Abstract:Studi mengenai al-istiarah dan al-tasybih merupakan aspek penting dalam bidang balaghah yang memilikiperansignifikan dalam memahami keindahan dan kedalaman makna dari bahasa Al-Qur’an. Al-Isti‘arah dan Al-Tasybih menegaskan…
egaskan bahwa kedua bentuk bahasa ini lebih dari sekadar hiasan retoris, tetapi merupakan alat utama untuk menyampaikan pesan ilahi secara efisien, persuasif, dan menyentuh dimensi rasional maupun emosional pembaca. Al-tasybih sebagai perumpamaan yang jelas menghadirkan makna yang abstrak ke dalam bentuk yang konkret, sehingga mempermudah pemahamanmanusiaterhadap berbagai konsepakidah, etika,dan eskatologi. Sementaraitu,alisti‘arah bertindak sebagaimetafora yang implisit, memb erikankedalamanmaknamelaluipemadatan ungkapandankekuatanimajinatif, yang menghasilk an efek estetika dan teologis yang signifikan. Dengan menggunakan pendekatan analisis linguistik dan tafsir tematik, penelitian ini menunjukkan bahwa banyak ayat dalam Al-Qur’an mengaplikasikan kedua gaya bahasa tersebutuntuk menerangkan realita iman,kekufuran,petunjuk,kesesatan,serta interaksi manusia dengan Allah dan sesamanya. Pemahaman yang benar mengenai al-isti‘arah dan al-tasybih dapat menghindarkan dari kesalahan penafsiran literal terhadap ayat-ayat yang bersifat majazi. Dengan demikian, penguasaan konsep tersebut menjadi penting
Abstract:Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi nonfarmakologis…
logis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Senam Tai Chi dan teh bunga telang merupakan terapi komplementer yang masing-masing telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah, namun penelitian mengenai kombinasi keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi senam Tai Chi dan teh bunga telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Klinik Pratama Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah diberikan intervensi kombinasi senam Tai Chi dan teh bunga telang sesuai standar operasional prosedur. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik setelah diberikan intervensi kombinasi senam Tai Chi dan teh bunga telang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi.
Abstract:Penelitian ini menganalisis efektivitas pemeriksaan pajak daerah dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas makanan dan minuman di Kabupaten Bogor. Kajian ini berangkat dari kesenjangan…
antara meningkatnya potensi penerimaan dan menurunnya indikator kepatuhan pelaporan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas unsur BAPPENDA, petugas pemeriksa, tim pemeriksa, dan wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan pajak daerah mampu meningkatkan kepatuhan formal dan material, tetapi efektivitasnya belum optimal. Realisasi penerimaan melampaui target pada 2022-2024, namun persentase realisasi menurun dari 115,06% menjadi 102,63%, sementara rata-rata wajib pajak yang melaporkan omzet turun dari 93,06% menjadi 90,63%. Efektivitas pemeriksaan terkendala oleh implementasi standar operasional yang belum konsisten, keterbatasan pemeriksa, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, frekuensi pemeriksaan yang belum merata, serta penegakan sanksi yang belum konsisten. Strategi yang ditawarkan adalah pemeriksaan berbasis risiko yang diperkuat kapasitas sumber daya manusia, sistem digital terintegrasi, komunikasi transparan, frekuensi pemeriksaan yang konsisten, dan tindak lanjut yang tegas.
