Search Articles & Publications

Showing 4531 articles found for "Tujuan"

Dampak Kehadiran Mini Market Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Manunggal Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara

Diah Pitaloka
Abstract: Hasil dari observasi yang dilakukan di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang diperoleh informasi kurangnya ketertarikan pembeli atau konsumen terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah dikarenakan banyaknya yang berpendapat… pendapat bahwa minimarket lebih rapi, bersih dan praktis selain itu mini market dilengkapi fasilitas seperti air conditioner (AC), tempat duduk dan meja tunggu, dapat melakukan pembayaran non tunai atau menggunakan credit card dan aplikasi pembayaran lainnya. Dalam upaya meningkatkan konsumen terhadap Usaha mikro kecil menengah maka perlu adanya perubahan untuk membangkitkan ketertarikan masyarakat sebagai konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari adanya mini market terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selama masa pandemi Covid-19 pada Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian empiris dengan subjek yang digunakan adalah masyarakat yang memiliki usaha mikro kecil menengah (UMKM) yaitu anggota, karyawan dan pelanggan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan bahwa usaha mikro kecil menengah mengalami penurunan omzet dilihat dari segi konsumen dan keuntungan pada masa pandemi covid-19 yang dipengaruhi dari adanya mini market.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di PT Perkebunan Nusantara IV Medan

Laina Tussifah Santoso
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di lingkungan PT Perkebunan Nusantara IV Medan Divisi. Menganalisis gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja secara… cara simultan terhadap kinerja pegawai di PT Perkebunan Nusantara IV Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengisian kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 25. Sampel dari penelitian ini adalah 40 pegawai PTPN IV. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai. Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai. Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap Kinerja Pegawai.

Workshop Self Awareness Untuk Meningkatkan Personal Growth Siswa MAN 2 Kota Makassar

Wilda Ansar, Darmawati, Nursakinah, Mardin, Musykirah Ridwan, Nita Selviani Dewi, Zikran Ramadhan
Abstract: Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait self awareness kepada siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar. Menurut Desmita (2005) kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengamati, memikirkan, merenungkan,&#8230; dan mengevaluasi diri sendiri. Peserta pada kegiatan ini ialah siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar sebannyak 100 orang. Teknik pengumpulan data awal melalui wawancara, observasi dan angket. Dilakukan penyebaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil pemberian materi dikatakan berhasil, dilihat dari peningkatan pengetahuan peserta dari hasil pre-test 265 dan post-test 331. Hasil data di uji non parametrik wilcoxon melalui SPSS, diketahui nilai sig 0.00 < 0.05  maka  terdapat perbedaan hasil pre test dan post test, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan workshop dalam meningkatkan self awareness para siswa/siswi  MAN 2 Kota Makassar.

Upaya Penerapan SMK3 Di Industri Manufaktur CV Kediri Karya Untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi

Muhamad Naufal Tamam Dariansa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan  Kerja  (SMK3) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan mengurangi  risiko  kecelakaan  kerja  di CV Kediri Karya Jambangan,&#8230; bangan, Papar, Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi deskriptif, di mana data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap pelaksanaan SMK3 di lapangan, serta wawancara dengan karyawan dan manajemen pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 secara  efektif dapat meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya keselamatan kerja, mengurangi jumlah kecelakaan kerja, dan meningkatkan efisiensi produksi. Penerapan prosedur keselamatan, pelatihan  rutin, dan pengawasan ketat terbukti memiliki dampak positif terhadap penurunan insiden kecelakaan  kerja. Penelitian ini merekomendasikan agar pabrik terus memperbarui dan mengawasi implementasi SMK3 untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan karyawan.

Pentingnya Penerapan SMK3 (K3) Dalam Bidang Manufaktur Dipabrik Pembuatan Mesin Press Multi Block

Muhammad Rizky
Abstract: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang mempunyai resiko tinggi  terjadinya  kecelakaan kerja  khususnya  perusahaan yang  berkaitan  dengan  pekerjaan  industri manufaktur&#8230; i manufaktur pembuatan mesin.  Tujuan  utama adanya  keselamatan dan kesehatan kerja  ialah agar tenaga kerja  merasa aman, nyaman dan tenang dalam melakukan pekerjaannya.   Oleh   karena   itu   keselamatan   dan   kesehatan   kerja   sangat   diutamakan   sebagai   peranan   dalam penyelesaian sebuah pekerjaan industri manufaktur pembuatan mesin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan  kesehatan  kerja  pada  pekerja  di  bidang  manufaktur pembuatan mesin.Metode studi  literatur.  Studi  literatur  sendiri  merupakan kegiatan pengumpulan data baik data pustaka maupun dokumentasi.Data-data tersebut bersumber dari riset dan kajian yang  terkait  dengan  pengaruh  penerapan  keselamatan  dan  kesehatan  kerja  pada  pekerja  di  bidang  Manufaktur pembuatan mesin.  Dapat disimpulkan bahwa  penerapan  keselamatan  dan  kesehatan  kerja  (K3)  mempunyai  pengaruh  yang  besar  dan  positif terhadap kinerja pekerja, sehingga semakin baik penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di bidang manufaktur pembuatan mesin maka akan meningkatkan kinerja pekerja.

Pengaruh Fasilitas, Pelayanan, Dan Keamanan Di Bandara Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan

Miftahul Wahid Nugroho, Gilbert N L Siregar, Ichyu Machmiyana
Abstract: ini menganalisis dampak fasilitas pelayanan dan keamanan di bandara terhadap tingkat kepuasan pelanggan, mengingat peran strategis bandara sebagai pintu gerbang utama bagi suatu daerah atau negara. Bandara tidak hanya berfungsi&#8230; rfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai titik pertama dan terakhir yang berinteraksi dengan pelanggan, sehingga kualitas pelayanan dan keamanan yang ditawarkan sangat mempengaruhi persepsi pelanggan. Melalui metode tinjauan pustaka, penelitian ini mengeksplorasi berbagai teori yang relevan serta hubungan antara berbagai variabel yang menjadi fokus kajian. Analisis literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana fasilitas dasar, keamanan, dan fasilitas pendukung di bandara mempengaruhi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas dasar seperti ruang tunggu yang nyaman, area check-in yang efisien, dan petunjuk arah yang jelas memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Keamanan juga merupakan faktor krusial; keberadaan perangkat keamanan seperti X-ray, detektor logam, dan personel keamanan yang terlatih menambah rasa aman bagi pelanggan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti toilet yang bersih, tempat ibadah, dan akses bagi penyandang disabilitas juga memainkan peran penting. Faktor keamanan juga mencakup prosedur dan kebijakan yang diterapkan untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks, bandara harus dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai, keamanan yang terjamin, dan fasilitas pendukung yang sesuai. Meskipun tidak ada bandara di dunia yang mampu memenuhi semua kebutuhan pelanggan, peningkatan terus-menerus terhadap fasilitas dan layanan merupakan kunci dalam upaya memenuhi ekspektasi pelanggan yang terus berkembang. Hal ini mencakup investasi dalam teknologi baru, peningkatan kualitas layanan, dan pelatihan berkelanjutan bagi staf bandara.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta: Optimalisasi Penerapan Standard Operating Procedure Dan Pembaharuan Pada Fasilitas Pendukung Operasional Petugas Aviation Security

Mochammad Azwar Anas, Alza Aliwan, Hemi Pamuraharjo, Dwi Afriyanto
Abstract: Riset terdahulu atau riset yang relevan sangat penting dalam suatu riset atau artikel ilmiah. Riset terdahulu atau riset yang relevan berfungsi untuk memperkuat teori dan fenomena hubungan atau pengaruh antar variabel. Artikel&#8230; rtikel ini mereview faktor-faktor yang mempengaruhi Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, yaitu Optimalisasi Penerapan Standar Operating Prosedur dan Pembaharuan pada fasilitas pendukung operasional pada Petugas Aviation Security suatu studi literatur Aviation Security. Tujuan penulisan artikel ini guna membangun hipotesis pengaruh antar variabel untuk digunakan pada riset selanjutnya. Hasil artikel literature review ini adalah:  1) Optimalisasi Penerapan Standard Operating Procedure pada Petugas Aviation Security  berpengaruh terhadap Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta; dan 2) Pembaharuan pada fasilitas pendukung operasional Petugas Aviation Security berpengaruh terhadap Peningkatan Kepuasan Layanan Pelanggan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Tahapan Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Di PG Djombang Baru

Alifiyan Fadilah Sundawa
Abstract: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun&#8230; keselamatan manusia dan lingkungan sekitar yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman pelaksanaan SMK3 di Indonesia diatur dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PG DJOMBANG BARU. Analisis data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil wawancara dengan beberapa petugas K3, hasil observasi langsung di lokasi proyek dan hasil evaluasi dari data - data SMK3 yang tersedia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SMK3 di PG DJOMBANG BARU sudah sesuai dengan unsur K3 yang terdapat dalam peraturan pemerintah No.50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, terlihat dari hasil Audit SMK3 tingkat pencapaiannya masuk dalam kategori memuaskan serta, mendapat sertifikat SMK3 dan Bendera SMK3.

