Abstract:Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana budayawan Yayasan Kamandaka Lembang menyerap nilai-nilai budaya Sunda ke dalam kesadaran subjektif sehingga membentuk identitas diri. Penelitian dilatarbelakangi oleh perubahan…
sosial, globalisasi, dan digitalisasi yang mendorong budaya lokal untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasarnya. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif, dan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai budaya Sunda berlangsung secara bertahap melalui pengalaman keluarga dan lingkungan, keterlibatan langsung dalam kegiatan budaya, interaksi antargenerasi, keteladanan, serta pemaknaan terhadap filosofi budaya. Nilai someah, silih asah, silih asih, silih asuh, tata krama, penghormatan terhadap orang yang lebih tua, serta tanggung jawab menjaga budaya tidak lagi dipahami hanya sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam berpikir, berkomunikasi, bersikap, dan bertindak. Yayasan Kamandaka berfungsi sebagai ruang sosial yang memungkinkan nilai budaya dipelajari, dipraktikkan, diulang, dan diwariskan. Temuan juga menunjukkan bahwa adaptasi terhadap teknologi dan perkembangan zaman tidak selalu berarti pelemahan identitas; bagi para informan, media digital dapat menjadi sarana memperluas pengenalan budaya selama nilai pokok tetap dipertahankan. Penelitian menyimpulkan bahwa identitas budaya Sunda merupakan hasil konstruksi sosial yang dinamis dan terbentuk melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, serta internalisasi nilai secara berkelanjutan.
Abstract:Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung,…
g, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah isometric handgrip exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan isometric handgrip exercise pada lansia penderita hipertensi derajat 1 di Kampung Guwosari RT 02 RW 27 Jebres Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua responden lansia yang mengalami hipertensi derajat 1. Intervensi dilakukan selama 5 hari berturut-turut, satu kali sehari selama 3 menit. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua responden. Responden 1 mengalami penurunan tekanan darah dari 151/95 mmHg menjadi 136/79 mmHg, sedangkan responden 2 dari 149/92 mmHg menjadi 134/86 mmHg. Kedua responden mengalami perubahan kategori tekanan darah dari hipertensi derajat 1 menjadi prehipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah isometric handgrip exercise menunjukkan kecenderungan penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi derajat 1 sehingga dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam pengendalian hipertensi.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya efektivitas komunikasi organisasi lintas sektoral di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Barat. Saat mengoordinasikan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit…
it Menular dan Tidak Menular (P2PMPTM), Biro Kesra berlatar belakang administrasi publik kerap menghadapi kesenjangan pemahaman akibat maraknya istilah teknis-medis dari instansi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika komunikasi organisasi serta mengidentifikasi hambatan dalam proses koordinasi tersebut. Metode penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari 8 informan yang dipilih secara purposive sampling melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data mengadopsi model interaktif Miles dan Huberman dengan pengujian keabsahan via triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi internal Biro Kesra menerapkan dualitas realitas: komunikasi vertikal-formal yang patuh SOP dengan kepemimpinan terbuka (psychological safety), serta komunikasi horizontal antar-staf yang fleksibel. Hambatan utama berupa kerancuan makna (equivocality) istilah medis direduksi melalui siklus pengolahan informasi (enactment, selection via konfirmasi pakar/buku saku, dan retention) serta pendekatan budaya Sunda (silih asih, silih asuh). Sementara itu, hambatan kaku birokrasi diatasi melalui kompromi diskresi, seperti instruksi verbal pada kondisi darurat medis dan strategi "jemput bola" untuk mempercepat koordinasi kebijakan tanpa melanggar regulasi.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong organisasi memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak. KPSBU Lembang menggunakan Instagram dan Facebook untuk…
