Abstract:Efficient and transparent administration management is a primary requirement in village governance in the digital era. This community service activity was carried out with the aim of empowering the Silo Baru Village apparatus,…
ratus, Silau Laut District, through training in the use of information technology, especially the use of Microsoft Office applications (Word, Excel, and PowerPoint). This training is designed to increase the capacity of village apparatus in compiling administrative documents, managing data, and presenting information effectively and systematically. The implementation method includes a participatory approach with a combination of material delivery, direct practice, and intensive mentoring. The results of the activity showed an increase in the skills of village apparatus in operating office applications independently, which had a positive impact on work efficiency, data management accuracy, and transparency of administrative services. This program is expected to be the first step in encouraging the digitalization of village government towards more modern and accountable governance.
Keywords: Village Administration; Village Apparatus; Information Technology; Microsoft Office; Digitalization of Government
Abstrak: Pengelolaan administrasi yang efisien dan transparan menjadi tuntutan utama dalam tata kelola pemerintahan desa di era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan perangkat Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan, melalui pelatihan pemanfaatan teknologi infomasi, khususnya penggunaan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint). Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam menyusun dokumen administrasi, mengelola data, serta menyajikan informasi secara efektif dan sistematis. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif dengan kombinasi penyampaian materi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan perangkat desa dalam mengoperasikan aplikasi perkantoran secara mandiri, yang berdampak positif terhadap efisiensi kerja, akurasi pengelolaan data, serta transparansi layanan administrasi. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong digitalisasi pemerintahan desa menuju tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.
Kata kunci: Administrasi Desa; Perangkat desa; Teknologi informasi; Microsoft Office; Digitalisasi Pemerintahan
Abstract:The advanced innovation has essentially expanded the danger of cybercrime, driving to issues such as personality robbery, work misfortune, and disturbances to basic framework. In the interim, cybercriminals proceed to create…
eate modern procedures and methodologies in committing their criminal acts. The reason to depict the degree of cybercrime dangers in Indonesia. Common cyber dangers in Indonesia incorporate malware assaults, refusal of benefit (DoS), dispersed refusal of benefit (DDoS), and phishing. These dangers are frequently exacerbated by a need of mindfulness and instruction almost cybersecurity and constrained requirement of cybercrime laws. In conclusion, cybercrime dangers in Indonesia are right now considered genuine and profoundly unsafe due to their potential to make national issues. The action was carried out through the arrangement of socialization counseling with address and discourse strategies, as well as address and reply with members. Accommodation of fabric within the frame of control point slides that are displayed amid the action and conveyed to instructors as members . Therefore, it is crucial to recognize the importance of understanding these issues cybercrime anticipation socialization has to be passed on to the educator SD Negeri 132408 di Tanjungbalai Selatan. With this preparing, it is trusted that they can gotten to be web clients who can maintain a strategic distance from the potential to ended up culprits or casualties of cyber wrongdoings.
Keywords: cybercrime; socialization; prevention
Abstrak: Pengembangan teknologi digital telah secara signifikan meningkatkan risiko cybercrime karena mempengaruhi pencurian identitas, kehilangan tempat kerja, dan infrastruktur kritis. Sementara itu, pelaku cybercrime terus mengembangkan teknologi dan strategi baru untuk inspeksi perilaku kriminal. Ini dilakukan dengan memeriksa dan menganalisis literatur dalam kaitannya dengan dengan cybercrime di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa publikasi teknologi dari di Indonesia telah mengambil ancaman terbaru dan dampak pada berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Penulis menyimpulkan bahwa cybercrime di Indonesia diklasifikasikan sebagai serius (sangat berbahaya) karena dapat menyebabkan masalah nasional. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian sosialisasi dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, serta bertanya jawab bersama peserta. Bentuk dalam penyampaian materi yaitu slide powerpoint yang dipaparkan dan di edarkan pada saat kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, pemahaman mengenai sosialisasi pencegahan cybercrime sangat penting untuk disampaikan kepada para guru di SD Negeri 132408, Tanjungbalai Selatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka dapat menjadi pengguna internet yang lebih bijak dan mampu menghindari risiko sebagai pelaku maupun korban kejahatan cybercrime.
Kata kunci: cybercrime; sosialisasi; pencegahan
Abstract:Kurungkambing Village, located in Mandalawangi District, Banten, has significant local potential that remains underutilized due to the lack of structured data and limited village planning capacity. The gap between local…
resource mapping and strategic planning poses a major challenge in achieving sustainable development. To address this issue, the Community Service Program (PkM) of Universitas Terbuka was designed to strengthen the capacity of village officials through training and mentoring in village potential mapping based on village planning worksheets. This approach follows four key stages: input, process, output, and impact, aimed at establishing a more systematic, data-driven, and sustainable village development plan. The PkM activities include field surveys, socialization, technical training, mentoring, and monitoring and evaluation. The primary objective of this program is to develop a village potential database as a foundation for formulating more accurate policies and development strategies. Village officials can create more effective and strategic data-driven policies with this database. The program's sustainability requires synergy between academics, local government, and the village community to ensure data-driven development that enhances community welfare.
Keywords: database, planning capacity, strategic planning, sustainable development, village potential.
Abstrak: Desa Kurungkambing, Kecamatan Mandalawangi, Banten, memiliki potensi lokal yang belum optimal karena keterbatasan data terstruktur dan kapasitas perencanaan desa. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka dirancang untuk memperkuat kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan dalam pemetaan potensi desa berbasis lembar perencanaan desa. Pendekatan ini mengacu pada empat alur utama: masukan, proses, hasil, dan dampak, yang bertujuan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan desa yang lebih sistematis, berbasis data, dan berkelanjutan. Kegiatan PkM ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk survei lapangan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Tujuan utama program ini adalah mengembangkan database potensi desa sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih akurat. Dengan adanya database ini, aparatur desa dapat merumuskan kebijakan berbasis data yang lebih efektif dan strategis. Keberlanjutan program membutuhkan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat desa guna memastikan pembangunan berbasis data yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kata kunci: database, kapasitas perencanaan, perencanaan strategis, pembangunan berkelanjutan, dan potensi desa.
Abstract:Suole MSME is a catfish floss producer committed to enhancing product quality through the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system. Implementation is carried out by development and…
d verification of the production process flow diagram, hazard identification, determination of Critical Control Points (CCPs), and establishment of critical limits. This community service activity aimed to provide knowledge and assistance in HACCP implementation to enhance food safety, product quality, and competitiveness. The activity was conducted from October to December 2024 at UMKM Suole, and included interviews, field observations, and HACCP assistance and analysis. The results show that the catfish floss production process involves several critical stages that require monitoring, such as raw material reception, meat separation, frying, and packaging. Hazard identification and determination of Critical Control Points (CCPs) have been carried out to prevent biological, chemical, and physical contamination. The importance of developing Standard Operating Procedures (SOPs), maintaining sanitation, and controlling processing time and temperature was emphasized. Improving the understanding of HACCP among MSME actors is a key factor in effective hazard control and achieving food safety.
Keywords: catfish floss; food safety; HACCP; hazard
Abstrak: UMKM Suole merupakan salah satu produsen abon lele yang berupaya meningkatkan kualitas produk melalui penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Penerapan dilakukan dengan penyusunan dan verifikasi diagram alir proses produksi abon lele, identifikasi bahaya, serta penetapan CCP dan batas kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan dan pendampingan penerapan HACCP guna meningkatkan keamanan pangan, mutu, dan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024 di UMKM Suole, meliputi wawancara, observasi lapangan, serta pendampingan dan analisis HACCP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses produksi abon lele mencakup beberapa tahap penting yang memerlukan pengawasan, seperti penerimaan bahan baku, pemisahan daging, penggorengan, dan pengemasan. Telah dilakukan identifikasi bahaya dan penetapan titik kendali kritis (CCP) untuk mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Selain itu, ditekankan pentingnya penyusunan SOP, sanitasi, serta pengendalian suhu dan waktu proses. Peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap HACCP menjadi faktor kunci dalam pengendalian bahaya dan pencapaian keamanan pangan produk.
Kata kunci: abon lele; bahaya; HACCP; keamanan pangan
Abstract:The Jabal Farm Millennial Taruna Tani Group is located in Kefamenanu City, focusing on freshwater fish farming and agriculture. The conventional fish farming system faces challenges in terms of monitoring pond conditions…
and efficient feeding. One of the main problems faced by the group is the difficulty in maintaining optimal water temperature and quality as well as manual feeding management. To overcome this problem, it is necessary to implement Internet of Things (IoT) technology integrated with an Android application. This technology allows monitoring of pond conditions such as water temperature and pH automatically, as well as periodic fish feeding settings. This community service aims to build IoT-based automatic monitoring tools and systems, as well as provide training and mentoring to members of the Jabal Farm Taruna Tani Group in using IoT technology for fish pond management. The implementation method in this activity uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach that emphasizes active community participation in all stages of the activity, from problem identification to evaluation and follow-up. With IoT technology, it is expected that fish pond management patterns will become more modern and efficient. This technology can help improve fish farming performance, reduce risks, and facilitate management, thus having a positive impact on the productivity and welfare of farmers.
