Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor religiusitas, sosial, dan budaya terhadap keputusan konsumsi produk halal di kalangan masyarakat DKI Jakarta. Produk halal kini tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan…
utuhan spiritual, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat Muslim urban yang semakin sadar akan nilai-nilai keislaman, kualitas, dan keamanan produk. Namun, meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, tidak semua individu memiliki pola konsumsi halal yang konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami sejauh mana ketiga faktor tersebut memengaruhi preferensi konsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 402 responden Muslim di enam wilayah administratif DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Uji yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas (Convergent Validity), uji reliabilitas (Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability), uji R-square, serta uji hipotesis, baik secara parsial (uji-t) maupun simultan (uji-F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya faktor religiusitas yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumsi produk halal. Sedangkan faktor sosial dan budaya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut mampu menjelaskan sebesar 80,5% variasi dalam keputusan konsumsi. Hasil ini menegaskan bahwa religiusitas menjadi faktor utama dalam perilaku konsumsi produk halal masyarakat urban, serta menjadi acuan penting dalam penyusunan strategi pemasaran dan edukasi halal di wilayah perkotaan.
Abstract:Kajian mengenai hierarki ilmu menjadi pembahasan penting dalam filsafat ilmu dan khazanah keilmuan Islam, karena berkaitan dengan bagaimana struktur pengetahuan dibangun, disusun, dan dilegitimasi sebagai kebenaran. Artikel…
kel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, keselarasan, dan perbedaan konseptual antara hierarki ilmu dalam filsafat ilmu modern yang meliputi sumber kebenaran empirisme, rasionalisme, intuisi, otoritas, dan wahyu, metode ilmiah dan penalaran logis dengan hierarki ilmu dalam tradisi Islam berdasarkan pemikiran al-Ghazali dan al-Farabi. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu modern cenderung menempatkan pengalaman dan rasio sebagai legitimasi tertinggi dalam proses memperoleh kebenaran, sedangkan epistemologi Islam menjadikan wahyu sebagai sumber pengetahuan tertinggi yang membimbing rasio dan pengalaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua perspektif memberikan gambaran komprehensif bahwa ilmu tidak hanya berfungsi untuk pengembangan intelektual, tetapi juga sebagai sarana pembentuk moral dan spiritual manusia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penurunan fungsi surau sebagai institusi keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer, khususnya dalam konteks perubahan orientasi nilai keberagamaan dan transformasi…
rmasi praktik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berorientasi fenomenologis, penelitian ini memaknai pengalaman, persepsi, dan interpretasi masyarakat terhadap pergeseran fungsi surau melalui observasi lapangan, analisis teks keislaman, dan studi literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari karakter surau sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan moral menuju fungsi yang lebih bersifat seremonial, simbolik, dan ekonomis. Temuan juga mengidentifikasi munculnya komersialisasi aktivitas keagamaan, melemahnya partisipasi ibadah rutin, krisis identitas religius generasi muda, serta hilangnya kesadaran kolektif mengenai fungsi ideal surau sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Faktor penyebab kemunduran fungsi surau meliputi sekularisme, individualisme, rendahnya kepemimpinan moral, kemerosotan legitimasi otoritas keagamaan, serta minimnya dukungan kebijakan struktural. Penelitian ini menekankan urgensi revitalisasi surau melalui model tata kelola berbasis jamaah, integrasi pendidikan akhlak, kolaborasi ulama–adat–pemerintah–pemuda, kurikulum pembinaan yang sistematis, serta transparansi pendanaan sebagai fondasi pemulihan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian transformasi institusi keagamaan dalam masyarakat modern dan menawarkan rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan kembali fungsi surau sebagai pusat spiritual, sosial, dan budaya dalam memperkuat peradaban Islam.
Abstract:Penelitian ini membahas bagaimana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) halal dapat bertahan di tengah arus liberalisasi ekonomi global yang semakin terbuka. Di satu sisi, liberalisasi memberikan peluang besar bagi UMKM…
M halal untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti mahalnya biaya sertifikasi halal, rendahnya literasi halal, lemahnya rantai pasok, keterbatasan akses pembiayaan syariah, serta belum solidnya koordinasi antar lembaga pemerintah. Dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka, penelitian ini menelaah faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan UMKM halal sekaligus strategi adaptasi yang dilakukan untuk menghadapi tekanan pasar global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan UMKM halal dipengaruhi oleh faktor ekonomi, manajerial, sosial, spiritual, dan dukungan kebijakan publik. Strategi adaptasi yang paling efektif meliputi digitalisasi usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi bisnis, serta optimalisasi sertifikasi halal. Sertifikasi halal sendiri terbukti tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga memperluas akses pasar global dan memperkuat daya saing. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan komunitas bisnis dalam membangun ekosistem UMKM halal yang tangguh, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Islam di era liberalisasi ekonomi.
Abstract:Penanaman nilai-nilai spiritual pada anak sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang berlandaskan iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan nyanyian rohani…
ani anak yang berbasis cerita Alkitab sebagai media pendidikan yang efektif dalam meningkatkan spiritualitas anak. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran di lingkungan gereja dan sekolah minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian rohani yang dikaitkan dengan cerita Alkitab mampu membangkitkan ketertarikan anak, memperkuat pemahaman nilai-nilai Kristen, serta menumbuhkan hubungan pribadi anak dengan Tuhan. Melalui lagu-lagu yang mudah diingat dan mengandung pesan moral, anak-anak tidak hanya belajar tentang kisah-kisah Alkitab, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai spiritual secara menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, nyanyian rohani berbasis cerita Alkitab terbukti efektif sebagai media pendidikan yang mendukung pertumbuhan spiritual anak secara holistik.
