Search Articles & Publications

Showing 4574 articles found for "Elit"

Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam Di Era Digital

Muhammad Hafizh Afqah, Nayla Salsabila, Ririn Cahyani, Ronif Al Ikhsan, Abdul Aziz
Abstract: Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Media sosial yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan kini berkembang… g menjadi sumber belajar yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam di era digital serta mendeskripsikan manfaat dan tantangan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui pengkajian berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah akses materi keagamaan, serta mendukung pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan komunikatif. Namun, penggunaannya juga menghadapi beberapa tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak valid, rendahnya literasi digital, dan potensi distraksi dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pengawasan agar penggunaan media sosial dapat mendukung pembelajaran PAI secara efektif dan bertanggung jawab di era digital.   The development of digital technology has a significant impact on the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). Social media, which was initially used as a means of communication and entertainment, has now developed into an interactive, flexible, and easily accessible learning resource for students. This study aims to analyze the optimization of social media use as a learning resource for Islamic Religious Education in the digital era and to describe the benefits and challenges of its use in the learning process. The research method used is a qualitative approach with a literature study type through the review of various journals, scientific articles, and relevant reference sources. The results of the study indicate that platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are able to increase learning interest, facilitate access to religious materials, and support more innovative and communicative PAI learning. However, its use also faces several challenges, such as the spread of invalid information, low digital literacy, and potential distractions in learning. Therefore, guidance and supervision are needed so that the use of social media can effectively and responsibly support Islamic Education learning in the digital era. 

Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC

Amelia, Jasiah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam era Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru tidak… hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan dimensi afektif dan humanistik dalam pendidikan, yang diperkenalkan dalam berbagai sosialisasi kebijakan pendidikan keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik berbasis nilai, kompetensi sosial yang empatik, serta kompetensi kepribadian yang berlandaskan akhlak. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai KBC guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.     This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers’ competencies in the era of the Merdeka Curriculum toward the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). The shift in the educational paradigm requires teachers not only to possess pedagogical and professional competencies, but also to be capable of integrating character values, empathy, and compassion into the learning process. The Love-Based Curriculum (KBC) emerges as an approach that emphasizes the affective and humanistic dimensions of education, which has been introduced through various socialization programs of religious education policies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The data were obtained from books, scientific journals, and relevant policy documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that the transformation of PAI teachers’ competencies includes the strengthening of value-based pedagogical competence, empathetic social competence, and personality competence grounded in moral values (akhlak). In addition, teachers are required to integrate the Merdeka Curriculum approach with the values of KBC in order to create meaningful learning experiences oriented toward the holistic character development of students. Therefore, the implementation of the Love-Based Curriculum becomes a strategic step in strengthening the role of PAI teachers as educators who not only transfer knowledge, but also shape the character and personality of students holistically.

Penguatan Literasi Referensi Digital Mahasiswa Universitas Rokania Melalui Pelatihan Aplikasi Mendeley

Sri Wahyudi, Firman Santosa, Jufri, Safrudin, Agung Setiawan, Fauzi Erwis
Abstract: Peningkatan literasi referensi digital merupakan kebutuhan mendesak pada era akademik modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan aplikasi Mendeley dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa Universitas… as Rokania dalam mengelola referensi digital dan menyusun sitasi ilmiah. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam impor referensi, pengelolaan metadata, penggunaan Web Importer, hingga otomatisasi daftar pustaka. Penerapan aplikasi Mendeley meningkatkan efisiensi penulisan ilmiah dan meminimalisasi kesalahan sitasi yang sering terjadi dalam karya ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi referensi digital perlu menjadi bagian integral dari pengembangan kompetensi akademik di perguruan tinggi.

