Abstract:Abstract : Indonesia as one of the countries that have agreed on the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) is committed to the successful implementation of the SDGs through various activities and demonstrates…
onstrates its commitment by issuing Presidential Regulation Number 59 of 2017 concerning the Implementation of Achieving Sustainable Development Goals. The Central Statistics Agency of Asahan Regency implements the Cinta Statistik Village Sectoral Statistics Development Program or the so-called Beautiful Village and the 2021 Cinta Statistics Village SDGs Entry Program. The Cinta Statistics Village Development Program (Desa Cantik) focuses on increasing literacy, awareness and the active role of village/kelurahan officials and the community in organizing activities. Manual data management is still not effective and efficient to work quickly, precisely and accurately. With the development of technology, it is necessary to design a web-based SDGs Cinta Statistics application using the codeigniter framework by developing an agile method where this method is a software development method that is needed when the system has undergone repair or renewal. This application will help BPS Asahan employees work more effectively and efficiently so that the stored data is safe, fast, precise and accurate.
Keywords: Village SDGs; Agile Method; CodeIgniter Framework
Abstrak : Indonesia sebagai salah satu Negara yang telah menyepakati penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) / Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan SDGs melalui berbagai kegiatan dan menunjukkan komitmen dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan melaksanakan Program Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cinta Statistik atau yang disebut Desa Cantik dan Program Entry SDGs Desa Cinta Statistik Tahun 2021. Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) berfokus pada meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan. Pengelolaan data secara manual tersebut masih kurang efektif dan efesien untuk bekerja dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan berkembangnya teknologi maka perlulah dirancang sebuah aplikasi SDGs Desa Cinta Statistik berbasis web dengan menggunakan framework codeigniter dengan mengembangkan metode agile dimana metode ini adalah metode pengembangan software yang dibutuhkan ketika sistem telah mengalami perbaikan atau pembaharuan. Dengan adanya aplikasi ini akan membantu pegawai BPS Asahan bekerja lebih efektif dan efisien sehingga data yang tersimpan aman, cepat, tepat dan akurat.
Kata kunci: SDGs Desa; Metode Agile; Framework Codeigniter
Abstract:Abstract: An expert system that is able to identify the initial malfunction of a server with the linux operating system at BP Batam at the application layer based on the knowledge provided directly from experts / experts…
and through literature studies. This study uses the calculation method of Certainty Factor (CF) in calculating the level of expertise. This research data consists of indication data and data of server errors or problems, as well as data on rules. Expert systems in organizations, especially in BP Batam are aimed at adding value, increasing productivity and managerial areas that can draw conclusions quickly. The benefits obtained from an expert system that is able to diagnose and identify quickly, precisely and accurately to the indication of errors or problems caused are expected to be able to help server administrators in anticipating more severe system damage and can disrupt system operations at BP Batam.
Keywords: Certainty Factor; Expert System.
Abstrak: Sistem pakar yang mampu mengidentifikasi kerusakan awal server dengan sistem operasi linux di BP Batam pada layer aplikasi berdasarkan pengetahuan yang diberikan langsung dari pakar/ahlinya dan melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Certainty Factor (CF) dalam menghitung tingkat kepakaran. Data penelitian ini terdiri dari data indikasi dan data error atau permasalahan server, serta data aturan. Sistem pakar pada organisasi khususnya di BP Batam ditujukan untuk penambahan value, peningkatan produktivitas serta area manajerial yang dapat mengambil kesimpulan dengan cepat. Manfaat yang diperoleh dari sistem pakar yang mampu melakukan diagnosis dan identifikasi dengan cepat, tepat dan akurat terhadap indikasi error atau permasalahan yang ditimbulkan diharapkan mampu membantu para administrator server dalam mengantisipasi kerusakan sistem yang lebih parah dan dapat mengganggu operasional sistem di BP Batam.
Kata kunci: Certainty Factor; Sistem Pakar.