Keywords: kelompok taruna tani jabal farm milenial; fish farming; internet of things (IoT)
Abstrak: Kelompok Taruna Tani Jabal Farm Milenial berada di Kota Kefamenanu, dengan fokus pada budidaya ikan air tawar dan pertanian. Sistem budidaya ikan yang masih konvensional menghadapi tantangan dalam hal pemantauan kondisi kolam dan pemberian pakan yang efisien. Salah satu masalah utama yang dihadapi kelompok ini adalah kesulitan dalam menjaga suhu dan kualitas air yang optimal serta pengelolaan pemberian pakan secara manual. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan implementasi teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Android. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi kolam seperti suhu dan pH air secara otomatis, serta pengaturan pemberian pakan ikan secara berkala. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun alat dan sistem pemantauan otomatis berbasis IoT, serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Taruna Tani Jabal Farm dalam menggunakan teknologi IoT untuk manajemen kolam ikan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi dan tindak lanjut. Dengan adanya teknologi IoT, diharapkan pola pengelolaan kolam ikan akan menjadi lebih modern dan efisien. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan performa budidaya ikan, mengurangi risiko, dan memudahkan manajemen, sehingga memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kata kunci: kelompok taruna tani jabal farm milenial; budidaya ikan; internet of things (IoT)
Abstract:Based on the results of the situation analysis in partner schools, it was found that the problems experienced by partners were a lack of innovation in classroom learning and a lack of resources that mastered technology in…
n learning. This community service activity aims to provide understanding and improve the skills of Jombang State SLB teachers in creating interesting and innovative learning media by integrating technology into learning. The learning media that will be produced is a digital dictionary for deaf students (KIRATU). This activity takes the form of socialization and training. The methods used are classical and individual methods. This PKM activity was said to be successful because the media product produced was very suitable for implementation in the classroom after being tested in the field and received a positive response and appreciation from the teachers. Teachers' understanding and skills also increased after participating in this activity.
Keywords: digital dictionary; inclusive students; KIRATU; technology
Abstrak: Berdasarkan hasil analisis situasi di sekolah mitra, ditemukan bahwa permasalahan yang dialami mitra yaitu kurangnya inovasi dalam pembelajaran dikelas serta kurangnya sumber daya yang menguasai teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan keterampilan para guru SLB Negeri Jombang dalam membuat media pembelajaran yang menarik serta inovatif dengan mengintegrasikan teknologi kedalam pembelajaran. Media pembelajaran yang akan dihasilkan berupa kamus digital untuk siswa tuna rungu (KIRATU). Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan. Metode yang digunakan yaitu metode klasikal dan individual. Kegiatan PKM ini dikatakan berhasil karena produk media yang dihasilkan sangat layak untuk di implementasikan di kelassetelah dilakukan ujicoba dilapangan serta mendapat respon positif dan apresiasi dari para guru. Pemahaman serta ketrampilan guru juga meningkat setelah mengikuti kegiatan ini.
Kata kunci: kamus digital; siswa inklusi; KIRATU; teknologi
Abstract:Hessa Perlompongan Village is one of the Law Aware Villages with certain criteria, including regular payment of land and building taxes, low crime rates, and low drug use rates. Apart from that, Hessa Perlompongan Village…
e is a rural area with a typology of agricultural village and industrial village communities. Due to the large potential of Hessa Perlompongan Natural Resources (SDA), it is necessary to increase the capacity of Human Resources (HR) who have the ability Literacy SMART People in the modern era and has high competitiveness in facing industry 5.0. This research uses qualitative research methods or research methods that emphasize analysis or descriptiveness. Education problems in Hessa Perlompongan Village are very low because people are more likely to choose to work and marry early rather than continue higher education. One of the solutions offered by the PPKO HMPS Pend. Matematika UNA 2024 implementation team is to create a program concept Literacy SMART People (LSP). In this discussion it can be concluded that the aim of Community Empowerment in Hessa Perlompongan Village is to make it happen Sustainable Development Goals (SDGs) Quality Village Education through the LSP Program from PPKO HMPS Pend. Matematika UNA 2024 to transform the human resources of Hessa Perlompongan Village into a community with character and high competitiveness.