Abstract:Pendidikan agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual yang luhur. Salah satu ajaran fundamental dalam Hindu adalah konsep Tat Twam Asi, yang…
ang berarti "Aku adalah Engkau" sebagai cerminan kesatuan dan empati dalam kehidupan sosial. Konsep ini sangat relevan dalam pembentukan sikap toleransi, kepedulian, dan rasa persaudaraan di lingkungan sekolah. Melalui pendidikan agama Hindu, siswa diajarkan untuk memahami dan menerapkan Tat Twam Asi dalam interaksi sehari-hari, baik dengan teman sebaya, guru, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan konsep Tat Twam Asi kepada siswa di SD Inpres 2 Balinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Tat Twam Asi dalam pembelajaran agama Hindu dapat meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial siswa. Pembelajaran berbasis praktik langsung, seperti kegiatan gotong royong, membantu siswa memahami makna mendalam dari ajaran ini secara nyata. Dengan demikian, pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur melalui ajaran Tat Twam Asi. Untuk memperkuat implementasi konsep ini, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, berbasis pengalaman nyata, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, siswa dapat mengembangkan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis sesuai dengan nilai-nilai luhur Hindu.
Abstract:Pendidikan agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa sejak dini, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual yang luhur. Salah satu ajaran fundamental dalam Hindu adalah konsep Tat Twam Asi, yang…
ang berarti "Aku adalah Engkau" sebagai cerminan kesatuan dan empati dalam kehidupan sosial. Konsep ini sangat relevan dalam pembentukan sikap toleransi, kepedulian, dan rasa persaudaraan di lingkungan sekolah. Melalui pendidikan agama Hindu, siswa diajarkan untuk memahami dan menerapkan Tat Twam Asi dalam interaksi sehari-hari, baik dengan teman sebaya, guru, maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran pendidikan Agama Hindu dalam menanamkan konsep Tat Twam Asi kepada siswa di SD Inpres 2 Balinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Tat Twam Asi dalam pembelajaran agama Hindu dapat meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial siswa. Pembelajaran berbasis praktik langsung, seperti kegiatan gotong royong, membantu siswa memahami makna mendalam dari ajaran ini secara nyata. Dengan demikian, pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang berbudi pekerti luhur melalui ajaran Tat Twam Asi. Untuk memperkuat implementasi konsep ini, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, berbasis pengalaman nyata, serta dukungan dari guru dan lingkungan sekolah. Dengan pemahaman dan penerapan yang baik, siswa dapat mengembangkan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis sesuai dengan nilai-nilai luhur Hindu.
Abstract:Ajaran Puja Tri Sandhya merupakan doa yang dilaksanakan tiga kali sehari dalam ajaran Hindu. Implementasi ajaran ini di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan…
rtujuan untuk menganalisis penerapan Puja Tri Sandhya di SD Negeri 1 Palu serta dampaknya terhadap peningkatan sraddha (keimanan) dan bhakti (pengabdian) siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Puja Tri Sandhya secara rutin di sekolah memberikan dampak positif terhadap kedisiplinan, ketenangan batin, serta peningkatan kesadaran spiritual siswa. Selain itu, melalui bimbingan guru agama Hindu, siswa mampu memahami makna doa yang diucapkan sehingga meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.
Dengan adanya implementasi Puja Tri Sandhya yang terstruktur, siswa lebih memahami nilai-nilai agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencerminkan bahwa ajaran Puja Tri Sandhya tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk generasi muda Hindu yang beriman dan berbakti.
Abstract:Sebagai filosofi utama negara Indonesia, Pancasila memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Ini adalah penelitian tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila berkontribusi pada…
a pengembangan dan inovasi teknologi yang berkelanjutan, bermartabat, dan bermoral. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai landasan filosofis dan moral untuk kemajuan teknologi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur. Pancasila tidak sekadar menjadi filosofi statis, melainkan kerangka dinamis untuk memandu pengembangan IPTEK di era digital dan transformasi teknologi yang semakin kompleks. Studi ini menunjukkan bagaimana setiap sila dapat diterjemahkan menjadi prinsip-prinsip etis dalam inovasi teknologi, mulai dari pertimbangan moral dan spiritual hingga aspek kemanusiaan yang inklusif. Kajian mendalam menunjukkan bahwa Pancasila dapat berfungsi sebagai kompas etis 2 yang dapat mengarahkan kemajuan teknologi agar tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
Abstract:Artikel ini membahas pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dalam konteks kesehatan. Konsep Wahdatul Ulum, yang berakar pada prinsip tauhid, menekankan bahwa semua pengetahuan, termasuk ilmu kesehatan,…
esehatan, harus dipandang sebagai kesatuan yang harmonis, di mana sains dan agama saling melengkapi dan tidak terpisahkan.Penerapan nilai Wahdatul Ulum dalam etika kesehatan bertujuan untuk menciptakan praktik kesehatan yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual dan moral. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan, di mana pasien tidak hanya disembuhkan secara fisik tetapi juga mendapatkan kesejahteraan spiritual. Melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Wahdatul Ulum, diharapkan para profesional kesehatan dapat mengembangkan karakter yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan dalam bidang kesehatan sejalan dengan prinsip moral dan etika yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan demikian, Wahdatul Ulum berperan sebagai fondasi dalam membangun etika kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat manusia secara keseluruhan.