Search Articles & Publications

Showing 52 articles found for "Ride"

ANALISIS RISIKO STUNTING PADA BALITA PASCA BENCANA BANJIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAH DUA, KABUPATEN PIDIE JAYA

Mulia, Nur, Nurdin, Ambia, Ellianufara, Ellianufara
Abstract: StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang,… nIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.

THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY CHARACTERISTICS AND STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24–59 MONTHS IN NAGARI SINURUIK, THE WORKING AREA OF TALU COMMUNITY HEALTH CENTER

Muthia, Gina, Syofiah, Putri Nelly, Lifaniura, Lushiana, Irawan, Ade Ayu
Abstract: Stunting is a chronic nutritional problem influenced by various direct and indirect factors, including maternal knowledge of nutrition, maternal education, and family income. This study aimed to determine the relationship… p between family characteristics and the incidence of stunting among children aged 24–59 months in Nagari Sinuruik, within the working area of Talu Public Health Center. This study used a quantitative descriptive-analytic method with a cross-sectional design. The study was conducted from February to August 2024, with data collection carried out from June 26 to 30, 2024. The study population consisted of 85 children aged 24–59 months, with a sample of 46 respondents selected using random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 26 toddlers (56.5%) experienced stunting, 28 respondents (60.9%) had poor nutritional knowledge, 28 respondents (60.9%) had a lower educational level, and 24 respondents (52.2%) had low family income. There were significant relationships between maternal knowledge and the incidence of stunting (p=0.007), maternal education and the incidence of stunting (p=0.012), and family income and the incidence of stunting (p=0.009). The study concluded that maternal knowledge, maternal education, and family income were associated with the incidence of stunting among children aged 24–59 months. Public health center staff are expected to continue monitoring the nutritional status of toddlers and improve nutrition education for mothers, adolescents, and prospective brides and grooms.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Olahraga, Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pinang Menjadi Biobriket Di Desa Seberang Tembilahan

Nazwa Azura Yasmin, Irsan Taufik Ali, Nawa Afifah, Adelia Putri, Dea Ananda, Izhar Ibnu Fahmi, Oktavia Rahmadhani, Muhammad Genadi, Triana Suci Amanda, Tasya Nofa, Arie Styawan
Abstract: Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada… epada masyarakat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, teridentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu rendahnya aktivitas sosial antarwarga, minimnya kesadaran kesehatan pada kelompok lanjut usia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit pinang hasil perkebunan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research dengan tiga program utama, yaitu turnamen bola voli antarkampung, pemeriksaan kesehatan lansia melalui posyandu, dan pelatihan pengolahan limbah kulit pinang menjadi biobriket. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa turnamen bola voli berhasil meningkatkan interaksi dan kebersamaan antarwarga, kegiatan posyandu lansia meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat lanjut usia terhadap layanan kesehatan, serta pelatihan biobriket memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi. Ketiga program tersebut saling melengkapi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dari aspek sosial, kesehatan, dan lingkungan, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF CIGARETTE SMOKE EXPOSURE AND SERUM TRIGLYCERIDE LEVELS AMONG STUDENTS

Al-Jufri, Muhammad Sony, Dewi, Yulia Ratna, Maulani, Yulita
Abstract: Cigarette smoke exposure is a significant health threat that may trigger lipid metabolism disorders, particularly by increasing serum triglyceride levels through nicotine-stimulated production of Very Low-Density Lipoprotein… tein (VLDL). This study aimed to analyze the correlation between cigarette smoke exposure levels and serum triglyceride levels in students to identify cardiovascular risks among the productive age group. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 83 participants were selected using a purposive sampling technique. Participants' levels of exposure to cigarette smoke were assessed, and their serum triglyceride levels were analyzed using the GPO-PAP enzymatic method. Statistical analysis was performed to determine the significance of the association between smoke exposure levels and serum triglyceride levels. The findings indicate no statistically significant correlation between the level of cigarette smoke exposure and serum triglyceride levels among the study participants (Spearman's rho, p = 0.882). Most participants were classified as having mild cigarette smoke exposure and exhibited serum triglyceride levels within the normal reference range. Furthermore, the relatively homogeneous exposure levels and the young age of the participants may have contributed to the limited variability observed in the study. In conclusion, mild cigarette smoke exposure was not significantly associated with serum triglyceride levels among young adults.

Gambaran Jenis Bahan Tambahan Pangan Pada Jajanan Ultra-Processed Food Siswa Sekolah Dasar

Paridah, Irma Yunawati, Nurhijrianti Akib, Akifah
Abstract: Identifikasi golongan dan jenis BTP pada jajanan UPF di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai dasar pengawasan keamanan pangan dan edukasi pemilihan jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis… s jajanan UPF serta golongan dan jenis bahan tambahan pangan yang terdapat pada jajanan UPF yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilaksanakan di SD Negeri 56 Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian sebanyak 28 produk jajanan UPF yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan identifikasi komposisi pada label pangan. Produk diklasifikasikan berdasarkan sistem NOVA, sedangkan bahan tambahan pangan diidentifikasi mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jajanan yang paling banyak tersedia adalah biskuit/wafer, diikuti snack, mi instan, permen, minuman, cokelat, dan produk olahan lainnya. Golongan bahan tambahan pangan yang paling banyak ditemukan adalah pengemulsi, diikuti perisa, pewarna, penguat rasa (MSG), pengawet, pemanis, pengatur keasaman, dan pengembang. Jenis bahan tambahan pangan yang teridentifikasi antara lain lesitin kedelai, perisa sintetik, perisa identik alami, monosodium glutamat, tartrazin, kalium sorbat, sulfit, karmin, beta-karoten, annatto, asam sitrat, gelatin sapi, pektin, dan vanila. Jajanan yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari didominasi oleh produk UPF yang mengandung beragam golongan dan jenis bahan tambahan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan serta meningkatkan edukasi pemilihan jajanan yang lebih sehat bagi anak sekolah.

