Search Articles & Publications

Showing 4531 articles found for "Tujuan"

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi Mahasiswa Dalam Pasar Modal Syariah

Muhammad Syafi’i Faturrahman, Muhammad Fauzan, Falda Yusdayani Putri, Bayu Aji Kurniansyah
Abstract: Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian untuk menunjukan bagaimana minat mahasiswa untuk berpartisipasi di pasar modal syariah dengan meliputi faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi&#8230; investasi di pasar modal syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal syariah. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pemahaman mahasiswa mengenai kelebihan dan kekurangan investasi tersebut, literasi digital, kendala keuangan, serta pengaruh lingkungan terhadap minat mereka dalam mengelola uang dan berinvestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengukuran skala. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada partisipan, dengan pilihan jawaban skala 1 hingga 4. Data kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan tujuan untuk mengolah dan mengevaluasi data tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel bebas yang terdiri dari literasi digital, risiko investasi, pengaruh lingkungan dan keterbatasan finansial serta variabel terikat yang di olah dengan uji validitas dan reabilitas memberikan hasil bahwa semua variabel independent tersebut dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r table dan Tingkat signifikan < 0,05 serta semua variabel juga dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach alpha > 0,60. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal syariah adalah Literasi Digital (X2), Variabel (X1) (X3) (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara individu.

Meningkatkan Literasi Media Pada Guru Untuk Menghadapi Tantangan Teknologi Pendidikan

Aji Syafa'atul Huda, Ade Sabila, Andika Yudistira, Bintang Lani Rosita, Dede Sunarti, Farhan, Teuku Rifai
Abstract: Di era digital saat ini, teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai pilar utama dalam pendidikan dihadapkan pada tantangan besar dalam memanfaatkan teknologi secara efektif,&#8230; salah satunya melalui literasi media. Literasi media yang kuat membantu guru dalam mengakses, menganalisis, dan memproduksi informasi dengan kritis serta efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara meningkatkan literasi media di kalangan guru dan memberikan solusi atas tantangan yang mereka hadapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji beberapa program pelatihan dan dampaknya terhadap pemahaman guru terhadap literasi media dan teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kontinuitas pelatihan dan dukungan dari lembaga pendidikan..

Sustainable Development Goals (SDGs) Dan Strategi Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Jember

Hendi Yoga Patama
Abstract: Kemiskinan merupakan masalah yang sangat mendesak untuk ditangani, dan sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam mengatasinya sesuai dengan agenda global Sustainable&#8230; inable Development Goals (SDGs). Pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, terus mengupayakan berbagai strategi untuk menanggulangi persoalan ini. Salah satu contohnya adalah Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur, yang turut mengambil langkah konkret dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan kemiskinan di wilayahnya melaui Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Jember Nomor 8 tahun 2015 Tentang penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten jember sebagai salah satu upaya untuk pengentasan kemiskinan seiring dengan deklarasi SDGs. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai bagaimana langkah pemerintah kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan, dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi dokumentasi, data yang di gunakan menggunakan data sekunder dengan teknik analisis telaah dari berbagai literatur. Hasil menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten jember memiliki langkah dan strategi dalam pengentasan kemiskinan yang tertuang dalam peraturan daerah nomor 8 tahun 2015, dengan harapan penelitian ini memeberikan kontribusi yang berharga bagi pemerintah serta bagi pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam mengentaskan kemiskinan yang sejalan dengan agenda global SDGs di daerah tersebut.

Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Pengelolaan Limbah Domestik

Asmalinda Sy, Aldri Frinaldi, Rembrant
Abstract: Pengelolaan sampah organik rumah tangga di Indonesia menjadi isu lingkungan yang krusial, terutama di kawasan perkotaan dengan populasi padat. Pemerintah memiliki tanggung jawab penting, sebagaimana diatur dalam UU No. 18&#8230; 8 Tahun 2008 dan PP No. 81 Tahun 2012, untuk melaksanakan pengurangan dan penanganan limbah yang efektif melalui kebijakan berkelanjutan, pengembangan infrastruktur, dan edukasi masyarakat. Sampah organik, yang mendominasi limbah rumah tangga hingga 70%, menghadirkan tantangan lingkungan seperti emisi gas rumah kaca dan risiko pencemaran jika tidak dikelola dengan baik. Artikel ini menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui analisis dokumen kebijakan dan laporan terkini untuk mengevaluasi implementasi pengelolaan limbah domestik. Hasilnya menunjukkan pentingnya kolaborasi multi-pihak, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi volume limbah. Studi kasus di pemerintahan daerah mengilustrasikan keberhasilan program berbasis komunitas dalam pengelolaan limbah. Namun, masih terdapat kendala berupa minimnya infrastruktur, alokasi anggaran, dan kesadaran masyarakat yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, insentif bagi sektor swasta, dan inovasi teknologi untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Penentuan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Coosting Pada Ayam Geprek El-ququi

Afra Almani, Dewi Muti Sari, Dodi Suryadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi pada usaha Ayam Geprek El-Ququi menggunakan metode full costing. Metode ini mencakup semua biaya produksi, termasuk biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung,&#8230; angsung, dan overhead pabrik, baik variabel maupun tetap. Penelitian dilakukan dengan wawancara untuk mengumpulkan data terkait biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi selama 30 hari adalah Rp. 13.515.000, dengan harga pokok produksi per porsi sebesar Rp. 5.631,25. Dengan menetapkan harga jual sebesar Rp. 10.000 per porsi, usaha ini memperoleh persentase keuntungan sebesar 27,5%. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode full costing dalam membantu UMKM menentukan harga jual yang tepat serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Komparasi Algoritma Naive Bayes Dan Random Forest Pada Klasifikasi Kanker Payudara

Ika Indah Lestari, Ahmad Homaidi
Abstract: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan pada wanita dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia. Ketepatan dalam diagnosis kanker payudara menjadi sangat krusial&#8230; l untuk penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma Naive Bayes dan Random Forest dalam mengklasifikasikan kanker payudara menggunakan dataset Breast Cancer Wisconsin. Metodologi penelitian dimulai dengan pengumpulan data dari dataset Breast Cancer Wisconsin yang terdiri dari 569 sampel dengan 32 atribut. Proses preprocessing data meliputi konversi data dari format nominal ke binominal untuk atribut diagnosis. Implementasi algoritma menggunakan tools RapidMiner dengan pendekatan cross validation (k=10) untuk evaluasi model yang lebih robust. Performa kedua algoritma dibandingkan menggunakan berbagai metrik evaluasi termasuk accuracy, precision, recall, dan analisis confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memberikan performa yang lebih unggul dengan tingkat akurasi 94,91% (±5,06%), precision 95,33%, dan recall 93,90%. Sementara itu, Naive Bayes mencapai akurasi 93,51% (±5,30%), precision 93,68%, dan recall 92,67%. Random Forest juga menunjukkan keunggulan dalam mengurangi false positive, dengan hanya 8 kasus dibandingkan 15 kasus pada Naive Bayes. Analisis confusion matrix menunjukkan bahwa kedua algoritma memiliki kemampuan yang baik dalam mengklasifikasikan kasus kanker payudara, meskipun Random Forest menunjukkan performa yang lebih stabil dan akurat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua algoritma efektif untuk klasifikasi kanker payudara, dengan Random Forest menunjukkan keunggulan dalam hal akurasi dan presisi. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan sistem pendukung keputusan untuk diagnosis kanker payudara, dimana Random Forest dapat menjadi pilihan utama ketika akurasi menjadi prioritas, sementara Naive Bayes tetap menjadi alternatif yang valid ketika kesederhanaan implementasi dan efisiensi komputasi diperlukan.

