Search Articles & Publications

Showing 337 articles found for "Spirit"

Perkembangan Keagamaan Pada Remaja Remaja

Atika Hasna, Rafiatul Afidah, Jannatun Makwa, Anwar Najmullah, Selfa Nafidza Hasanah, Hentina Putri Simamora, Rizki Arsalan, Muhammad Faruq Karsita, Adi Alfirah Siregar, Safiatuddinni
Abstract: Studi ini meneliti perkembangan keagamaan remaja, khususnya berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan spiritual mereka dalam konteks masyarakat modern dan multikultural. Melalui penelitian kualitatif yang… melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, studi ini menyelidiki peran keluarga, pendidikan, kelompok sebaya, dan media dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan remaja. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keluarga memainkan peran penting dalam membangun fondasi identitas keagamaan, sementara pendidikan, pengaruh teman sebaya, dan paparan media menghadirkan peluang dan tantangan. Studi ini menyoroti perlunya pendekatan komprehensif yang membahas interaksi kompleks dari faktor-faktor ini untuk mendukung remaja dalam perjalanan spiritual mereka.

Gerakan Dakwah Organisasi Nahdlatul Wathan

M. Miftahur Rahmat Isnaini, Suparto
Abstract: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan dakwah Nahdlatul Wathan (NW) dalam konteks penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi… kepustakaan, penelitian ini mengkaji sejarah, visi, misi, strategi, serta tantangan yang dihadapi NW sejak didirikan pada tahun 1953 oleh Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NW tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan sosial dan pendidikan. Melalui pendirian lembaga pendidikan seperti pesantren dan madrasah, NW berhasil mencetak generasi muda yang memahami ajaran Islam secara mendalam, serta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi dakwah NW mencakup pendidikan, sosialisasi, dan pelayanan sosial, dengan pendekatan inklusif dan moderat yang menjadi karakteristik utama. Meski demikian, NW menghadapi sejumlah tantangan, termasuk meningkatnya paham radikal di kalangan generasi muda dan perkembangan teknologi informasi yang membawa dampak positif dan negatif. Dengan memanfaatkan media sosial dan melakukan dialog antaragama, NW berusaha untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan dakwah Nahdlatul Wathan memberikan kontribusi signifikan dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan berpengetahuan, serta berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran.

Implementasi Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Bolano Lambunu

Ni Komang Sutri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam upaya meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu. Kecerdasan spiritual merupakan… upakan kemampuan penting yang membantu siswa memahami makna hidup, mengembangkan rasa kasih sayang, dan membangun hubungan dengan aspek transendental. Namun, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi seringkali mengalihkan perhatian siswa dari pengembangan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Hindu serta siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang melibatkan pendekatan kontekstual, pembelajaran berbasis pengalaman, serta integrasi nilai-nilai Hindu dalam kegiatan sehari-hari efektif dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan materi ajar dengan kehidupan nyata siswa menjadi kunci keberhasilan pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek spiritual, guna membentuk karakter siswa yang seimbang dan bermoral. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pendidik untuk terus mengeksplorasi dan menerapkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan spiritual siswa di era modern.

Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pembangunan Masyarakat Bali

Komang Mayoni, Indah Hayu Widhiyaningsih, Luh Yesi Dharnendri, I Komang Semaranatha, Made Teguh Wiryasanjaya
Abstract: Tri Hita Karana adalah konsep kehidupan yang berasal dari ajaran Hindu Bali, yang menekankan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan). Konsep ini menjadi… di landasan etis bagi masyarakat Bali, membentuk identitas budaya, serta menjadi panduan dalam pembangunan berkelanjutan. Parahyangan mempengaruhi kehidupan spiritual masyarakat Bali melalui praktik ibadah rutin dan ritual keagamaan. Pawongan mendorong harmoni sosial melalui gotong royong dan kerja sama komunal. Palemahan menekankan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Meski menghadapi tantangan dari modernisasi dan globalisasi, Tri Hita Karana tetap relevan dalam menciptakan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Implementasi konsep ini memerlukan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, serta pendidikan yang berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara kemajuan material dan pelestarian nilai-nilai tradisional.

Menguatkan Religiusitas Dalam Menangani Stress Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2020 Uin Malang

Abdulloh Aziz Assa’diy, Putri Afifah Nahdah
Abstract: Kehidupan dewasa di era modern menuntut manusia untuk bersaing dalam memenuhi berbagai kebutuhan fisik, psikis, emosional, material, dan spiritual. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, seringkali manusia mengalami tekanan… kanan jiwa berupa stres. Stres merupakan hal yang melekat dalam kehidupan manusia tanpa memandang usia, kekayaan, jabatan, atau kesalehan seseorang. Stress merupakan peristiwa atau tuntutan internal atau eksternal yang melebihi kapasitas adaptif manusia baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menguatkan religiusitas dapat menjadi strategi efektif dalam mengelola stres akademik. Dalam konteks ini, regulasi emosi yang baik dan kedekatan dengan agama dapat membantu individu menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Pentingnya Puasa Dalam Perspektif Hadis Dan Sains

Idris Siregar, Baihaqi Hirza, Daffa Affandi
Abstract: Puasa adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Muslim selama bulan Ramadan. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, puasa juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah.… Artikel ini mengeksplorasi pentingnya puasa dari perspektif Hadis dan sains. Dari sudut pandang Islam, puasa tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesabaran, disiplin, dan empati terhadap sesama. Sementara itu, dari perspektif sains, puasa menunjukkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan metabolisme, pengurangan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, serta dukungan terhadap proses detoksifikasi alami tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat membantu dalam pengaturan berat badan dan meningkatkan fungsi otak. Kombinasi antara keutamaan spiritual dan manfaat kesehatan menjadikan puasa sebagai praktik yang bernilai tinggi, baik dalam konteks agama maupun ilmu pengetahuan. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menggali lebih dalam mengenai mekanisme biologis di balik manfaat kesehatan puasa serta implikasinya dalam praktik medis modern.

