Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunikasi interpersonal guru dalam berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus di SLB Bina Anugrah Lembang. Fokusnya adalah pada motif dan tujuan guru mengajar, serta…
makna yang dibangun dalam setiap interaksi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode fenomenologi ala Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tiga guru serta beberapa orang tua siswa sebagai informan tambahan. Analisis data dilakukan dengan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa guru menyesuaikan komunikasi secara aktif dengan membaca emosi, perilaku, ekspresi wajah, kontak mata, dan gestur siswa sebelum memilih cara berbicara. Guru membangun kepercayaan melalui pendekatan pribadi, validasi perasaan, pujian, perhatian, dan memberi rasa aman. Untuk mengatasi hambatan komunikasi, guru menggunakan penyederhanaan pesan, instruksi satu per satu, pengulangan, artikulasi yang jelas, contoh nyata, gestur, ekspresi wajah, sentuhan, media visual, serta perubahan metode sesuai respons siswa. Keberhasilan interaksi tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari respons siswa, kemampuan berkomunikasi dua arah, ekspresi kebutuhan, kepatuhan terhadap arahan, dan peningkatan kemandirian. Pengalaman ini membuktikan bahwa komunikasi interpersonal guru tidak statis, melainkan terbentuk dari proses interpretasi, penyesuaian, dan pembelajaran terus-menerus.
Abstract:Sebelum program ini berjalan, Desa Sukarami di Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu belum memiliki media informasi digital yang dapat diakses secara luas, baik oleh warga maupun pihak luar, sehingga…
gga penyebaran informasi profil, potensi, dan kegiatan desa masih terbatas dan mengandalkan cara-cara konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun website portal desa sebagai sarana transparansi informasi dan pelayanan publik berbasis digital. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, perancangan struktur dan konten, pengembangan website, pengisian konten, pelatihan pengelolaan, hingga serah terima kepada perangkat desa. Kegiatan berlangsung sejak 19 Juni sampai 27 Juli 2026 sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 46 Universitas Bengkulu. Hasilnya berupa website portal Desa Sukarami yang memuat halaman profil desa, sambutan kepala desa, informasi hukum, galeri, dan kontak, serta publikasi berita dan potensi desa, yang kemudian diserahkan dan disosialisasikan pengelolaannya kepada perwakilan pemerintah desa. Sepanjang masa KKN, tercatat sebelas berita desa berhasil diunggah pada website tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, mempermudah akses informasi masyarakat, serta memperkuat citra dan promosi potensi Desa Sukarami kepada khalayak yang lebih luas.
Prior to this activity, Sukarami Village in South Seluma Subdistrict, Seluma Regency, Bengkulu Province had no digital information medium that the community or outside parties could access widely, leaving the dissemination of the village's profile, potential, and activities limited and largely conventional. This community service activity set out to build a village website portal as a means of information transparency and digital-based public service. The work followed a participatory action research approach through several stages: needs observation and identification, design of the structure and content, website development, content population, management training, and handover to village officials. It ran from 19 June to 27 July 2026 as part of the Community Service Program (KKN) of Group 46, University of Bengkulu. The result was a website portal for Sukarami Village covering the village profile, the village head's welcome message, legal information, gallery, contact, news and activity publications, and information on village potential, which was later handed over to a village government representative along with training on its management. Over the course of the KKN period, eleven village news items were published through the website. The activity is expected to raise transparency, make information easier for the community to reach, and strengthen the branding and promotion of Sukarami Village's potential to a wider audience.
Abstract:Sengketa kepemilikan tanah di Indonesia masih menjadi permasalahan hukum yang sering terjadi dan menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya bagi pembeli yang telah memperoleh hak atas tanah dengan memenuhi prosedur yang…
berlaku dan bertindak berdasarkan itikad baik. Berbagai permasalahan, seperti tumpang tindih hak, pemalsuan dokumen, cacat administrasi, maupun peralihan hak oleh pihak yang tidak berwenang, berpotensi menghilangkan hak pembeli meskipun telah melaksanakan transaksi secara sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik dalam sengketa kepemilikan tanah di Indonesia berdasarkan ketentuan hukum positif, asas hukum pertanahan, yurisprudensi, dan praktik peradilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik telah diakomodasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016. Namun, implementasi perlindungan hukum tersebut belum sepenuhnya memberikan kepastian hukum karena masih terdapat perbedaan penafsiran terhadap unsur itikad baik dan inkonsistensi pertimbangan hakim dalam memutus sengketa kepemilikan tanah. Oleh karena itu, diperlukan penerapan hukum yang konsisten, penguatan pembuktian terhadap unsur itikad baik, serta harmonisasi antara peraturan perundang-undangan dan praktik peradilan guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum yang efektif bagi pembeli beritikad baik dalam sengketa kepemilikan tanah di Indonesia.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai bentuk kekayaan baru berupa aset digital yang memiliki nilai ekonomi, seperti aset kripto, dompet digital, akun digital, non-fungible token (NFT), dan berbagai aset…
t elektronik lainnya. Perkembangan tersebut menimbulkan persoalan hukum dalam penyelesaian sengketa waris karena sistem hukum kewarisan di Indonesia belum mengatur secara komprehensif mekanisme pembuktian terhadap kepemilikan, penguasaan, dan pengalihan aset digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis sekaligus merekonstruksi sistem pembuktian harta warisan digital (digital assets) dalam penyelesaian sengketa waris di Indonesia agar mampu memberikan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hukum bagi para ahli waris. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan hukum waris, hukum pembuktian, hukum perdata, dan hukum teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembuktian harta warisan digital tidak lagi dapat bertumpu pada alat bukti konvensional semata, melainkan harus mengakomodasi bukti elektronik berupa riwayat transaksi digital, metadata, digital wallet, transaction hash, autentikasi elektronik, serta jejak digital lainnya yang mampu menunjukkan hubungan hukum antara pewaris dengan aset digital yang dimiliki. Rekonstruksi pembuktian juga memerlukan harmonisasi antara hukum waris, hukum perdata, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Peradilan Agama, dan Kompilasi Hukum Islam agar terbentuk sistem pembuktian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, rekonstruksi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepastian hukum, menjamin perlindungan hak ahli waris, serta menciptakan penyelesaian sengketa waris yang lebih efektif di era transformasi digital.
Abstract:External evidence can make retrieval-augmented generation (RAG) more informative, yet retrieved passages also provide a path for adversarial instructions to enter the model context. We examine that path in an English-Indonesian…
onesian RAG system and track cross-lingual indirect prompt injection separately at retrieval, reranking, and generation. The experiment starts from 75 semantic items and evaluates every item in eight query/body/payload language combinations, for 600 paired trials. Qwen3-Embedding-0.6B and BGE-M3 produce top-20 candidate sets, BGE-reranker-v2-m3 reduces each set to five documents, and Qwen3-0.6B answers from the resulting context with either a standard prompt or an explicit trust-boundary prompt. Statistical uncertainty is estimated by resampling semantic items, and paired binary outcomes are modeled with generalized estimating equations. Poison documents reached the top 20 in 80.50% of Qwen trials and 37.67% of BGE-M3 trials (odds ratio 6.94, 95% CI 4.53-10.63). Top-five exposure was 18.50% and 16.17%, respectively. Standard end-to-end attack success was 6.33% for Qwen and 6.00% for BGE-M3; boundary-aware prompting lowered both rates to 1.33%, with no canary false positives. The results indicate that multilingual RAG security depends on several linked stages rather than generation alone.
Abstract:This study aims to analyze the role of strategy agility as a mediating variable in the relationship between human capital, absorptive capacity, and performance of PT Bank Sumut Kampung Lalang Branch Office. The method used…
ed was a quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to 49 respondents. The results of the study show that human capital and absorptive capacity have a positive and significant effect on company performance. In addition, human capital and absorptive capacity also have a positive effect on strategic agility. Strategy agility has been proven to be able to mediate the relationship between human capital and absorptive capacity to company performance. These findings emphasize the importance of human resource management and the organization's ability to absorb new knowledge to improve performance in the competitive banking industry. This research is expected to provide insight for management in formulating more effective strategies to improve the Company's performance.
Abstract:This study aims to determine differences in the soundness level of government owned Islamic banks before and after the merger using the Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital methods. This study uses…
ses quantitative anda comparative methods with secondary data types in the form of quarterly financial reports obtained from the bank’s official website and www.ojk.co.id. The samples in this research are balance sheets and reports profit and loss of Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, and Bank Syariah Indonesia in the 2018-2022 period. Based on the results of research with bro using the RGEC method which consists of Risk Profle with a Non ratio Performing Financing (NPF), and Financing to Deposit Ratio (FDR), Good Corporate Governance with Net Open Position (PDN) ratio, Earnings with gan Return On Asset (ROA) and Capital ratio with the Capital Adequacy Ratio (CAR). The results of the NPF, PDN, ROA, and CAR ratio analysis provide result that there is a significant difference in this ratio before and after the merger. Meanwhile, the FDR ratio shows that there is no difference in the results significant before anda after the merger. Based on research has been carried out, it can be concluded tha Bank Syariah Indonesia is improving after the merger.
Abstract:Desa Posi di Kecamatan Bua memiliki potensi wisata alam yang belum terkelola secara optimal karena kurangnya fasilitas penunjang dan minimnya promosi. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa melaksanakan program pengabdian berbasis…
sis metode ABCD dengan fokus pada pemasangan plang penunjuk arah serta promosi sederhana wisata desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyediaan plang mampu meningkatkan aksesibilitas bagi pengunjung, sedangkan dokumentasi promosi membantu memperluas informasi mengenai potensi wisata desa. Program ini juga mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya mengembangkan wisata lokal secara berkelanjutan.
Abstract:Artikel ini membahas hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 94 Universitas Islam Negeri Palopo di Dusun Manganan, Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong. Tujuannya untuk mengeksplorasi potensi wisata edukatif dan…
n dakwah kultural dengan menggabungkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Pendekatan penelitian menggunakan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kekuatan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kerja seperti pembuatan plang selamat datang, plang wilayah, renovasi pos covid, pembuatan pot bunga gantung dari botol plastik bekas, dan pembangunan dekker mampu memperkuat kesadaran religius, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong masyarakat. Sinergi nilai Islam dan kearifan lokal menjadi fondasi kuat dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Abstract:Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Pemberdayaan Masyarakat Angkatan XLVIII UIN Palopo Tahun 2025 dengan tema “UMKM Syariah dan Produk Halal” dilaksanakan di Kota Palopo pada 07 Juli–20 Agustus 2025. Program ini berfokus…
ni berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan sertifikasi halal, edukasi manajemen usaha berbasis syariah, serta pelatihan pemasaran digital. Permasalahan utama mitra ialah rendahnya pemahaman mengenai prinsip bisnis syariah, keterbatasan pengetahuan tentang prosedur sertifikasi halal, serta lemahnya strategi pemasaran dan branding produk. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan sebagai metode pemberdayaan dengan mengoptimalkan potensi aset lokal, seperti keterampilan produksi, jejaring komunitas, dan semangat wirausaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian tahapan meliputi pemetaan potensi dan masalah, penyuluhan, pendampingan administrasi sertifikasi halal, pelatihan literasi keuangan syariah, pengembangan produk, serta pelatihan pemasaran digital berbasis etika syariah. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya sertifikasi halal, perubahan perilaku usaha menjadi lebih profesional dan berstandar, serta peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk yang telah memenuhi prinsip halal. Selain itu, pendampingan ini mendorong perubahan sosial di masyarakat, terutama dalam bentuk tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya legalitas halal dan tata kelola usaha secara syariah. Dengan demikian, program KKN ini berkontribusi pada penguatan ekosistem UMKM syariah di Kota Palopo yang berkelanjutan dan berdaya saing.