Abstract:Pengelolaan dan konservasi hewan dan tumbuhan pada ekosistem begitu penting bagi kelestarian lingkungan hidup. Sehingga, perlu adanya dalam mengelola dengan sebaik mungkin agar tidak terjadinya kepunahan bagi flora maupun…
n fauna. Dalam melakukan pengelolaan masyarakat harus ikut berperan dan andil untuk melaksanakan pelestarian ekosistem lingkungan hidup. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bahwasannya pengelolaan dan konservasi di Indonesia saat ini sudah mulai pudar dan mengalami kepunahan hal ini dapat dilihat dari pembakaran hutan secara sembarangan, adanya pembobotan secara non procedural dan lainnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui peran penting dari mengelola dan mengkonservasi hewan ataupun tumbuhan serta bagaimana kebijakan pemerintah agar tidak mengabaikan ekosistem tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif berupa studi kepustakaan. Dalam hasil penelitian menunjukkan bahwasannya kebijakan pemerintah di Indonesia masih belum dapat dikatakan berjalan dengan sempurna, hal ini dikarenakan masih banyaknya hukum yang tidak memiliki kepastian dimana berbentuk pengabaian lahan untuk dikelola dan dibangunnya pabrik industry. Tidak hanya itu, nilai hukum dibuat dengan kepastian untuk dapat menertibkan masyarakat dalam mengelola satwa lingkungan dan membentuk keadilan bersama.
Abstract:Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai panjang pantai lebih dari 81.000 km, yang memiliki ekosistem terumbu karang yang luas (± 51.000 km2 ). Ekosistem terumbu karang adalah salah satu ekosistem…
tem di kawasan pesisir yang memiliki peranan penting sebagai tempat yang kaya akan plasma nutfah. Kelestarian ekosistem terumbu karang di dunia menghadapi tantangan yang besar akibat adanya perubahan iklim yang meningkatkan suhu permukaan laut dan berdampak pada kerusakan terumbu karang akibat pemutihan karang atau bleaching. Sebaran dan kondisi dari terumbu karang di Indonesia penting untuk kita ketahui, agar kita dapat meningkatkan populasi dan kehidupan dari terumbu karang. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari BPS Tahun 2021 kemudian akan di deskripsikan secara deskriptif mengenai sebaran dan kondisi terumbu karang dari tahun 2013-2017. Berdasarkan data yang disajikan,dapat disimpulkan bahwa kondisi terumbu karang di Indonesia untuk kategori sangat baik pada Bagian Barat mengalami peningkatan pada tahun 2016 dan 2017. Peningkatan ini terjadi setelah terjadi penurunan pada tahun 2015.Untuk kategori baik, kondisi terumbu karang di Indonesia Bagian Tengah dan Barat mengalami penurunan pada tahun 2016. Untuk kategori cukup, dapat disimpulkan bahwa kondisi terumbu karang di Indonesia Bagian Tengah dan Timur mengalami pergerakan naik turun, sementara kondisi terumbu karang di Indonesia Bagian Barat relatif stabil. Untuk kategori kurang, kondisi terumbu karang di Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur mengalami peningkatan kerusakan dari tahun 2013 hingga 2017.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya hubungan cinta pada tokoh Azzam & Jasmine dalam novel Azzamine karya Sophie Aulia. Masalah penelitian ini adalah seberapa besar hubungan cinta pada tokoh Azzam dan Jasmine yang…
terkandung dalam novel Azzamine. Metode yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra menggunakan teori Baron & Byrne. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks cerita yang berhubungan dengan analisis hubungan cinta dalam novel Azzamine karya Sophie Aulia. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan baca dan catat. Temuan yang diperoleh menunjukan banyak Faktor yang terkandung dalam sebuah hubungan cinta pada tokoh Azzam dan Jasmine yaitu diantaranya dari faktor kedekatan, faktor kemenarikan fisik, faktor kesamaan dan kebutuhan saling melengkapi dan seseorang yang mencintai orang yang mencintai dirinya.
Abstract:Islam berkemajuan adalah slogan yang lekat dengan kalangan Muhammadiyah. Slogan ini bukan merupakan “barang baru”, Islam Berkemajuan sudah dipakai ketika zaman awal Muhammadiyah. Semenjak muktamar ke-47 tersebut, Islam Berkemajuan…
am Berkemajuan ala Muhammadiyah menjadi salah satu gagasan popular bersanding dengan gagasan-gagasan Islam lain yang salah satunya adalah Islam Liberal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis untuk kemudian menjawab perbedaan mendasar kedua gagasan tersebut dengan cara mengkomparasikan karakter-karakter yang dimilikinya. Penelitian ini adalah peneltian kepustakaan penelitian kepustakaan dengan teknik analisis dan perbandingan (studi komparasi). Penelitian ini menunjukkan bahwa antara ideology Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah dan Islam Liberal terdapat sebuah perbedaan mendasara yaitu pada objek pembaharuan dalam Agama. Islam Liberal menganut pemahaman bahwa agama harus menyesuaikan zaman dan pembaharuan dapat dilakukan dalam setiap dimensi agama, sedangkan Islam Berkemajuan menitikberatkan tajdid dalam bidang Muamalah.
Abstract:Kode Etik Penyelenggara Pemilu, secara umum, merupakan seperangkat prinsip moral, etika, dan filsafat yang bersifat bersatu, berfungsi sebagai pedoman bagi perilaku Penyelenggara Pemilu dalam bentuk kewajiban atau larangan,…
an, tindakan, dan/atau pernyataan yang pantas atau tidak pantas bagi Penyelenggara Pemilu untuk diucapkan. Pemilu serentak tahun 2024 merupakan pemilu yang cukup menantang bagi penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu. Dimana pemilu ini mencakup Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan DPR dan DPD, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tentu saja, hal ini menambah kompleksitas dalam pelaksanaan, terutama dengan rekrutmen penyelenggara di tengah-tengah tahapan. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap potensi isu etika dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia selama pemilu serentak 2024. Artikel ini didasarkan pada sumber pustaka, data sekunder yang dimiliki oleh penulis, atau data yang diperoleh dari pihak ketiga. Data sekunder dari data yang tersedia mengenai pola pelanggaran etika digunakan sebagai dasar analisis. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, masyarakat umum meyakini bahwa potensi isu pelanggaran etika dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia pada pemilu serentak 2024 tidak akan jauh dari prinsip etika mendasar seperti bersikap mendukung salah satu kekuatan politik, konflik kepentingan, menerima suap, dan menjadi tidak transparan. Beberapa kejadian, seperti yang berkaitan dengan standar profesionalisme KPU dan Bawaslu, pelanggaran terhadap prinsip kepastian hukum, dan pelanggaran terhadap prinsip independensi, kemungkinan akan terulang di masa depan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang penyusunan instrumen kebijakan dalam meningkatkan layanan publik di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, penelitian ini menggambarkan efektivitas yang telah dicapai…
dan juga menjelaskan masalah yang muncul dalam Program Jogja Smart Service (JSS) dalam konteks penyusunan kebijakan. Hal ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan instrumen kebijakan alternatif yang serupa. Dalam perspektif administrasi publik, sebuah program kebijakan dapat dilihat sebagai bagian dari manajemen keputusan dalam kebijakan publik, di mana sumber daya dan pelaku diorganisir dan dikoordinasikan. Ini memiliki konsekuensi tentang bagaimana proses formulasi instrumen saat pembuatan kebijakan. Dengan demikian, menjadi menarik untuk melihat bagaimana proses formulasi kebijakan dalam Program Jogja Smart Service (JSS). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, tahapan metode dalam penelitian ini melibatkan pengumpulan data terkait proses formulasi kebijakan Program Jogja Smart Service (JSS), dalam bentuk wawancara dan dokumentasi peraturan serta kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kebijakan Program Jogja Smart Service (JSS) di Kota Yogyakarta masih dihadapkan pada berbagai tantangan, sehingga diperlukan instrumen gabungan, yaitu sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung efektivitas program tersebut.
Abstract:Pentingnya pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Adanya pembentukan karakter peduli lingkungan ini dilakukan melalui kegiatan…
egiatan pembelajaran di sekolah yang berwawasan lingkungan hidup dengan harapan dapat menyadarkan siswa agar memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitarnya, serta menyadarkan siswa akan pentingnya menjaga lingkungan untuk kelestarian kehidupan di masa mendatang. Dalam meningkatkan karakter peduli lingkungan pada siswa di SMA Kartika XX-1 Makassar, tim BKP mengadakan kegiatan lomba kebersihan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan bagi siswa-siswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, terutama di ruang kelas. Kegiatan lomba kebersihan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2023 dan bertempat di SMA Kartika XX-1 Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari semua kelas sebanyak 22 kelas. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat tiga kelas yang menjadi pemenang, yaitu kelas X MIPA 1, XI MIPA 3, dan XII IPS 2. Dari kegiatan ini, siswa merasa cukup senang mengikuti lomba kebersihan kelas karena mendapatkan manfaat berupa meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan meningkatkan kerja sama dengan teman sekelas. Kegiatan lomba kebersihan kelas ini juga diharapkan dapat dilaksanakan kembali di masa mendatang karena cukup banyak siswa-siswa yang antusias mengikuti kegiatan ini.
Abstract:Program Puskesmas Lambunu 2 yaitu mengadakan Posyandu memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian KMS, pemberian vitamin A, Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak, pendidikan…
gizi ibu dan balita, minum tablet tambah darah bersama untuk mengatasi anemia pada remaja putri, penyuluhan pada kelas ibu hamil. Program yang sudah dijalankan oleh Puskesmas Lambunu 2 sudah berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada, hanya saja yang menjadi penghambat dalam program ini yaitu orang tua yang kurang paham mengenai program tersebut, masih sedikitnya orang tua yang mau meluangkan waktunya untuk program tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini balita stunting di Puskesmas Lambunu berjumlah 37 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Analisis data menggunakan Uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian pola asuh orang tua sebagian besar cukup berjumlah 26 orang (70,3%), kejadian stunting sebagian besar pendek berjumlah 34 orang (91,9%), pengetahuan sebagian besar cukup berjumlah 30 orang (81,1%). Pengetahuan diperoleh p-value 0,005 dan pola asuh diperoleh p-value 0,021. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat ada hubungan antara pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lambunu 2 Kecamatan Bolano Lambunu. Saran bagi Puskesmas Lambunu 2 diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna mengenai stunting.
Abstract:Masalah gizi pada balita di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo pada tahun 2022 mengalami peningkatan dimana ada 43 masalah gizi balita yang terdiri dari 23 kasus gizi kurang, 17 kasus stunting dan 3 kasus gizi buruk. Sedangkan…
ngkan tahun 2021 masalah gizi hanya sebanyak 37 kasus terdiri dari 21 kasus gizi kurang, 15 kasus stunting dan 1 kasus gizi buruk. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan pengetahuan orang tua dan dukungan keluarga dengan status gizi balita di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode deskripsi analitik dan meggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah semua orang tua yang balitanya yang dirawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Sampel berjumlah 43 sampel, dengan teknik purposive sampling. Variabel independen yang di teliti adalah pengetahuan dan dukungan keluarga, dan variabel dependen yang di teliti status gizi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan kurang tentang kebutuhan gizi pada balita yaitu masing-masing 18 orang 41,9%. Sebagian besar memiliki dukungan keluarga yang baik yaitu 28 orang 65,1%. Sebagian besar memiliki balita dengan gizi baik yaitu 31 orang 72,1%. Hasil uji gamma menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,002) dan dukungan keluarga (p-value = 0,000) dengan status gizi balita. Simpulan ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan status gizi balita yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo. Saran yaitu kepada pihak Rumah Sakit agar perawat memberikan edukasi kepada orang tua balita terkait kebutuhan gizi pada balita dan hal-hal yang berhubungan dengan gizi balita agar dapat menambah pemahaman orang tua sehingga dapat melakukan upaya pencegahan gizi kurang atau gizi lebih pada balita.
Abstract:Penelitian ini difokuskan pada upaya pemetaan pelaksanaan penilaian pembelajaran berbasis teknologi digital pada jenjang sekolah dasar. Kajian ini mencakup jenis platform evaluasi yang digunakan, permasalahan yang dihadapi pendidik…
api pendidik dalam pelaksanaannya, serta sikap dan respons siswa terhadap sistem evaluasi berbasis digital. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung di sekolah, wawancara singkat dengan guru, serta penelusuran dokumen pendukung. Lokasi penelitian meliputi beberapa sekolah dasar di wilayah Sumatera Barat dan satu sekolah dasar swasta yang berada di Jakarta. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa penerapan evaluasi digital telah mulai dilakukan, namun tingkat pemanfaatannya berbeda-beda antar sekolah. Sebagian sekolah telah mengadopsi aplikasi berbasis daring seperti Wordwall, Quizizz, dan Google Form sebagai sarana penilaian hasil belajar. Di sisi lain, masih terdapat sekolah yang mempertahankan sistem evaluasi konvensional, meskipun penggunaan teknologi telah diterapkan pada tahap penyampaian materi pembelajaran.Pelaksanaan evaluasi berbasis digital menunjukkan pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Penyajian evaluasi yang bersifat interaktif mampu mendorong peningkatan minat, partisipasi aktif, serta semangat siswa dalam mengikuti proses penilaian. Namun demikian, implementasi evaluasi digital belum sepenuhnya berjalan optimal karena adanya keterbatasan sarana pendukung, kendala jaringan internet, serta rendahnya penguasaan teknologi oleh sebagian guru.Secara umum, evaluasi pembelajaran berbasis digital berpotensi meningkatkan kualitas dan efektivitas proses penilaian di sekolah dasar. Agar penerapannya dapat berjalan secara maksimal, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai serta peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan