Abstract:Penelitian ini menganalisis penerapan sanksi disiplin kerja terhadap pelanggaran karyawan di PT. Pouchen Indonesia serta kesesuaiannya dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Metode yang digunakan…
an adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-empiris melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan pelanggaran yang paling sering terjadi meliputi keterlambatan, ketidakhadiran tanpa keterangan, ketidakpatuhan terhadap SOP dan penggunaan APD, serta pelanggaran ringan lain yang bersifat berulang. Penyebabnya antara lain jarak tempat tinggal, kurangnya pemahaman aturan, rendahnya kesadaran disiplin, dan pengawasan yang belum merata. Perusahaan menerapkan sanksi secara bertahap, mulai teguran lisan, Surat Peringatan I, II, III, hingga Pemutusan Hubungan Kerja sebagai langkah terakhir, yang selalu didahului pencatatan, klarifikasi, dan kesempatan membela diri. Penerapan sanksi tersebut telah sesuai dengan Pasal 108, Pasal 111, Pasal 151 ayat (1), dan Pasal 161 UU Nomor 13 Tahun 2003, sehingga tidak ditemukan pemotongan upah tanpa dasar maupun sanksi sewenang-wenang. Dengan demikian, sistem sanksi disiplin di PT. Pouchen Indonesia telah mencerminkan asas kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hak pekerja.
This study analyzes the application of work discipline sanctions for employee violations at PT. Pouchen Indonesia and their conformity with Law No. 13 of 2003 concerning Manpower. It employs empirical legal research with a juridical-empirical approach through observation, interviews, and library research. The findings show that the most frequent violations include tardiness, unexcused absence, non-compliance with SOP and PPE use, and other minor repeated violations. The causes include distance from residence, lack of understanding of regulations, low disciplinary awareness, and uneven supervision. The company applies sanctions progressively, from verbal warning, Warning Letters I, II, III, to Termination of Employment as the final step, always preceded by recording, clarification, and the right of defense. The application conforms to Articles 108, 111, 151 paragraph (1), and 161 of Law No. 13 of 2003, with no unlawful wage deductions or arbitrary sanctions found. Thus, the disciplinary sanction system at PT. Pouchen Indonesia reflects the principles of legal certainty, justice, and protection of workers' rights.
Abstract:Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban hukum seorang direktur yang menggunakan aset pribadinya untuk memenuhi kewajiban pembayaran pesangon perusahaan, khususnya ditinjau dari Pasal 1338 KUH Perdata dan Undang-Undang…
Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan perjanjian yang melibatkan penggunaan aset pribadi direktur serta untuk menentukan dasar hukum pertanggungjawaban direktur atas pembayaran hak-hak karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara deskriptif dan kualitatif melalui penalaran deduktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perjanjian di mana seorang direktur secara sukarela berjanji menggunakan aset pribadinya untuk menjamin atau memenuhi kewajiban pesangon perusahaan dapat mengikat secara sah selama memenuhi syarat sahnya perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata. Pertanggungjawaban pribadi direktur timbul dari hubungan kontraktual yang dibangun secara sukarela, bukan secara otomatis karena jabatannya sebagai organ perusahaan. Penggunaan aset pribadi juga tidak menghapuskan prinsip pemisahan entitas hukum (kekayaan terpisah) antara perusahaan dan direktur. Temuan ini menekankan pentingnya pengaturan kontraktual yang jelas guna memberikan kepastian hukum dalam pemenuhan kewajiban pesangon.
