Search Articles & Publications

Showing 500 articles found for "Admin"

Green Accounting Practices and Environmental Awareness in Supporting Hospital Sustainability: A Qualitative Study at RSK X in East Java

Enggaryanti, Heny, Riharjo, Ikhsan Budi
Abstract: Hospital operations provide healthcare services while generating environmental impacts through medical waste, hazardous and toxic waste, wastewater, and the consumption of energy, water, and other resources. These impacts… s require hospitals to adopt environmental management practices that extend beyond regulatory compliance and strengthen environmental awareness. This study aims to analyze the role of green accounting in fostering environmental awareness and supporting organizational sustainability at a specialized hospital (RSK X) in East Java, Indonesia. The study employed a qualitative approach within an interpretive paradigm using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving informants engaged in environmental management and hospital operations. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and thematic analysis using NVivo 14 Pro. The findings indicate that green accounting practices at RSK X are reflected in medical and hazardous waste management, wastewater treatment plant operations, environmental monitoring, resource efficiency, environmental reporting, and environmental cost recording. These practices function not only as mechanisms for administrative compliance and cost control but also as instruments for fostering employees' environmental awareness through socialization, monitoring, habituation, and behavioral change. Green accounting implementation is supported by management commitment, government regulations, accreditation requirements, and organizational culture. However, constraints remain, particularly the absence of a dedicated green accounting report, limited integration of environmental information into the hospital information system, and varying employee understanding of green accounting. The study concludes that green accounting serves managerial and behavioral functions by improving environmental accountability, strengthening environmental awareness, and contributing to hospital sustainability.

Digital Financial Transparency and Sustainable Public Governance: Evidence From Local Governments in West Java Province

Utie, Maulida Salmi, Ulfa, Muthia, Dalimunthe, Imaniel Rahel Riana
Abstract: Digital financial transparency is crucial for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly for building accountable and trustworthy public institutions. Limited studies examine whether digitalization&#8230; actually delivers accessible financial information and whether such transparency strengthens sustainable public governance. This study addresses that gap by constructing an original, multi-dimensional, portal-level Digital Financial Transparency Index (DFTI) and linking it to sustainable public governance, an association not previously tested at the Indonesian subnational level. Using a quantitative, explanatory design, financial management and public information portals are assessed through content analysis. Twenty-one indicators covering organizational information, financial transparency, and website accessibility are aggregated into the DFTI. Sustainable public governance is proxied by the 2024 electronic-based government system (SPBE) index, the only nationally standardized, externally assessed, and annually published measure of digital public administration maturity in Indonesia. Ordinary least squares regression tests the hypothesis, complemented by Spearman correlation as a non-parametric robustness check suited to the small city and regency subsamples. The findings show DFTI has a positive and significant effect on SPBE (β = 0.026; p = 0.032). The effect operates through content rather than appearance: among regencies, organizational information and financial transparency correlate significantly (p < 0.05) with SPBE, website accessibility does not. The results provide recommendations that local governments should adopt a standardized minimum financial-disclosure content and prioritize the weakest indicators, which are raw data, citizen-friendly budget summaries, and personal data protection. Also the provincial government should channel budget-capacity support to low-DFTI regencies, where transparency and maturity are most strongly associated with budget resources to advance SDG 17.

Membangun Kepercayaan Publik: Analisis Komunikasi Interpersonal Pegawai Kantor Pertanahan Kota Serang

