Abstract:Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran ujaran kebencian di media sosial menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan keterlibatan jaringan buzzer yang bergerak terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji…
engkaji pola koordinasi, tipologi akun, ciri khas konten, serta dampak aktivitas buzzer terhadap ruang publik digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur digital berupa kajian akademis dan data laporan transparansi resmi dari platform X, Facebook, dan Instagram. Penelitian ini menemukan bahwa jaringan buzzer beroperasi melalui ekosistem yang terorganisir, melibatkan agensi, tim produksi, dan tim distribusi dengan alur kerja yang sistematis mulai dari pembuatan hingga penyebaran narasi. Akun-akun yang terhubung dalam jaringan tersebut memperlihatkan karakteristik yang dapat dikenali, seperti jumlah pengikut, frekuensi posting, penggunaan identitas palsu, dan format konten yang sudah ditentukan. Pola koordinasi yang diterapkan pun beragam sesuai karakteristik tiap platform. Seperti penggunaan tagar pada X dan Instagram, serta konten yang disebarkan secara tertutup melalui fitur grup di Facebook. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas buzzer bukan sekadar fenomena spontan dari seorang individu, melainkan sebuah industri manipulasi informasi yang terstruktur. Temuan ini mengisyaratkan bahwa penanganan hukum perlu diarahkan pada aktor utama di balik jaringan buzzer, bukan hanya pelaku lapangan secara individual. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui kerja sama antara lembaga terkait dan penyedia platform media sosial, penggunaan metode pengelompokan berlandaskan data untuk mengidentifikasi jaringan terkoordinasi, serta peningkatan kompetensi digital kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap dampak penyebaran ujaran kebencian.
Abstract:Fenomena brain drain di era globalisasi menjadi isu penting bagi kalangan generasi muda Indonesia, terutama tertuju pada mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang memilih merintis karier dan menetap di luar negeri. Upaya…
ya dari pemerintah berupa program beasiswa seperti LPDP merupakan bentuk investasi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kontribusi bagi pembangunan nasional. Namun, baru-baru ini munculnya tren seperti #KaburAjaDulu menunjukkan adanya krisis kepercayaan sebagian kalangan generasi muda terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan prospek karier di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana fenomena brain drain sebagai tantangan terhadap nilai cinta tanah air dan nasionalisme generasi muda. Dengan metode pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan netnografi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa fenomena brain drain dipicu oleh faktor pendorong seperti keterbatasan lapangan kerja, fasilitas riset yang rendah, dan ketidakpastian karier, serta faktor daya tarik dari luar domestik berupa kesejahteraan, profesionalisme, dan peluang berkembang yang luas. Selain memunculkan pergeseran makna nasionalisme di kalangan generasi muda, fenomena ini berdampak pada berkurangnya potensi sumber daya manusia nasional sehingga diperlukan integrasi di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan penguatan nilai nasionalisme agar generasi muda tetap kompetitif secara global sekaligus berkomitmen penuh terhadap bangsa atau tanah air.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengetahuan investasi dan Literasi keuangan terhadap Minat berinvestasi generasi z pada reksadan syariah yang dimediasi oleh Perilaku keuangan. Pemilihan sampel penelitian…
tian dilakukan dengan menggunakan non probability sampling metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan investasi dan Literasi keuangan berpengaruh terhadap Perilaku Keuangan. Pengetahuan investasi dan Perilaku keuangan berpengaruh terhadap Minat berinvestasi Generasi Z pada Reksadana syariah, sedangkan Literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap Minat Berinvestasi. Pengetahuan Investasi dan Literasi keuangan berpengaruh terhadap minat berinvestasi yang dimediasi dengan Perilaku Keuangan Generasi Z pada Reksadana Syariah.
Abstract:Penelitian ini mengkaji tentang Metode Menghafal Hadis dalam Program Tah}fi>z} al-H{adi>s\ Di Pondok Pesantren Daarul Istiqlal Medan yang memiliki tujuan, antara lain : 1) Untuk mengetahui program dan metode menghafal hadis…
dis di kalangan santri Darul Istiqlal Medan. 2) Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat di dalam program menghafal hadis di Pondok Pesantren Darul Istiqlal Medan. Jenis penelitian ini menggunakan metode lapangan (Field Research) dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang peneliti peroleh, kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menemukan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu aspek tertentu dan juga kesimpulan dari keseluruhan data dalam penelitian.
Hasil dari penelitian ini bahwa : 1) Program tah}fi>z} al-h}adi>s\ di pondok pesantren Daarul Istiqlal Medan berjalan dan terealisasikan dengan baik, sedangkan metode menghafal menghafal hadis yang digunakan di kalangan santri Darul Istiqlal Medan yaitu metode talqi>n, tafahhum, dan tikra>r. 2) Faktor pendukung dalam program menghafal hadis di Pondok Pesantren Darul Istiqlal Medan meliputi; motivasi dari pengajar hadis kepada para santri, pemilihan lingkungan yang kondusif untuk menghafal hadis dan pemahaman makna yang terkandung di dalam redaksi hadis, sedangkan faktor penghambat program menghafal hadis meliputi; Kurangnya pembendaharaan kosa kata Bahasa Arab yang dimiliki para santri, kurangnya kemampuan santri dalam menguasai kalimat atau kata bahasa Arab yang didalam redaksi hadis dan kurangnya waktu luang bagi para santri di dalam menghafal hadis.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna lirik lagu “Laskar Blambangan” karya Nanang Yuswantoro sebagai representasi nilai kepahlawanan dan identitas budaya masyarakat Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan…
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa lirik lagu berbahasa Osing yang dianalisis berdasarkan struktur bait serta makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini memiliki struktur makna yang sistematis, dimulai dari ajakan kepada generasi muda untuk memahami identitas budaya, kemudian diikuti dengan penanaman nilai kepahlawanan melalui figur teladan seperti Minak Jinggo. Selain itu, lirik lagu juga menekankan pentingnya ketahanan mental, sikap pantang menyerah, dan keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Lagu ini juga mengandung nilai moral dan spiritual, seperti keikhlasan dan kebijaksanaan yang direpresentasikan melalui tokoh Sabdo Palon. Pada bagian akhir, lagu menegaskan pentingnya keberanian dalam menghadapi risiko serta mendorong individu untuk bangkit dan bertindak. Secara keseluruhan, lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal
Abstract:Penelitian ini berjudul tren pola hidup sehat masa kini dikaitkan dengan kesehatan mental dan fisik pada generasi z. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tren pola hidup sehat dengan kesehatan mental dan…
fisik pada generasi z. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review, data dikaji melalui jurnal-jurnal penelitian serta artikel terkait variabel pola hidup sehat, kesehatan mental, dan kesehatan fisik baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hidup sehat dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik terutama bagi generasi z. Artinya kesehatan mental dan fisik dapat diperbaiki apabila individu menerapkan pola hidup sehat. Melakukan aktivitas fisik, kualitas tidur yang baik, dan menjaga asupan makan merupakan bentuk-bentuk dari penerapan pola hidup sehat. Artikel ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi generasi z bahwa pola hidup sehat harus berkelanjutan guna memperoleh kesehatan mental dan kesehatan fisik yang optimal.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pasar modal syariah yang diwakili oleh variabel Saham Syariah, Sukuk, dan Reksadana Syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode dalam penelitian ini…
menggunakan metode kuantitatif dengan jenis data sekunder. Sumber data diperoleh dari lapotran statistik website resmi OJK dan BPS. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini VAR/VECM untuk melihat pengaruh jangka panjang dan jangka pendek pada variabel yang diteliti, menggunakan data triwulan dari tahun 2016-2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang variabel Saham Syariah, Sukuk, dan Reksadana Syariah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sedangkan dalam jangka pendek variabel Sukuk berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sementara variabel Saham Syariah dan Reksadana Syariah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi serta mengembangkan kajian dengan menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Abstract:Eksekusi nafkah iddah dan mut'ah di Pengadilan Agama sering tidak efektif karena mantan suami menghindari pembayaran, sembunyikan aset, atau kekurangan harta, ditambah prosedur rumit. Analisis normatif-dogmatis KHI Pasal…
149–156, UU No. 1/1974, SEMA No. 3/2018, dan SEMA No. 2/2019 menunjukkan kewajiban mutlak pada cerai talak, perlindungan istri gugat (jika tidak nusyuz), tapi tingkat keberhasilan hanya 6–20%. Solusi: pembayaran segera, sita gaji PNS, e-court, sanksi pidana via UU PKDRT, plus penguatan sanksi pidana ringan, satgas eksekusi, audit aset, dan edukasi pra-perceraian untuk sistem lebih progresif dan sensitif gender.
Abstract:Perkawinan dini masih menjadi permasalahan sosial yang banyak terjadi di Indonesia dan menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan, serta upaya…
aya pencegahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan dini lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan positif, yang meliputi aspek psikologis, kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Dari aspek psikologis, perkawinan dini dapat menyebabkan stres, depresi, serta ketidakstabilan emosi. Dari aspek kesehatan, perkawinan dini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Selain itu, perkawinan dini juga berdampak pada terhambatnya pendidikan, munculnya permasalahan ekonomi, serta tekanan sosial dalam masyarakat. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan akses pendidikan formal, edukasi kesehatan reproduksi, pemberdayaan masyarakat, serta peran aktif pemerintah melalui regulasi dan program perlindungan anak, disertai penerapan kesetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk menekan angka perkawinan dini secara berkelanjutan.
Abstract:Pergeseran paradigma menuju Industri 5.0 menuntut pemaknaan ulang terhadap peran sumber daya manusia (SDM) di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan dan sistem otomatisasi. Meskipun adopsi teknologi berlangsung pesat,…
at, kepustakaan menunjukkan adanya kesenjangan yang nyata antara ketersediaan teknologi dengan tingkat kesiapan dan keluwesan nalar pekerja. Menanggapi kelangkaan kajian teoretis yang menyeluruh, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka penilaian konseptual terkait kesiapan kompetensi digital SDM. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan kepustakaan murni tanpa pengumpulan data lapangan empiris, penelitian ini menyintesis berbagai teori untuk mendekonstruksi pemahaman lama mengenai kompetensi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi digital masa depan bertumpu pada asas yang berpusat pada manusia, memadukan keahlian teknis dengan kecerdasan sosial-emosional. Sebagai luaran utama, penelitian ini mengajukan arsitektur penilaian kesiapan yang terdiri dari tiga dimensi pokok: (1) Pemahaman Tata Kelola Data dan Teknologi, (2) Keluwesan Nalar dan Pembelajaran Berkesinambungan, serta (3) Ketahanan Sosial-Emosional dan Kepemimpinan. Secara praktis, kerangka teoretis ini berfungsi sebagai landasan diagnosis awal bagi jajaran manajemen guna mencegah pemborosan anggaran pelatihan, serta memastikan rancangan peningkatan kecakapan benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan titik kelemahan kejiwaan maupun teknis dari para pekerja.