Abstract:Latar Belakang: Pertumbuhan coffeeshop yang pesat di kota-kota pelajar Indonesia mendorong peningkatan konsumsi minuman berkafein di kalangan mahasiswa. Kafein diketahui dapat merangsang sekresi asam lambung dan melemahkan…
an sfingter esofagus bawah sehingga berpotensi menimbulkan gangguan gastrointestinal. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola konsumsi minuman berkafein dengan kejadian gangguan gastrointestinal pada mahasiswa di Kota Jember. Metode: Penelitian cross-sectional dengan 150 mahasiswa di Kota Jember yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji korelasi Spearman dan regresi logistik biner. Hasil: Mayoritas responden memiliki pola konsumsi kafein kategori sedang (89,3%) dan mengalami gangguan gastrointestinal kategori sedang (62,7%). Terdapat hubungan positif signifikan antara pola konsumsi kafein dengan kejadian gangguan gastrointestinal (r = 0,434; p < 0,001). Analisis multivariat menunjukkan pola konsumsi kafein (OR = 1,139; 95% CI: 1,063–1,220) dan riwayat penyakit lambung (OR = 9,354; 95% CI: 2,821–31,022) sebagai prediktor independen yang signifikan. Simpulan: Pola konsumsi minuman berkafein berhubungan secara positif dan signifikan dengan kejadian gangguan gastrointestinal pada mahasiswa di Kota Jember. Mahasiswa dengan riwayat penyakit lambung memiliki risiko hampir sembilan kali lebih besar mengalami gangguan gastrointestinal sedang-berat.
Abstract:Mazhab tafsir falsafi adalah corak penafsiran Al-Qur'an yang memadukan filsafat dan rasionalitas. Ia lahir dan berkembang seiring menguatnya tradisi rasional dalam peradaban Islam, terutama setelah penerjemahan karya-karya…
ya Yunani. Pertanyaan utama dalam kajian ini meliputi: bagaimana kelahiran dan perkembangannya, sumber serta metode yang digunakan, serta karakteristik dan tokoh pentingnya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan kualitatif deskriptif dengan menganalisis literatur primer dan sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa tafsir falsafi bersumber pada Al-Qur'an, hadis, serta argumentasi logis dan metafisis. Metode yang dipakai adalah filosofis-analitis yang menekankan harmonisasi wahyu dan akal. Karakteristik utamanya terlihat pada penalaran spekulatif, pendekatan konseptual, serta upaya membuktikan kesesuaian antara iman dan rasio. Tokoh-tokoh penting mazhab ini antara lain Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali (dalam beberapa karyanya), dan Ibnu Rusyd. Karya-karya mereka seperti Tahafut al-Falasifah, Fusus al-Hikam, dan tafsir-tafsir bercorak isyari-filosofis menjadi identitas mazhab. Simpulannya, tafsir falsafi berkontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah tafsir Islam, meskipun kajian ini terbatas pada analisis literatur tanpa penelitian lapangan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaidah tafsir Al-‘Ām, Al-Khāṣ, dan Al-Musytarak dalam Al-Qur’an. Ketiga kaidah tersebut merupakan bagian penting dalam ilmu tafsir yang berperan dalam memahami makna lafaz Al-Qur’an…
faz Al-Qur’an secara tepat. Al-‘Ām menunjukkan makna yang bersifat umum, Al-Khāṣ menunjukkan makna yang bersifat khusus, sedangkan Al-Musytarak merupakan lafaz yang memiliki lebih dari satu makna sehingga memerlukan konteks dalam penafsirannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan kaidah tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kaidah Al-‘Ām, Al-Khāṣ, dan Al-Musytarak sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam penafsiran Al-Qur’an. Selain itu, penerapan kaidah-kaidah tersebut membantu dalam menentukan makna yang sesuai dengan konteks ayat.
Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan service recovery dalam jasa pelayanan teknik di BBSPJIA serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala…
konsistensi waktu layanan, kesenjangan komunikasi, dan belum eksplisitnya kebijakan service recovery meskipun capaian kepuasan pelanggan tergolong tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penguatan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service recovery telah berjalan melalui penanganan keluhan, penjelasan teknis, pengecekan ulang, dan penyesuaian layanan, tetapi masih bersifat prosedural dan belum terlembagakan sebagai kebijakan terstruktur. Hambatan utama meliputi asimetri komunikasi antara proses teknis dan pemahaman pelanggan, keterbatasan waktu akibat peningkatan beban layanan, serta koordinasi antarunit yang belum optimal. Faktor pendukung utama adalah disposisi pelaksana yang responsif dan empatik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service recovery pada pelayanan publik teknis ditentukan oleh interaksi antara kompleksitas teknis, kapasitas organisasi, dan kualitas interaksi manusia.
