Search Articles & Publications

Showing 6 articles found for "Soldier"

Sosialisasi Dan Edukasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik Dan Alternatif Pakan Ternak Di Desa Sukarami Kecamatan Seluma Selatan

Fatimah Azurrah, Melan Indah Hartono, Amalia Khairunnisa, Olivhia Dwinda Agustin, Adela Meydah Santika
Abstract: Sampah organik rumah tangga di Desa Sukarami, Kecamatan Seluma Selatan, selama ini belum dikelola secara optimal dan sebagian besar hanya dibuang atau dibakar, sementara peternak lokal menghadapi tekanan biaya akibat kenaikan… aikan harga pakan ternak pabrikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi ganda, yaitu mengurangi volume sampah organik sekaligus menyediakan sumber pakan ternak alternatif yang murah dan bergizi. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim KKN Kelompok 46 dengan metode presentasi interaktif dan diskusi tanya jawab bersama warga. Materi yang disampaikan mencakup profil biologis maggot BSF (Hermetia illucens), siklus hidup, alur proses budidaya, kandungan gizi, alat dan bahan yang dibutuhkan, serta manfaat budidaya maggot dari aspek lingkungan, ekonomi, peternakan, dan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme warga terhadap potensi budidaya maggot BSF sebagai peluang usaha rumahan sekaligus solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi warga Desa Sukarami untuk mengembangkan budidaya maggot BSF secara mandiri di lingkungan masing-masing. Household organic waste in Sukarami Village, South Seluma Sub-district, has not been optimally managed and is largely discarded or burned, while local livestock farmers face rising costs of manufactured feed. This community service activity aimed to socialize and educate residents on Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation as a dual solution for reducing organic waste volume while providing an affordable and nutritious alternative livestock feed source. The activity was carried out by KKN Group 46 through lectures, interactive presentations, and discussion sessions with residents. The material covered the biological profile of BSF maggots (Hermetia illucens), their life cycle, the cultivation process flow, nutritional content, required tools and materials, and the environmental, economic, livestock, and social benefits of maggot cultivation. The results showed an increase in residents' understanding and enthusiasm toward the potential of BSF maggot cultivation as a household business opportunity and a sustainable waste management solution. This activity is expected to be an initial step for Sukarami Village residents to independently develop BSF maggot cultivation in their respective environments. 

ANALISIS PEMANFAATAN DAN TATA KELOLA LIMBAH DAUR ULANG DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN IBU RUMAH TANGGA (STUDI KASUS: BANK SAMPAH SARING SEROJA RW 13 KELURAHAN RANCAEKEK KENCANA)

Febriany, Salsabila Venia, Suhardi, Mulyadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemanfaatan limbah daur ulang, sistem tata kelola limbah daur ulang, serta implikasi pemanfaatan dan tata kelola limbah daur ulang dalam meningkatkan kesejahteraan… ibu rumah tangga pada Bank Sampah Saring Seroja RW 13 Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan limbah berbasis masyarakat sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas pengurus Bank Sampah Saring Seroja dan ibu rumah tangga yang menjadi anggota aktif bank sampah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemanfaatan limbah daur ulang telah berjalan dengan baik melalui kegiatan pemilahan sampah, penimbangan, pencatatan tabungan sampah, penjualan sampah anorganik, serta pemanfaatan sampah organik menggunakan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) dan pembuatan kompos. Tata kelola Bank Sampah Saring Seroja telah menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsivitas, partisipasi, dan efektivitas, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana, fluktuasi harga jual sampah, dan keterbatasan sumber daya manusia. Pemanfaatan dan tata kelola limbah daur ulang memberikan implikasi positif terhadap kesejahteraan ibu rumah tangga melalui peningkatan pendapatan tambahan, meningkatnya pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan, bertambahnya hubungan sosial antaranggota, serta meningkatnya partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL (Studi Kasus : Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu, Kota Bandung)

