Abstract:Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendapat pemahaman mengenai bagaimana seharusnya berperilaku sebagai pemuda Kristen di Era Milenial sesuai dengan narasi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16) sehingga hal tersebut…
but dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan pemuda Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode naratif dan kajian literatur. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang kehidupan pemuda di era milenial dalam tingkah laku, kebiasaan, cara pandang, dan aspek lainnya yang akan dibahas pada pembahasan artikel ini. Penelitian ini adalah eksegesis dengan kajian literature yang ada. Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan narasi pada Kitab Matius 5:13-16, sebagai pemuda Kristen dapat mengenali siapa dirinya sebagai anak Tuhan yang haruslah berporos pada firman Tuhan.
Abstract:Penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana metode dan instrument pengumpulan data yang benar untuk kualtitatif dan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat…
ifat deskriptif kualitatif, dengan pendekatan komparatif yaitu melibatkan perbandinagan antara dua atau lebih elemen atau temuan. Maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pertama: Bagaiamana Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif?, kedua: Bagaimana Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif?, ketiga: Bagaimana Instrumen Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif?, Keempat: Bagaimana Kriteria Instrumen Penelitian Yang Baik?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur dan ciri-ciri penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. (2) Proses pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan terjun langsung ke lapangan. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi atau kuesioner, wawancara mendalam dengan subjek survei, survei dokumenter, dan diskusi kelompok terfokus. Dalam metode pengumpulan data kuantitatif, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh peneliti, yakni survei kuisioner atau angket, wawancara, dan dokumentasi. (3) Penelitian Kualitatif dalam pengumpulan datanya, instrument yang dapat digunakan anatara lain; Instrument wawancara, instrument Observasi atau pengamatan, Fokus Group Discussion (FGD), Instrumen dokumen. Penelitian kuantitatif dalam mengambil data menggunakan instrumen yang berupa: Instrumen Tes dan Investori, Instrumen Angket atau Kuisioner, Instrumen Lembar Observasi, Instrumen Dokumen dan Data Sekunder. (4) Kriteria pokok yang harus dipenuhi oleh suatu instrumen penelitian agar dapat dinyatakan memiliki kualitas yang baik yaitu validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen…
n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembina dalam membentuk karakter santri kelas VIII MTs Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, untuk mengetahui sejauh mana peran pembina dalam membentuk karakter…
santri kelas VIII, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dari proses pembentukan karakter santri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Karakter santri kelas VIII MTs Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia dibimbing melalui metode pembiasaan sehingga santri akan memiliki komitmen yang hebat. Pembiasaan dalam penanaman karakter merupakan tahapan yang paling penting. Adapun faktor pendukung pembinaan karakter santri kelas VIII MTs. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia adalah fasilitas yang memadai, kualifikasi pendidik telah memadai serta seluruh tenaga pendidik telah menjadi figur contoh yang baik terhadap pembinaan karakter santri. Selain itu, faktor penghambat pembinaan karakter santri kelas VIII MTs. Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia adalah beberapa santri tinggal di luar (non-mondok), karakter santri yang berbeda, santri yang mempunyai karakter yang keras dan susah diatur, orang tua wali santri, serta karakter bawaan santri dari rumah yang masih melekat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam Al-Quran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka dengan menggunakan metode kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat…
ayat Al-Quran. Hasil penelitian menemukan bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu proses dalam mengoptimalkan, menyelaraskan, memberdayakan dan meningkatkan semua sumber-sumber yang terdapat dalam pendidikan agar dapat dikelola secara produktif, efektif, efisien, sehingga bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan. fungsi manajemen pendidikan salah satunya adalah pelaksanaan dan Pengawasan pendidikan, yang berupaya agar visi, misi, tujuan dan rencana yang sudah ditetapkan dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan dan pengawasan harus memperhatikan persyaratan atau prinsip untuk memperkuat posisinya sesuai fungsi yang diharapkan. Pelaksanaan dan Pengawasan pendidikan dalam Al-Quran juga memiliki tujuan yaitu fokus pada dasar tujuan yang hendak dicapai terhadap guru di sekolah seperti upaya meningkatkan kepribadian guru, meningkatkan profesinya, kemampuan berkomunikasi, bergaul, baik dengan warga sekolah maupun masyarakat, dan upaya membantu meningkatkan kesejahteraan serta ketaqwaan mereka.
Abstract:Lereng adalah bidang miring yang tercipta akibat adanya beda tinggi antara satu bidang tanah dengan bidang lainnya. Akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi longsor semakin tinggi yang dapat menyebabkan tertimbunnya…
unnya bangunan ataupun korban jiwa apabila longsor terjadi pada lereng yang berada dibelakang ruang kelas Smpn 1 Asera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman lereng tanpa perkuatan dan setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever diharapkan mampu menahan gaya lateral yang dihasilkan. Eksplorasi ini dilakukan dengan menggunakan strategi komponen terbatas Plaxis 8.2 dan perhitungan manual menggunakan teknik Priest. Investigasi kesehatan lereng menggunakan program plaxis berencana untuk menentukan nilai perlindungan lereng ketika memperkuat menggunakan dinding penahan bronjong, sheet pile, pasangan batu dan kantilever. Hasil perhitungan lereng asli tanpa perkuatan menggunakan program plaxis 8.2, didapatkan angka aman sebesar 0,6138. Dalam estimasi manual yang diselesaikan dengan menggunakan strategi Menteri, angka yang dilindungi pada kemiringan adalah 0,6820. Kemiringan dikatakan tidak aman atau tidak stabil apabila nilai amannya dibawah 1,25. Hasil perhitungan kemiringan berbasis perkuatan DPT Bronjong menggunakan program plaxis 8.2 tanpa beban gempa yaitu 2,0324 dan dengan beban gempa sebesar 1,9878. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Sheet Pile tanpa beban gempa yaitu 1,6023 dan dengan beban gempa sebesar 1,5965. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Pasangan Batu tanpa beban gempa yaitu 2,6369 dan dengan beban gempa sebesar 2,6340. Hasil perhitungan lereng dengan perkuatan DPT Kantilever tanpa beban gempa yaitu 2,6228 dan dengan beban gempa sebesar 2,6220. Dengan nilai angka aman yang diperoleh melebihi 1,25 dari yang disyaratkan maka dianggap aman terhadap keruntuhan.
Abstract:Penelitian ini berjudul penerapan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pemebelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil…
belajar peserta didik pada materi teks persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP. Dengan demikian hipotesis dari penelitian ini adalah: adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok terhadap hasil pembelajaran menulis teks persuasif pada peserta didik kelas VIII SMP PUI Gegesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretes-postes control group design, dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII B sebagi kelas kontrol dengan jumlah 25 peserta didik dan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 26 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data tes. Data tersebut bahan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok. Berdasarkan data yang telah dianalisis, menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen VIII B menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok adalah 79,6 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas kontrol VIII A menggunakan model Think Pair Share adalah 72,3. Maka didapat t hitung = 3,380 dan t tabel = 1,677, dengan demikian t hitung > t tabel yaitu 3,380 > 1,677. dengan demikian berarti Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya efektifitas penggunaan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dalam pembelajaran menulis teks persuasif pada kelas VIII B SMP PUI Gegesik. hasil observasi aktivitas menyimak, kerja sama, diskusi, tugas dan presentasi peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan kinerja yang baik. Kelas eksperimen memiliki kemampuan menyimak yang unggul, kerja sama yang efektif dalam diskusi dan tugas kelompok, serta antusiasme peserta didik untuk melakukan presentasi.
Abstract:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pembina dalam membina hafalan qur’an santri, kemudian untuk mengetahui kondisi hafalan santri serta faktor pendukung dan penghambat…
ghambat dalam membina hafalan qur’an santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Darut Taqwa Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlokasi di dusun Pa’rappungangta, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa yang berlangsung selama kurang lebih 1 di bulan desember 2023. Teknik pengumpulan datanya selama melakukan proses penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi hafalan santri semakin berkembang. Saat ini rata-rata hafalan santri mencapai 10 juz keatas yang sebelumnya mereka hanya memiliki hafalan juz amma atau juz 30. Adapun pola komunikasi yang dilakukan pembina dalam membina hafalan Al-Qur’an yaitu komunikasi interpersonal, verbal dan non verbal, dimulai dari pendekatan persuasif yakni proses komunikasi yang dimana komunikator menyampaikan pesan verbal maupun non verbal kepada komunikan yang bersifat membujuk atau mengajak kepada hal-hal yang mengarah kepada kebaikan. Adapun hambatan dalam membina hafalan santri meliputi kemampuan anak itu sendiri, penyampaian (interaksi), dan kurangnya pemahaman orang tua terhadap visi dan misi pondok. Dan pendukungnya meliputi adanya dukungan dari pimpinan pondok, kerjasama antar pembina, metodologi dan lingkungan internal pondok yang mendukung. Sebagai seorang pembina mampu memahami kepribadian santri bahkan mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing santri dan kemudian diberikan bimbingan khusus bagi santri yang memiliki masalah dalam menghafal Al-Qur’an yang tidak dapat mereka selesaikan secara pribadi guna untuk mendapatkan jalan keluar/solusi, dengannya itu agar komunikasi dapat dibangun dengan lebih baik.
Abstract:Hidden Curriculum adalah kurikulum tersembunyi. Tersembunyi berarti tidak dapat dilihat tetapi tidak hilang. Istilah hidden curriculum menunjuk kepada segala sesuatu yang dapat berpengaruh di dalam berlangsungnya pengajaran…
ran dan pendidikan, yang mungkin meningkatkan atau mendorong atau bahkan melemahkan usaha pencapaian tujuan pendidikan. Salah satu nilai pendidikan yang ada pada hidden curriculum adalah nilai kemandirian. Yang dimana nilai kemandirian adalah suatu kemampuan dalam kehidupan untuk berkembang dengan standar tingkah laku untuk menjadi lebih baik. Metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pelaksanaan hidden curriculum tentang nilai kemandirian di MA Darunnajah 2 Cipining sudah cukup baik meliputi : Kegiatan Organisasi, Kegiatan Keagamaan, Kegiatan Pramuka, Kegiatan Ekstrakurikuler dan Pengembangan Diri. Dari hasil penelitian ini penulis merekomendasikan bahwa lembaga pendidikan MA Darunnajah Cipining agar lebih memperhatikan peningkatan pendidikan nilai karakter siswa.
Abstract:Strategi Komunikasi Dakwah Lazismu Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Menunaikan Zakat di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Dibimbing oleh Abbas Baco Miro dan Muhammad Syahruddin. Penelitian ini bertujuan untuk…
mengetahu bagaimana Strategi Komunikasi munikasi dakwah yang diterapkan oleh Pengurus Lazismu dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat berzakat khusus Di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar . Kemudian untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam setiap program - program telah di rancang . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Kantor Lazismu, kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar yang dilakukan proses penelitian selama kurang lebih 2 bulan, dari bulan September hingga November. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Strategi dakwah yang dilaksanakan oleh lazismu adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menubaikan zakat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keutamaan dan kewajiban mengeluarkan zakat, mendorong pastisipasi warga Muhammadiyah untuk mengsosialisasikan LAZISMU di kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar, menjalin kerja sama Bersama pemerintah daerah untuk menfasilitasi aparat pemerintah untuk mengeluarkan infak,zakat, dan sedekahnya kepada LAZISMU. 2). Adapun faktor pendukung LAZISMU dalam mensosialiasikan zakat adalah : 1. Warga Muhammadiyah menyalurkan zakatnya di LAZISMU. 2. Memiliki eksekutif yang loyalitas terhadap LAZISMU. 3. Memiliki pemuda-pemuda Muhammadiyah yang siap diajak untuk kerjasama. 4. Dukungan pemerintah. 5. Struktrur lazismu yang efektif. 6. Dukungan dari amal-amal Muhammadiyah yang ada di makassar, seperti : perguruan tinggi, sekolah-sekolah, masjid Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat di LAZISMU. 3). Faktor penghambat LAZISMU dalam mensosialisasikan zakat ; 1. Minimnya pelatihan-pelatihan yang LAZISMU berikan kepada relawan yang diberdayakan dalam pengelolaan zakat. 2. Kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan kepada LAZISMU kepada warga-warga Muhammadiyah yang berpotensi menyalurkan zakat dan infaknnya. 3. Maraknya lembaga-lembaga zakat yang sejenis dengan LAZISMU yang memiliki basis komunitas dan basis masyarakat yang lebih loyal. 4. Kuragnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingya/keutamaan Infak,Zakat, dan Shadakah. 5. Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar pengurus dalam menjalankan program kerja yang dtetapkan oleh pimpinan LAZISMU.