Abstract:Abstract:All students in the world of education in the learning process are not separated from the various rules and regulations that apply or are implemented by the school and it is mandatory to be obeyed by every student.…
nt. With this, it is intended that every student knows about discipline. At SMP Negeri 1 Bosar Maligas presence, tidiness, personality and order are aspects of discipline which are used as references to measure the level of student discipline. The mechanism for measuring the level of discipline of each student is measured manually, namely by accumulating points of violations committed by students, then determining the sanctions that will be given. The purpose of this study is to analyze and design a decision support system to determine the level of discipline and sanctions for student violations using the TOPSIS (Technique Order Preference by Similarity To Ideal Solution) method and implement the system to assist counseling teachers in monitoring student discipline levels, and can be effective and efficiently find the number of points of violation committed by students. The system is designed using the MySQL database, PHP programming language, and Macromedia Dreamweaver application software.
Keywords: Discipline, TOPSIS, Macromedia Dreamweaver, Hypertext PrePocessor, Decision Support Systems.
Abstrak: Semua siswa di dalam dunia pendidikan dalam proses belajar tidak ada yang terlepas dari berbagai tata tertib dan peraturan yang berlaku atau di jalankan oleh sekolah dan memang wajib harus di taati oleh setiap siswa. Dengan adanya hal tersebut bertujuan supaya setiap siswa mengetahui tentang kedisiplinan. Di SMP Negeri 1 Bosar Maligas kehadiran, kerapian, kepribadian dan ketertiban merupakan aspek kedisiplinan yang dijadikan sebagai acuan untuk mengukur tingkat kedisiplinan siswa. Mekanisme pengukuran tingkat disiplin dari masing-masing siswa diukur dengan cara manual, yaitu dengan mengakumulasi point pelanggaran yang dilakukan siswa, kemudian ditentukan sanksi yang akan diberikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan merancang sistem pendukung keputusan untuk menentukan tingkat kedisiplinan dan sanksi pelanggaran siswa menggunakan metode TOPSIS (Technique Order Preferenceby Similarity ToIdeal Solution) dan mengimplementasikan sistem tersebut untuk membantu guru BK dalam memantau tingkat kedisiplinan siswa, dan dapat dengan efektif dan efesien mencari jumlah point pelanggaran yang di lakukan oleh siswa.Sistemdi rancang menggunakan database MySQL,bahasa pemrograman PHP, dan software aplikasi macromedia dreamweaver.
Kata Kunci :Kedisiplinan, TOPSIS, Macromedia Dreamweaver, PHP, Sistem Pendukung Keputusan.
Abstract:Abstract:Theft is the illegal taking of property or belongings of another person without the permission of the owner. The most common crime problem in Asahan District is theft, so that the POLRES is still having trouble…
determining which areas are often the crime of theft. With this problem, we need to do a grouping for areas where theft often occurs, so the process used is the data mining process. Data mining is one of the processes of Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD is an activity that includes collecting, using historical data to find regularities, patterns or relationships in large data sets. One of the techniques known in data mining is clustering technique. The K-Means method is a method for clustering techniques, K- Means is a method that partitions data into groups so that data with the same characteristics are entered into the same set of groups and data with different characteristics are grouped into other groups. The attributes used in grouping this data are annual data, namely 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. A case study of 9 POLSEK in the Asahan.
Keywords: Data Mining, Clustering, K-Means Algorithm, Theft Crimes Grouping.
Abstrak: Pencurian merupakan pengambilan properti atau barang milik orang lain secara tidak sah tanpa ijin dari pemilik. Masalah tindak kejahatan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Asahan adalah tindak kejahatan pencurian sehingga pihak POLRES masih kesulitan untuk menentukan daerah mana saja yang sering terjadi tindak kejahatan pencuriaan. Dengan adanya masalah ini kita perlu melakukan pengelompokan untuk daerah mana saja yang sering terjadi tindak pencurian maka proses yang digunakan adalah proses data mining. Data mining adalah salah satu proses dari Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data, historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data besar. Salah satu teknik yang di kenal dalam data mining adalah teknik clustering. Metode K-Means merupakan metode untuk teknik clustering, K-Means adalah metode yang mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam set kelompok yang sama dan data yang berkerakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Atribut yang di gunakan dalam pengelomokan data ini adalah data pertahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. Studi kasus pada 9 POLSEK yang ada di daerah kabupaten Asahan.
Kata kunci: Data Mining, Clustering, Algoritma K-Means, Pengelompokan Tindak Kejahatan Pencurian.
Abstract:Abstract: Effective, transparent, and accountable village economic management is an important aspect in supporting rural development and community welfare. However, there are still limitations in the understanding of village…
lage officials regarding the use of information technology literacy in village economic management. This condition results in suboptimal management of economic data, activity documentation, and information dissemination to the community. This community service activity aims to enhance the understanding and awareness of Silo Baru Village officials regarding village economic management based on information technology literacy. The method used was community education through participatory socialization and counseling activities. The results indicate an improvement in the understanding of village officials regarding the importance of digital literacy as a supporting tool for planning, managing, and reporting village economic activities, as well as for promoting transparency and accountability in village economic governance. This activity provides an initial contribution to strengthening the capacity of village officials and supporting sustainable economic development in Silo Baru Village.
Keywords: community service; digital literacy; economic management; village apparatus
Abstrak: Pengelolaan ekonomi desa yang efektif, transparan, dan akuntabel merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, masih terdapat permasalahan berupa keterbatasan pemahaman perangkat desa terhadap pemanfaatan literasi teknologi informasi dalam pengelolaan ekonomi desa. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pengelolaan data ekonomi, dokumentasi kegiatan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran perangkat Desa Silo Baru mengenai pengelolaan ekonomi desa berbasis literasi teknologi informasi. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang bersifat partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa mengenai pentingnya literasi digital sebagai sarana pendukung perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan ekonomi desa, serta sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola ekonomi desa. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal dalam mendukung penguatan kapasitas perangkat desa dan mendorong pembangunan ekonomi Desa Silo Baru yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Kata kunci: ekonomi desa; literasi digital; pengelolaan ekonomi; perangkat desa
Efendi, Syahril, Fauzan Nurahmadi, Fuzy Yustika Manik, Seniman, T. Henny Febriana Harumy, Ivan Jaya, Yeni Absah, Muhammad Romi Syahputra, Liana Dwi Sri Hastuti, Pauzi Ibrahim Nainggolan, Tulus Joseph Herianto, Dewi Sartika Br Ginting, Yudhistira
Abstract:Abstract: The digital transformation of village administration has become an urgent need to enhance public service efficiency and ensure transparent local governance. This study analyzes the implementation of the Village…
Information System (SID) in Kuta Mbelin Village, STM Hulu Subdistrict, Deli Serdang Regency, as a mechanism for supporting administrative digitalization. It also evaluates the role of information technology in village governance and the integration of village statistical data within the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). The research employs a combination of literature review, field observation, and interviews with village officials and community members. The findings indicate that the adoption of SID in Kuta Mbelin Village improves administrative efficiency, accelerates public service delivery, and enables evidence-based data management that supports sustainable village development planning. This study recommends enhancing SID by integrating data analytics and strengthening information security to maximize its usefulness in village governance.
Keywords: village digitalization; village information system; governance; SDGs; kuta mbelin village
Abstrak : Transformasi digital dalam administrasi desa menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Penelitian ini menganalisis implementasi Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, dalam mendukung digitalisasi administrasi desa. Studi ini juga mengevaluasi peran teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa serta integrasi data statistik desa dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SID di Desa Kuta Mbelin meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pelayanan publik, dan memungkinkan pengelolaan data berbasis bukti yang mendukung perencanaan pembangunan desa berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan optimalisasi SID dengan integrasi analitik data dan keamanan informasi untuk meningkatkan daya guna dalam tata kelola desa.
Kata Kunci: digitalisasi desa; sistem informasi desa; tata kelola pemerintahan; SDGs; desa kuta mbelin
Abstract:Abstract: Manual school bell operations in rural areas often cause schedule inconsistencies and reduced discipline. This community service implemented an automatic bell system using an Arduino Nano, RTC DS3231, and DFPlayer…
yer Mini at MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Activities covered needs assessment, system design, audio preparation, installation, training, and evaluation. The system achieved 100% timing accuracy and 40% cost efficiency compared to conventional bell systems. It operated reliably, produced clear audio, and integrated smoothly with the school’s sound system, improving punctuality among teachers and students. The solution is low-cost, easy to maintain, and replicable for other schools. Project outputs include one functional prototype, training materials, and a manuscript submitted to a nationally accredited journal. After this program, the partner experienced improved discipline among teachers and students due to a more organized and punctual bell schedule. In addition, school operators are now able to operate and maintain the system independently, resulting in more efficient school operations.
Keywords: arduino nano; automatic school bell; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah
Abstrak: Operasional bel sekolah yang masih manual di sejumlah sekolah pinggiran menyebabkan ketidakteraturan jadwal dan menurunnya kedisiplinan. Kegiatan pengabdian ini menerapkan sistem bel otomatis berbasis Arduino Nano, modul RTC DS3231, dan DFPlayer Mini di MAS Islamiyah Hessa Air Genting. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan lunak, perekaman konten audio, instalasi sistem, pelatihan operator, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan ketepatan waktu pembunyian bel hingga 100% dibandingkan sistem manual, serta menurunkan biaya implementasi hingga 40% dibandingkan bel komersial dengan fungsi sepadan. Sistem beroperasi stabil, memiliki kualitas audio yang jelas, dan terintegrasi baik dengan sound system sekolah, sehingga berdampak pada peningkatan kedisiplinan guru dan siswa. Solusi ini tergolong ekonomis, mudah dirawat, dan berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Luaran kegiatan meliputi satu unit prototipe berfungsi, modul pelatihan, serta naskah artikel ilmiah yang diajukan pada jurnal terakreditasi nasional. Setelah kegiatan ini, mitra mengalami peningkatan kedisiplinan guru dan siswa karena jadwal bel menjadi lebih teratur dan tepat waktu. Selain itu, operator sekolah kini mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri sehingga kinerja operasional sekolah menjadi lebih efisien.
Kata kunci: arduino nano; bel sekolah otomatis; dfplayer; RTC DS3231; digitalisasi sekolah
Abstract:Abstract: This community service activity was motivated by the drying problems of emping melinjo in Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency, which still relies on sunlight. This traditional method has many limitations…
ns as it depends on weather conditions, requires 2–3 days, and produces products that are less hygienic and inconsistent in quality. The purpose of this activity is to provide a solution through mentoring and training in the use of the electric emping melinjo dryer (KEPINGJO) so that partners are able to operate the equipment and increase production capacity. The implementation method includes several stages: preparation, technology socialization, training, trials, evaluation, and mentoring. The results show that the partners actively participated and were able to operate the equipment independently. The use of the electric dryer resulted in a reduction from 1 kg to 0.64 kg within 1 hour at a temperature of 55 °C, which is much faster than the traditional drying method that takes 2–3 days. In addition, the moisture content of emping melinjo, initially 29% in the wet condition, decreased to 9.5% after the drying process using the electric dryer. The final product is more hygienic, evenly dried, and has a longer shelf life. The application of the KEPINGJO electric dryer has proven to increase productivity, product quality, and household income while strengthening the role of universities in delivering appropriate technological innovations.
Keywords: dryer; melinjo; empowerment; training; food self-sufficiency
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengeringan emping melinjo di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tersebut memiliki banyak keterbatasan karena bergantung pada cuaca, membutuhkan waktu 2–3 hari, serta menghasilkan produk yang kurang higienis dan tidak seragam. Tujuan kegiatan adalah memberikan solusi melalui pendampingan dan pelatihan penggunaan alat pengering elektrik emping melinjo (KEPINGJO) agar mitra mampu mengoperasikan dan meningkatkan kapasitas produksi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi teknologi, pelatihan, uji coba, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan mitra aktif berpartisipasi dan mampu menggunakan alat secara mandiri. Penggunaan alat pengering elektrik memperlihatkan penyusutan dari 1 kg menjadi 0,64 kg dalam waktu 1 jam pada suhu 55 °C, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional 2–3 hari. Selain itu, kadar air emping melinjo yang semula sebesar 29% pada kondisi basah menurun menjadi 9,5% setelah proses pengeringan menggunakan alat pengering elektrik. Produk yang dihasilkan lebih higienis, kering merata, dan memiliki daya simpan lebih lama. Penerapan pengering elektrik KEPINGJO terbukti meningkatkan produktivitas, kualitas, serta pendapatan rumah tangga, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi tepat guna.
Kata kunci: alat pengering; melinjo; pemberdayaan; pelatihan; kemandirian pangan
Abstract:Abstract: This community service (PkM) aims to provide training for teachers on how to create a supportive and fun learning environment for students in their classrooms. This PkM was carried out offline on Wednesday, 15…
November 2023, at 9.00-12.00 WIB. The main participants of the training were 33 teachers, consisting of two teachers of Learning Group for toddlers (KB), six teachers of Kindergarten (TK), ten teachers of Elementary School (SD), seven teachers of Junior High School (SMP), and eight teachers of Senior High School (SMA) in Yayasan Perguruan Kristen Indonesia (YPKI) Magelang. In the presentation session, the author discussed five main principles to help the PkM participants in creating a supportive and fun learning environment, namely: 1) using technology to make learning interesting and fun; 2) taking sufficient time to guide students to practice new learning materials; 3) making rules regarding how students should communicate and act; 4) creating supportive friendship groups; and 5) scheduling teacher professional development meetings in the school to learn from each other and share knowledge. The session concluded with a discussion with the PkM participants, implying that teachers must take an active role to create a supportive environment for their students.
Keywords: learning environment; learning; teaching; technology
Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk para guru tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan menyenangkan untuk para siswa mereka di dalam kelas. Kegiatan PkM ini dilaksanakan secara luring pada hari Rabu, 15 November 2023, jam 09.00-12.00 WIB. Peserta utama pelatihan ini adalah 33 orang guru, yang terdiri dari dua orang guru KB, enam orang guru TK, sepuluh orang guru SD, tujuh orang guru SMP, dan delapan orang guru SMA di bawah naungan Yayasan Perguruan Kristen Indonesia (YPKI) Magelang. Di dalam sesi pemaparan materi, penulis membahas lima prinsip utama untuk membantu para peserta PkM dalam menciptakan lingkungan belajar yang supotif dan menyenangkan tersebut. Kelima prinsip tersebut adalah: 1) menggunakan teknologi untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan; 2) meluangkan waktu yang cukup untuk membimbing siswa berlatih materi pembelajaran yang baru; 3) membuat peraturan terkait bagaimana siswa harus berkomunikasi dan bertindak; 4) membuat kelompok pertemanan yang saling mendukung; dan 5) menjadwalkan pertemuan pengembangan profesionalitas guru di sekolah untuk dapat saling belajar dan berbagi ilmu pengetahuan satu sama lainnya. Sesi diakhiri dengan diskusi dengan para peserta PkM yang menyiratkan bahwa guru harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa mereka.
Kata kunci: lingkungan belajar; pembelajaran; pengajaran; teknologi
Abstract:Abstract: This community service activity focuses on increasing digital literacy as an effort to support digital transformation in the Industry 5.0 era. This program is designed to provide training and seminars to employees…
ees of PT Flextronics Technology Indonesia Batam to improve their understanding and skills in utilizing digital technology effectively in the world of work. Through this activity, participants are given insight into the use of digital technology in business operations, cybersecurity, personal data protection, and the application of artificial intelligence (AI) in industry. This training also includes practical skills such as data analysis, use of digital business software, and e-commerce optimization. So this activity aims to support digital transformation in the Industry 5.0 era by increasing people's understanding and skills in utilizing digital technology. The target of this program is for company employees to be able to optimize technology in business activities, increase productivity, and innovate in the digital era. With this approach, it is hoped that participants can improve work efficiency, competitiveness, and the ability to adapt to technological developments.
Keywords: digital literacy; digital economy; artificial intelligence (AI)
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan literasi digital sebagai upaya mendukung transformasi digital di era Industri 5.0. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan seminar kepada karyawan PT Flextronics Technology Indonesia Batam guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif dalam dunia kerja. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis, keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam industri. Pelatihan ini juga mencakup keterampilan praktis seperti analisis data, penggunaan perangkat lunak bisnis digital, dan optimalisasi e-commerce. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di era Industri 5.0 dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian masyarakat adalah metode edukasi berupa penyuluhan dengan ceramah dan diskusi. Sasaran program ini adalah para karyawan perusahaan agar dapat mengoptimalkan teknologi dalam aktivitas bisnis, meningkatkan produktivitas, serta berinovasi di era digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan efisiensi kerja, daya saing, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kata kunci: literasi digital; ekonomi digital; artificial intelligence (AI)