Strategi Pemasaran Produk Lokal Dalam Meningkatkan Daya Saing Di Pasar Global Di Luwu Timur

Melissa Lukmawati Manurung, Candraningrat Candraningrat
Abstract: Pasar global kini semakin ditandai dengan kompetisi yang ketat dan perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat. Kemajuan teknologi, globalisasi, serta akses internet yang semakin meluas telah mengubah perilaku&#8230; aku konsumen secara signifikan, menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk mereka secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global, serta memberikan rekomendasi bagi pelaku usaha di Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis strategi pemasaran produk lokal di Luwu Timur dan dampaknya terhadap daya saing di pasar global. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan produk keripik pisang serta peluang dan ancaman yang ada di pasar global. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran produk lokal di Luwu Timur perlu ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan budaya lokal yang kaya, serta menerapkan teknologi digital, produk lokal Luwu Timur dapat lebih kompetitif di pasar internasional.

From Stress To Success: Workshop Strategi Regulasi Emosi Mahasiswa Atlet Di Kota Makassar

Shaleh Afief A Mushawwir, Fatwa L Dhiyaul Haq, Dessy Nurhalizah, Vivi Aulia Rosa, Nurul Resky Pratiwi, Muh. Fathurrahman
Abstract: Mahasiswa atlet memiliki tuntutan peran ganda, yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai atlet, yang sering kali memicu tekanan emosional yang dapat memengaruhi performa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas&#8230; tivitas workshop regulasi emosi dalam membantu mahasiswa atlet di Kota Makassar mengelola emosi secara lebih efektif. Workshop ini diikuti oleh 24 mahasiswa atlet dan diselenggarakan melalui pendekatan psikoedukasi yang mencakup sesi seminar dan pelatihan praktis seperti terapi seni dan journaling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah workshop, yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop regulasi emosi dapat menjadi intervensi yang efektif untuk membantu mahasiswa atlet dalam mengelola emosi negatif dan memaksimalkan performa mereka.

Study Kasus: Anak Berkebutuhan Khusus Down Syndrome

Ulfa Rosantia, Natasya Regina Putri, M.Daffa, Rangga Deos Pratama, Sandra Yoda, Raffi Ternando, Siska Widyawati
Abstract: Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal dan mengetahui anak berkebutuhan khusus down syndrome. Down syndrome adalah gangguan pada susunan kromosom yang ditandai oleh retardasi mental mulai dari sedang hingga berat dan merupakan&#8230; pakan sindrom bawaan yang muncul sejak lahir, disebabkan adanya perkembangan fetus yang abnormal. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan orang tua dari anak penderita down syndrome. Data dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab kelainan anak down syndrome ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut: 1) usia ibu yang lebih tua, 2) usia kandungan kurang dari 9 bulan (Prematur), 3) perkembangan anak. Treatment yang dilakukan untuk menyembuhkan penderita down syndrome adalah dengan cara melakukan terapi. Adapun faktor penghambat dalam proses treatment untuk penyembuhan adalah biaya terapi yang tinggi, biaya yang terus menerus inilah yang menjadi beban finansial yang berat bagi orang tua.

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dengan Menggunakan Model Inquiry Based Learning

Damris, Rosi Satria Ardi, Rosma Diana, Ade Marlia, Yelly Martaliza
Abstract: Damris. 2024. Peningkatan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) Pada Kelas IV SDN 133/III Pondok Siguang Kabupaten Kerinci. Pembimbing Rosi Satria Ardi, MA, dan&#8230; an Rosma Diana, M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik, serta penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari empat pertemuan. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Inquiry Based Learning. Subjeknya adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 133/III Pondok Siguang, Kecamatan Danau Kerinci, pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik. Pada siklus I pertemuan 1 mencapai 43,75% dan pertemuan 2 mencapai 62,5%, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 mencapai 75% dan pertemuan 2 mencapai 87,50%. Aktivitas guru dan peserta didik juga mengalami peningkatan, pada siklus I pertemuan 1 sebesar 73,75% dan siklus I pertemuan 2 sebesar 81,25% meningkat pada siklus I pertemuan 1 sebesar 80% dan 87,50% pada siklus II pertemuan 2. Sedangkan untuk aspek peserta didik, dari 71,87% pada Siklus I pertemuan 1 dan 75% pada siklus I pertemuan 2 lalu pada siklus II pertemuan 1 sebesar 81,25% dan 85,62% pada siklus II pertemuan 2.