k menyampaikan informasi kelembagaan, edukasi peternakan, promosi produk, serta membangun hubungan dengan anggota, pelanggan, dan masyarakat umum. Namun, pengelolaannya masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi konten. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi dalam pengelolaan pesan digital pada media sosial Instagram dan Facebook di KPSBU Lembang melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan satu informan kunci. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi KPSBU Lembang telah menerapkan dimensi strategi komunikasi Hafied Cangara melalui perencanaan, penyusunan pesan, pemilihan media, penentuan khalayak, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan melalui kalender konten dan penjadwalan publikasi. Implementasi meliputi penyusunan pesan dengan bahasa semi formal, produksi dan publikasi konten, serta interaksi dengan audiens. Evaluasi dilakukan melalui fitur Insight pada Meta Business Suite untuk melihat engagement, jangkauan, tayangan, komentar, dan tanda suka. Keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala utama dalam menjaga konsistensi pengelolaan media sosial.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pendekar muda dalam proses pembentukan karakter di Perguruan Silat Perisai Diri. Fokus penelitian diarahkan pada motif, tindakan, dan makna yang dimiliki pendekar muda dalam…
alam menjalani proses pembentukan karakter melalui pengalaman berlatih dan berorganisasi di lingkungan perguruan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologi. Informan penelitian merupakan seorang pendekar muda Perguruan Silat Perisai Diri yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan pengalaman dan keterlibatannya dalam proses pembentukan karakter di perguruan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif pembentukan karakter pendekar muda terbentuk dari perpaduan because of motive dan in order to motive. Motif alasan berakar pada pengalaman masa lalu berupa amanat keluarga untuk melanjutkan tradisi silat serta pengalaman menjadi korban perundungan yang mendorong kebutuhan untuk membangun ketangguhan diri. Sementara itu, motif tujuan diwujudkan melalui keinginan menjadi pribadi yang kuat, bermanfaat, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial. Tindakan pembentukan karakter diwujudkan melalui konsistensi latihan, kedisiplinan, tanggung jawab, pengendalian diri, serta keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas perguruan. Adapun makna pembentukan karakter dimaknai sebagai proses pembentukan identitas diri yang menghasilkan kedewasaan, kemampuan mengelola emosi, kebijaksanaan, serta kesadaran untuk menjaga harmoni sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter dalam Perguruan Silat Perisai Diri merupakan proses yang terbentuk melalui pengalaman hidup, internalisasi nilai-nilai perguruan, dan interaksi sosial yang berlangsung secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini membahas komunikasi konflik antara kurir Shopee Instan dengan konsumen akibat ketidaksesuaian titik lokasi pengiriman di Bandung Kulon, Kota Bandung. Konflik terjadi ketika titik lokasi yang ditampilkan pada…
da aplikasi tidak sesuai dengan alamat tujuan sebenarnya, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan perbedaan persepsi antara kurir dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika komunikasi dalam perkembangan konflik serta gaya manajemen konflik yang digunakan kurir dan konsumen dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan, yang terdiri atas tiga driver Shopee Instan dan dua konsumen. Analisis penelitian menggunakan teori manajemen konflik Thomas dan Kilmann yang mencakup gaya kompotisi, kolaborasi, kompromi, akomodasi, dan menghindar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berkembang dari ketidaksesuaian informasi, kemudian menimbulkan kesalahpahaman dan perbedaan persepsi, sebelum akhirnya diselesaikan melalui klarifikasi, pertukaran informasi, dan komunikasi dua arah. Dari lima gaya manajemen konflik, kolaborasi menjadi gaya yang paling dominan. Gaya kompromi dan akomodasi juga ditemukan sebagai pendukung penyelesaian konflik, sedangkan kompotisi dan menghindar muncul pada situasi tertentu dan tidak menjadi pendekatan utama. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang terbuka, saling memahami, dan kooperatif berperan penting dalam menyelesaikan konflik serta menjaga kelancaran proses pengirima.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunikasi interpersonal guru dalam berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus di SLB Bina Anugrah Lembang. Fokusnya adalah pada motif dan tujuan guru mengajar, serta…
makna yang dibangun dalam setiap interaksi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode fenomenologi ala Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tiga guru serta beberapa orang tua siswa sebagai informan tambahan. Analisis data dilakukan dengan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa guru menyesuaikan komunikasi secara aktif dengan membaca emosi, perilaku, ekspresi wajah, kontak mata, dan gestur siswa sebelum memilih cara berbicara. Guru membangun kepercayaan melalui pendekatan pribadi, validasi perasaan, pujian, perhatian, dan memberi rasa aman. Untuk mengatasi hambatan komunikasi, guru menggunakan penyederhanaan pesan, instruksi satu per satu, pengulangan, artikulasi yang jelas, contoh nyata, gestur, ekspresi wajah, sentuhan, media visual, serta perubahan metode sesuai respons siswa. Keberhasilan interaksi tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari respons siswa, kemampuan berkomunikasi dua arah, ekspresi kebutuhan, kepatuhan terhadap arahan, dan peningkatan kemandirian. Pengalaman ini membuktikan bahwa komunikasi interpersonal guru tidak statis, melainkan terbentuk dari proses interpretasi, penyesuaian, dan pembelajaran terus-menerus.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam upaya komunikasi humanistik seorang guru honorer dalam mengelola minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan di SMP Adhi Karya Rancaekek. Di…
tengah krisis literasi nasional dan keterbatasan fasilitas fisik serta sarana digital sekolah, kunjungan siswa ke perpustakaan tersebut tetap terjaga secara organik. Dengan mengadopsi paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif berpendekatan fenomenologi, penelitian ini mengkaji fenomena tersebut melalui kerangka fenomenologi Alfred Schutz (motif, tindakan, makna) serta teori Person-Centered Approach Carl R. Rogers (genuineness, unconditional positive regard, empathic understanding). Data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan key informan (Ibu Dian) dan informan pendukung (Kepala Yayasan, Kepala Sekolah, serta siswa), lalu dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan divalidasi melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Because-of motive pembentukan komunikasi humanistik berakar dari dorongan maternal, rasa terima kasih pada yayasan, kompensasi atas keterbatasan latar belakang pendidikan formal, serta kekosongan posisi Guru BK; sedangkan in-order-to motive bertujuan menghilangkan stigma kaku perpustakaan, menanamkan afeksi minat baca berkelanjutan, membina karakter remaja, hingga mencapai nilai spiritual. (2) Tindakan komunikasi yang direalisasikan meliputi redefinisi aturan ruang yang fleksibel (third place), mendengarkan aktif melalui konseling organik, memberikan teguran persuasif tanpa menghakimi, serta berkolaborasi dengan pimpinan sekolah. (3) Makna pengabdian direfleksikan sebagai transformasi spiritual, rekonseptualisasi rezeki non-materiil ("kalkulator Allah"), dan proses relasi resiprokal yang mendewasakan. (4) Pendekatan Ibu Dian secara utuh merepresentasikan keaslian diri, penerimaan tanpa syarat, dan pemahaman empatik yang mendapat validasi institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan fasilitas fisik dan literatur dapat dikompensasi secara psikologis melalui kehadiran figur guru yang mampu menghadirkan keamanan emosional bagi siswa.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terkait motivasi kerja pegawai di Kantor Kecamatan Cipongkor, seperti kurang optimalnya komunikasi dan koordinasi antara pegawai dengan pimpinan maupun antarpegawai,…
i, serta kondisi lingkungan kerja yang belum sepenuhnya kondusif dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Komunikasi interpersonal, lingkungan kerja, dan motivasi kerja pegawai serta mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dan lingkungan kerja terhadap motivasi kerja pegawai di Kantor Kecamatan Cipongkor. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei eksplanatori. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 pegawai dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji instrumen, uji t, dan uji F dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi interpersonal berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Secara simultan, Komunikasi interpersonal dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai di Kantor Kecamatan Cipongkor. Dengan demikian, Komunikasi interpersonal yang baik serta lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan motivasi kerja pegawai.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya etika komunikasi mahasiswa dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, khususnya ketika berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki nilai, norma, dan budaya yang berbeda.…
a. Film KKN di Desa Penari merepresentasikan berbagai bentuk interaksi mahasiswa dengan sesama maupun masyarakat desa yang memperlihatkan penerapan etika komunikasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi etika komunikasi mahasiswa dalam interaksi sosial, menganalisis bentuk etika komunikasi melalui tanda-tanda berdasarkan semiotika Ferdinand de Saussure, serta memaknai representasi tersebut berdasarkan perspektif Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, ekspresi, gestur, dan tindakan dalam film. Analisis dilakukan melalui hubungan penanda (signifier) dan petanda (signified), kemudian dimaknai berdasarkan nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi mahasiswa direpresentasikan melalui sikap menghormati, mendengarkan arahan dan nasihat, menjaga kesepakatan, bertanggung jawab, serta menghormati norma sosial dan budaya masyarakat. Representasi juga ditampilkan melalui tindakan yang tidak sesuai dengan etika komunikasi, seperti mengabaikan nasihat, melanggar kesepakatan, dan tidak menghormati aturan yang berlaku. Perspektif Ilmu Sosial Profetik memaknai representasi tersebut melalui nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi.