Search Articles & Publications

Showing 246 articles found for "Lokasi"

Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Pengelolaan Limbah Domestik

Asmalinda Sy, Aldri Frinaldi, Rembrant
Abstract: Pengelolaan sampah organik rumah tangga di Indonesia menjadi isu lingkungan yang krusial, terutama di kawasan perkotaan dengan populasi padat. Pemerintah memiliki tanggung jawab penting, sebagaimana diatur dalam UU No. 18… 8 Tahun 2008 dan PP No. 81 Tahun 2012, untuk melaksanakan pengurangan dan penanganan limbah yang efektif melalui kebijakan berkelanjutan, pengembangan infrastruktur, dan edukasi masyarakat. Sampah organik, yang mendominasi limbah rumah tangga hingga 70%, menghadirkan tantangan lingkungan seperti emisi gas rumah kaca dan risiko pencemaran jika tidak dikelola dengan baik. Artikel ini menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui analisis dokumen kebijakan dan laporan terkini untuk mengevaluasi implementasi pengelolaan limbah domestik. Hasilnya menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-pihak, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi volume limbah. Studi kasus di pemerintahan daerah mengilustrasikan keberhasilan program berbasis komunitas dalam pengelolaan limbah. Namun, masih terdapat kendala berupa minimnya infrastruktur, alokasi anggaran, dan kesadaran masyarakat yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, insentif bagi sektor swasta, dan inovasi teknologi untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Efektifitas Pengelolaan Keuangan Gen-Z Terhadap Tingkat Pengeluaran Kebutuhan Makeup Di Kehidupan Sehari-Hari

Manuela Vanlentera Kasih Berlinda Sudjianto, Nadia Faustina Ariqah
Abstract: Dengan meningkatnya aksesibilitas produk kecantikan melalui platform digital, Gen Z sering kali terperangkap dalam perilaku konsumtif yang dipengaruhi oleh tren di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi… asi efektivitas pengelolaan keuangan Gen Z dan dampaknya terhadap tingkat pengeluaran mereka, khususnya dalam kebutuhan makeup sehari-hari. Dalam penelitian kali ini kami menggunakan metode pendekatan kuantitatif berbasis survei untuk pengumpulan  data dari 99 responden Gen Z. Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan keuangan Gen Z di Surabaya terkait pengeluaran untuk kebutuhan make-up. Melibatkan responden berusia 16-25 tahun, mayoritas berasal dari kelompok usia 19-21 tahun. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang make-up, dengan 57,6% memiliki skor pengetahuan 9 dan 10. Dalam pola pengelolaan keuangan, mayoritas Gen Z menunjukkan kesadaran untuk menabung dan memanfaatkan teknologi finansial. Skor pengelolaan keuangan berkisar antara 4 hingga 14, dengan 45,5% responden mencatat skor di bawah 8, dan 81,8% memiliki skor di atas 10, menunjukkan kecenderungan pengelolaan yang baik. Pengeluaran untuk make-up berpengaruh pada kondisi keuangan mereka, dengan 56,6% responden merasakan dampak cukup signifikan. Rata-rata frekuensi pembelian make-up adalah 1-2 kali sebulan (78,3%), dan mayoritas mengalokasikan pengelurannya sejumlah Rp.100.000 hingga Rp.300.000 per bulan untuk make-up. Gen Z cenderung selektif dalam memilih produk dengan keseimbangan antara kualitas dan harga, mencerminkan sikap bijaksana dalam mengatur keuangan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi Gen Z dalam mengelola keuangan mereka secara lebih bijak.

Peran Aset Keuangan Dalam Mendukung Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia

Siti Fajriatun Ramadhani, Wildatuz Zahroh, Rini Puji Astuti
Abstract: Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah, termasuk sektor perbankan syariah. Dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariah Islam, seperti larangan… riba, gharar, dan maysir, sistem perbankan syariah muncul sebagai pengganti sistem perbankan konvensional. Perbankan syariah tidak hanya menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan umat Islam, tetapi juga merupakan bagian penting dari memperkuat sistem keuangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi literatur (review). Literatur yang kami pelajari di sini berasal dari berbagai jurnal, buku, internet, dan artikel. Kami menggunakan metode studi literatur untuk mempelajari buku referensi dan artikel dari penelitian sebelumnya tentang topik yang dibahas, yaitu peran aset keuangan dalam mendukung perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Perbankan syariah menggunakan aset keuangan sebagai sumber pembiayaan produktif. Pembiayaan produktif didefinisikan dalam ekonomi Islam sebagai kegiatan pembiayaan yang bertujuan untuk mendukung sektor riil dan menciptakan nilai tambah dalam ekonomi.Meskipun Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim, kemajuan dalam aset keuangan perbankan syariah masih bisa dianggap rendah.optimalisasi aset merupakan proses kerja dalam manajemen yang betujuan untuk mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal dan ekonomi yang dimiliki aset tersebutPerusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas aset dengan menerapkan strategi-strategi ini. Mereka juga dapat menekan biaya operasional, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan membuat keputusan investasi yang optimal untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.Hasil akhir dari proses optimalisasi aset adalah rekomendasi berupa sasaran, strategi, dan program untuk mengoptimalkan aset yang kita miliki.

Analisis Potensi Dan Strategi Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Pantai Pariaman

Syafarman, Eni Kamal, Abdul Razak, Widya Prarikeslan
Abstract: Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penyusun wilayah pesisir dan memiliki peranan penting di wilayah tersebut dalam rangka menjaga keseimbangan ekosistem agar kehidupan diwiyah pesisir dapat berjalan dengan… baik. Kawasan wisata hutan mangrove Apar Pariaman memiliki ekosistem mangrove yang di manfaatkan sebagai kawasan wisata dan dikelola oleh masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah menentukan potensi ekosistem mangrove sebagai kawasan ekowisata dan merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove Apar di Kota Pariaman. Penelitian dilaksanakan di kawasan wisata mangrove Apar Pariaman yang berlokasi di Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman dilaksanakan dua tahap, yaitu bulan Oktober 2020 dan periode bulan febuari-Maret untuk pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisa kualitatif yakni dengan melakukan pengamatan, dan wawancara secarala langsung. Penelitian dilaksanakan di kawasan wisata mangrove Apar Pariaman yang berlokasi di Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman Waktu penelitian direncanakan dua tahap yakni bulan Desember 2024 dan bulan februari 2025. Mangrove di Kota Pariaman yang semula dicetus oleh kaum melinial maka perlu dilakakukan manajemen yang terstruktur dengan melibatkan masyarakat sekitar dan tujuan wisata bukan hanya sebagai tempat kunjungan untuk wisata keluarga namun harus dirancang sebagai pusat pembelajaran baik bagi sekolah maupun perguruan tinggi, mulai dari pengenalan lingkungan tapak, pengembangan bibit sampai ke teknik penanaman dan bahkan pengolahan panen dan pasca panen sehingga tujuan wisata dari aspek wisata keluarga, edukasi dan sumber ilmu bagi pelajar dan mahasiswa serta akademisi oleh perguruan tinggi dapat tercapai. Jika hal ini tercapai maka pengembangan potensi akan sangat mudah dilakukan baik secara pendanaan maupun secara perencanaan dan pengelolaan dapat dilakukan dengan baik dengan adanya kolaborasi dan para pakar dan ahli yang terlibat. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka analisis potensi harus dilakukan terlebih dahulu agar perencanaan dan strategi pengelolaan dapat dilakukan, tanpa analisis potensi maka pengelolaan tidak dapat dilakukan dengan baik, karena belum didapatkan pemetaan potensi secara menyeluruh sehingga pengelolaan yang dibuat tidak mendapatkan hasil yang baik dan bahkan bisa menjadikan suatu kasalahan yang berakibat menghambat kemajuan dalam pengembangan ekowisata.