This study examines the legal responsibility of a director who uses personal assets to fulfill a company’s severance payment obligations, particularly from the perspective of Article 1338 of the Indonesian Civil Code and Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. This study aims to analyze the validity of an agreement involving the use of a director’s personal assets and to determine the legal basis of the director’s responsibility for the payment of employee compensation. The research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches. Legal materials were analyzed descriptively and qualitatively through deductive reasoning. The findings indicate that an agreement in which a director voluntarily undertakes to use personal assets to secure or fulfill the company’s severance obligations may be legally binding as long as it satisfies the requirements for a valid agreement under Article 1320 of the Civil Code. The director’s personal liability arises from the contractual relationship voluntarily established, rather than automatically from the director’s position as a corporate organ. The use of personal assets also does not eliminate the separate legal entity principle between the company and the director. These findings emphasize the importance of clear contractual arrangements in providing legal certainty for the fulfillment of severance obligations.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pelanggaran Persetujuan Lingkungan dalam kegiatan pertambangan nikel di Kabupaten Luwu Timur yang berdampak pada kerusakan ekologis, sementara penjatuhan sanksi administratif…
belum memberikan efek jera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakan sanksi administratif, mengidentifikasi kendala hukum, serta merumuskan solusi penegakan hukum lingkungan di daerah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi masih didominasi oleh teguran tertulis dan tindakan perbaikan teknis. Hambatan utama bersumber dari resentralisasi wewenang pasca-Undang-Undang Cipta Kerja, keterbatasan personel pengawas bersertifikasi, dan gugatan korporasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan pengoptimalan rekomendasi Berita Acara Pengawasan ke pusat, penerapan prinsip pencemar membayar (polluter pays principle), peluncuran Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) daerah, penggunaan diskresi darurat, serta pembentukan Satuan Tugas Terpadu lintas yurisdiksi. Solusi ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan kolaborasi kelembagaan dan menjamin kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
This study is motivated by widespread violations of Environmental Approvals in nickel mining activities in East Luwu Regency, resulting in ecological damage, while administrative sanctions have failed to provide a deterrent effect. This research aims to analyze the effectiveness of administrative sanction enforcement, identify legal obstacles, and formulate environmental law enforcement solutions at the regional level. The method employed is normative legal research utilizing statutory and conceptual approaches. The results indicate that sanction implementation is still dominated by written warnings and technical corrective actions. Primary obstacles stem from the recentralization of authority post-Job Creation Law, a shortage of certified supervisory personnel, and corporate lawsuits filed with the State Administrative Court. As a solution, this study proposes optimizing Supervision Minutes recommendations to the central government, applying the polluter pays principle, launching regional Company Performance Rating Programs in Environmental Management (PROPER), utilizing emergency discretion, and establishing a cross-jurisdictional Integrated Task Force. These solutions serve as strategic steps to strengthen institutional collaboration and ensure sustainable environmental protection.
Abstract:Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mendorong instansi pemerintah untuk mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu Persaingan yang semakin ketat dalam…
lam industri restoran cepat saji mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menetapkan harga yang sesuai dengan harapan pelanggan guna menciptakan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap kepuasan pelanggan pada Richeese Factory Kota Baru Parahyangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah pelanggan Richeese Factory Kota Baru Parahyangan, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, persepsi harga, dan kepuasan pelanggan berada pada kategori baik. Secara parsial, kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kualitas pelayanan dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 66,7%, yang menunjukkan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 33,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen Richeese Factory dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mempertahankan strategi penetapan harga yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan.
Abstract:Pertumbuhan pesat industri transportasi maritim menyebabkan peningkatan volume data transaksi yang signifikan, sehingga menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan informasi untuk pengambilan keputusan…
eputusan eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Eksekutif (EIS) pada SeaPass guna mengevaluasi kinerja penjualan tiket kapal. Sistem ini memanfaatkan teknik visualisasi data yang dikombinasikan dengan mekanisme penelusuran dua tingkat, sehingga memungkinkan analisis data secara hierarkis dari ringkasan eksekutif hingga detail operasional. Pengembangan sistem dilakukan melalui siklus hidup terstruktur, diawali dengan analisis kebutuhan eksekutif dan dilanjutkan dengan perancangan prototipe UI/UX menggunakan Figma. Implementasi sistem menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript pada sisi front-end, serta MySQL sebagai basis data. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EIS mampu mengintegrasikan data jadwal, informasi kapal, dan data penumpang ke dalam dasbor interaktif. Fitur penelusuran dua tingkat membantu eksekutif mengidentifikasi tren penjualan, anomali operasional, dan perubahan pasar secara real-time, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.
