Search Articles & Publications

Showing 510 articles found for "Tepat"

Edukasi Penanganan Pertama Kasus Tersedak Dengan Heimlich Maneuver Di Rumah Sakit TK.III.04.04.04. Slamet Riyadi

Ci Prayoto, Tutik yuniani, Firza Zaenatin, Syafira Rizqi Ramadhani, Anis Pramudya Listiyowati, Wahyu Widiatmoko, Okta Wahyu Prasetyo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penanganan pertama kasus tersedak menggunakan metode Heimlich Maneuver di Rumah Sakit Tk. III.04.04.04 Slamet Riyadi. Heimlich Maneuver adalah teknik pertolongan… pertama yang digunakan untuk mengatasi tersedak akibat benda asing yang menyumbat saluran pernapasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan demonstrasi langsung. Hasil dari kegiatan pendidikan kesehatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pasien di Ruang Dahlia, RS Slamet Riyadi Surakarta. Pasien dan keluarganya berhasil melakukan pelatihan Heimlich Maneuver secara bersama-sama, sesuai dengan edukasi dan pelatihan yang telah diberikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan pasien serta keluarganya dalam menghadapi situasi tersedak dengan tepat.

Implementasi Metode CNN Untuk Klasifikasi Status Stunting Pada Balita

Abrori, Syariful, Zaehol Fatah
Abstract: Stunting pada balita merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang serius dan memerlukan penanganan segera melalui deteksi dini yang akurat. CNN (Convolutional Neural Network) merupakan metode yang akurat, efektif dan… tepat sasaran dalam memberikan hasil yang akurat dan presisi. Implementasi metode CNN dapat mengklasifikasikan status stunting pada balita berdasarkan parameter antropometri dan karakteristik kesehatan. Dataset yang digunakan terdiri dari 6.500 sampel data balita dengan 8 variabel meliputi jenis kelamin, usia, berat lahir, panjang lahir, berat badan, panjang badan, riwayat ASI eksklusif, dan status stunting. Metodologi yang digunakan melibatkan serangkaian tahapan preprocessing data termasuk standardisasi fitur menggunakan StandardScaler, pemisahan data training (80%) dan testing (20%), serta penggunaan arsitektur CNN yang terdiri dari layer konvolusi 1D dengan 32 filter, max pooling, dan dense layer. Model dilatih menggunakan optimizer Adam dengan fungsi loss categorical crossentropy selama 10 epoch dan batch size 32. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan berbagai metrik termasuk accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN yang dikembangkan mencapai performa yang sangat baik dengan akurasi 90%, precision 89%, recall 92%, dan F1-score 91%. Analisis confusion matrix mengkonfirmasi kemampuan model dalam mengklasifikasikan kedua kelas yaitu pada stunting dan non-stunting secara seimbang. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi CNN efektif dalam mengidentifikasi status stunting pada balita dan berpotensi menjadi alat bantu yang berharga dalam screening stunting di fasilitas kesehatan.

Penanganan Kegawatdaruratan Fraktur Dengan Balut Bidai Di Poli Orthopedi Rumah Sakit TK.III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta

Ida Nur Imamah, Cirilia Aripratiwi, Nadya Rika Aulia, Marisa Lilis Afiani, Syafira Dianty H, Putri Lia Sari, Simon Meydieta Sukarna Putra
Abstract: Fraktur dan dislokasi merupakan tindakan kegawatdaruratan yang perlu ditangani sesegera mungkin secara cepat, tepat dan cermat sehingga menimalisir kecacatan dan kematian, salah satu tindakan yang dilakukan adalah balut… bidai. Penanganan kegawatdaruratan fraktur dengan balut bidai di Poli Orthopedi Rumah Sakit Tk.III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta dilaksanakan melalui metode seminar, pelatihan, dan pendampingan yang berfokus pada teknik pembalutan dan pembidaian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai konsep fraktur, penyebab, tanda dan gejala, serta prinsip dan jenis pembidaian dalam situasi darurat. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui sesi tanya jawab, yang bertujuan mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah menerima materi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang penanganan fraktur dengan balut bidai. Program ini diharapkan menjadi modal berharga dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dan dukungan komunitas untuk penanganan fraktur.

Korelasi Perilaku Dengan Tingkat Prestasi Siswa I’dadiyah Menggunakan Metode Apriori

