Abstract:Pioderma merupakan penyakit kulit akibat infeksi bakteri yang masih sering dijumpai di masyarakat, terutama pada lingkungan dengan kepadatan penduduk dan kebersihan yang kurang optimal. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai…
engenai pencegahan dan penatalaksanaan awal pioderma dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi kulit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan pioderma melalui edukasi kesehatan kulit. Sebanyak 15 responden mengikuti kegiatan ini, diukur melalui pretest dan posttest untuk peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan kulit sebesar 36%. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam mencegah terjadinya infeksi kulit di masyarakat.
Abstract:Keberagaman generasi dalam lingkungan kerja merupakan kondisi yang tidak terpisahkan dari organisasi modern, termasuk di sektor jasa transportasi. Perbedaan karakteristik, pengalaman kerja, serta gaya komunikasi antar generasi…
nerasi berpotensi menimbulkan miskomunikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Bosowa Transportation mengenai komunikasi lintas generasi melalui psikoedukasi non-training berbasis infografis. Metode yang digunakan diawali dengan need assessment melalui kuesioner dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi karyawan. Intervensi diberikan dalam bentuk poster infografis bertema “Connect Beyond Age: Cara Berkomunikasi Lintas Generasi”, yang dilaksanakan di unit bisnis Oto Klinik, Oto Rental, dan Taksi Bosowa. Untuk mengukur efektivitas intervensi, dilakukan pre-test dan post-test menggunakan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar karyawan belum memahami konsep komunikasi lintas generasi secara menyeluruh. Setelah diberikan intervensi berupa psikoedukasi non training, terjadi peningkatan pemahaman karyawan terkait perbedaan gaya komunikasi antar generasi, hambatan yang sering muncul, serta strategi komunikasi efektif yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis infografis terbukti efektif sebagai media edukatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi lintas generasi dan mendukung terciptanya interaksi kerja yang lebih harmonis di Bosowa Transportation.
Abstract:Program psikoedukasi “Empowered Emotion, Better Performance!” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Hotel Gammara Makassar mengenai regulasi emosi sebagai keterampilan penting dalam menghadapi tuntutan kerja…
erja yang tinggi, khususnya pada departemen Human Resource (HR) dan Security. Karyawan hotel memiliki risiko besar mengalami stres dan kelelahan emosional akibat tingginya tuntutan pelayanan dan interaksi dengan tamu. Kegiatan diawali dengan need assessment melalui observasi, wawancara, dan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan utama karyawan terkait pengelolaan emosi. Psikoedukasi dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif dengan desain one group pre–post test untuk mengukur efektivitas program. Sebanyak 8 partisipan mengikuti kegiatan ini. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,026 (<0,05), tanpa adanya penurunan skor pada seluruh partisipan. Selain itu, mayoritas peserta memberikan penilaian sangat positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi, termasuk peningkatan kemampuan mengenali dan mengelola emosi dalam situasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan emosional karyawan hotel. Program ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan intervensi lanjutan untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan kualitas layanan di sektor perhotelan.
Abstract:Kegiatan psikoedukasi tentang etika dan cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas dilakukan di PT Bumi Karsa sebagai upaya meningkatkan pemahaman karyawan terhadap komunikasi inklusif di lingkungan kerja. Berdasarkan…
kan hasil need assessment melalui penyebaran kuesioner dan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar karyawan masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan rekan penyandang disabilitas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim BKP melaksanakan intervensi psikoedukasi menggunakan media poster karena mampu menyampaikan informasi secara ringkas, visual, dan mudah dipahami. Poster memuat materi mengenai pengertian disabilitas, jenis-jenis disabilitas, serta etika komunikasi yang tepat. Poster dipasang pada area strategis dan diunggah melalui portal internal perusahaan. Hasil observasi lanjutan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman karyawan mengenai komunikasi inklusif, ditandai dengan respons positif serta meningkatnya kepercayaan diri karyawan dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam memperluas wawasan karyawan, mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, dan memberikan pengalaman pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa BKP dalam merancang intervensi berbasis kebutuhan lapangan.
Abstract:Work engagement merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keterlibatan karyawan secara fisik, emosional, dan kognitif dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat work engagement…
ent karyawan PT. Baruga Asrinusa Development pada tiga dimensi utama, yaitu vigor, dedication, dan absorption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan produksi yang berjumlah 45 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran Utrecht Work Engagement Scale-17 (UWES-17) versi Indonesia yang terdiri dari tiga dimensi penilaian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif melalui IBM SPSS untuk melihat nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase masing-masing dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement karyawan berada pada kategori sedang–tinggi, dengan nilai rata-rata skor total sebesar 46,53. Dimensi dedication menjadi aspek yang paling dominan, sedangkan vigor berada pada kategori moderat. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa karyawan memiliki keterlibatan emosional dan kognitif yang cukup baik dalam menjalankan pekerjaan, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada aspek energi dan ketahanan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterikatan kerja secara optimal.
Abstract:Kemajuan teknologi digital telah membuka peluang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas melalui media sosial. Namun, masih banyak masyarakat pedesaan yang belum memahami potensi smartphone sebagai alat produktif dalam…
alam menciptakan content creator. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran dan cara menjadi content creator berbasis smartphone kepada masyarakat Dusun Ngepoh Kidul, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis agar mereka dapat mengembangkan kreativitas digital serta menambah pengetahuan baru dalam pemanfaatan teknologi secara produktif. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan secara langsung ke warga dengan tahapan-tahapan diantaranya identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pihak terkait, pelaksanaan program dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini, sebagian besar masyarakat Dusun Ngepoh Kidul sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang berkaintan dengan creator content meskupun baru Sebagian kecil yang berminat untuk menjadi content creator.
Abstract:Kurangnya komunikasi yang efektif sering menjadi masalah yang dialami karyawan dan berkontribusi pada timbulnya stres kerja. Kondisi serupa juga ditemukan di perusahaan Hyundai Urip Sumoharjo, di mana survei awal menunjukkan…
kkan bahwa 30,43% karyawan mengalami kendala dalam komunikasi dan koordinasi antar tim. Menanggapi hal ini, diadakan kegiatan psikoedukasi berupa webinar dengan tema “Peran Komunikasi Efektif dalam Mengelola Stres”. Tujuan dari webinar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai pentingnya komunikasi yang sehat sebagai salah satu strategi dalam mengelola stres kerja. Kegiatan tersebut dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 25 peserta dari PT Bumi Investa Utama, termasuk 7 peserta dari cabang Hyundai Urip. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi berbentuk webinar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa puas, menganggap topik yang disampaikan relevan dengan situasi kerja mereka (57%), serta mampu memahami materi dengan baik (71%). Selain itu, peserta menunjukkan adanya peningkatan kesadaran untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan menerapkan strategi manajemen stres dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kegiatan ini berhasil memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman dan keterampilan interpersonal peserta, serta mendorong perubahan pola komunikasi yang lebih jelas dan mendukung di lingkungan kerja. Oleh sebab itu, webinar ini dianggap sebagai solusi edukatif yang praktis untuk mengatasi permasalahan stres kerja yang disebabkan oleh miskomunikasi.
Abstract:Work-life balance (WLB) merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan produktivitas karyawan, khususnya di lingkungan kerja yang memiliki beban dan tekanan tinggi seperti PT Sinar Sosro Gunung Slamat.…
. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam menciptakan keseimbangan antara peran pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek terdiri atas 14 karyawan unit produksi berusia 23–35 tahun yang bekerja dalam sistem shift. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi selama 120 menit dengan materi meliputi konsep WLB, work-life harmony, teknik regulasi emosi, psychological detachment–reattachment, serta manajemen waktu dengan teknik batching dan time blocking. Analisis data menggunakan paired sample t-test melalui IBM SPSS Statistics 25 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test (p < 0,05) pada sebagian besar item pertanyaan, yang mencerminkan peningkatan pemahaman peserta terhadap definisi, manfaat, dan strategi penerapan WLB. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi secara efektif dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan karyawan dalam menerapkan WLB secara terintegrasi. Dengan demikian, program ini direkomendasikan sebagai bentuk intervensi psikologis yang berkelanjutan guna mendukung budaya kerja yang sehat dan humanistik.
Abstract:Public speaking anxiety merupakan salah satu bentuk kecemasan yang umum dialami oleh mahasiswa, khususnya yang sedang menjalani magang di lingkungan profesional. Kecemasan ini dapat menghambat kemampuan komunikasi serta…
menurunkan kepercayaan diri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan berbicara di depan umum melalui metode Expressive Writing Therapy yang dilakukan terhadap 13 mahasiswa magang di UPTD PPA Kota Makassar. Terapi dilaksanakan dalam satu sesi yang mencakup pre-test, sesi menulis ekspresif, diskusi/refleksi bersama fasilitator, serta post-test. Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 77,50 menjadi 64,95 pada post-test (sig. 0,000 < 0,05). Ini menunjukkan bahwa terapi menulis ekspresif efektif sebagai intervensi psikologis untuk membantu mahasiswa mengelola kecemasan saat berbicara di depan publik. Selain itu, terapi ini juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan emosi dan memperkuat keterampilan komunikasi mereka di lingkungan kerja. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh program serupa yang bisa diterapkan di instansi lain sebagai upaya pengembangan soft skill mahasiswa.
Abstract:Kepemimpinan dan komunikasi merupakan dua komponen penting yang saling berkaitan dalam menentukan efektivitas kerja tim di lingkungan organisasi. Gaya kepemimpinan transformasional yang menekankan pemberdayaan, motivasi,…
dan komunikasi yang inspiratif diyakini mampu meningkatkan produktivitas serta loyalitas anggota tim. Berdasarkan permasalahan kepemimpinan yang ditemukan di PT. Borwita Citra Prima Regional Sulawesi, kegiatan berupa webinar “Sharpening Leadership Through Communication Skill” dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Webinar ini diikuti oleh 15 karyawan yang menduduki jabatan manajerial. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, digunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 89,33 dan post-test sebesar 98,66 (p = 0,008). Temuan ini menunjukkan bahwa webinar berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi efektif.