Mohammad Fauzan Hafidz, Siti Muhibah, Arga Satrio Prabowo
Abstract: Kepercayaan publik merupakan faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pada sektor pertanahan yang memiliki kompleksitas administrasi dan koordinasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan&#8230; rtujuan menganalisis kemampuan komunikasi interpersonal pegawai Kantor Pertanahan Kota Serang sebagai upaya membangun kepercayaan publik terhadap kualitas layanan yang diberikan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 102 pegawai, dengan sampel sebanyak populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil uji instrumen menunjukkan seluruh item pernyataan valid dengan nilai corrected item-total correlation di atas 0,349 serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,969. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pegawai berperan penting dalam memperkuat koordinasi internal, meningkatkan kejelasan informasi, serta mengurangi potensi miskomunikasi yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pelayanan pertanahan. Komunikasi interpersonal yang efektif mendorong terciptanya pelayanan yang lebih transparan, responsif, dan akuntabel sehingga berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik terhadap Kantor Pertanahan Kota Serang. Public trust is a crucial factor in the successful implementation of public services, including the land administration sector, which is characterized by complex administrative processes and extensive work coordination. This study aims to analyze the interpersonal communication competence of employees at the Serang City Land Office as an effort to build public trust in the quality of public services provided. This research employed a quantitative method with a survey approach. The study population consisted of 102 employees, all of whom were included as the research sample using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire developed based on DeVito’s interpersonal communication indicators, namely openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. The instrument testing results indicated that all questionnaire items were valid, with corrected item-total correlation values exceeding 0.349, and reliable, with a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.969. The findings reveal that employees’ interpersonal communication plays a significant role in strengthening internal coordination, improving information clarity, and minimizing the potential for miscommunication that may influence public perceptions of land services. Effective interpersonal communication contributes to more transparent, responsive, and accountable public services, thereby enhancing public trust in the Serang City Land Office.

PENGARUH MOTIVASI DAN KONTEN KEWIRAUSAHAAN DI TIKTOK TERHADAP KEPUTUSAN BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS ANGKATAN 2022 INTERNATIONAL WOMEN UNIVERSITY

Ardillah, Lisni, Nuratri, Bangkit
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Motivasi dan Konten Kewirausahaan di TikTok terhadap Keputusan Berwirausaha mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Angkatan 2022 International Women&#8230; n University. Penelitian dilakukan terhadap 100 responden menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa variabel Motivasi (X1) memiliki nilai rata-rata sebesar 17,61 dari skor maksimum 20, yang mengindikasikan bahwa tingkat motivasi berwirausaha mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Angkatan 2022 International Women University tergolong tinggi. Variabel Konten Kewirausahaan di TikTok (X2) memiliki nilai rata-rata sebesar 19,87 dari skor maksimum 25, menunjukkan bahwa paparan konten kewirausahaan yang diterima mahasiswa melalui TikTok berada pada kategori baik. Sementara itu, variabel Keputusan Berwirausaha (Y) memiliki nilai rata-rata sebesar 20,22 dari skor maksimum 25, yang menggambarkan bahwa keputusan berwirausaha mahasiswa berada pada kategori cukup tinggi, meskipun hasil pra-survei sebelumnya mengungkap masih adanya kesenjangan antara keinginan dan keberanian untuk mengeksekusi keputusan berwirausaha secara nyata. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Berwirausaha mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Angkatan 2022 International Women University. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 3,250 yang lebih besar dari t tabel 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 0,523 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel Motivasi akan meningkatkan Keputusan Berwirausaha sebesar 0,523 satuan. Artinya, semakin tinggi motivasi yang dimiliki mahasiswa baik dalam bentuk kebutuhan berprestasi, keinginan sukses, dorongan mandiri, maupun semangat mencoba usaha maka semakin besar pula keputusan mahasiswa untuk berwirausaha. Konten Kewirausahaan di TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Berwirausaha mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Angkatan 2022 International Women University. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 4,168 yang lebih besar dari t tabel 1,985 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien regresi sebesar 0,399 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel Konten Kewirausahaan di TikTok akan meningkatkan Keputusan Berwirausaha sebesar 0,399 satuan. Nilai t hitung variabel ini (4,168) merupakan yang tertinggi dibandingkan variabel Motivasi (3,250), yang mengindikasikan bahwa Konten Kewirausahaan di TikTok memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap Keputusan Berwirausaha dalam penelitian ini. Motivasi dan Konten Kewirausahaan di TikTok secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Berwirausaha mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Angkatan 2022 International Women University. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 23,180 yang lebih besar dari F tabel 3,09 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,323 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi Keputusan Berwirausaha sebesar 32,3%, sedangkan 67,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini seperti pendidikan kewirausahaan, self-efficacy, akses permodalan, dan faktor lingkungan.

INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT PADA APLIKASI IARPUSGORONTALO DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI GORONTALO

Daimun, Faisal, Abdussamad, Juriko, Nani, Yacob Noho
Abstract: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang&#8230; ang yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang Perpustakaan, Pustakawan Ahli Madya, Admin/Staf IT, dan Pemustaka/Pengguna Masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi iArPusGorontalo sebagai inovasi layanan publik berbasis e-government secara keseluruhan belum berjalan secara optimal. Dari sisi persepsi kegunaan, fitur-fitur aplikasi dinilai memadai secara fungsional, namun kesenjangan besar antara koleksi digital yang tersedia sekitar 2.000 judul dengan kebutuhan ideal 40.000 judul menyebabkan manfaat aplikasi belum dirasakan secara penuh oleh pemustaka, yang tercermin dari penurunan jumlah pengguna aktif dari 215 pengguna pada tahun 2024 menjadi 172 pengguna pada tahun 2025. Dari sisi persepsi kemudahan penggunaan, pustakawan menilai aplikasi mudah dipelajari, namun pemustaka masih menghadapi hambatan pada proses login, pendaftaran akun, pemuatan konten, serta keterbatasan infrastruktur jaringan internet dengan kapasitas bandwidth hanya sekitar 50 Mbps dari kebutuhan ideal 100 Mbps dan hanya tersedianya 6 unit komputer untuk pemustaka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo segera memprioritaskan penambahan koleksi digital secara terencana, meningkatkan kapasitas bandwidth minimal hingga 100 Mbps, menambah perangkat komputer bagi pemustaka, mengembangkan media pembelajaran seperti tutorial video, memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat, serta mengintegrasikan fitur bantuan teknis langsung ke dalam aplikasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital secara optimal dan inklusif.

GENERASI VOKASI SIAP KERJA: EDUKASI ADMINISTRASI DIGITAL PERBANKAN (CMS) PADA SISWA SMK BINA SATRIA MEDAN

Hutasoit, Debri Ton Mario, Candra, Candra, Tambunan, Hotbona Novandi, Hendarti, Ricca, Wibowo, Nazlia, Aulia, Muhammad Rizki
Abstract: Perkembangan digitalisasi di sektor perbankan menuntut lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki kompetensi dalam penggunaan aplikasi administrasi perbankan berbasis digital, salah satunya Cash Management System (CMS).&#8230; Namun, sebagian besar siswa SMK Bina Satria Medan belum memperoleh pembelajaran praktis mengenai penggunaan CMS sebagai salah satu layanan perbankan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai konsep, fitur, serta penerapan CMS dalam aktivitas administrasi perbankan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan CMS, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh siswa SMK Bina Satria Medan yang menunjukkan partisipasi aktif selama pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi CMS, proses transaksi digital, dan pentingnya keamanan dalam penggunaan layanan perbankan elektronik. Selain itu, peserta mampu mengoperasikan fitur-fitur dasar CMS melalui simulasi yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan literasi administrasi digital perbankan dan menjadi bekal awal bagi siswa dalam menghadapi kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

OPTIMALISASI FUNGSI MASJID AL-MASYITHOH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKA MELALUI PROGRAM KKN

Fatimah, Fatimah, Agustini, Agustini, Linah, Rozah, Fitriyana, Wahyu, Misita, Siti, Anasmuda, Jimmi
Abstract: Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Al-Masyithoh yang&#8230; berlokasi di Gang Rambutan IV No. 69, Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan selama 40 hari, mulai 6 Mei hingga 16 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Program yang dilaksanakan meliputi pembelajaran Al-Qur'an dan Iqra', pelatihan adzan, pengajaran doa harian, adzan rutin, kebersihan masjid, pemberdayaan remaja masjid melalui kegiatan olahraga badminton, kajian subuh, aktivasi media sosial masjid, kegiatan nonton Bersama, dan diskusi anti-bullying, serta kepanitiaan pelaksanaan qurban. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak dan remaja dalam kegiatan keagamaan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi sosial masjid, serta terbentuknya media dakwah digital yang mendukung penyebaran informasi keagamaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan Islam, pembentukan karakter generasi muda, dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Masjid Al-Masyithoh melalui program KKN berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan.