Abstract:Kompensasi Finansial dan Lingkungan Kerja Fisik sangat berkaitan langsung pada Kepuasan Kerja Karyawan. Variabel tersebut merupakan hal yang menjadi perhatian perusahaan untuk mengetahui kepuasan karyawan pada sebuah perusahaan.…
usahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial dan lingkungan kerja fisik pada CV Ritz Textile secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel diambil menggunakan metode sampling jenuh berjumlah 36 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif dan regresi linear berganda yang diolah menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara parsial Kompensasi Finansial berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan, dibuktikan dengan nilai t hitung 2,368 > t tabel. Lingkungan Kerja Fisik dibuktikan dengan nilai t hitung 3,937 > t tabel. Secara simultan, Kompensasi Finansial dan Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan CV Ritz Textile, dibuktikan dengan nilai F hitung 35,679 > F tabel 3,28 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
Abstract:Studi ini menganalisis pengaruh Total Debt Ratio (TDR) dan Receivable Turnover (RTO) terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025.…
021-2025. Kesenjangan penelitian (gap) yang diangkat ialah fluktuasi tajam profitabilitas sektor pascapandemi di tengah kenaikan beban utang dan tekanan pengelolaan piutang, yang belum dijelaskan secara konsisten oleh studi terdahulu. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan pada data sekunder laporan keuangan tahunan auditan. Melalui purposive sampling, diperoleh 12 perusahaan dengan 60 observasi firm-year, dianalisis dengan regresi linier berganda setelah transformasi akar kuadrat guna memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan TDR tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, sedangkan RTO berpengaruh signifikan positif secara parsial. Secara simultan, TDR dan RTO berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan kontribusi (Adjusted R Square) sejumlah 14,0%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penagihan piutang, bukan semata struktur utang, lebih menentukan profitabilitas ekuitas pada sektor ini.
Abstract:Penelitian ini menganalisis pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Return on Equity (ROE) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan industri makanan olahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024.…
. Kesenjangan penelitian (gap) muncul dari fluktuasi pertumbuhan laba yang tidak konsisten, sementara penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam mengenai pengaruh rasio profitabilitas terhadap laba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Sebanyak 13 perusahaan dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 32 perusahaan industri makanan olahan, sehingga diperoleh 52 sampel data. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Uji asumsi klasik membuktikan model regresi berdistribusi normal, bebas multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Uji parsial (uji t) menunjukkan GPM tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan ROE berpengaruh positif dan signifikan. Uji simultan (uji F) menunjukkan GPM dan ROE secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, dengan koefisien determinasi sebesar 12,6 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penggunaan ekuitas lebih menentukan pertumbuhan laba dibandingkan margin laba kotor, sehingga memberikan wawasan praktis bagi manajer dan investor pada industri makanan olahan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap Return on Asset (ROA) secara parsial maupun simultan pada perusahaan sub sektor tekstil dan garmen yang terdaftar…
daftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Kesenjangan penelitian (gap) yang mendasari kajian ini adalah belum konsistennya hasil penelitian terdahulu mengenai hubungan antara likuiditas, efisiensi penggunaan aset, dan profitabilitas, serta masih terbatasnya penelitian yang berfokus pada subsektor tekstil dan garmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan enam perusahaan sampel yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga diperoleh 30 data observasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset, sedangkan Total Asset Turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset. Secara simultan, Current Ratio dan Total Asset Turnover berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset dengan kontribusi sebesar 32,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi penggunaan aset memiliki peran yang lebih menentukan dibandingkan likuiditas jangka pendek dalam menentukan profitabilitas perusahaan tekstil dan garmen..
Abstract:Peningkatan volume sampah yang tidak diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan yang memadai menjadi salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia. Bank sampah hadir sebagai solusi berbasis komunitas, namun keberlanjutannya…
lanjutannya sering kali terbentur keterbatasan modal dan manajemen. Program Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki potensi strategis untuk mengatasi kendala tersebut, meskipun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penerapan CSR pada bank sampah di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan utama yang menghambat efektivitas program tersebut. Metode yang digunakan adalah [kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bank Sampah X / metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review)]. Data dikumpulkan melalui [wawancara mendalam dengan pengelola bank sampah dan perwakilan perusahaan, serta analisis dokumen laporan CSR]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR telah memberikan kontribusi positif dalam bentuk penguatan infrastruktur (seperti penyediaan mesin pencacah plastik dan kendaraan angkut) serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan pembukuan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan krusial, meliputi sifat program CSR yang masih bersifat filantropi jangka pendek, kurangnya monitoring berkala dari pihak korporasi, dan terjadinya penurunan partisipasi warga akibat ketergantungan pada insentif program. Kesimpulannya, keberhasilan jangka panjang CSR pada bank sampah memerlukan transformasi model dari bantuan karitatif menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian ekonomi sirkular masyarakat.