenis-jenis cinta menurut Fromm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinta Eros pada diri Zulaikha ditandai oleh ketertarikan emosional yang intens, konflik batin, dan krisis moral akibat pertentangan antara hasrat pribadi dan nilai religius. Seiring perjalanan naratif, Zulaikha mengalami transformasi menuju cinta Agape yang ditandai dengan kedewasaan emosional, pengendalian diri, kesadaran tanggung jawab personal, serta kemampuan mencintai tanpa kehilangan integritas diri. Transformasi ini menegaskan pandangan Fromm bahwa cinta sejati merupakan kekuatan produktif yang membebaskan manusia dari keterikatan egoistik dan mengarahkan pada pertumbuhan spiritual. Kajian ini memperkaya pemahaman interdisipliner antara psikologi dan sastra, khususnya dalam konteks sastra Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai religius.

Principles of Emotions Affecting Learning and Social Learning in Elementary School

Resyi Abdul Gani, Asep Supena
Abstract: This study aims to develop a comprehensive constellation model and identify optimal strategies for strengthening lecturers’ professional commitment in the largest private universities in Bogor. Penelitian ini mengkaji secara&#8230; secara mendalam bagaimana emosi dan belajar sosial memengaruhi proses pembelajaran di sekolah dasar melalui perspektif neuropedagogik dan brain‑based learning. A mixed methods approach was used by combining quantitative analysis (meta-analysis of 173 respondents and 47 indicators of NP, EC, OB, MS, BS) and descriptive qualitative analysis using thematic analysis techniques on semi-structured interviews with five elementary school teachers. The meta-analysis results showed a very strong average effect of the latent construct relationship (t(128) = 12.92; p < 0.001; r ≈ 1.00) with almost zero heterogeneity (Qₑ(128) = 1.67; τ² = 0; I² = 0%), and no significant moderating effects were found for all indicators; the partial meta-regression coefficients for all items were very close to zero and the R² value was 0.000. Qualitatively, three main themes emerged: (1) positive emotions as the foundation of learning readiness, (2) social interaction as a reinforcement of meaning formation, and (3) contextual learning that integrates cognitive, emotional, and social dimensions. Although most teachers have not yet mastered the concepts of neuropedagogy and brain-based learning theoretically, they have intuitively implemented its principles through motivation, praise, humor, group work, collaborative projects, and learning experiences relevant to students' real lives. These findings support the latest theory that places emotions and social interactions as the main drivers of brain function in learning (Immordino Yang, 2016; Tyng et al., 2017; Vygotsky, 1978; Jensen, 2008), and emphasizes the importance of strengthening teachers' competence in understanding and designing brain- and emotion-based learning to support the holistic development of elementary school students.

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025)

Ayuni Nur Eka Putri, Tobroni Tobroni, Muhammad Sholeh
Abstract: Rendahnya tingkat kemampuan siswa SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam menulis teks laporan hasil observasi, serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan&#8230; ningkatkan keterampilan menulis siswa, menjadi latar belakang utama dilaksanakannya penelitian ini. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana; dan (2) mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui penerapan model Problem Based Learning pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan desain dua kelompok, yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model Problem Based Learning, dan kelas X IPS 3 sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis untuk mengukur hasil belajar dan lembar observasi untuk menilai aktivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan uji t dua sampel independen (Independent Sample t-Test), diperoleh nilai thitung=3,672t_{hitung} = 3{,}672thitung​=3,672 dan ttabel=1,994t_{tabel} = 1{,}994ttabel​=1,994 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05\alpha = 0{,}05α=0,05). Kriteria pengujian menunjukkan bahwa jika thitung>ttabelt_{hitung} > t_{tabel}thitung​>ttabel​, maka hipotesis nol (H0H_0H0​) ditolak dan hipotesis alternatif (H1H_1H1​) diterima. Berdasarkan hasil tersebut, karena nilai thitung(3,672)t_{hitung} (3{,}672)thitung​(3,672) lebih besar daripada ttabel(1,994)t_{tabel} (1{,}994)ttabel​(1,994), maka dapat disimpulkan bahwa H1H_1H1​ diterima dan H0H_0H0​ ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diuji, yang menunjukkan bahwa perlakuan atau metode yang diterapkan memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil belajar siswa. Artinya, hipotesis nihil (H₀) yang menyatakan bahwa penerapan model Problem Based Learning tidak efektif dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Hmelo-Silver (2004) dan Savery (2015), yang menegaskan bahwa Problem Based Learning mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik.   Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui efektifitas penerapan model problem based learning dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana; 2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menerapkan model problem based learning  pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tukdana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penghitungan statistik dengan menggunakan uji t dua sampel independen (independen simple t test), diperoleh thitung sebesar 3,672 dan ttabel sebesar 1,994. Jadi thitung (3,672) > ttabel (1,994), hal ini menunjukan bahwa H1, diterima. Maka hipotesis nihil (Ho) yaitu penggunaan model problem based learning tidak efektif dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 ditolak. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 efektif.