THE IMPACT OF DIGITALIZATION ON MSME PERFORMANCE: A QUALITATIVE STUDY ON 3 KG LPG DISTRIBUTION OUTLETS

Sisilia, Mariska, Sitompul, Melva Melany
Abstract: Digitalization has become a key strategy for enhancing the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) amidst advances in information technology and changes in consumer behavior. The use of various digital&#8230; gital platforms, such as social media, marketplaces, digital payment applications, and technology-based financial recording systems, is expected to improve operational efficiency and expand marketing reach. However, the level of digital technology utilization by 3 Kg LPG distribution outlets remains varied, necessitating a more in-depth study of the impact of digitalization on business performance. This study aims to analyze the impact of digitalization on MSME performance based on interviews with owners and managers of 3 Kg LPG distribution outlets under PT Pinang Baris Langit Biru. The study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of 3 Kg LPG distribution outlets that have implemented digitalization in their business activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the implementation of digitalization has a positive impact on MSME performance, particularly at 3 Kg LPG distribution outlets, including increasing sales, expanding market share, accelerating transaction processes, improving promotional effectiveness, and simplifying business administration and financial management. However, several obstacles remain, such as low digital literacy, limited human resources, and limited access to technology. Therefore, support in the form of training, mentoring, and government policies is needed to improve digital capabilities at 3 Kg LPG distribution outlets so that digital transformation can proceed optimally.

IMPLEMENTATION OF MSME EMPOWERMENT PROGRAMS IN IMPROVING BUSINESS INDEPENDENCE IN DESA CURUGCIUNG, CIKEUSIK DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY

Nugraha, Restu Alya, Firdaus, Siti Aina, Andayani, Nopi, Ramdhani, Miftah Faiz Ali, Oktaviani, Maya
Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are crucial for local economic development, employment absorption and community welfare. However, the success of empowerment programmes in rural regions generally stays at the&#8230; implementation level. This study seeks to examine the implementation of MSME empowerment program in enhancing business independence in Desa Curugciung Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang. The study used a descriptive qualitative design. The collection of data was carried out through observation, semi-structured interviews and documentation with seven informants, including the sub-district head, village head, a BRI officer, the chairperson of the Village Consultative Body, and three MSME actors. Data were evaluated by Miles, Huberman and Saldaña’s interactive approach which consists of data collection, data condensation, data display and conclusion drafting. The findings indicate that the implementation of the MSME empowerment program has not been adequately carried out. Communication on the program at the bureaucratic level was still limited and did not reach the MSME actors to the fullest. Training, mentoring and access to funding were formally provided as resources but not experienced equally by business actors. The commitment of the implementing institutions had not been fully converted into ongoing assistance, while the bureaucratic structure was still more administrative than service-oriented. The results of the study also indicated that the independence of the business of MSME actors is more created via self-initiative, experience and adaptation rather than direct intervention from the empowerment program. The study concluded that the presence of resilient MSMEs in rural areas does not necessarily mean that the policies are well implemented. The essay contributes to the study of public policy implementation in the identification of the gap between the formal empowerment design and the real growth of business independence at the village level.

Kinerja Pelayanan Rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba Pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe

Lidawati, Rola Pola Anto, Sitti Rahmatyah
Abstract: Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang sangat mengkhawatirkan generasi saat ini. Narkoba sendiri tidak lagi dianggap haram dan sulit ditemukan, namun merupakan produk yang sangat mudah ditemukan. Salah satu cara&#8230; ara yang ditempuh untuk mencegah dan untuk mengetahui adanya indikasi penggunaan Narkoba bagi seseorang. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe secara administratif mengeluarkan surat keterangan hasil pemeriksaan Narkoba. Pelayanan surat keterangan ini adalah bagan pelayanan administratif dari pemerintah. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  dan menganalisis kinerja pelayanan Rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif  kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan rekomendasi Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika  pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe dapat terlaksana dengan dukungan pada aspek produktivitas, kualitas pelayanan,  responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas