Search Articles & Publications

Showing 1740 articles found for "Ajar"

Pengaruh Kurikulum, Fasilitas, Dan Kualitas Pengajar Di Pendidikan Vokasi Terhadap Kompetensi Lulusan Di Industri Penerbangan Indonesia Dibandingkan Dengan Pendidikan Non-Vokasi

Faiz Azmi Adinata, I Gede Ananda Mahendra Putra, Ichyu Machmiyana
Abstract: Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajar di pendidikan vokasi terhadap kompetensi lulusan di industri penerbangan Indonesia, serta membandingkannya dengan pendidikan… non-vokasi. Fokus utama adalah untuk menilai sejauh mana elemen-elemen tersebut berkontribusi terhadap kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri. Kajian pustaka digunakan sebagai metode penelitian dengan analisis mendalam terhadap teori serta kepustakaan yang berkaitan. Pada penelitian ini hasilnya ditunjukkan bahwa kurikulum yang adaptif, fasilitas yang memadai, dan kualitas pengajar yang tinggi berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Pendidikan vokasi yang mengutamakan pendekatan berbasis praktik mampu menjembatani kesenjangan keterampilan antara pendidikan dan industri, berbeda dengan pendidikan non-vokasi yang cenderung lebih teoritis

Peran Orang Tua Dalam Mendorong Minat Baca Siswa Di SD

Stevani Amanda Sidabutar, Yesa Anaria Tambunan, Meikardo Samuel Prayuda
Abstract: Meningkatkan kemampuan membaca sangat penting karena memungkinkan seseorang untuk meningkatkan kemampuan otaknya dan membuat keputusan. Menumbuhkan minat peserta didik untuk membaca sejak dini adalah salah satu hal yang… dapat dia lakukan. Namun, karena kurangnya dorongan, keinginan, dan motivasi dari peserta didik sendiri, minat membaca terus meningkat, terutama di kalangan siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh karena kurangnya peranan orangtua dan guru dalam menerapkan minat membaca pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan minat baca pada anak. Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang mengahasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang atau perilaku yang diamati. studi kasus yang bersifat deskriptif.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua terhadap anak-anaknya berbeda-beda dan mempengaruhi minat belajar dan membaca anak. Orang tua yang kurang memperhatikan waktu belajar anaknya menyebabkan minat belajar dan membaca anak juga kurang. sedangkan orang tua yang lebih memperhatikan dan mengontrol waktu belajar anaknya maka anak tersebut memiliki minat belajar dan membaca lebih besar dari anak lainnya. Sehingga peran orang tua juga sangat penting untuk mempengaruhi minat membaca peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tentang peran orang tua dalam meningkatkan minat membaca di Desa Perumas Simalingkar Dusun Lada maka peneliti mengambil kesimpulan yaitu Orang tua di rumah membiasakan anaknya belajar dan membaca dengan membuatkan jadwal dan kontrol serta pengawasan langsung dari orang tua. Orang tua juga dapat berperan meningkatkan minat baca pada anak dengan cara membuat perpustakaan kecil dirumah yang berisi buku cerita, pelajaran, komik dan apapun yang digemari anak serta pentingnya memotivasi anak untuk membuat minat baca anak meningkat.

Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Materi Pesawat Sederhana Melalui Metode Contextual Teaching And Learning

Dewi Rosalina
Abstract: Penelitian ini bertujuan menjelaskan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik kelas V SDN Cigowong 01 Desa Sukamaju, Cigudeg Bogor. Dengan menggunakan pendekatan Contektual Teaching and Learning. Jenis… s penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Cigowong 01 dengan jumlah 50 peserta didik. Penilaian motivasi hasil belajar pada siklus 58 % meningkat menjadi 75%. Hasil belajar siklus 52% mengalami peningkatan sebesar 32 % dengan rata-rata nilai siklus 1 70,78 dan siklus 2 80,54. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan dengan penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning di kelas V SDN Cigowong 01 dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik.

Upaya Meningkatkan Kepedulian Sosial Peserta Didik Melalui Pembelajaran IPS Pada Siswa

