Abstract:This study aims to analyze the role of fiscal decentralization in enhancing regional financial independence in Indonesia. Using a qualitative approach and literature review methodology, the research examines the role of…
fiscal decentralization in promoting regional financial autonomy in Indonesia. The analysis compares the effectiveness of fiscal decentralization policies in fostering financial independence across various regions in the country. Fiscal decentralization has demonstrated positive impacts by granting regions greater freedom to determine development priorities and explore funding sources. Regions with strong economic potential and natural resources can increase their locally generated revenue (Pendapatan Asli Daerah or PAD) to support development. However, this policy also creates disparities among regions, where wealthier regions manage their finances independently while poorer regions remain reliant on central government transfers. Moreover, limited managerial capacity in some regions hampers the policy's effectiveness. Fiscal decentralization can strengthen regional financial independence if accompanied by enhanced financial management capacity and fiscal policy adjustments.
Abstract:Dalam memberikan pelayanan, baik publik maupun sosial, terdapat aturan formal yang biasa dikenal dengan istilah standard operational procedure (SOP). SOP memberi tuntutan kepada petugas agar bekerja melayani secara profesional.…
sional. Secara praktis, kinerja profesional seringkali dipisahkan dari kinerja pelayanan. Kinerja pelayanan memiliki objek pelayanan berupa manusia yang membutuhkan uluran bantuan, sehingga aspek rasa perlu dilibatkan agar pelayanan dapat diberikan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep empati sebagai landasan yang perlu diperhatikan dalam memberikan pelayanan berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Temuan data dianalisis menggunakan teori hermeneutika melalui diskursus terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan didukung dengan teks-teks Hadits. Hasil dari penelitian ini adalah adanya ayat Al-Qur’an dan teks Hadits yang membahas soal nilai dan praktik empati dalam bentuk (1) anjuran dan perintah dalam membantu sesama dengan bantuan yang baik, tindakan yang baik, dan tutur kata yang baik, (2) larangan untuk menghina, menyakiti, dan merendahkan orang lain, dan (3) Rasulullah sebagai representasi sikap empati dalam membantu sesama. Penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengaplikasian nilai empati dalam kinerja profesional untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan tepat rasa kepada subjek pelayanan atau masyarakat.
Abstract:Artikel ini guna sebagai pemahaman fenomena tindak pembunuhan serta pelecehan seksual yang pelakunya ialah anak di bawah umur, mengidentifikasi penyebab, dan dampak psikososial yang ditimbulkan. Dalam beberapa tahun terakhir,…
khir, kasus kriminalitas oleh anak di bawah umur, terutama yang melibatkan kekerasan fisik dan seksual, semakin meningkat dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Berbagai faktor diduga berkontribusi pada perilaku kriminal ini, seperti lingkungan keluarga yang disfungsional, pengaruh negatif dari lingkungan sosial, serta paparan terhadap media yang tidak sesuai usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak pelaku tindak kejahatan ini mengalami trauma atau tekanan emosional yang tinggi, sering kali karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung perkembangan moral dan psikologis yang sehat. Selain itu, minimnya edukasi seksualitas dan pengawasan orang tua berperan besar dalam kejadian ini. Studi ini menyarankan perlunya pendekatan rehabilitasi yang komprehensif dan pendidikan keluarga yang lebih intensif untuk mencegah kasus serupa di masa depan, serta peninjauan ulang kebijakan hukum terkait pertanggungjawaban anak di bawah umur dalam tindak kriminal berat.
Abstract:Kepemimpinan yang efektif dalam pendidikan sangat penting untuk menyelesaikan konflik. Kepemimpinan di lingkungan pendidikan memainkan peran krusial dalam menyelesaikan konflik yang sering muncul di antara siswa, guru,…
dan bahkan orang tua. Dalam konteks ini, kepala sekolah dan pemimpin pendidikan lainnya berfungsi sebagai mediator yang efektif, yang tidak hanya mengidentifikasi sumber konflik tetapi juga mengembangkan strategi untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan Kepala Sekolah juga harus memiliki keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola dinamika tim. Dengan menangani konflik secara konstruktif, pimpinan sekolah dapat mendorong staf untuk bekerja lebih kreatif dan produktif. Dengan demikian, kepemimpinan yang efektif tidak hanya menyelesaikan konflik namun juga membangun budaya sekolah yang positif. Konflik dalam lingkungan pendidikan merupakan fenomena yang kompleks dan sering kali tidak dapat dihindari. Kepala sekolah dan pimpinan sekolah berperan penting dalam mengelola konflik untuk menyelesaikannya dan menjadi sarana pencapaian visi dan misi organisasi atau forum pendidikan (sekolah). Kepemimpinan senior adalah kemampuan memotivasi guru dan staf untuk bekerja sama mencapai tujuan sekolah
Abstract:Tulisan ini mengkaji peraturan dan perlindungan hukum terhadap wanita yang berperan sebagai korban kekerasan “domestik” (KDRT) yang berujung pada pembunuhan berencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsekuensi…
ekuensi hukum yang melindungi hak-hak korban, serta menelaah bagaimana sistem peradilan menangani kasus yang melibatkan perempuan sebagai pelaku pembunuhan berencana setelah mengalami KDRT. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang relevan, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Teknik analisis dilakukan dengan menggali penerapan kedua undang-undang tersebut dalam kasus-kasus pembunuhan berencana yang melibatkan perempuan sebagai pelaku, serta membandingkan antara ketentuan umum dalam KUHP dan ketentuan khusus dalam UU PKDRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembunuhan berencana yang dilakukan oleh perempuan sering kali dipicu oleh trauma psikologis yang dialami akibat kekerasan dalam rumah tangga. Trauma ini, yang sering kali tidak terlihat, mempengaruhi kondisi mental pelaku dan dapat menjadi faktor utama dalam motif tindakannya. Dalam penegakan hukum, penting untuk memperhatikan konteks kekerasan domestik yang dialami oleh korban. Sistem peradilan harus mengutamakan penerapan UU PKDRT sebagai lex specialis, yang memberikan perlindungan kepada perempuan korban KDRT. Penulisan ini, mengeksplorasi kewajiban hukum yang diberikan kepada perempuan pelaku pembunuhan berencana dalam konteks trauma psikis. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dalam perumusan kebijakan hukum yang responsif terhadap kondisi korban KDRT dan memperbaiki sistem perlindungan hukum bagi perempuan.
Abstract:Artikel ini membahas tentang ilmu sosial profetik sebagai solusi atas dehumanisasi pendidikan Indonesia saat ini dalam perspektif Kuntowijoyo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu ilmu sosial profetik menurut…
t Kuntowijoyo dan bagaimana ilmu sosial profetik dapat menjadi solusi atas dehumanisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan teknik pengumpulan data berupa sumber-sumber tertulis meliputi buku-buku, artikel jurnal, dan tulisan-tulisan Kuntowijoyo yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu sosial profetik berlandaskan pada ajaran profetik yang memiliki tiga nilai utama: humanisasi, liberasi, dan transendensi. Dalam konteks pendidikan, Ilmu Sosial Profetik yang dikemukakan Kuntowijoyo memberikan solusi untuk menangani permasalahan dehumanisasi yang marak terjadi di lingkungan sekolah dengan mengedepankan nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi, yaitu: Merancang program (Prophetic Mentoring) di lembaga sekolah, Mengimplementasi (Prophetic Pedagogy) dengan simulasi virtual reality, dan Membuat sertifikasi (prophetic educator) bagi pendidik.
Abstract:Health workers are 1.5 times higher risk of work accidents compared to other professions, with 90% of incidents occurring in developing countries. WHO noted that 3 million out of 35 million health workers are exposed to…
blood pathogens, increasing the risk of HIV (0.4%), HBV (27-37%), and HCV (3-10%). One of Health center accreditation purpose is to makesure safety to both health workers and patient. In 2023, out of 37 health centers in Semarang, 36 health centers (97.3%) achieved “Plenary” accreditation and 1 Health Center (2.7%) achieved “Main” accreditation. The purpous of this study are to To determine the current OSH practice and determine OSH aspect that needs improvement based on Health Ministry Regulation No.52 of 2018. qualitative methods with a case study design. Occupational Safety and Health (OSH) management at Padangsari Health Center was evaluated based on 92 indicators from three main aspects. In the OHS management criteria, 14 out of 23 indicators (60.9%) have been met. For OSH standards, 45 out of 61 indicators (73.8%) have been met. Meanwhile, 8 indicators related to OSH training, reporting, and recording have all been met. Although Padangsari Health Center has achieved "Main" accreditation with an achievement of 72.8%, further efforts are still needed to meet at least 80% of the assessment indicators in order to obtain the highest accreditation, namely "Plenary". It is recommended to improve indicators, especially in improving OHS planning, strengthening supervision, ensuring staff compliance with SOPs, and evaluating the effectiveness of OSH implementation in the future.