Khairul Anam, Zaehol Fatah
Abstract: Perilaku siswa merupakan tindakan yang dimiliki oleh siswa yang dipengaruhi oleh sikap, dan tanggung jawabnya di sekolah, Penelitian ini dilakukan untuk memahami korelasi antara perilaku siswa dan tingkat prestasi akademik… ik di tingkat I’dadiyah, sebuah topik yang penting karena perilaku siswa sering dianggap sebagai salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan akademik. Metode Apriori dipilih karena kemampuannya dalam menganalisis pola asosiasi dari data besar dan menemukan hubungan tersembunyi antar variabel. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup catatan disiplin, kehadiran, partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, serta interaksi sosial, yang kemudian dianalisis bersama dengan data prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku positif, seperti disiplin tinggi dan keterlibatan aktif dalam kelas, dengan capaian akademik yang lebih baik. Di sisi lain, perilaku yang kurang disiplin cenderung terkait dengan prestasi yang lebih rendah. Penemuan ini menegaskan pentingnya memantau dan membentuk perilaku siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Apriori dapat menjadi alat yang efektif untuk memahami hubungan antara perilaku dan prestasi siswa, serta memberi kontribusi penting bagi para pendidik dalam merumuskan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan berbasis data. Kesimpulan ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Evaluasi Dan Strategi Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Melalui Pelatihan Dan Pengembangan Kompetensi Karyawan

Hikmatus Sholihah, Nailatul Karomah, Helfita Sari, Dani Triiswanto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan. Dengan metode kajian… literatur yang komprehensif, penelitian ini mengungkap bahwa penerapan pelatihan berbasis teknologi, seperti e-learning, tidak hanya meningkatkan fleksibilitas waktu tetapi juga efektivitas pelatihan dalam penyampaian materi. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan dengan pendekatan Management by Objectives (MBO) dan Human Resource Scorecard (HRSc) terbukti efektif dalam mendorong kontribusi karyawan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Demikian, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala yang umum dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya dukungan dari manajerial, yang berpotensi menghambat keberhasilan program pelatihan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan perusahaan tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan tantangan globalisasi. Melalui strategi yang tepat, pelatihan SDM dapat menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.

Evaluasi Kebijakan Retribusi Parkir Di Kota Tasikmalaya

Rizky Maulana Permana
Abstract: Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang berada dilingkungan Kota Tasikmalaya yang mengemban tugas di bidang perhubungan salah satunya mempunyai tugas mengelola mengenai parkir… rkir oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Parkir. Adapun Peraturan Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah Peraturan Walikota No.1 Tahun 2020 tentang Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. Hasil dari retribusi parkir tersebut masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah, namun masih berjalan dengan baik dari peraturan tersebut dikarenakan pencapaian target dari retribusi parkir dari tahun ke tahun tidak mencapai target yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan Evaluasi Kebijakan Retribusi Parkir Di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Studi Kepustakaan dan Studi Lapangan (Observasi, Wawancara dan Dokumentasi). Berdasarkan hasil penelitian bahwa evaluasi kebijakan yang digunakan adalah teori William Dunn untuk evaluasi kebijakan yang mencakup 6 sub kajian yaitu: efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 dimensi tersebut 2 sub kajian menunjukkan kondisi yang baik yang mendukung keberhasilan kebijakan yaitu kajian efektivitas dan efisiensi. Sementara terdapat sub kajian yang memiliki kelemahan yaitu responsivitas, perataan, kecukupan dan ketepatan.

Membangun Kinerja Unggul Melalui Pelatihan, Pengembangan, Dan Keragaman Sumber Daya Manusia Di Era Digital

Tika Puspita Oktavianingrum, Afidatur Rizqiyah, Abdul Ghofur, Khoirul Umam, Nurul Setianingrum
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengaji pelatihan, pengembangan, dan keragaman sumber daya manusia di (SDM) di era digital yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dalam organisasi maupun perusahaan. Pelatihan dan pengembangan… bangan SDM adalah elemen vital untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan daya saing perusahaan. Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam manajemen SDM, termasuk penerapan teknologi canggih dan model kerja yang lebih fleksibel. Keragaman dalam SDM, meskipun memberikan peluang untuk inovasi dan pemahaman pasar yang lebih baik, juga menghadirkan tantangan yang memerlukan pengelolaan yang efektif. Oleh karena itu, organisasi perlu menerapkan pendekatan manajemen yang tepat, termasuk perencanaan sistem kerja yang optimal dan pengembangan kemampuan karyawan. Model AMO (Ability, Motivation, Opportunity) digunakan sebagai kerangka untuk meningkatkan kinerja karyawan. Organisasi/perusahaan juga harus fokus pada analisis kebutuhan pelatihan, perancangan program, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan strategis, serta menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan efisiensi dan kepuasan kerja di tengah dinamika perubahan teknologi dan tuntutan pasar yang terus berkembang.

Evaluasi Kebijakan Struktur Organisasi Dan Tata Kerja Di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya

Atep Kemal Hakiki
Abstract: Artikel ini berjudul “Evaluasi Kebijakan Struktur Organisasi  Di Sekretariat Daerah  Kabupaten Tasikmalaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis evaluasi kebijakan struktur organisasi di Sekretariat… etariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi Kebijakan struktur organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya terdiri atas Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Pemerataan, Responsivitas dan Ketepatan. Informan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari unsur aparatur Sipil Negara di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan evaluasi yang dilaksanakan mampu mencapai tujuan dalam penataan organisasi, dapat dilihat dari penataan yang di lakukan dengan mengedepankan efektifitas pelaksanaan tugas pemerintahan melalui jabatan struktural yang sudah di bentuk. Namun dalam aspek efisiensi dalam kebijakan penataan organisasi perangkat daerah Kabupaten Tasikmalaya dilihat dari pelaksanaannya belum mencapai kriteria efisiensi. Dari sisi kecukupan penataan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya sudah di lakukan sesuai mekanisme yang berlaku, yaitu adanya analisis jabatan dan analisis beban kerja terhadap struktur organisasi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Ditunjau Dari aspek perataan sudah sesuai dengan prosedur dan kebutuhan.  Dari sisi responsivitas hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penataan organisasi Sekretariat Daerah di Kabupaten Tasikmalaya telah berjalan sesuai dengan pedoman teknis penataan Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota yaitu Permendagri No 56 Tahun 2019 yang selanjutnya diturunkan dalam bentuk Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 119 Tahun 2021. Dan terakhir Dilihat dari aspek ketepatan, penataan Struktur Organisasi di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya sudah di sesuaikan dengan urusan – urusan yang sudah di limpahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dimana peraturan daerah tentang penataan organisasi yang telah di susun pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah di sesuaikan dengan peraturan yang lebih tinggi di atasnya.

Perbandingan Capital Asset Pricing Model Dan Model Tiga Faktor Untuk Estimasi Stock Returns Tinjauan Pustaka Dengan Metode Prisma

Ardi Hirmansah
Abstract: Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah alat fundamental di bidang keuangan, yang dikembangkan oleh William Sharpe, yang membantu investor mengevaluasi karakteristik risiko dan pengembalian aset dan portofolio. CAPM memberikan… mberikan kerangka kerja untuk keputusan investasi yang terinformasi dengan menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga bebas risiko, beta aset, dan premi risiko pasar. Hal ini juga menentukan biaya modal bagi perusahaan, membantu dalam penganggaran modal dan proyek investasi. Model tiga faktor, yang merupakan perpanjangan dari CAPM, mencakup premi risiko pasar, premi ukuran, dan premi nilai. Model ini memungkinkan investor untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspektasi pengembalian suatu portofolio, sehingga menghasilkan strategi investasi yang lebih strategis dan dinamis. Dengan menganalisis ukuran dan nilai premi, investor dapat mengidentifikasi peluang di perusahaan kecil atau  saham yang dinilai terlalu rendah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. CAPM dan model tiga faktor memiliki kelebihan dan keterbatasan. CAPM menawarkan kerangka standar untuk membandingkan peluang investasi, meningkatkan kinerja portofolio, dan meningkatkan keuntungan secara keseluruhan. Model tiga faktor membantu investor memahami hubungan antara risiko dan pengembalian, mendiversifikasi portofolio, dan memanfaatkan anomali pasar. Namun, model-model ini mungkin mengabaikan risiko spesifik terkait industri atau faktor makroekonomi eksternal, sehingga menghasilkan kesimpulan yang bias dan pengambilan keputusan yang kurang optimal. Investor harus menggunakan pendekatan komprehensif terhadap manajemen portofolio, dengan mempertimbangkan analisis tambahan dan berbagai faktor untuk memitigasi risiko. Tinjauan literatur sistematis mengenai keuangan berkelanjutan dan keuangan hijau dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan mengikuti kerangka PRISMA. Proses ini mencakup mengidentifikasi kata kunci yang relevan, melakukan seleksi studi, mengekstraksi data yang relevan, menilai kualitas atau risiko bias, dan mensintesis temuan. Kesimpulannya, memahami berbagai model penilaian investasi dapat meningkatkan keterampilan investor dalam menavigasi pasar keuangan dan mencapai tujuan investasi mereka. Bukti empiris mendukung model tiga faktor, menunjukkan peningkatan akurasi dalam prediksi pengembalian aset. Dengan memasukkan faktor-faktor ini ke dalam strategi investasi, investor dapat menavigasi kompleksitas pasar dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih tepat.

Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Reward Tahunan Untuk Guru Smkn 1 Muara Labuh Memanfaatkan Pendekatan MAUT (Multy Attribute Utility Theory)

Nadia Astri Wulandari
Abstract: Sekolah adalah lembaga tempat siswa mendapat pengajaran dibawah pengawasan seorang guru. Setiap daerah besar memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya diwajibkan. Pemberian reward adalah bentuk insentif yang diberikan… an kepada guru yang mampu bekerja sedemikian rupa, sehingga tingkat keahlian dan keterampilan yang baku terlampaui, sehingga sekolah pantas memberikan reward sebagai hadiah untuk guru. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam pemberian penghargaan kepada guru, khususnya dalam proses pemilihan guru yang memenuhi syarat untuk menerima reward yang tidak transparan. Pada permasalahan di atas diperlukan suatu sistem yang dapat memberikan panduan untuk mengevaluasi hasil rekomendasi reward guru dengan cepat dan akurat, dengan tingkat ketepatan dan akurasi yang tinggi. Sistem seperti ini dikenal dengan nama Decision Support System (DSS) atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK).