Abstract:This study investigates the influence of academic leadership styles on the quality of higher education in Indonesia, focusing on permanent lecturers in public and private universities under the Ministry of Education in South…
outh Sulawesi. Using a quantitative explanatory approach and survey method, data were collected from 120 respondents and analyzed through Structural Equation Modeling (SEM) using SmartPLS. The study examines three leadership styles—transformational, transactional, and distributed—and their impact on teaching quality, institutional governance, student outcomes, and academic services. The findings reveal that all three leadership styles positively affect higher education quality, with transformational leadership having the most significant impact, followed by distributed and transactional styles. These results underscore the importance of visionary and participative leadership in improving institutional performance, particularly in regional universities facing resource and structural limitations. The study contributes theoretically by validating leadership models in a non-Western context and practically by offering insights for leadership development policies. It highlights the need for adaptive leadership strategies tailored to local academic cultures and institutional dynamics to enhance educational quality in Indonesian higher education.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi halal dan kualitas produk terhadap kesadaran halal dan minat beli konsumen Mie Gacoan di wilayah Jabodetabek, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui…
lalui mediasi kesadaran halal. Adapun penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian masyarakat Muslim terhadap kehalalan produk makanan, khususnya dalam konteks brand yang sedang naik daun seperti Mie Gacoan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 210 responden konsumen Mie Gacoan di kota Depok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran halal dan minat beli. Kualitas produk juga terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kesadaran halal dan minat beli. Selain itu, kesadaran halal memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap minat beli konsumen. Temuan lainnya mengungkap bahwa kesadaran halal memediasi secara signifikan hubungan antara sertifikasi halal dan kualitas produk terhadap minat beli. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan minat beli tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas dan label halal secara langsung, tetapi juga diperkuat melalui peningkatan pemahaman konsumen akan pentingnya kehalalan produk. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peran sertifikasi halal dan kualitas produk dalam strategi pemasaran kuliner halal, serta perlunya edukasi halal untuk memperkuat kesadaran konsumen.
Abstract:Perubahan dalam lingkungan kerja sering kali memunculkan respons psikologis berupa resistensi dari individu yang terdampak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara efikasi diri dan resistensi…
tensi terhadap perubahan pada karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan aktif di perusahaan X cabang Jawa Timur. Partisipan berjumlah 135 orang yang dipilih menggunakan teknik insidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner efikasi diri dan resistensi terhadap perubahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan resistensi terhadap perubahan, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,348 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menolak hipotesis awal yang menyatakan hubungan negatif antara kedua variabel. Hal ini dapat terjadi karena perubahan yang ditawarkan tidak selalu dianggap penting, bermanfaat, atau mampu meningkatkan performa, terutama oleh individu yang merasa sudah kompeten atau overconfidence terhadap sistem lama yang telah mereka kuasai. Kurangnya komunikasi, sosialisasi, serta keterlibatan karyawan dalam proses perubahan juga memperkuat resistensi tersebut. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk merancang strategi perubahan yang partisipatif agar efikasi diri karyawan dapat diarahkan secara positif untuk mendukung keberhasilan perubahan
Abstract:Permasalahan sampah menjadi tantangan besar di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, terutama di wilayah pesisir yang belum memiliki fasilitas TPS maupun TPA. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 73 UIN…
KHAS Jember dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, dan penerapan teknologi sederhana. Kegiatan meliputi penyuluhan pengelolaan sampah berbasis 3R, kerja bakti, pembuatan plang edukasi tentang lama waktu sampah terurai, serta pengadaan alat pembakar sampah minim asap. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan prinsip participatory action research, melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman warga terhadap dampak sampah dan penerimaan positif terhadap inovasi pengelolaan sampah. Meskipun partisipasi warga belum optimal, kegiatan ini menjadi langkah awal yang potensial untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan yang disusun melalui Sistem Informasi Penataan Kelembagaan dan Analisis Jabatan (SI-PKJ) pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah…
ah Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SI-PKJ telah dimanfaatkan dalam proses penyusunan peta jabatan dan pemetaan beban kerja, namun implementasinya belum berjalan secara optimal. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi antara lain adalah: (1) keterbatasan pemahaman operator dalam menyusun uraian tugas yang belum sepenuhnya selaras dengan tugas dan fungsi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur mengenai Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja masing-masing perangkat daerah; (2) metode penentuan volume kerja yang seharusnya didasarkan pada rata-rata beban kerja tiga tahun terakhir, namun dalam praktiknya masih mengacu pada jumlah pegawai yang tersedia, sehingga terjadi penyesuaian volume kerja secara artifisial untuk mencapai jumlah yang diharapkan tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil; serta (3) integrasi SI-PKJ dengan sistem informasi kepegawaian lainnya yang masih belum optimal.
Meskipun demikian, SI-PKJ memiliki potensi sebagai instrumen strategis dalam mendukung perencanaan formasi dan pemenuhan kebutuhan pegawai yang berbasis data. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan integrasi sistem lintas sektor, serta penyempurnaan proses perencanaan sumber daya aparatur secara menyeluruh.