Symbolic Meaning and Cultural Value in the Mappanre Temme Tradition in the Bugis-Makassar Community

Pratiwi Musa, Kartika Septiary, Said, Darwis, Alimuddin
Abstract: Indonesia is known as a country rich in local culture and traditions that are passed down from generation to generation. One of the traditions that is still preserved by the Bugis-Makassar people is Mappanre Temme, which… is a procession of Qur'an khatam which is an important part of the traditional wedding series. This research aims to examine the symbolic meaning and cultural values in the Mappanre Temme tradition and its relevance in the life of modern society. The method used is a literature study with a qualitative descriptive approach. The results of the study show that this tradition contains religious, educational, social, and moral values. Apart from being a symbol of the spiritual readiness of the bride-to-be, this tradition is also a medium for the preservation of Islamic values and local culture. However, modernization also affects the meaning of this tradition, so sustainable preservation efforts are needed.

The Effect of Assertive Communication and Physical Work Environment on the Productivity of Telkom Property Regional VII Makassar City Employees

Ruma, Zainal
Abstract: Indonesia is known as a country rich in local culture and traditions that are passed down from generation to generation. One of the traditions that is still preserved by the Bugis-Makassar people is Mappanre Temme, which… is a procession of Qur'an khatam which is an important part of the traditional wedding series. This research aims to examine the symbolic meaning and cultural values in the Mappanre Temme tradition and its relevance in the life of modern society. The method used is a literature study with a qualitative descriptive approach. The results of the study show that this tradition contains religious, educational, social, and moral values. Apart from being a symbol of the spiritual readiness of the bride-to-be, this tradition is also a medium for the preservation of Islamic values and local culture. However, modernization also affects the meaning of this tradition, so sustainable preservation efforts are needed.

SENAM DISMENORE SEBAGAI UPAYA MENGATASI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI

Dian Furwasyih, Novria Hesti, Putri Regina
Abstract: Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi akibat peningkatan hormon prostaglandin, yang menyebabkan kontraksi otot uterus. Di Pondok Pesantren Darul Falah, banyak siswi mengalami nyeri haid yang mengganggu… u aktivitas sehari-hari. Dari 10 orang yang teridentifikasi mengalami nyeri haid, semuanya mengaku tidak mengetahui cara mengatasi nyeri haid tanpa obat, sehingga pemberian edukasi tentang senam dismenore adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mitra.

PENGARUH CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Pada Pengguna Go-Ride Gojek Indonesia Kota Bandung)

Budiansyah Ramdhani, Yusni Nuryani
Abstract: Persaingan transportasi online di Kota Bandung menuntut perusahaan untuk menjaga loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Customer Relationship Management (CRM) dan Kualitas Pelayanan terhadap… Loyalitas Pelanggan Go-Ride Gojek Indonesia Kota Bandung.  Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, melibatkan 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, path analysis, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik CRM maupun Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Nilai R² sebesar 0,800 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan loyalitas sebesar 80%, sementara 20% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi CRM dan peningkatan kualitas pelayanan untuk mempertahankan Loyalitas Pelanggan Go-Ride Gojek Indonesia Kota Bandung.

ANALYSIS OF FAMILY SUPPORT TEAM PERFORMANCE STRENGTHENING IN EFFORTS TO REDUCE THE INCIDENT OF STUNTING IN WEST SUMATRA PROVINCE IN 2025

Hariani, Santi, Datin Hafizah Che Hassan, Das, Sreemoy Kanti
Abstract: The Family Support Team is a group of support staff in the sub-district/village/nagari consisting of Midwives, PKK Team Cadres and KB Cadres in providing support to prospective brides/prospective fertile couples, pregnant… t women, postpartum mothers, and children aged 0-59 months, providing counseling, facilitating referral services, receiving social assistance and surveillance of families at risk of stunting. Stunting is a growth and development disorder characterized by a child's height that is not appropriate for their age. This study aims to analyze the performance of the family support team in an effort to reduce the incidence of stunting and the factors that influence the performance of the family support team. This study uses a qualitative method using a purposive sampling technique with 38 informants, through interviews, focus group discussions, observations and document reviews. The results of the study revealed that the indicators of the quality and quantity of TPK work in West Sumatra Province that were not in accordance with expectations were neatness, success capability, speed, work results, facilities and infrastructure and coordination between agencies where reports were not in accordance with the existing family system data in the BKKBN application caused by the lack of TPK knowledge in using the elsimil application and four indicators of the national sensitive intervention program were not achieved from the predetermined targets and the increase in stunting cases. Factors that influence TPK performance are the support and commitment of the government and the community, the existence of programs that have a direct impact on the community and, socialization that changes community behavior to care about stunting prevention programs, strengthening the competence of TPK cadres, strengthening convergence and multi-stakeholder involvement, integrated monitoring and evaluation and utilization of stunting risk family data in handling stunting cases.