Peningkatan Minat Menabung Masyarakat Kudus Melalui Promosi Kreatif Produk Tabungan Harmoni Plus Bank BPR Nusamba Pecangaan Cabang Kudus

Dita Finorita, Suparwi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi promosi kreatif terhadap peningkatan minat menabung masyarakat Kudus melalui produk Tabungan Harmoni Plus di Bank BPR Nusamba Pecangaan Cabang Kudus. Latar belakang… lakang penelitian ini berangkat dari rendahnya literasi keuangan sebagian masyarakat serta perlunya inovasi dalam strategi pemasaran bank syariah. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan responden dari kalangan nasabah dan masyarakat Kudus. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi langsung terhadap praktik promosi kreatif, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif serta analisis hubungan untuk mengukur keterkaitan antara variabel promosi kreatif dan minat menabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi kreatif berupa gebyar undian, hadiah langsung, pemanfaatan media sosial, dan kegiatan berbasis komunitas berpengaruh positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam menabung. Promosi tidak hanya berfungsi sebagai strategi pemasaran, tetapi juga berperan sebagai instrumen literasi keuangan yang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung. Analisis juga menemukan bahwa keterlibatan masyarakat dalam event komunitas memperkuat hubungan emosional dengan bank, sehingga meningkatkan loyalitas nasabah. Di sisi lain, kendala yang muncul adalah keterbatasan literasi digital sebagian masyarakat dan perlunya pengawasan agar program hadiah tetap sesuai dengan prinsip syariah

Workshop Pentingnya Manajemen Diri Agar Disiplin Untuk Meraih Cita-Cita Anak-Anak Panti Asuhan 'Aisyiyah Kota Medan

Dian Setyorini, Lisa Elianti Nasution, Fenny Afrida
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak dari workshop "Pentingnya Manajemen Diri agar Disiplin untuk Meraih Cita-cita" yang ditujukan kepada anak-anak di Panti Asuhan 'Aisyiyah. Manajemen diri… ri merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki sejak dini, terutama dalam membentuk sikap disiplin dan motivasi untuk mencapai tujuan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap peserta workshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak panti mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mengatur waktu, mengenali tujuan hidup, serta membangun kebiasaan positif. Workshop ini juga mendorong perubahan perilaku dalam hal kedisiplinan dan semangat belajar. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pengembangan karakter anak-anak panti sebagai bekal dalam meraih cita-cita mereka.

Bijak Bermediasosial Bagi Generasi Gen Z Pada Madrasah Aliyah Alwasliyah Kisaran

Rika Nofitri, Irawati, Novica, Arridha Zikra Syah
Abstract: Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya arus teknologi dan media sosial. Media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, termasuk bagi para siswa di Madrasah… rasah Aliyah Alwasliyah Kisaran. Kegiatan  ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku bijak bermedia sosial di kalangan siswa serta sejauh mana pemahaman mereka terhadap dampak positif dan negatif media sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara penyebaran angket. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa aktif menggunakan media sosial, namun belum semuanya memiliki kesadaran akan pentingnya etika digital, privasi, dan kemampuan memilah informasi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi literasi digital yang menyeluruh dan kontekstual, agar siswa mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak, bertanggung jawab, serta mencerminkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan digital mereka.

Manajemen Pencahayaan Kebun Buah Naga Dalam Meningkatkan Produktifitas Petani

Nofriadi, Maulana Dwi Sena, Risnawati
Abstract: Manajemen pencahayaan dalam budidaya buah naga merupakan faktor krusial yang memengaruhi  produktivitas tanaman dan hasil panen petani. Buah naga (Hylocereus spp.) merupakan tanaman  yang memiliki siklus berbunga pada malam… malam hari dan sangat bergantung pada intensitas serta durasi  pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem pencahayaan  buatan terhadap peningkatan produktivitas tanaman buah naga. Metode yang digunakan meliputi  pengamatan langsung pada kebun buah naga yang menerapkan pencahayaan tambahan serta  wawancara dengan petani mengenai hasil produksi sebelum dan sesudah penerapan teknik  pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED dengan panjang  gelombang tertentu mampu merangsang pembungaan lebih cepat dan meningkatkan kuantitas serta  kualitas hasil panen. Selain itu, manajemen pencahayaan yang tepat juga berkontribusi dalam  memperpanjang masa panen dan mengurangi ketergantungan pada musim berbunga alami. Dengan  demikian, strategi pencahayaan buatan dapat menjadi solusi efektif bagi petani dalam meningkatkan  produktivitas kebun buah naga secara berkelanjutan.

