Search Articles & Publications

Showing 4962 articles found for "Pada"

Desain Organisasi Dalam Mega Proyek Transportasi Perkotaan: Analisis Struktur Proyek MRT Jakarta Fase 1

Marvell Syauqi Rosyad Kairupan¹, Maygaza Anhara Putra Brata, Justin Nabil Alpasha, Muhammad Luthfi Naufal, Rahman Mulyawan, Agus Taryana, Yayan Nuryanto
Abstract: Megaproyek transportasi perkotaan seperti MRT Jakarta Fase 1 bukanlah sekadar proyek rekayasa; proyek ini melibatkan lapisan pekerjaan administratif, teknis, dan kelembagaan yang perlu diorganisasikan dengan cermat. Studi… i ini mengkaji bagaimana tim proyek menyusun organisasinya, apa yang membentuk pilihan-pilihan tersebut, dan model organisasi apa yang sebenarnya digunakan selama proses konstruksi. Untuk melakukan hal ini, penelitian ini memanfaatkan literatur akademis, dokumen proyek, dan laporan resmi MRT Jakarta. Sumber-sumber ini membantu menggambarkan bagaimana berbagai pengaturan proyek seperti kontrak tradisional, sistem turnkey, dan manajemen internal muncul dalam pengembangan Fase 1. Analisis ini juga menggunakan empat pertimbangan umum dalam desain organisasi: arah strategis proyek, skala keseluruhannya, teknologi yang diadopsi, dan orang-orang yang terlibat dalam menjalankannya. Selain itu, studi ini membandingkan struktur proyek dengan jenis manajemen proyek yang umum seperti struktur fungsional, matriks, dan lini-dan-staf. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 1 mengandalkan pengaturan hibrida, dengan struktur matriks memainkan peran terbesar. Pilihan ini tampaknya berkaitan erat dengan kompleksitas teknis proyek, jumlah pemangku kepentingan yang terlibat, dan kebutuhan akan koordinasi lintas fungsi yang stabil. Pada akhirnya, studi ini menyoroti bahwa desain organisasi bukan sekadar elemen latar belakang – melainkan faktor kunci yang membentuk keberhasilan proyek infrastruktur publik berskala besar dan menawarkan beberapa wawasan untuk perencanaan proyek publik di masa mendatang di Indonesia.

Pengembangan Kemasan UMKM “Ayam Celup” Dengan Pendekatan Value Engineering

Beby Ferina Elisabeth Br Sinurat, Arya Akidnaram, Asyifa Zahradian, Abdi Risqullah Widodo, Raisa Sunniva, Maechael Juan D. Pakpahan, Rizqi Wahyudi
Abstract: Kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas, nilai jual, dan daya saing suatu produk pangan. UMKM Ayam Celup Eva Fried Chicken masih menggunakan kemasan sederhana yang belum memenuhi aspek estetika, identitas… tas merek, keamanan bahan, dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kemasan baru melalui pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan Value Engineering (VE). Metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam karakteristik desain teknis melalui House of Quality (HoQ) yang melibatkan 130 responden. Hasil HoQ menunjukkan bahwa ukuran kemasan yang sesuai isi, kejelasan logo dan label informasi, serta penggunaan material ramah lingkungan merupakan prioritas utama. Selanjutnya, pendekatan VE dilakukan melalui tahapan informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, hingga implementasi guna memilih alternatif kemasan yang memberikan nilai terbaik. Hasil akhir penelitian merekomendasikan penggunaan bahan kertas kraft food grade tahan minyak, desain mekanisme fold & lock, penyesuaian ukuran kemasan, serta penguatan identitas merek melalui visual kemasan. Rancangan ini dinilai mampu meningkatkan nilai produk tanpa menambah biaya signifikan serta memberikan kesan profesional pada UMKM. Penelitian ini menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam merancang kemasan efektif, estetis, fungsional, dan berkelanjutan.

Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut BeeClo Pembungkus Ramah Lingkungan Menggunakan Pendekatan Multiatribut Fishbein

Najwa Anandita Fatimah, Marsya Nur Shaqinah, Naqiyya Najla Ibrahim, Pramudia Aqsa Azizi, Dewi Puspitasari
Abstract: Penggunaan pembungkus sekali pakai seperti plastik telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat modern, namun menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. BeeClo, sebagai pembungkus ramah lingkungan, hadir… r sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk BeeClo dengan menggunakan pendekatan Multiatribut Fishbein, melalui penilaian tingkat kepentingan (eᵢ) dan kepercayaan (bᵢ) pada atribut aroma, daya rekat, ramah lingkungan, estetika, dan harga. Data diperoleh melalui survei terhadap 80 responden yang merupakan konsumen potensial produk BeeClo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut ramah lingkungan memiliki pengaruh terbesar terhadap sikap konsumen dengan skor tertinggi, diikuti oleh estetika, aroma, harga, dan daya rekat. Secara keseluruhan, konsumen menunjukkan sikap positif terhadap BeeClo, terutama karena nilai keberlanjutan dan tampilan visualnya. Oleh karena itu, strategi pengembangan BeeClo perlu difokuskan pada penguatan nilai keberlanjutan, inovasi pada aspek estetika, serta peningkatan edukasi konsumen terhadap fungsi dan manfaat produk BeeClo yang masih belum banyak diketahui masyarakat.

Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran dan Pembentukan Karakter Peserta Didik

Deri Putra, Julhadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik di era transformasi pendidikan… dikan modern. Fokus kajian diarahkan pada konsep, tujuan, ruang lingkup, langkah-langkah, prinsip, serta tantangan evaluasi kurikulum PAI melalui pendekatan systematic qualitative review berbasis analisis literatur internasional dan dokumen kurikulum. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait efektivitas penerapan model evaluasi Tyler, CIPP, dan taksonomi Bloom dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI harus dilaksanakan secara komprehensif meliputi tujuan, materi, pelaksana, proses pembelajaran, hasil belajar, serta dampak terhadap penguatan nilai religius dan karakter peserta didik. Evaluasi berbasis prinsip kesinambungan, objektivitas, komprehensivitas, dan akuntabilitas serta berlandaskan nilai Islam terbukti mampu menghadirkan proses pembelajaran agama yang lebih bermakna dan transformatif. Penelitian juga menemukan bahwa tantangan utama evaluasi kurikulum PAI mencakup keterbatasan kompetensi profesional guru, keterbatasan waktu, heterogenitas karakter peserta didik, dan pengaruh budaya digital, yang menegaskan perlunya reformasi evaluasi berbasis data serta inovasi metodologis. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi kurikulum yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia di tengah dinamika perkembangan global.

Komodifikasi Tubuh, Ruang Sosial: Kajian Sosiologis Fenomena Fun Run Perilaku Konsumtif di Kota Makassar

Parham Taufik
Abstract: Artikel ini menganalisis fenomena fun run di Kota Makassar melalui perspektif sosiologis dengan fokus pada komodifikasi tubuh dan ruang sosial. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dan observasi… ervasi partisipatif pada tiga event fun run besar di Makassar periode januari-desember 2024-2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fun run telah bertransformasi dari aktivitas olahraga menjadi arena konsumsi yang memanfaatkan tubuh sebagai medium representasi status melalui mekanisme limited edition merchandise, instagrammable moments, dan digital social validation. Studi ini menyimpulkan bahwa fenomena fun run merepresentasikan bentuk baru ekonomi pengalaman yang mengkomodifikasi partisipasi olahraga masyarakat urban, didorong oleh kebutuhan akan pengakuan sosial di era digital.

Analisis Kebutuhan Konsumen Pada Pengembangan Produk Mie Gacoan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD)

Fitriadi, Muhammad, Sitohang, Jhon Riski Saputra, Muhtadi, M. A’thof, Takari, Refskin, Pratama, Dimas Hardianto, Simanjuntak, Mikhael Fernando Halomoan, Ghani, Fatkhan Ali, Rachman, Muhammad Zaky Anandhiya, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen terhadap produk Mie Gacoan serta menentukan prioritas pengembangan produk menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan… nerjemahkan kebutuhan pelanggan (Voice of Customer) menjadi karakteristik teknis yang dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan produk. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Mie Gacoan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan meliputi rasa bumbu yang khas, kualitas bahan baku, kebersihan tempat, dan desain kemasan yang menarik serta ramah lingkungan. Melalui analisis House of Quality (HoQ), diperoleh lima atribut teknis dengan bobot prioritas tertinggi, yaitu kualitas bahan baku (23%), jenis wadah saji (13%), komposisi bumbu (11%), ukuran porsi (11%), dan komposisi bahan (10%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk Mie Gacoan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas bahan, formulasi bumbu, serta inovasi desain kemasan agar mampu memenuhi sekitar 68% kebutuhan konsumen yang telah teridentifikasi. Penerapan metode QFD terbukti efektif dalam membantu UMKM kuliner melakukan inovasi produk yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan daya saing pasar

Penerapan Metode Value Engineering pada Pengembangan Desain Sistem Pembuangan Terhubung (Keyhole Mount Box) untuk Meja Pemotong Kertas: Studi Kasus pada Usaha Fotokopi