Fadli Zaid Riyadi, Somadi
Abstract: Masalah sampah organik di Kota Bandung yang mencapai 1.946 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan. Budidaya magot larva Black Soldier Fly dipandang… ndang sebagai solusi alternatif untuk mengurai sampah menjadi pakan dan pupuk organik. Namun, praktik budidaya pada unit usaha seperti Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu masih menghadapi kendala, antara lain ketidakstabilan pasokan bahan baku, fluktuasi hasil produksi, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja rantai pasok yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada Rumah Magot Bedas 03 dengan menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model yang mencakup lima proses inti Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Setiap proses dianalisis berdasarkan Key Performance Indicators (KPI), kemudian dievaluasi menggunakan Traffic Light System (TLS) sebagai alat visualisasi kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator rantai pasok mencapai target optimal. Beberapa aspek seperti efisiensi produksi, ketersediaan pasokan bahan baku, dan ketepatan pengiriman berada pada kategori kuning (cukup) hingga merah (buruk), menandakan perlunya perbaikan segera pada proses-proses tersebut. TLS terbukti membantu dalam memetakan prioritas perbaikan secara lebih jelas. Penerapan SCOR model efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kinerja rantai pasok budidaya magot. Evaluasi ini mengidentifikasi titik-titik kritis yang harus ditingkatkan agar proses produksi dan distribusi lebih efisien, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.

Army Human Resources Development Strategy through Human Capital Approach

Purwanto, Sigit, Ilhamsyah, Irfan
Abstract: The focus of research on the statement is the strategy of developing human resources (HR) of the Army through a human capital approach in increasing the professionalism, capability, and effectiveness of military personnel… l to support the operational success of the Army in facing various security challenges. The purpose of this research is to analyze the Human Resource Development Strategy of the Indonesian Army through the Human Capital Approach.  The method used in this research is descriptive qualitative with SWOT analysis tools and tree analysis. The theory used in this research is human capital. The results showed that the strategies used for HR development with a human capital approach are (1) Improving the quality of education and training of soldiers through evaluation and inclusive curriculum development. (2) Utilizing good education and training to improve soldiers' capabilities through an integrated and sustainable human capital approach. (3) Improving the professionalism of soldiers through merit-based personnel management system reform. (4) Improving soldiers' welfare by providing access to specialized higher education through the Defense University. (5) Improving transparency and efficiency through information and communication technology, keeping soldiers' focus on the main task of defense. By adopting a human capital approach, the Army is expected to improve the quality and capability of soldiers, so that they are ready to face future challenges and support the achievement of the organization's strategic goals.  

The Practice of Religious Plurality in The Indonesian National Army

Suwarno, Didik, Ma'sumah, Siti, Basit, Abdul
Abstract: This paper discusses the practice of religious plurality within the Indonesian Armed Forces. To support the main task of soldiers and the success of the task, they are equipped with faith and purity, good moral values and… d noble character. Religion has a significant role in supporting military tasks. Data collection techniques in this study used observation then, followed by interviews. Forms behaviour The TNI AD in maintaining harmony between members of different religions includes anjangsana, working together to achieve common goals in religion, sympathy and empathy, tolerance and mutual respect. Adaptation conducted interfaith religious packed reasonably. Goal TNI AD attachment is the goal achieved that is harmony and tolerance Inter-religion. Function Integration TNI AD is carried out by issuing governing policies about members of TNI AD, which religious Islam, Christian, Hindu and Buddhist for holding religious ceremonies simultaneously on the day and at the time same. That is day Friday o'clock 18.30 WIB. The system of Latent Maintenance, which the Indonesian Army maintains, improves individual motivation and the cultural patterns that create and maintain the motivation.

The History Of The Establishment Of The Establishment Of The Father's Country Defender (PETA) And Its Involvement In The Struggle To Achieve The Independence Of The Republic Of Indonesia

Kodir, Abdul, Ali, Yusuf, Zakky Almubaroq, Hikmat
Abstract: In the 19th to 20th centuries, Indonesia was a region whose geographical position was bordered by several neighboring countries. In the north it is bordered by the Philippines. In the south it is bordered by the Australian… an Continent. The territory of Indonesia, which is a fertile region, became one of Japan's desires to dominate Indonesia. It emerged in 1940 after seeing that apart from its natural and human resources, Indonesia was very important for Japan's strategic and political interests. Japan was interested in controlling Java Island because politically Java Island was the center of government, Java Island was also the center of Japan's military defense in the Indonesian archipelago. Java Island is economically one of the important areas for the operation of economic activities in Indonesia. At the time of the Japanese occupation, the island of Java consisted of five Syu (residencies), namely Banten, Jakarta, Bogor, Priangan and Cirebon. These areas had many coffee, tea and sugar cane plantations as well as rice fields which were very useful for food for the population and Japanese soldiers. Marketing of goods - goods produced in Japan. Human resources are also very much needed by Japan to support Japan's victory in the Greater East Asia war (Dai Toa no Senso).