Naomi Septania Gultom, Feby Feby Yola Br. Tarigan, Fiber Yun Almanda Ginting
Abstract: Sikap peduli sosial siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat berada anak seperti lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kepedulian Sosial bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya melalui pembelajaran… mbelajaran IPS. Masih banyak di temui siswa yang kurang dalam karakter sosialnya. Salah satunya melalui pembelajaran IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari berbagai aspek kehidupan manusia, Dalam mengembangkan nilai-nilai seperti peduli lingkungan, kreatif, rasa ingin tahu serta sikap peduli sosial perlu upaya pengondisian pada siswa agar dapat memunculkan perilaku yang menunjukan nilai-nilai tersebut pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam meningkatkan sikap peduli sosial pada siswa Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah studi kasus yang bersifat deskriptif. jenis penelitian ini memfokuskan pada penelitian mengenai upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa melalui materi IPS. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles, Huberman dan Sadana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Upaya guru dalam meningkatkan sikap peduli sosial siswa dengan melalui materi pada mata pelajaran IPS guru memberikan penjelasan mengenai materi empati, guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok belajar, guru memberikan tugas pada siswa, pengondisian kelas saat ada siswa yang ramai guru memberikan pertanyaan agar siswa dapat menghargai guru yang sedang mengajar serta guru memberikan salam pada siswa saat akan memulai pembelajaran. dengan memberikan pemahaman dan materi terhadap siswa agar siswa mampu memahami materi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dengan memberikan materi guru juga memberikan tugas pada siswa mengenai kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di lingkungannya yang sesuai dengan materi seperti sikap tolong menolong dengan memberikan bantuan kepada temannya.pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat penting dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah dasar. IPS tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan geografis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti toleransi dan kepedulian sosia.

Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas IV B Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Type Jigsaw Di UPT SDN 09 Sungai Pangkur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan

Dwinal Tasya Ditia, Zulmi Aryani, Rosma Diana, Afrimon
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas IV B UPT SDN 09 Sungai Pangkur. Solusi permasalahan tersebut menggunakan model pembelajaran cooperative… tive type jigsaw. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar mata pelajaran IPAS peserta didik. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian peserta didik kelas IV B pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dua kali pertemuan. Penelitian ini terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik dan data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik. Hasil proses pembelajaran siklus I pertemuan 1 pada aktivitas guru 51,85%  dan aktivitas peserta didik 48%, pada pertemuan 2 aktivitas guru 74,07% dan aktivitas peserta didik 72%. Pada siklus II pertemuan 1, aktivitas guru 81,48% dan peserta didik 80%. Pertemuan 2 aktivitas guru  96,29% dan aktivitas peserta didik 96%. Hasil belajar IPAS peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran tersebut pada siklus I meningkat menjadi 47,06% dan pada siklus II meningkat menjadi 74,48%. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative type jigsaw terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV B UPT SDN 09 Sungai Pangkur Kabupaten Solok Selatan.

Historis Perkembangan Agama Hindu Dari Zaman Weda Hingga Modern

Kadek Purnama Wati, Ni Luh Kade Dwicandra Kartika, Ni Luh Gede Ida Antari, Ni Nengah Ayu Suartini, Ni Nyoman Suami
Abstract: Agama Hindu, salah satu yang tertua di dunia, muncul di India dan berkembang melalui enam fase utama: Zaman Weda, Brahmana, Purana, Sangkaracharya, Bhakti, dan Hindu Modern. Penelitian bertujuan untuk menguraikan sejarah… terkair agama hindu yang dimulai dari zaman weda hingga hindu modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami sejarah perkembangan agama Hindu dari zaman Weda hingga modern, dengan fokus pada interpretasi dan analisis sumber-sumber historis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis artefak arkeologis, serta dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam perkembangan agama Hindu dan pengaruhnya terhadap peradaban di India dan Indonesia. Perkembangan agama Hindu dari zaman Weda hingga zaman modern menunjukkan evolusi yang kompleks dan dinamis, mulai dari henoteisme pada Zaman Weda hingga interpretasi ritual dan filsafat yang mendalam pada periode Brahmana dan Upanisad. Pada Zaman Bhakti dan Hindu Modern, pembaruan signifikan terjadi dengan gerakan devosi personal yang lebih inklusif dan reformasi ajaran yang kontekstual. Setelah kemerdekaan India, ajaran Hindu terus beradaptasi secara global, mencerminkan fleksibilitas dan relevansinya bagi masyarakat modern.

Pengaruh Buku Cerita Bergambar Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Prasekolah Paud Nagaya Sigi

M. Hian Akhir, Juwita Meldasari Tebisi, Katrina Feby Lestari, Moh. Malikul Mulki
Abstract: Pendahuluan: Buku cerita bergambar merupakan sebuah metode yang dinilai bagus dalam memfokuskan pada stimulus perkembangan bahasa anak dalam pembelajaran. Studi Pendahuluan mengatakan pada 5 orang anak yaitu, 2 orang anak… k tidak dapat menyebutkan 2 gambar yang di tunjukkan oleh peneliti kemudian 1 orang anak tidak dapat menujukkan ke 4 warna yang diberikan oleh peneliti, dan 2 lainnya mampu menjawab gambar yang di tunjukkan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan Pengaruh Buku Cerita Bergambar terhadap Perkembangan Bahasa pada Anak Usia PraSekolah di Paud KB Nagaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest And Posttest Design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Perkembangan bahasa anak sebelum di berikan buku cerita bergambar adalah sebagian besar Suspek sebanyak 10 responden (10%) sedangkan perkembangan bahasa anak setelah diberikan buku cerita bergambar adalah sebagian besar Normal sebanyak 9 responden (90%). Uji  Nonparametric Mc Nemar didapatkan  p = 0,04  (p ≤ 0,05). Simpulan Terdapat pengaruh buku cerita bergambar terhadap perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah di Paud KB Nagaya Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Saran bagi guru di Paud KB Nagaya agar menggunakan metode buku cerita bergambar agar meningkatkan perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah.

Implementasi Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Pada Siswa Di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung

Deny Setiawan, Ahmad Arif Baihaqi, Adang Hambali, Hasan Basri
Abstract: Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah ialah untuk mengembangkan potensi parasiswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di Madrasah memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan… yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di madrasah diorganisasikan secara baik. Sesuai dengan permasalahan penelitian yang berjudul Implementasi Pembelajaran IPS untuk meningkatkan kepekaan sosial pada siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung, maka pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif . Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana aktualisasi pembelajaran IPS pada siswa melalui pemaparan data-data dan dokumen secara tertulis. Pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Pembelajaran terpusat pada guru tidak banyak aktifitas yang dicatat selain mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru kemampuan siswa mengemukakan pendapat maupun bertanya dan menjawab pertanyaan sangat kurang. Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar siswa yang dilakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lisan, pengamatan kinerja, sikap, keterampilan dan penilaian diri. Dalam menentukan penilaian hendaknya dengan menggunakan acuan kriteria, sistem penilaian berkelanjutan, hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut dan penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang dialami oleh siswa.Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kepekaan sosial yaitu guru tidak dapat langsung melaksanakan yang aktif, inovatif,  efektif, kratif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai serta hasil pembelajaran kurang memuaskan, kepekaan sosial siswa tidak terbentuk.Sebagai pihak yang paling strategis dan memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan – kebijakan pendidikan pada tingkat sekolah diharapkan memberikan dorongan dan kesempatan yang seluas  –  luasnya kepada guru untuk mengembangkan potensinya melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, MGMP serta meningkatkan pengawasan terhadap kinerja guru yang berhubungan dengan proses pembelajaran seperti penyusunan rencana,  pelaksanaan dan eveluasi pembelajaran.

Peran P5 Dalam Pembentukan Karakter Gotong Royong Peserta Didik Di Smp Negeri 10 Kota Serang

Ajeng Ayu Waryatun, Dea Marshanda, Eka Herlina, Fadia Puja Ainun, Fathurrahman, Hana Labibah, Intan Alia Kusuma, Lia Nadia, Mahesa Alif Ariyanto, Rani Nurhasanah, Ricky Andrian, Shofia Latifa Dewi, Waisul Kurni Maulidi, Wina Maulida Hapsari, Putri Dian Dia Conia
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran P5 (Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila) dalam pembentukan karakter gotong royong siswa SMP Negeri 10 Kota Serang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif,… tif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi untuk mendeskripsikan bagaimana kontribusi P5 dalam menginternalisasi nilai-nilai gotong royong di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 tidak hanya meningkatkan partisipasi dan kekompakan siswa dalam kegiatan bersih-bersih, tetapi juga mengajarkan tentang kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab bersama. Meskipun terdapat tantangan seperti kurangnya semangat dari sebagian siswa, peran guru dalam memberikan motivasi sangat penting untuk mengatasi kendala tersebut. Dengan demikian, P5 terbukti efektif dalam membentuk karakter gotong royong yang merupakan nilai luhur dalam Pancasila, sekaligus menjawab tantangan globalisasi yang mengancam nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di SMPN 11 Kota Serang

Nur Eva Lestari, Galuh Ramadhan, Salwa Lutfiyah, Fauziah Ulfi, Fabhia Sakhda Tamtia, Aura Wardhani, Dina Rachmawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjabarkan bagaimana pelaksanaan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada program sekolah penggerak di SMPN 11 Kota Serang mulai dari proses, kurikulum yang digunakan,… n, strategi, penyesuaian materi, produk, faktor pendukung dan penghambat serta evaluasinya. Jenis penelitian ini adalah  kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 (tiga belas) orang terdiri dari tiga guru penggerak di SMPN 11 Kota Serang (yakni Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum yang juga merupakan guru mapel dan guru mapel), empat guru mapel dan enam orang peserta didik. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dan empat teknik analisis data yaitu reduksi data, pengumpulan data, dokumentasi dan penyajian data. Terdapat tiga triangulasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil wawancara dengan informan SMP Negeri 11 Kota Serang mengungkapkan bahwa sekolah sudah menerapkan pendekatan pembelajaran yang di harapkan dalam kurikulum merdeka dengan melakukan pembelajaran berdiferensiasi. Ini menjadi langkah yang baik dalam mewujudkan tujuan dari kurikulum merdeka, yaitu memfasilitasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda, dan pembelajaran yang berpusat membuat peserta didik lebih aktif dibanding pendidik dalam proses pembelajarannya, salah satunya dengan di adakannya Profil pelajar Pancasila.