Pendampingan Orangtua Untuk Mengembangkan Kreatifitas Dan Bakat Anak Berkarya Seni Rupa (Mewarnai)

Yona Syaida Oktira, Jauhari Kumara Dewi, Kristian Burhan
Abstract: Orang tua sebagai penentu dalam mengembangkan kreatifitas anak, pendampingan orangtua yang sangat dekat dan akrab dengan anak nya dapat berpengaruh terhadap kreatifitas dan bakat anak dalam berkarya seni rupa, penelitian… ini bertujuan untuk mengalisis sejauh mana pentingnya pendampingan orangtua untuk mengembangkan kreatifitas dan bakat anak berkarya seni rupa (mewarnai), kegiatan mewarnai pada seni rupa berfungsi untuk mengasah otak anak, meningkatkan daya imanjinasi anak, menambah wawasan anak terhadap bentuk warna dan estetika serta menumbuhkan daya kreatifitas anak, minat dan bakat anak, selain itu, menumbuh rasa percaya diri anak terhadap karya mewarnai yang mereka rancang. Objek penelitian pada anak berusia 4 sampai 8 tahun  di Rumah Seni cemara ceria. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomologi dimana peneliti melihat secara fenomena yang terjadi dilapangan selain itu penelitian juga membuktikan dengan dokumentasi agar hasil penelitian ini lebih akurat, hasil penelitian ini untuk menunjukan melalui pendampingan orang tua, dimana orang tua terlibat langsung dalam mengembangkan kreatifitas dan bakat telihat secara langsung. Dengan adanya orangtua disamping anak, anak merasa lebih nyaman, lebih percaya diri, kretifitas nya lebih terlihat dari pada tidak ada orangtua disamping anak, anak terlihat takut, dan malas serta menangis. Hal ini memperlihatkan perndampingan orangtua sangat penting dalam tumbuh kembang anak dan mengembangkan kreatifitas dan bakat anak dalam mewarnau seni rupa. Dengan adanya pendampingan orangtua, orang tua langsung memberikan pendidikan  kepada anak pentingnya kerjasama, berkerja teliti dalam mewarna, serta belajar untuk sabar dalam memberi warna pada gambar karna sejatinya pendidikan pertama pada anak buka terletak pada guru disekolah, tetapi pada orangtua anak.

Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Di SMP Swasta Alam Leuser

Lola Zeramenda Br Tarigan, Anggi Wulansari, Zizni Ilma
Abstract: Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah berbasis alam menghadirkan tantangan unik dalam pengembangan modul pembelajaran yang selaras dengan karakteristik sekolah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendampingan… an efektif dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka di SMP Swasta Alam Leuser melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan spesifik guru dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis alam dengan framework Kurikulum Merdeka. Model pendampingan yang dikembangkan mencakup pelatihan intensif, mentoring berkelanjutan, dan pembentukan komunitas praktik, menghasilkan peningkatan kompetensi guru sebesar 72% dalam pengembangan modul ajar. Integrasi nilai-nilai pembelajaran berbasis alam mencapai tingkat keselarasan 80% dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka, berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa (68%) dan pemahaman konsep (75%). Program pendampingan berhasil memampukan 85% guru mengembangkan modul ajar secara mandiri, menunjukkan efektivitas dan keberlanjutan program. Model ini dapat menjadi referensi bagi sekolah alam lainnya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Sosialisasi UU ITE Bagi Siswa SMKN 1 Kisaran Dalam Persiapan Memasuki Lingkungan Kampus

Ahmad Muhazir, Suci Andriani, Rika Nofitri, Guntur Maha Putra
Abstract: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin masif di kalangan generasi muda, khususnya siswa SMK, menuntut pemahaman yang mendalam tentang regulasi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan… kesadaran hukum siswa SMK N 1 Kisaran terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagai bekal memasuki lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai ketentuan UU ITE, terutama terkait etika berinternet, hak cipta, dan pencegahan tindak pidana siber. Diharapkan, sosialisasi ini dapat membentuk karakter siswa yang bijak dalam memanfaatkan teknologi dan meminimalisir pelanggaran hukum di kemudian hari.