Keywords: hessa perlompongan; literacy; SDM
Abstrak: Desa Hessa Perlompongan adalah salah satu Desa Sadar Hukum dengan kriteria tertentu, termasuk pembayaran pajak bumi dan bangunan yang teratur, tingkat kriminalitas yang rendah, dan tingkat penggunaan narkoba yang rendah. Selain itu, Desa Hessa Perlompongan adalah wilayah perdesaan dengan tipologi masyarakat desa pertanian dan desa industri. Karena besarnya potensi Sumber Daya Alam (SDA) Hessa Perlompongan, diperlukan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan Literacy SMART People di era modern dan memiliki daya saing yang tinggi dalam menghadapi industri 5.0. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kualitatif atau metode penelitian yang lebih menekankan analisis atau deskriptif. Masalah pendidikan di Desa Hessa Perlompongan sangat rendah karena masyarakat lebih cenderung memilih bekerja dan menikah dini daripada melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana PPKO HMPS Pend. Matematika UNA 2024 adalah membuat konsep program Literacy SMART People (LSP). Dalam pembahasan ini dapat disimpulkan Tujuan dari Pemberdayaan Masyarakat Desa Hessa Perlompongan adalah untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Pendidikan Desa Berkualitas melalui Program LSP dari PPKO HMPS Pend. Matematika UNA 2024 untuk mengubah SDM Desa Hessa Perlompongan menjadi masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
Kata Kunci: hessa perlompongan; Literasi; SDM
Abstract:The purpose of the Community Service activity conducted by the STAIN Mandailing Natal Arabic Language and Literature lecturer team at Al Munawwar Kindergarten is to enhance students' vocabulary mastery (Mufrodat) through…
the singing method. This training took place over one day and was attended by 21 students. The method employed is the Eclectic method (Intiqoiyyah). The activity comprised several stages, including opening, educational games, core activities, evaluation, rewards presentation, and closing. The results obtained from this activity indicate an improvement in students' vocabulary mastery (Mufrodat) through the application of the singing method. This is evident from the students' enthusiasm during the learning process and their ability to respond to questions during the evaluation stage.
Keyword: singing methods, mufrodat, arabic
Abstrak
Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Bahasa dan sastra arab STAIN Mandailing Natal di sekolah TK Al Munawwar adalah untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata (Mufrodat) melalui metode bernyayi. Pelatihan ini dilaksanakan dalam waktu 1 (satu) hari dan diikuti oleh 21 Siswa. Adapun metode yang digunakan dalam proses pelatihan yaitu metode Elektik (Intiqoiyyah). Beberapa tahapan kegiatan yaitu, pembukaan, Game edukatif, kegiatan inti, evaluasi, pemberian reward dan penutup. Sedangkan hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan penguasaan kosa kata (Mufrodat) siswa dengan penggunaan metode bernyanyi, hal ini dibuktikan dengan antusias para siswa dalam proses pembelajaran dan kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan pada tahap Evaluasi.
Keyword: metode bernyayi, mufrodat, bahasa arab
Abstract:This manuscript presents the outcome of community service activities for children at Holy Angel orphanage who experiences nervousness when public speaking. The team focuses on middle and high school participants who often…
n make presentations in front of the class. In the previous community service, we discussed training regarding increasing students' self-confidence. The team complemented the idea of public communication on intrapersonal strength, namely managing nervousness with an emphasis on practice, preparation, and the ability to overcome nervousness constructively. The team believes that knowledge of managing nervousness from an early age can help children in orphanages get used to facing various kinds of audiences in the future. This service method is tests, lectures and practice which include assignments and simulations. The result of this activity is that children can overcome nervousness by means of positive self-motivation, regular breathing, good script preparation and analyzing the audience.
Keywords: public communication, public speaking, nervous management, communication anxiety
Abstract:The Poultry Jaya farmer group is in the city of Kefamenanu, the native chicken farming system of the Jaya Poultry Group is still conventional. One of the main problems faced by this group is the lack of monitoring and controlling…
ntrolling the temperature of the cage as well as monitoring the ammonia gas produced by chicken droppings. Temperature and ammonia gas levels have a major impact on chicken growth and health. To overcome this problem, it is necessary to implement Internet of Things (IoT) technology integrated with Android applications. This technology allows automatic and periodic monitoring of cage temperature and ammonia gas levels. Farmers can access information via the Android app and take necessary action if significant changes occur. This community service aims to build tools and systems for automatic temperature control and IoT-based ammonia levels integrated with Android, as well as introducing technology and providing training and assistance to the Unggas Jaya farmer group regarding IoT technology in chicken coop management. With the existence of IoT technology, it is hoped that the behavior patterns of farmers will change to become more modern and efficient. This technology can help improve poultry farming performance, reduce risks, and provide convenience in cage management so that it will bring positive changes to the productivity and welfare of farmers.
Keywords: Poultry Jaya farmer group; chicken coop; Internet of Things (IoT)