Pemanfaatan Atap Bangunan Untuk Budidaya Kangkung Hidroponik Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan Pertanian Di Perkotaan

Sarah kumala Dewi, Bagus Eka Mahendra, Elsya Angelia Rohmansyah, Rabni Jasmin, As'ad Surya Akbar, Zuyinatul Magfiroh
Abstract: Budidaya hidroponik dengan metode Deep Flow Technique (DFT) merupakan salah satu pendekatan inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan atap bangunan sebagai… bagai lokasi budidaya kangkung (Ipomoea aquatica) menggunakan sistem hidroponik DFT. Metode ini melibatkan penggunaan aliran nutrisi dalam lapisan air dangkal yang mendukung pertumbuhan akar tanaman secara optimal. Penelitian mencakup desain sistem DFT, pengukuran parameter pertumbuhan tanaman serta efisiensi penggunaan air. Hasil menunjukkan bahwa sistem DFT pada atap bangunan mampu menghasilkan pertumbuhan kangkung  yang optimal dengan hasil panen yang memadai. Selain itu, teknik ini lebih hemat air dibandingkan metode konvensional, sehingga mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Pemanfaatan atap bangunan dengan sistem hidroponik DFT dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan di kawasan perkotaan.

Strategi Marketing Mix Pembiayaan Kpr Syariah Dalam Mewujudkan Rumah Impian Nasabah Pada Bprs Bhakti Sumekar Sumenep

Iqbal Rafiqi, Fatimatuz Zahroh
Abstract: Setiap orang pasti ingin memiliki rumah impian yang mereka harapkan, di BPRS telah menyediakan pembiayaan KPR Syariah yang bisa membantu masyarakat untuk mewujudkan impian mereka. Marketing dalam BPRS untuk menarik masyarakat… rakat itu sangat bagus karena BPRS ini membijakkan sosialisasi biasanya ke lembaga-lembaga untuk mendapatkan nasabah. Pembiayaan KPR Syariah ini terdapat dua bagian, diantaranya UMUM dan PNS, UMUM biasanya 10 tahun dan PNS 15 tahun. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan secara alami dan berdasarkan pada realita yang ada. Dimana prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Dimana lokasi tersebut berada didaerah Sumenep tepatnya di Jl. Jokotole, Arekade, Batuan, Kebupaten Sumenep. Sabjek penelitian ini diambil dari karyawan bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data, peneliti mengguanakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi marketing mix yang dilakukan BPRS yaitu menggunakan 4P: produk, harga, promosi dan tempat. Produk perumahan batu permata sumekar menggunakan bahan yang berkualitas dan layak digunakan, harga dimulai dari 250 juta dengan uang muka 0%, promosi menakan brosur, menggunakan plafon, wibsite dan juga telepon. Untuk mengetahui kebenaran perumahan batu permata sumekar adalah aset yang dimiliki BPRS.

Penerapan Data Mining Untuk Pengelompokan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi 2021 Menggunakan Algoritma K-Means Dengan Rapid Miner

Nur Rizatul Mufidah, Zaehol Fatah
Abstract: Data mining merupakan bagian dari data analytics dan disiplin ilmu Data Science yang memiliki manfaat luas dan tepat guna. Kepadatan penduduk diberbagai provinsi akan mengakibatkan banyak dampak yang akan dialami oleh masyarakat,… syarakat, karena ketidaktahuan masyarakat akan lokasi kepadatan penduduk atau informasi tentang pengelompokan kepadatan penduduk disetiap provinsi, sehingga masyarakat yang memilih lokasi bertempat tinggal semaunya cenderung berada dalam pusaran permasalahan akibat dampak kepadatan penduduk disetiap provinsi yang ada. Untuk menghindari atau meminimalkan dampak kepadatan penduduk, maka perlu dilakukan pengelompokan kepadatan penduduk kedalam 3 kelompok (cluster), yaitu sangat padat(cluster 2), padat(cluster 0), dan sedang(cluster 1). Algoritma yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma K-Means dengan rapid miner. Dengan hasil penggunaan algoritma K-Means dengan rapid miner menghasilkan bahwa dari 34 provinsi yang ada, terdapat 1 provinsi Sangat Padat (cluster 2), 6 provinsi padat (cluster 0), dan 27 kecamatan sedang (cluster 1). Sehingga dengan adanya cluster kepadatan penduduk ini akan memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat yang melakukan urbanisasi, transmigrasi, dan imigrasi karena faktor pekerjaan, faktor ingin menetap, maupun faktor lainnya, sehingga menghindari atau meminimalisi dampak permasalahan karena faktor kepadatan penduduk.

Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Seluruh Perpustakaan Di Kabupaten Banyuwangi

Muhammad Al Madany, Zaehol Fatah
Abstract: Sistem informasi adalah intergrasi dari komponen-komponen yang telah dianalisis dan diproses sehingga menghasilkan infromasi yang diperlukan untuk dapat membantu manajer dalam pengambilan suatu keputusan GIS dalam peran… yang krusial di berbagai bidang, termasuk pemetaan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan pemantauan perubahan lingkungan. GIS memungkingkan pemetaan dan analisis data spasial, sehingga sangat berguna untuk memvisualisasi pola, hubungan dan tren yang terdapat dalam data geigrafis Perpustakaan adalah sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual perpustakaan secara teoritis merupakan jantung suatu lembaga pendidikan atau lembaga negara. Perpustakaan secara memiliki peran vital dalam membantu pengguna memperoleh, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif, yang merupakan dasar dari literasi informasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perancangan sistem informasi geografis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi yang berbasis website dapat dibuat dengan sangat baik dan kolektif. Sistem informasi geografis diharapkan bisa memberikan kemudahan dalam sektor pemetaan perpustakaan di kabupaten banyuwangi. Keuntungan dari pembuatan sistem ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan kelancaran dalam pencarian perpustakaan dan juga mempermudah kepada masyarakat awam yang tidak paham dalam menemukan lokasi yang tepat desain sistem informasi geografis yang dirancang menggunakan metode SDLC(Software Development Life Cycle) telah melalui tahapan pengujian dan evaluasi yang bahwa sistem ini dapat memberikan dampak positif baik pada pihak dinas perpustakaan dan kearsipan banyuwangi atau masyarakat banyuwangi.

Sistem Informasi Pengarsipan Berbasis Web Pada Pemkab Bondowoso Bagian Protokol Dan Komunikasi Pimpinan

Sari, Indah Novita, Zaehol Fatah, Lukman Fakih Lidimilah
Abstract: Sistem informasi memiliki peran penting untuk menyajikan laporan secara akurat dan sistematis. Sistem informasi pengarsipan digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan arsip di kabupaten Bondowoso,… khususnya pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Sistem ini berbasis web dan menggunakan metode Waterfall yang mencakup tahap analisis kebutuhan, desain, pengembangan, hingga pengujian. Program PHP dan database MySQL, yang memungkinkan sistem ini mengotomatisasi proses pengarsipan, sehingga mempermudah pencarian, penyimpanan, serta pelaporan arsip dengan cepat dan akurat. Dengan adanya sistem ini, diharapkan risiko kerusakan dan kehilangan arsip fisik dapat dikurangi. Antarmuka berbasis web yang diterapkan memungkinkan akses data arsip dari berbagai lokasi dengan lebih mudah, sehingga mendukung kebutuhan operasional Pemkab Bondowoso Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan  secara optimal.

Penanganan Kegawatdaruratan Fraktur Dengan Balut Bidai Di Poli Orthopedi Rumah Sakit TK.III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta

Ida Nur Imamah, Cirilia Aripratiwi, Nadya Rika Aulia, Marisa Lilis Afiani, Syafira Dianty H, Putri Lia Sari, Simon Meydieta Sukarna Putra
Abstract: Fraktur dan dislokasi merupakan tindakan kegawatdaruratan yang perlu ditangani sesegera mungkin secara cepat, tepat dan cermat sehingga menimalisir kecacatan dan kematian, salah satu tindakan yang dilakukan adalah balut… bidai. Penanganan kegawatdaruratan fraktur dengan balut bidai di Poli Orthopedi Rumah Sakit Tk.III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta dilaksanakan melalui metode seminar, pelatihan, dan pendampingan yang berfokus pada teknik pembalutan dan pembidaian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai konsep fraktur, penyebab, tanda dan gejala, serta prinsip dan jenis pembidaian dalam situasi darurat. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui sesi tanya jawab, yang bertujuan mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah menerima materi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang penanganan fraktur dengan balut bidai. Program ini diharapkan menjadi modal berharga dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dan dukungan komunitas untuk penanganan fraktur.