Abstract:Perkembangan di era teknologi globalisasi yang sangat cepat membawa banyak manfaat di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang penjualan produk kosmetik. MsGlow Skincare Yuka Beauty memiliki potensi mengikuti perbisnisan…
san secara online dengan memiliki produk kecantikan original. Untuk mendukung potensi tersebut maka dibutuhkan suatu aplikasi, tetapi sebelum membuat sebuah aplikasi membutuhkan perancangan user interface dari aplikasi penjualan kosmetik. Dalam merancang user interface dari aplikasi penjualan kosmetik ini menggunkan metode design thinking. Setelah melakukan perancangan ini hasil prototype diuji menggunakan pengujian kegunaan atau usability dengan metode Use Questionnaire. Dalam metode Use Questionnaire mempunyai aspek-aspek seperti Usefulness, Ease Of Learning, Ease Of Use dan Satisfaction. Dalam pengujian usability ini melakukan dengan penyebaran kuesioner sebanyak 30 butir pernyataan kepada 20 orang evaluator dan menggunakan 5 point skala penilaian untuk mendapatkan data. Dari pengujian usability ini mendapatkan nilai 87% dari aspek kegunaan (usefulness), 84% dari aspek kemudahan penggunaan (ease of use), 89% pada aspek kemudahan dalam mempelajari (ease of learning), dan 85 % dari aspek kepuasan pengguna (satisfaction).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas fasilitator pendamping dalam meningkatkan self-confidence nasabah BTPN Syariah yang berwirausaha. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen one grup pretest-posttest…
osttest design dan melibatkan 16 nasabah BTPN Syariah yang sedang berwirausaha dan berjenis kelamin perempuan. Data dikumpulkan melalui survei awal dan evaluasi setelah pendampingan selama empat sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pendamping efektif dalam meningkatkan self-confidence nasabah. Peningkatan signifikan terlihat dari hasil pretest (tes pertama) dan posttest (tes kedua) yang mengalami peningkatan dari yang awalnya lemah dan cukup lemah menjadi cukup kuat bahkan kuat. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dengan SPSS 25 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,0005 (p < 0,01), yang berarti fasilitator pendamping efektif dalam meningkatkan self-confidence nasabah BTPN Syariah yang sedang berwirausaha.
Abstract:Pondok pesantren memiliki beberapa peraturan yang harus ditegakkan secara konsisten. Penegakan aturan bertujuan untuk membina, mengembangkan, dan menguatkan karakter santri yang berakhlak karimah. Dalam pelaksanaannya, ada…
da beberapa santri yang melanggar aturan pondok sehingga diberlakukan hukuman atau disebut “takzir”. Bentuk takzir cukup beragam, seperti pendisiplinan fisik, membersihkan area pondok, menghafal ayat Al-Quran, hingga dikeluarkan dari pondok dalam kasus pelanggaran sangat berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bentuk takzir di pondok pesantren berdampak positif atau negatif, serta bentuk takzir apakah yang dinilai paling efektif bagi santri. Penelitian ini mengambil sampel santri Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes yang bersekolah di Madrasah Aliyah Al-Hikmah 2. Dengan menggunakan metode kuantitatif berupa survei, peneliti mendistribusikan kuesioner dalam bentuk google form kepada responden atau subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,8% dari responden setuju dengan pemberlakuan takzir dan 41,2% tidak menyetujuinya. Empat bentuk takzir yang dinilai efektif diterapkan adalah: membersihkan area pondok, menghafal ayat Al-Qur’an atau kosakata bahasa asing, berdiri di depan umum, dan dibotak/dicukur tidak rapi. Membersihkan area pondok dinilai efektif karena meningkatkan kebersihan pondok. Menghafal ayat suci Al-Qur’an dinilai efektif dan edukatif karena menambah ilmu pengetahuan. Berdiri di depan umum dan dibotak dinilai efektif karena membuat jera pelakunya dan santri yang menyaksikan. Adapun efek jera yang dirasakan santri pelanggar adalah merasa malu dan tidak ingin melakukan lagi, sedangkan santri yang menyaksikan akan mengambil pelajaran untuk tidak melanggar aturan pondok.
Abstract:Keputusan pembelian fesyen berkelanjutan dipengaruhi oleh pemasaran limbah tekstil yang ramah lingkungan. Instrumen utama untuk pengumpulan informasi adalah jajak pendapat skala Likert. Jumlah responden dalam penelitian…
ini adalah 30 responden yang merupakan klien yang pernah membeli barang desain pendukung. Teknik pemeriksaan yang digunakan adalah kuantitatif dan strategi kajian informasi penting. Penelitian asosiatif yang fokus penelitiannya adalah hubungan atau pengaruh sebab akibat, khususnya hubungan atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, merupakan klasifikasi lain dari jenis penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian diketahui nilai r tabel adalah 0,439 dimana nilai Cronbach alpha dari Green Promoting adalah 0,747 dan nilai Cronbach alpha dari Procurement Choice adalah 0,746 yang lebih penting dari 0,06. Nilai t tabel sebesar 2,048, nilai signifikansi (0,000) berada dibawah (kurang dari 0,05), dan nilai t hitung Green Marketing (X) sebesar 5,020. Nilai t-nya berasal dari n-2 (30-2): 28. Jadi hitung, tabelnya adalah 5.020, 2.048. Variabel independen green marketing mempunyai koefisien determinasi sebesar 47,4% terhadap variabel dependen keputusan pembelian. Sisanya sebesar 52,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dimensi Green Product memberikan pengaruh sebesar -3,6% terhadap keputusan pembelian, dimensi Green Price memberikan pengaruh sebesar 7,5 persen, dimensi Green Place memberikan pengaruh sebesar 15,4%, dan dimensi Green Promotion memberikan pengaruh sebesar 28,1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Showcase Material Waste mempunyai dampak positif dan hubungan tingkat sedang dengan pilihan pembelian pada gaya ekonomis. Dengan memperhatikan dimensi green product, green price, green place, dan green Promotion yang bertujuan untuk proses pengembangan yang baik dan memberikan nilai positif kedepannya, maka perusahaan perlu melakukan perbaikan dan perhatian terhadap produk olahan dari bahan limbah tekstil yang memiliki dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan digunakan sebagai fesyen berkelanjutan.
Abstract:Kelurahan Mojoroto di Kediri menyediakan berbagai layanan online melalui website, namun belum dilakukan evaluasi untuk menilai tingkat penerimaan terhadap website tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi…
si dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Metode tersebut memiliki fokus untuk mengukur persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) dan persepsi kegunaan (Perceived Usefulness), serta dampaknya terhadap niat penggunaan (Behavioral Intention to Use) dan penggunaan aktual (Actual Usage) website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perhitungan validitas di nyatakan valid dan perhitungan reliabilitas dinyatakan Reliabel karena semua konstruk memiliki nilai di atas 0.7. Perhitungan R-Square menunjukkan hasil variabel AU 0,488 sehingga disimpulkan lemah dan pada variabel BI bernilai 0,538 sehingga dinyatakan moderat. Perhitungan F-Square menunjukkan hasil 0,952 sehingga BI berpengaruh sangat besar terhadap AU. Hasil perhitungan PEU terhadap BI bernilai 0,068 sehingga PEU memiliki pengaruh yang kecil terhadap BI. Perhitungan PU terhadap BI sebesar 0,340 menunjukkan bahwa PU berpengaruh besar terhadap BI. Hasil nilai pada Q-Square sebesar 0,285 menunjukkan bahwa AU memiliki validitas rediktif yang baik dan hasil yang di temukan pada perhitungan Paired Sample T-test. hasil output bootstrapping menggunakan SmartPLS 3, hasil tersebut menunjukkan hipotesis pada penelitian ini diterima atau ditolak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Return on Equity (ROE) dan Current Ratio (CR) terhadap nilai perusahaan pada PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama…
ma periode 2015-2022. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil uji t menunjukkan bahwa ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,540 dan t-hitung yang lebih kecil daripada t-tabel (0,619 < 2,026). Sebaliknya, CR berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan nilai signifikansi 0,006 dan t-hitung yang lebih besar daripada t-tabel (2,992 > 2,026). Analisis korelasi Pearson mengungkapkan bahwa hubungan antara ROE dan nilai perusahaan tergolong rendah (r = 0,334), sementara hubungan antara CR dan nilai perusahaan berada dalam kategori sedang (r = 0,563). Uji F menunjukkan bahwa secara simultan, ROE dan CR memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan nilai F-hitung sebesar 7,016 dan signifikansi 0,003, melebihi F-tabel 3,25. Koefisien determinasi (R²) sebesar 43,3% mengindikasikan bahwa ROE dan CR secara bersama-sama menjelaskan 43,3% variasi nilai perusahaan. Temuan ini menyarankan bahwa perusahaan perlu fokus pada pengelolaan CR untuk meningkatkan nilai perusahaan, sementara ROE perlu dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk strategi manajerial dan keputusan investasi di PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal kerja kotor dan penjualan terhadap laba bersih setelah pajak pada PT. Astra Otoparts Tbk, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2023. Metode…
penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Data yang digunakan meliputi laporan keuangan PT. Astra Otoparts Tbk selama periode tersebut. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t untuk analisis parsial dan uji F untuk analisis simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, modal kerja kotor dan penjualan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih setelah pajak. Modal kerja kotor berpengaruh positif dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 5,570, sementara penjualan juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan t-hitung 6,297. Secara simultan, modal kerja kotor dan penjualan mempengaruhi laba bersih setelah pajak dengan kontribusi sebesar 76,9%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan modal kerja kotor dan strategi penjualan yang efektif dapat meningkatkan laba bersih perusahaan. Diharapkan temuan ini dapat membantu perusahaan dalam merencanakan strategi keuangan yang lebih baik dan meningkatkan kinerja keuangan di masa depan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai dalam konteks Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang…
ang bersifat deskriptif, dengan fokus pada pemahaman mendalam tentang perilaku dan persepsi pegawai terkait dengan kinerjanya. Teknik pengumpulan data yang diterapkan mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tasikmalaya dinilai memadai dan mencerminkan komitmen terhadap kualitas, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan, dan komunikasi yang baik. Pegawai menunjukkan kepatuhan terhadap standar dan prosedur kerja, tingkat akurasi yang tinggi, efisiensi, dan inovasi dalam pekerjaan, disamping telah memiliki manajemen waktu yang baik, konsistensi dalam memenuhi tenggat waktu, serta respons yang cepat terhadap tenggat waktu yang mendesak. Selain itu telah memiliki kemampuan teknis yang relevan, fleksibilitas dalam belajar dan beradaptasi, serta keterampilan komunikasi yang baik. Secara keseluruhan, kinerja pegawai tersebut dianggap penting untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan organisasi.
Abstract:Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait self awareness kepada siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar. Menurut Desmita (2005) kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengamati, memikirkan, merenungkan,…
dan mengevaluasi diri sendiri. Peserta pada kegiatan ini ialah siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar sebannyak 100 orang. Teknik pengumpulan data awal melalui wawancara, observasi dan angket. Dilakukan penyebaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil pemberian materi dikatakan berhasil, dilihat dari peningkatan pengetahuan peserta dari hasil pre-test 265 dan post-test 331. Hasil data di uji non parametrik wilcoxon melalui SPSS, diketahui nilai sig 0.00 < 0.05 maka terdapat perbedaan hasil pre test dan post test, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan workshop dalam meningkatkan self awareness para siswa/siswi MAN 2 Kota Makassar.
Abstract:Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ulang kiprah “Tiga Serangkai” sebagai agen-agen penyebar Islam Wasthiyyah yang memimpin Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang terkenal akan tradisi pengajaran dan pendidikan hafalan…
afalan Alquran sepeninggal KH. M. Munawwir dengan memanfaatkan teori sosiologi milik Pierre Bourdieu. Konsep Wasathiyyah menjadi dasar dari konsep “al-Muhafdhotu ‘ala Qadimi al-Shalih wa al-Akhdhu bi al-Jadid al-Ashlah” yang bisa diartikan sebagai sikap toleran yang menerima perkembangan dan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi luhur. Konsep ini juga diterapkan dalam pondok-pondok pesantren beraliran Ahlusunnah Wal Jamaah seperti Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Setelah wafatnya KH. M. Munawwir (Muassis Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak) pada 1942 M, kepemimpinan pesantren Al-Munawwir dipegang oleh “tiga serangkai”: 1) KH. R. Abdullah Afandi Munawwir, 2) KH. R. Abdul Qodir Munawwir, dan 3) KH. Ali Maksum (yang baru pindah dari Lasem ke Krapyak di tahun 1943 M). Konsep-konsep dalam teori sosiologi milik Pierre Bourdieu yang digunakan dalam tulisan ini adalah habitus, modal, ranah, dan praktik. Melalui pembacaan ulang terhadap kiprah “Tiga Serangkai” sepeninggal KH. M. Munawwir Krapyak dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu, didapatkan beberapa hipotesis sebagai berikut: 1) habitus yang terdapat dalam kisah “Tiga Serangkai” sebagai penerus estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak adalah habitus “pesantren” yang memegang akidah (doksa) Ahlusunnah Wal Jamaah, 2) Modal yang dimiliki “Tiga Serangkai” sebagai agen penyebar Islam Wasathiyyah adalah modal simbolik, modal ekonomi, modal akademis, modal politik, dan modal kultural, 3) Ranah yang menjadi tempat berkiprahnya “Tiga Serangkai” adalah pondok pesantren, lembaga masyarakat luar pesantren, dan lembaga nasional, dan 4) kiprah yang berarti praktik dalam kacamata Bourdieu di sini mengarah pada kiprah “Tiga Serangkai” di sisi internal (pesantren) dan sisi eksternal (masyarakat dan nasional)