Abstract:Pengawasan internal memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas dan efektivitas tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah tertinggal seperti Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi…
ngidentifikasi tantangan utama dalam pelaksanaan pengawasan internal serta merumuskan strategi penguatan yang sesuai dengan konteks lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap Inspektorat Daerah dan OPD terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah auditor bersertifikasi, sulitnya akses geografis, minimnya alokasi anggaran, dan lemahnya tindak lanjut hasil audit menjadi kendala utama dalam efektivitas pengawasan. Strategi penguatan yang direkomendasikan mencakup peningkatan kapasitas auditor, digitalisasi audit berbasis risiko, penguatan regulasi lokal, serta kolaborasi lintas lembaga. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pengawasan yang adaptif dan responsif terhadap karakteristik wilayah 3T guna mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Abstract:Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia yang menghadapi tantangan serius dalam pembangunan ekonomi akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau…
au serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain studi kasus, serta penerapan model Community-Based Participatory Research (CBPR), penelitian ini menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek aktif dalam proses pemberdayaan.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program-program yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan pengelolaan sumber daya alam secara komunal berhasil diintegrasikan dalam pelatihan, produksi, dan pemasaran produk UMKM, seperti tas noken, minyak kemiri, serta kerajinan dari biji hutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kapasitas teknis pelaku usaha, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan solidaritas sosial komunitas.
Namun, masih terdapat sejumlah tantangan besar, seperti keterbatasan akses pasar karena infrastruktur yang minim, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta belum optimalnya implementasi regulasi pendukung. Temuan ini mempertegas pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis lokal yang disesuaikan dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di wilayah 3T.
Abstract:The Malacca Strait is a vital maritime route that faces significant challenges from high traffic volumes and increasingly frequent extreme weather scenarios. These conditions pose serious risks to navigational safety, environmental…
vironmental integrity, and maritime operational security. This study aims to analyse the needs and components of a robust maritime surveillance architecture in the Malacca Strait, particularly in dealing with the impacts of extreme weather and climate change. Additionally, this research will explore the role of geospatial maritime intelligence in enhancing situational awareness and response to maritime incidents. The study findings indicate that a resilient surveillance architecture in the Malacca Strait requires the integration of advanced sensor systems (including multi-spectral radar and meteorological/oceanographic sensors), redundant communication networks, and AI/ML-based intelligent data processing. The adaptive capabilities of the system, including the use of UAVs and USVs, are critical to maintaining operational effectiveness in adverse weather conditions. Additionally, international cooperation and a robust policy framework, encompassing climate change adaptation and ethical considerations, are fundamental to the successful implementation and sustainability of surveillance systems. The Malacca Strait case study highlights specific vulnerabilities and proposes concrete solutions, illustrating a shift from a reactive to a proactive paradigm in maritime security. Building a resilient surveillance architecture in the Malacca Strait is a strategic imperative to safeguard global trade, regional stability, and environmental sustainability amid increasing climate uncertainty. Integrating cutting-edge technology with robust policies and international collaboration will ensure the safety and security of this vital waterway, making it a model for resilient maritime governance globally. A new aspect emphasised is the importance of adapting to climate change and the role of AI in predictive decision-making. This article presents a comprehensive and integrated approach to building a resilient maritime surveillance architecture, with a particular focus on the challenges of extreme weather in the Malacca Strait. Its originality lies in its emphasis on multi-sensor data fusion, the role of artificial intelligence in predictive analytics, and the integration of climate change adaptation into surveillance system design. Additionally, the article underscores the importance of a robust policy framework and international cooperation as the cornerstones of maritime surveillance resilience, offering a blueprint applicable to other critical maritime routes worldwide
Abstract:This study discusses the adaptation strategies of non-Muslim MSMEs to halal certification regulations in Manado City from the perspective of Maqasid al-Syari'ah. This is a qualitative study. The research design is field…
research. The informants in this study consisted of MUI officials in North Sulawesi Province and non-Muslim MSME actors in Manado City. The results of this study indicate that: Non-Muslim SME actors have demonstrated a high level of adaptation to halal certification regulations through gradual and pragmatic strategies. They began by improving hygiene, recording raw materials, and participating in training and capacity-building programs. These strategies reflect that the actors do not reject the regulations but require an approach tailored to their capacities. In many cases, halal certification is even positioned as a branding tool and a means of market expansion, rather than merely legal compliance. This adaptation also reflects the success of a values-based approach rooted in the principles of maqasid, where regulations are accepted as meaningful and beneficial ethical business practices. Through a dialogic and contextual approach, non-Muslim SME operators have successfully transformed halal certification into an opportunity rather than a threat to their identity.
Abstract:The rapid evolution of digital technologies, particularly live streaming features in e-commerce platforms, has significantly transformed consumer behavior while introducing new risks to consumer protection. Live streaming…
g based commercial transactions often involve real time, visually driven interactions that encourage impulsive purchasing decisions, making traditional regulatory frameworks insufficient. This study aims to analyze the primary factors influencing consumer protection in live commerce settings by examining five core variables: product transparency, platform accountability, perceived risk, consumer trust, and digital literacy. Utilizing a qualitative exploratory approach, this research conducted a comprehensive literature review of 77 international journal articles published between 2020 and 2024. The findings indicate that product transparency and platform accountability are fundamental to enhancing consumer trust and reducing perceived risks, whereas digital literacy acts as a moderating factor that empowers consumers to make informed decisions. The study proposes a conceptual framework that integrates behavioral and regulatory dimensions, offering both theoretical insights and practical implications for improving consumer protection in fast paced, interactive digital marketplaces.