Abstract:Artikel ini mengkaji hubungan dialektis antara ilmu nahwu (gramatika Arab) dan al-Qur'an, dengan fokus pada dua dimensi utama: (1) ketelitian i'rab kalimat al-Qur'an dan implikasinya terhadap penafsiran, serta (2) peran…
al-Qur'an sebagai sumber primer perumusan kaidah nahwu, bukan sekadar objek kajiannya. Melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur linguistik Arab klasik dan kontemporer, kajian ini menemukan bahwa perbedaan satu harakat (vokal pendek) dalam i'rab al-Qur'an dapat mengubah makna secara fundamental, bahkan berimplikasi pada ranah hukum fikih, akidah, dan teologi. Selain itu, riset ini membuktikan bahwa para ulama nahwu generasi awal—termasuk Imam Sibawaihi yang menggunakan 60% ayat al-Qur'an sebagai syawahid (bukti) dalam kitab al-Kitab-nya—merumuskan kaidah grammatikal berdasarkan korpus Qur'ani sebagai otoritas tertinggi bahasa Arab. Temuan ini menegaskan posisi epistemologi al-Qur'an dalam tradisi linguistik Islam: al-Qur'an adalah hakim (al-hakam al-a'la) bagi kaidah-kaidah nahwu, bukan sebaliknya.
Abstract:Keamanan siber menjadi isu strategis dalam tata kelola digital pemerintah daerah karena pelayanan publik semakin bergantung pada sistem elektronik. Namun, kajian kebijakan keamanan siber di daerah masih lebih banyak menyoroti…
oroti strategi nasional, kepercayaan publik, atau kualitas layanan, belum pada proses implementasi di institusi daerah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan keamanan siber di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta menjelaskan peran masyarakat dan sektor swasta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus naratif melalui wawancara terhadap enam informan kunci, observasi, dan telaah dokumen pada 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah dioperasionalkan melalui kepatuhan regulatif, tata kelola data, enkripsi, kontrol akses, autentikasi multifaktor, firewall, IDS/IPS, pembaruan sistem, dan pelatihan pegawai. Meski demikian, implementasinya masih dibatasi oleh infrastruktur, anggaran, tenaga ahli, dan koordinasi lintas instansi yang belum merata. Kontribusi utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan keamanan siber di tingkat daerah bergantung pada keterhubungan antara regulasi, kontrol teknis, kapasitas institusional, dan kolaborasi multipihak yang terstruktur.
Abstract:Penelitian ini menganalisis efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, menggunakan kerangka lima dimensi Edy Sutrisno (2007). Pendekatan kualitatif dengan teknik…
ik wawancara mendalam terhadap narasumber terkait menunjukkan bahwa PKH berjalan efektif secara keseluruhan. Dimensi pemahaman program optimal melalui sosialisasi MUSDES dan P2K2, dengan pemahaman tinggi terhadap tujuan, syarat DTSEN desil 1-4, serta regulasi Inpres No. 4/2024 dan Permensos No. 22/2026 tanpa kendala signifikan. Tepat sasaran tercapai via jalur formal (Musdes-SIKS-NG) dan mandiri (Cek Bansos), menyasar keluarga kurang mampu secara akurat. Penyaluran tepat waktu mengikuti jadwal Kementerian Sosial secara serentak, didukung pemberitahuan digital dan tatap muka tanpa keterlambatan. Tercapainya tujuan terbukti dari peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan pengurangan kemiskinan bertahap, sementara perubahan nyata mencakup pola hidup sehat, kesadaran pendidikan, dan daya beli ekonomi lokal. Hasil ini kontras dengan penelitian terdahulu seperti Erika Dwi Nanda (2024) yang menemukan ketidaktepatan sasaran, menegaskan pengaruh faktor lokal terhadap efektivitas PKH. Implikasi: Penguatan verifikasi digital dan sosialisasi berkelanjutan direkomendasikan untuk replikasi di wilayah serupa.