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Forklift Di PT. Berca Mandiri Perkasa

Tri Apriyanto, Musthafa Kamil
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap keputusan pembelian forklift di PT. Berca Mandiri Perkasa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif&#8230; atif dengan teknik survei, di mana data diperoleh dari 50 responden dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun konsumen menilai kualitas pelayanan dan harga tergolong baik, keduanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian secara statistik. Hal ini mengisyaratkan bahwa keputusan pembelian forklift lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti reputasi merek, inovasi produk, dan rekomendasi pengguna sebelumnya. Berdasarkan temuan tersebut, PT. Berca Mandiri Perkasa perlu memperkuat strategi pemasarannya dengan memperhatikan faktor-faktor non-harga dan non-pelayanan untuk meningkatkan penjualan secara lebih optimal. Penelitian ini juga memberikan dasar bagi penelitian selanjutnya guna menelusuri variabel lain yang berpotensi memengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian alat berat.

Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Subdirektorat Publikasi DJBC

Arif Nugroho, Dyah Setyaningsih, Eka, Islami, Vina
Abstract: Penelitian ini berjudul Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Subdirektorat Publikasi DJBC memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dampak dari variabel independen terhadap&#8230; ap dependen. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode survei melakukan penyebaran kuesioner kepada 40 responden di Subdirektorat Publikasi, hasil survei diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 27 pada Windows. Dari hasil penelitian ini dapat jelaskan pada uji hipotesis berdasarkan hasil uji parsial (T) yaitu X1 terhadap Y secara parsial adalah nilai Sig 0,032 < 0,05 dan nilai t-hitung 2,223 > 2,026 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima bahwa memiliki pengaruh dan signifikan, X2 terhadap Y secara parsial adalah nilai Sig 0,008 < 0,05 dan nilai t-hitung 2,787 > 2,026 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima bahwa memiliki pengaruh dan signifikan. Serta hasil uji simultan (F) yaitu X1 dan X2 terhadap Y secara simultan adalah nilai Sig. 0,001 < dari 0,05 dan dengan hasil 13,599 > 3,252 sehingga menolak pendapat Ho dan menerima pendapat Ha yaitu memiliki pengaruh dan signifikan. pada uji koefisien determinasi dalam R Square adalah hasil nilai 0,424 atau 42,4%, sehingga X1 bersamaan X2 dalam model regresi (secara simultan) mempunyai kemampuan cukup dalam menjelaskan terhadap variabel Y, maka sisa dari (100% - 42,4%) adalah 57,6% atau 0,576 merupakan penyebab pengaruhnya dari faktor lain.

Komunikasi Pejabat Publik di Tengah Krisis: Analisis Gaya Bicara dan Dampaknya pada Aksi Demo 29–31 Agustus 2025

Fajar Satriyawan Wahyudi
Abstract: Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi pejabat publik dalam merespons krisis politik dan sosial yang terjadi pada 29–31 Agustus 2025 di Indonesia, ketika aksi demonstrasi besar-besaran pecah akibat kontroversi kenaikan&#8230; aikan tunjangan DPR dan menimbulkan eskalasi berupa kerusuhan, penyerbuan gedung DPRD, serta pembakaran fasilitas publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gaya komunikasi pejabat—baik defensif, teknokratis, maupun akomodatif—serta mengkaji dampaknya terhadap persepsi publik dan mobilisasi aksi massa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis), berdasarkan pernyataan pejabat di media, konferensi pers, dan unggahan media sosial, yang kemudian dipadukan dengan respons publik melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi defensif dan teknokratis memperparah ketidakpercayaan publik, sementara respons akomodatif pemerintah datang terlambat dan gagal meredam eskalasi. Media sosial terbukti memainkan peran strategis sebagai arena counter-narrative yang mempercepat delegitimasi komunikasi elit, dengan memobilisasi solidaritas digital menjadi aksi nyata di jalanan. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara gaya komunikasi pejabat, dinamika digital, dan eskalasi demonstrasi kontemporer. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya model komunikasi pejabat publik yang lebih transparan, empatik, dan partisipatif dalam menghadapi krisis demi menjaga legitimasi politik dan stabilitas sosial.