Abstract:Era digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses dan mendistribusikan informasi. Di satu sisi, kemajuan teknologi memfasilitasi komunikasi dan penyebaran berita, namun di sisi lain, hal ini juga memperburuk penyebaran…
yebaran hoaks dan framing negatif. Informasi yang keliru sering kali merusak struktur sosial, membentuk opini publik yang tidak objektif, dan menciptakan polarisasi di kalangan masyarakat. Dalam konteks ini, Islam melalui Surah An-Nisa ayat 83 memberikan pedoman penting untuk memverifikasi informasi sebagai langkah pencegahan terhadap dampak negatif dari berita palsu. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena framing dan hoaks dari perspektif Islam. Dengan merujuk pada ceramah Ustadz Adi Hidayat, penelitian ini mengeksplorasi relevansi pendidikan literasi media yang berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai solusi untuk melawan penyebaran informasi yang tidak benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten terhadap ceramah Ustadz Adi Hidayat serta literatur akademik yang berkaitan dengan framing, hoaks, dan literasi media. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi pesan moral, prinsip tabayyun, dan relevansi nilai-nilai Islam dalam konteks sosial yang sedang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun, sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam, merupakan metode yang efektif untuk melawan framing negatif dan hoaks. Pendidikan literasi media yang berbasis pada ajaran Islam terbukti dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya verifikasi informasi dan dampaknya terhadap stabilitas sosial. Integrasi antara literasi media dan nilai-nilai Islam memberikan solusi yang relevan untuk menghadapi tantangan informasi di era digital. Pendekatan ini tidak hanya membentuk masyarakat yang lebih kritis, tetapi juga meningkatkan tanggung jawab sosial dalam penyebaran informasi.
Abstract:Paradigma sains seperti yang diartikulasikan oleh Ziauddin Sardar dan Archie J. Bahm, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan etis untuk penyelidikan ilmiah. Perspektif Sardar menganjurkan ilmu yang mencerminkan…
minkan pandangan dunia yang beragam dan mempromosikan dialog antar budaya, terutama antara dunia Islam dan Barat. Kedua pemikir menyoroti perlunya mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam praktik ilmiah, dengan alasan bahwa pengetahuan harus melayani umat manusia dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pemikiran Sardar dan Bahm terkait paradigma sains alternatif yang mereka usulkan. Artikel ini juga membahas konsep “Ilmu Postnormal” yang diperkenalkan oleh Sardar, yang mengakui kompleksitas dan ketidakpastian isu-isu kontemporer, menyerukan pendekatan pluralistik yang mengakomodasi berbagai perspektif budaya dan etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif, Secara keseluruhan, pekerjaan ini menggaris bawahi kebutuhan mendesak untuk pergeseran paradigma dalam sains yang memprioritaskan inklusivitas, tanggung jawab, dan kesejahteraan semua makhluk hidup, bergerak melampaui kerangka tradisional yang sering mengabaikan implikasi sosial dari kemajuan ilmiah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep bunga bank dalam perspektif hukum ekonomi Islam, dengan fokus pada pendekatan normatif dan implementasi di lembaga keuangan syariah. Bunga bank sering menjadi isu kontroversial…
roversial dalam sistem keuangan Islam karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Artikel ini menawarkan model baru yang mampu meningkatkan inklusi keuangan melalui pengembangan produk keuangan syariah berbasis nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi konsep bunga bank dapat memberikan solusi strategis untuk memperkuat daya saing lembaga keuangan syariah sekaligus mendukung tujuan inklusi keuangan global yang berkelanjutan.