Fitriadi, Muhammad, Saputri, Zunur Evita, Keliat, Agripa Moreno, Annisa, Zahratul, Rafli, Muhammad, Banjarnahor, Elya Fitri, Febriyan, Rafif, Wahyudi, Rizqi
Abstract: Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Connected Waste Box dengan pendekatan Value Engineering (VE) guna meningkatkan efisiensi serta ergonomi kerja operator melalui pengurangan gerak pemborosan akibat serpihan kertas yang… ng tercecer. Latar belakang masalah dimulai dari pengamatan aktivitas pemotongan kertas yang menghasilkan serpihan kertas yang berserakan di sekitar meja kerja, sehingga operator perlu bolak-balik membersihkan area kerja dan membuang serpihan tersebut ke tempat sampah, yang menimbulkan pemborosan waktu kerja serta kelelahan.  Hasil analisis fungsi menunjukkan bahwa fungsi Collect waste memiliki Value Index terendah (0,50), be removable & washable (0,20) dan Attach securely (0,25), menandakan seluruh fungsi bernilai tinggi karena berada di bawah angka 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Keyhole Mount Box berpotensi memberikan peningkatan nilai produk melalui fungsi-fungsi yang efisien dan ekonomis. Analisis Cost Worth dan Value Index menunjukkan bahwa fungsi pengumpulan (collect waste) memiliki nilai tambah yang paling signifikan. Evaluasi alternatif desain menggunakan metode weighted scoring juga menunjukkan bahwa Keyhole Mount Box memiliki keseimbangan performa yang baik antara stabilitas, biaya implementasi, kemudahan pemasangan, dan perawatan. Rekomendasi yang didapat dari penelitian ini adalah dimensi kotak 300 × 80 × 120 mm dengan kepala pengait berdiameter 12 mm dan slot selebar 8,5 mm memberikan clearance sekitar 0,5 mm untuk kemudahan pemasangan tanpa menurunkan kestabilan.  

Implementasi Prinsip Manajemen Proyek pada Pembangunan Bandung Creative Hub dan Implikasinya terhadap Pemanfaatan Fasilitas Publik

Carissa Adhara, Muhammad Faiz Dwi Sakti, Nazara Dea Ratna Putri, Rafarza Muhammadi, Salviaputri Irsha Khamini, Yayan Nuryanto
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi prinsip manajemen proyek pada pembangunan Bandung Creative Hub (BCH) serta implikasinya terhadap pemanfaatan fasilitas publik pasca pembangunan. Dengan menggunakan pendekatan… katan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengunjung BCH, penelitian ini menilai penerapan elemen planning, scheduling, dan controlling berdasarkan kerangka Kerzner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perencanaan dan penjadwalan pembangunan BCH telah dilaksanakan dengan cukup terstruktur sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Namun, efektivitas controlling masih belum optimal, terutama pada aspek pengelolaan pasca konstruksi yang ditandai dengan belum adanya regulasi operasional yang baku, kendala kenyamanan fisik, serta minimnya integrasi dengan aktivitas ekonomi lokal. Temuan juga memperlihatkan bahwa BCH memberikan manfaat nyata sebagai ruang belajar dan berkegiatan kreatif, namun realisasi manfaat tersebut belum mencapai potensi maksimal akibat sejumlah tantangan operasional dan administratif. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan proyek publik tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian fisik, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan berkelanjutan yang mampu memastikan bahwa fasilitas publik berfungsi sesuai tujuan sosial dan ekonomi yang diharapkan.

Analisis Penerapan Tahapan Manajemen Proyek dalam Pengelolaan Proyek Teras Cihampelas Kota Bandung

Regita Ayu Agustin, Fisca Putri Rahdiana, Najwa Mayang Dayatri, Muhammad Azka Rozan, Shidqi Abdilla, Yayan Nuryanto
Abstract: Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata… enata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang. Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang.

Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pengembangan Karakter dan Perencanaan karier Siswa di MAN 2 Karawang

Elia Nuryatin, Nuryatin, Alya Nur Fauziyah, Alya Nur Fauziyah, Nur Aini Farida
Abstract: Perkembangan pendidikan menuntut sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan kesiapan karier siswa. Layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam… lam membantu siswa mengenali potensi diri, memahami lingkungan sosial, serta mengambil keputusan tepat bagi masa depan, namun pemanfaatannya di MAN 2 Karawang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru BK dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa layanan BK di MAN 2 Karawang dilaksanakan melalui bimbingan kelompok, konseling individu, dan kegiatan kolaboratif antar guru. Guru BK berperan sebagai fasilitator dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan keterbukaan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap perbedaan, membentuk karakter positif, dan mendukung perencanaan karier. Implementasi layanan BK berkontribusi nyata terhadap pengembangan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan karier siswa, meskipun masih diperlukan peningkatan kompetensi guru dan sarana pendukung agar layanan lebih optimal.