Keunikan Dan Kekuatan Agama Hindu Dalam Kearifan Lokal Indonesia

Ni Made Mirah Astiti, Kadek Novi Suardiati, Ni Komang Yeti Yuliandari, Ni Made Murjana Yasa, I Nengah Suardana
Abstract: Agama Hindu telah lama menjadi bagian integral dari keberagaman budaya Indonesia. Dengan akar yang kuat dalam sejarah dan filosofi yang dalam, Agama Hindu telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan… budaya, sosial, dan spiritual di berbagai daerah di Indonesia. Artikel ini mengkaji keunikan dan kekuatan Agama Hindu dalam konteks kearifan lokal Indonesia, menyoroti nilai-nilai, praktik-praktik, dan peran Agama Hindu dalam membentuk identitas masyarakat Indonesia. Agama Hindu telah menjadi salah satu agama yang berakar kuat dalam keberagaman budaya Indonesia. Artikel ini mengeksplorasi keunikan dan kekuatan Agama Hindu dalam konteks kearifan lokal Indonesia. Dengan menyoroti nilai-nilai, praktik-praktik, dan peran Agama Hindu, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Agama Hindu memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan budaya, sosial, dan spiritual di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis konten, artikel ini menjelaskan bagaimana Agama Hindu merangkul keberagaman, mendorong pembangunan sosial, dan memainkan peran dalam pelestarian lingkungan. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya menggambarkan kekayaan warisan budaya Indonesia, tetapi juga menyoroti relevansi Agama Hindu dalam konteks masyarakat yang beragam dan inklusif.

Peran Dan Kedudukan Wanita Dalam Masyarakat Hindu: Perspektif Sosial Dan Keagamaan

Ni Wayan Dwitayani, Ni Luh Desyanti Pertami, Ni Nyoman Russilawati, Ni Kadek Normasonita, Ketut Asih
Abstract: Kedudukan wanita dalam agama Hindu sangat bervariasi tergantung pada konteks sejarah dan geografis, dengan peran penting dalam ritus keagamaan namun sering menghadapi diskriminasi dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan,… inan, meskipun gerakan feminis modern berusaha mereformasi praktik-praktik diskriminatif untuk mencapai kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran sosial dan keagamaan wanita dalam masyarakat Hindu serta menganalisis perubahan peran dan kedudukan wanita sepanjang sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami peran dan kedudukan wanita dalam masyarakat Hindu, dengan data yang sebagian besar bersifat sekunder dari literatur, artikel jurnal, buku, dan teks-teks keagamaan. Peran sosial wanita dalam masyarakat Hindu telah mengalami transformasi, dengan wanita tradisional dipandang sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai spiritual, namun sering dibatasi oleh norma-norma sosial yang patriarkal. Perubahan sosial dan ekonomi, serta gerakan hak-hak wanita, telah membuka lebih banyak kesempatan bagi wanita Hindu untuk berpartisipasi dalam sektor publik dan ekonomi, mengurangi ketergantungan wanita pada laki-laki. Dalam hierarki formal agama Hindu, peran wanita cenderung terbatas dibandingkan pria, meskipun ada gerakan yang mendorong perubahan ini dan contoh-contoh inspiratif dari wanita yang mencapai posisi terhormat dalam hierarki keagamaan.

The Role Of Nalanda Students As Buddhist Religious Education Teachers In Influenced Buddhist Pancasila Values

Ratna Pudi Chinsia, Ida Ayu Gde Yadnyawati, Sulan
Abstract: The background of this study is based on the increasing tendency of deviant behavior and delinquency among elementary school students, which demands an early approach to character education. Nalanda students who serve as… Buddhist Religious Education teachers have a strategic role in shaping the character and behavior of students through the internalization of Buddhist Pancasila values, which are expected to prevent potential delinquency and foster students who are morally and spiritually grounded. This study aims to analyze the roles, effectiveness, and strategies employed by Nalanda students in instilling Buddhist Pancasila values in elementary schools as a preventive effort against juvenile delinquency. This research applies a qualitative approach with a descriptive method. The study was conducted at Mutiara 17 August Elementary School, Edelweiss School, and Bina Pelita Bangsa Elementary School. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving Nalanda students, principals, and homeroom teachers in five elementary schools. The data analysis technique employed was the interactive model of Miles and Huberman. The results reveal that Nalanda students act as value educators by instilling principles such as loving-kindness (mettā), responsibility, discipline, and respect for parents and teachers. The strategies used include role modeling, habituation in Buddhist spiritual practices, integration of values in learning, and personal approaches to students. The effectiveness of these roles is reflected in students' behavioral changes, such as becoming more orderly, polite, and the declining incidence of violations and social conflicts. The role of Nalanda students as Buddhist Religious Education teachers has proven to contribute significantly to the prevention of juvenile delinquency through character education based on Buddhist Pancasila values.

Pembelajaran Akidah-Akhlak Dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta

Wafiq Azizah, M. Ridwan Nur, Rita Puspita, Abdullah Abdullah
Abstract: Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam… lam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif. The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.