Hasil Audit Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Di Pabrik Gula Djombang Baru

Ahmad Fauzi Hasan
Abstract: Setiap pegawai berhak mendapatkan jaminan untuk keamanan, kesehatan, dan keselamatan di tempat kerja. Karena itulah semua perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, atau yang sering disingkat SMK3. &#8230; ingkat SMK3.  Penerapan sistem manajemen K3 ini sudah diinstruksikan oleh pemerintah dan diatur di dalam undang-undang. Selanjutnya perusahaan tinggal mengikuti dan mengimplementasikan ketentuan yang sudah diatur. Dalam artikel kali ini akan dibahas lengkap dan ringkas mengenai apa itu sistem manajemen K3, dasar hukum, tujuan, dan cara penerapannya. Berdasarkan PP nomor 50 tahun 2012, sistem manajemen keselamata dan kesehatan kerja adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penerapan Sistem Manajeman Kesehatan dan Keselamatan (SMK3) di PG Djombang Baru. Melalui cara-cara pencegahan kecelakaan kerja, termasuk penyakit yang dapat timbul akibat pekerjaan. Selain melindungi pekerja dari potensi bahaya di lingkungan kerja, penerapan aturan K3 ini dapat meningkatkan efektifitas dan menjaga aktivitas produksi perusahaan. Pengaturan K3 berlangsung di berbagai negara, dengan pedoman yang diberlakukan oleh masing-masing otoritas. Jadi penerapan aturan ini bersifat normatif dan harus dipatuhi setiap perusahaan.

Agen-Agen Penyebar Islam Wasathiyyah: Pembacaan Ulang Terhadap Kiprah “Tiga Serangkai” Sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak Dalam Kacamata Bourdieu

Nizar, Mohammad, Muttaqin, Ahmad
Abstract: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ulang kiprah “Tiga Serangkai” sebagai agen-agen penyebar Islam Wasthiyyah yang memimpin Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang terkenal akan tradisi pengajaran dan pendidikan hafalan&#8230; afalan Alquran sepeninggal KH. M. Munawwir dengan memanfaatkan teori sosiologi milik Pierre Bourdieu. Konsep Wasathiyyah menjadi dasar dari konsep “al-Muhafdhotu ‘ala Qadimi al-Shalih wa al-Akhdhu bi al-Jadid al-Ashlah” yang bisa diartikan sebagai sikap toleran yang menerima perkembangan dan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi luhur. Konsep ini juga diterapkan dalam pondok-pondok pesantren beraliran Ahlusunnah Wal Jamaah seperti Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Setelah wafatnya KH. M. Munawwir (Muassis Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak) pada 1942 M, kepemimpinan pesantren Al-Munawwir dipegang oleh “tiga serangkai”: 1) KH. R. Abdullah Afandi Munawwir, 2) KH. R. Abdul Qodir Munawwir, dan 3) KH. Ali Maksum (yang baru pindah dari Lasem ke Krapyak di tahun 1943 M). Konsep-konsep dalam teori sosiologi milik Pierre Bourdieu yang digunakan dalam tulisan ini adalah habitus, modal, ranah, dan praktik. Melalui pembacaan ulang terhadap kiprah “Tiga Serangkai” sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu, didapatkan beberapa hipotesis sebagai berikut: 1) habitus yang terdapat dalam kisah “Tiga Serangkai” sebagai penerus estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak adalah habitus “pesantren” yang memegang akidah (doksa) Ahlusunnah Wal Jamaah, 2) Modal yang dimiliki “Tiga Serangkai” sebagai agen penyebar Islam Wasathiyyah adalah modal simbolik, modal ekonomi, modal akademis, modal politik, dan modal kultural, 3) Ranah yang menjadi tempat berkiprahnya “Tiga Serangkai” adalah pondok pesantren, lembaga masyarakat luar pesantren, dan lembaga nasional, dan 4) kiprah yang berarti praktik dalam kacamata Bourdieu di sini mengarah pada kiprah “Tiga Serangkai” di sisi internal (pesantren) dan sisi eksternal (masyarakat dan nasional)