Abstract:Mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah, baik pada jenjang pendidikan formal maupun informal. Kondisi ini berdampak serius terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan, sehingga belum mampu…
menjawab kebutuhan pembangunan nasional di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis permasalahan rendahnya mutu layanan pendidikan serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitasnya melalui pendekatan berbasis sumber daya manusia unggulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali secara mendalam pengalaman dan pandangan para pelaku pendidikan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas dua kategori, yaitu: (1) Data primer yang diperoleh langsung dari wawancara mendalam dengan informan yang relevan; dan (2) Data sekunder yang diperoleh dari dokumen, literatur, dan data pendukung lainnya. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam proses pengumpulan data, yang dilengkapi dengan berbagai teknik seperti observasi, dokumentasi, dan studi pustaka untuk memperoleh data yang valid dan mendalam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan dan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan di Indonesia.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan Koperasi Karyawan Vale Indonesia selama periode 2020–2022 dengan menggunakan rasio-rasio profitabilitas seperti Net Profit Margin (NPM), Return on Assets…
ssets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Menurut hasil penelitian, pada tahun 2020 dan 2021, koperasi masih berada dalam kondisi yang relatif stabil, meskipun capaian NPM dan ROA belum menunjukkan performa optimal. Sementara itu, ROE menunjukkan hasil yang cukup positif sebagai indikator pengembalian modal. Namun, pada tahun 2022, terjadi penurunan signifikan pada seluruh rasio profitabilitas yang bahkan berujung pada nilai negatif, mencerminkan adanya kerugian serta menurunnya efisiensi dalam pengelolaan aset dan modal koperasi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya perbaikan manajemen keuangan, pengendalian pengeluaran, serta peningkatan partisipasi aktif anggota sebagai upaya strategis dalam pemulihan kinerja. Nilai kebaruan dari riset ini terletak pada pemetaan tren penurunan kinerja secara menyeluruh dan penyampaian rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan koperasi, baik dari sisi akademis maupun praktis.
Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal “Agung” di Kecamatan Amuntai…
ntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan informan kunci (misalnya, Kasi PAI, pengawas, ketua KKG, dan guru), serta dokumentasi. Program KKG dilaksanakan melalui pelatihan teknis, lokakarya, diskusi ilmiah, pembinaan profesionalisme, dan kegiatan keagamaan, didukung kebijakan yang menekankan integrasi nilai moral dan spiritual. Strategi meliputi pendekatan berbasis moral, praktik langsung, dan kolaborasi antarpihak. Evaluasi dilakukan secara sistematis, mencakup input, proses, output, dan outcomes, yang menunjukkan peningkatan kompetensi guru serta integrasi nilai moral dalam pembelajaran. Tantangan meliputi keterbatasan penguasaan teknologi, rendahnya motivasi guru, dan kurangnya fasilitas. Temuan ini menegaskan efektivitas program KKG dalam meningkatkan profesionalisme guru jika didukung oleh strategi kuat dan integrasi nilai lokal, dengan rekomendasi untuk pelatihan teknologi dan dukungan infrastruktur yang lebih baik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal, dengan fokus pada SDN Lokpaikat 1 dan…
an SDN Bitahan 1 di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan tingkat kesiapan anak, tantangan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum antara PAUD dan SD. Dalam mengatasi tantangan ini, manajemen sekolah menunjukkan inisiatif kreatif, kondisi kurikulum, dan mengintensifkan komunikasi dengan orang tua sebagai strategi penting.Kolaborasi yang erat antara sekolah, guru, dan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam mendukung transisi anak-anak dari PAUD ke SD di kedua lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang manajemen peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif bagi anak-anak selama fase transisi krusial dari PAUD ke SD. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang ada. Hasil penelitian tentang manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal di SDN Lokpaikat 1 dan SDN Bitahan 1, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, menunjukkan komitmen manajemen sekolah dalam mempersiapkan anak-anak untuk transisi yang sukses. Langkah-langkah seperti kolaborasi yang efektif dengan semua pemangku kepentingan, peran proaktif kepala sekolah dan guru, serta keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam mendukung proses transisi. Tantangan seperti perbedaan kesiapan anak, hambatan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyelaraskan kurikulum antara PAUD dan SD diatasi melalui upaya kreatif manajemen sekolah. Kolaborasi erat antara sekolah, guru, dan orang tua terbukti penting dalam membantu anak-anak menghadapi transisi ini dengan percaya diri dan sukses.
Abstract:Latarbelakang: Kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk menentukan status kesehatan anak. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia sebesar 57,6%.…
,6%. Prevalensi anak usia 5-9 tahun yang berobat ke dokter gigi sebesar 17,8%. Tingginya angka anak yang tidak berobat ke dokter gigi salah satunya disebabkan oleh kecemasan dental. Prevalensi kecemasan anak terhadap perawatan gigi dan mulut di Indonesia mencapai 22%. Kecemasaan saat perawatan gigi menyebabkan perlawanan oleh anak pada saat dokter gigi melakukan prosedur perawatan, sehingga konsentrasi dokter terahlikan karena adanya rasa cemas dan takut pada anak. Perilaku menghindari perawatan pada gigi anak dapat berkelanjutan sehingga anak memiliki persepsi yang menakutkan terhadap dokter gigi. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penggunaan audiovisual sebagai alat terapi untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas anak saat berkunjung ke fasilitas kesehatan gigi. Metode: Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Ekperimen (eksperimen semu). Metode quasi eksperimen merupakan salah satu jenis penelitian yang tujuannya membagi dua kelompok menjadi kelompok konrol dan kelompok intervensi untuk mengetahui tentang bagaimana penggaruh penggunaan boneka tanggan dalam mengatasi rasa takut anak. Hasil Penelitian: Sebanyak 78% responden (39 anak) merasa cemas ke fasilitas kesehatan mulut sebelum diberikan media audiovisual dan sebanyak 22% responden (11 anak) merasa sangat cemas ke fasilitas kesehatan mulut sebelum diberikan media audiovisual. Sebanyak 76% responden (38 anak) masih merasa cemas ke fasilitas kesehatan mulut setelah diberikan media audiovisual dan sebanyak 24% responden (12 anak) tidak lagi cemas ke fasilitas kesehatan mulut setelah diberikan media audiovisual.
Abstract:Meskipun pengakuan terhadap agroforestri tradisional sebagai strategi pengelolaan lahan berkelanjutan semakin meningkat, penelitian yang mengintegrasikan analisis keanekaragaman tanaman dengan persepsi lokal untuk memahami…
hami ketahanan ekologi-ekonomi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji hubungan antara keanekaragaman tanaman dalam sistem agroforestri dan kontribusinya terhadap stabilitas ekosistem serta ketahanan ekonomi komunitas lokal di Desa Dulamayo Selatan, sekitar Hutan Pendidikan Universitas Gorontalo, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, kami menggabungkan analisis vegetasi kuantitatif melalui 9 plot dinamis (72 sub-plot) dengan survei sosial yang melibatkan 60 rumah tangga dan wawancara mendalam dengan 5 informan kunci, dengan penilaian menggunakan skala Likert (1-5). Analisis Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan dominasi spesies serbaguna, dengan Arenga pinnata (INP=113,72), Lansium parasiticum (INP=68,8), dan Aleurites moluccanus (INP=48,45) menjadi komponen kunci dalam sistem agroforestri lokal. Komunitas lokal menilai tinggi jasa ekosistem dari sistem agroforestri, khususnya penyediaan air bersih (4,4/5) dan mitigasi bencana alam (4,2/5). Analisis regresi menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara kesadaran lingkungan dan manfaat ekonomi (R²=0,72), mengindikasikan bahwa kesadaran ekologis dan keuntungan ekonomi dapat bersinergi dalam pengelolaan agroforestri. Preferensi terhadap spesies serbaguna mencerminkan strategi adaptif untuk memaksimalkan manfaat dari sumber daya lahan yang terbatas, sambil menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistem. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan kesadaran ekologis ke dalam program pengembangan agroforestri dan menyoroti potensi diversifikasi spesies untuk meningkatkan ketahanan ekologi sekaligus stabilitas ekonomi pada komunitas yang bergantung pada hutan.
Abstract:Pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana korupsi merupakan salah satu aspek penting dalam upaya penegakan hukum yang adil dan efektif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus dugaan korupsi dalam pengadaan buku adat…
dat oleh lembaga adat di Aceh, yang menimbulkan persoalan hukum mengenai status lembaga adat sebagai subjek hukum pidana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap lembaga adat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, serta menelaah bagaimana hukum diterapkan terhadap pelaku yang berasal dari struktur kelembagaan non-pemerintah. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kasus, yaitu dengan mengkaji secara langsung kasus yang sedang diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun lembaga adat bukan subjek hukum pidana konvensional seperti individu atau korporasi, namun dapat dipersamakan dengan korporasi berdasarkan Pasal 20 UU Tipikor karena memiliki struktur organisasi, menerima dana publik, dan menjalankan fungsi publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lembaga adat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana melalui pengurusnya yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara, dengan tetap mempertimbangkan asas legalitas dan prinsip keadilan restoratif.
Abstract:Wakaf merupakan sebuah kegiatan yang telah ada sejak berpuluh–puluh tahun oleh masyarakat indonesia yang beragama islam, akan tetapi masih banyak problematik terkait wakaf karna kurangnya pemahaman di masyarakat dan perlindungan…
perlindungan hukum yang memadai. salah satu problematika yang terjadi khususnya tentang wakaf salah satunya terjadi dikota pekanbaru yang mana ahli waris wakif menjual tanah yang diwakafkan orangtuanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hukum Islam, khususnya yang berkaitan dengan hukum positif, terhadap isu ini. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, meliputi kajian tentang hukum Islam serta undang-undang yang relevan. Kesimpulan. Terdapat implikasi hukum dan masih perlunya kesadaran hukum dimasyarakat, serta harmonisasi dan perlindungan hukum terkait wakaf. khususnya yang terjadi di kota pekanbaru.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial-ekonomi terhadap adopsi sistem agroforestri di Provinsi Gorontalo. Agroforestri dipandang sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan seperti…
ti banjir dan longsor melalui integrasi komponen pertanian, kehutanan, dan peternakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi logistik, melibatkan 164 responden dari enam desa yang dipilih secara proporsional. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif, uji Chi-Square, dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa luas lahan (X5), penyuluhan (X8), dan keanggotaan kelompok tani hutan (KTH) (X7) menjadi faktor dominan yang memengaruhi adopsi. Petani dengan lahan ≥2 Ha memiliki peluang 201% lebih tinggi untuk mengadopsi agroforestri, sementara penyuluhan dan keanggotaan KTH meningkatkan peluang sebesar 2,75 kali dan 2,5 kali. Sebaliknya, usia (X1) dan pendidikan (X3) tidak berpengaruh signifikan, meskipun tren menunjukkan petani muda lebih terbuka pada inovasi. Analisis threshold (ambang batas skor 50 vs 60) mengungkap variasi adopsi antardesa, dengan Desa Tangga Barito memiliki tingkat adopsi tertinggi (87,5%) dan Bondawuna terendah (10,34%). Temuan ini selaras dengan literatur global yang menekankan pentingnya kapasitas teknis, jejaring sosial, dan kebijakan kontekstual. Rekomendasi strategis mencakup penyuluhan spesifik lokasi, model agroforestri yang ramah lahan sempit dan curam, serta insentif finansial bagi petani kecil. Penelitian juga menyarankan pendekatan berbasis data untuk merancang kebijakan adaptif, seperti penguatan kelompok tani dan konsolidasi lahan. Kontribusi teoretis melibatkan kerangka analisis threshold untuk memahami dinamika adopsi secara kontekstual, sedangkan implikasi praktis berfokus pada integrasi agroforestri dalam program pengentasan kemiskinan dan adaptasi iklim. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan pertanian berkelanjutan di Indonesia, terutama di wilayah dengan tantangan biofisik dan struktural seperti Gorontalo. Dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah daerah, NGO, dan kelompok petani, agroforestri dapat menjadi pilar utama dalam pengelolaan sumber daya alam yang harmonis antara ekologi, ekonomi, dan sosial.
Abstract:Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan dalam komunikasi antara guru dan siswa sehingga dapat mendorong terjadianya proses belajar dan pembelajaran.…
. Penelitian ini membahas pengunaan powtoon sebagai media pembelajaran pada materi puisi kelas IV. Media pembelajaran powtoon akan digunakan pada saat penelitian, untuk mengetahui keefektifan dan aktivitas pengunaan media powtoon pada pembelajaran puisi kelas IV. model pembelajaran discovery learning adalah model pembelajaran yang tujuan nya yaitu menemukan hal bermakna dalam proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran ini seusai dengan permasalahan yang penulis angkat dalam penelitian ini. Prosedur pelaksaanaan penelitian Tindakan ini terdiri dari tiga siklus masing-masing siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai seprti yang sudah didesain dalam faktor-faktor yang diselidiki untuk mengetahui efektifitas penerapan media powtoon di SDN 1 Purwawinangun dilakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru,selain itu diadakan diskusi antara guru sebagai peneliti dengan para pengamat sebagai kolaborator dalam penelitian ini. Berdasarkan kriteria kelas IV akan dipilih dua sampel kelas terdiri dari kelas PTK berjumlah 30 siswa sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan. Penerapan Media Powtoon dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat diterapkan dengan baik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus I sebesar 74,4% dengan kriteria penilaian Baik, kemudian meningkat pada siklus II didapat nilai sebesar 89,71% dengan kriteria penilaian Sangat Baik.