Abstract:Pemanfaatan artificial intelegence (AI) dalam dunia pendidikan semakin berkembang pesat, khususnya dalam meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran artificial intelegence (AI) dalam…
mendukung kreativitas siswa-siswi di SMK Negeri 2 Tanjung Balai, khususnya pada jurusan Audio Video. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan artificial intelegence (AI) dalam pembelajaran, seperti pembuatan lirik lagu, instrumen musik dan pengeditan video berbasis AI, mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam menghasilkan karya audiovisual yang inovatif. Selain itu, artificial intelegence (AI) juga membantu siswa dalam memahami konsep teknis dengan lebih interaktif dan efisien. Dengan demikian, pemanfaatan artificial intelegence (AI) di lingkungan pendidikan vokasi dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusan di industri kreatif.
Abstract:Transformasi digital telah menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing industri perbankan, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI). Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus mengembangkan inovasi digital…
guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan bagi nasabah. Salah satu aspek penting dalam transformasi digital ini adalah sinergi dengan industri kreatif yang berkontribusi pada pengembangan produk dan layanan perbankan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimal dalam mengintegrasikan transformasi digital dengan dukungan industri kreatif di BSI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus implementasi digitalisasi di BSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi finansial (fintech), penguatan ekosistem digital, serta kemitraan dengan pelaku industri kreatif mampu meningkatkan keterjangkauan dan inklusivitas layanan perbankan syariah. Selain itu, inovasi digital, seperti penggunaan kecerdasan buatan dan analisis big data, berkontribusi dalam meningkatkan pengalaman nasabah dan efektivitas pengelolaan risiko. Dukungan industri kreatif, seperti desain antarmuka pengguna (UI/UX) dan pemasaran digital, turut memperkuat daya tarik produk perbankan syariah di kalangan milenial dan generasi Z. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif untuk mengoptimalkan kolaborasi antara transformasi digital dan industri kreatif guna mendukung pertumbuhan BSI yang berkelanjutan di era digital.
Abstract:Kreativitas berperan penting dalam memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan kepuasan pribadi, terutama bagi anak-anak yang merupakan masa depan bangsa. Pengembangan kreativitas sejak usia dini sangatlah penting. Penelitian…
tian ini fokus pada pelatihan pembuatan buket dari kawat bulu (pipe cleaner) di SD Negeri Sumurboto, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kreativitas siswa kelas 6. Metode pelatihan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pendekatan terstruktur dan terorganisir, dilakukan pada 25 Juli 2024. Pelatihan ini melibatkan 56 siswa yang dibagi menjadi 14 kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh anggota tim pengabdian. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembuatan buket bunga dari kawat bulu sebagai sarana peningkatan kreativitas. Alat dan bahan yang digunakan meliputi kertas cellophane, floral foam, tusuk sate, kawat bulu, selotip, pita, gunting, dan lem tembak. Proses pelatihan mencakup pembuatan pola bunga dari kawat bulu, perakitan dengan tusuk sate, wrapping dengan kertas cellophane, dan penyelesaian dengan pita. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi, kemampuan mereka dalam merancang dan menciptakan karya seni meningkat. Program ini tidak hanya mendorong kreativitas siswa tetapi juga menyediakan bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam peluang usaha di masa depan. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa dapat menyalurkan ide-ide kreatif mereka secara efektif dan memperoleh keterampilan baru yang berharga untuk perkembangan pribadi dan profesional mereka.
Abstract:Sampah plastik anorganik menjadi permasalahan serius di Indonesia yang sedang terus menerus diupayakan akan kebermanfaatannya, secara signifikan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Metode…
de yang digunakan dalam pengabdian masyarakat (PKM) berupa penyuluhan dalam bentuk sosialisasi ecobrick di wilayah sekolah Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian untuk memanfaatkan sampah plastik dengan cara mendaur ulang botol plastik melalui ecobrick melalui program sosialisasi disekolah, siswa diperkenalkan pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan lebih spesifik pada recycle yaitu mendaur ulang. Proses ini melibatkan pemadatan plastik bekas dan bungkus makanan/minuman ringan ke dalam botol plastik kosong, sehingga menghasilkan "brik" atau bata plastik yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini siswa dilatih membuat ecobrick, yang tidak hanya mengurangi sampah plastik tetapi juga membentuk kebiasaan hidup siswa menjadi zero waste. Penerapan kebiasaan hidup zero waste berarti melakukan dan membuat keputusan sehari-hari dengan meminimalkan sampah dan dampak lingkungan yang signifikan. Hasil yang diperoleh adalah siswa dapat memahami pemanfaatan limbah sampah plastik dengan baik, meningkatkan kesadaran hidup zero waste serta mampu membuat produk bermanfaat dari ecobrick seperti hasil kreativitas siswa dengan membuat pot tanaman dan kursi. Peran ecobrick tidak hanya untuk menghancurkan sampah plastik melainkan memberi kesempatan sampah untuk tetap ada namun dikelola menjadi suatu barang berguna yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang dibuang ke lingkungan
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari strategi pemasaran melalui redesain kemasan, serta peran redesain kemasan terhadap peningkatan penjualan di rumah kopi banjarsengon. Melalui pendekatan deskriptif dan…
kualitatif penelitian ini mengeksplorasi strategi pemasaran berbasis redesain produk, dengan mengidentifikasi melalui analisis SWOT dengan kekuatan bahan baku dan kualitas produk, sementara kelemahan terdapat pada desain kemasan dan strategi pemasaran. Redesain kemasan dilakukan dengan mempertimbangkan preferensi konsumen,meningkatkan daya saing dan citra produk kemudian hasilnya adalah penjualan serta kemampuan menjangkau pasar baru yang lebih luas di media sosial dan bisa meningkatkan image brand. Selain itu hasil redesain kemasan ini menggambarkan komitmen Rumah Kopi Banjarsengon(RKB) dalam memperbarui produknya sesuai dengan perkembangan tren atau zaman, denan meperhatikan detail warna, ukuran, dan informasi yang disampaikan pada label kemasan.
Abstract:Upah merupakan hak dasar pekerja yang wajib dilindungi, baik dalam perspektif hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep ijarah bi al-’amal dalam hukum Islam sebagai landasan filosofis perlindungan…
erlindungan upah pekerja, serta membandingkannya dengan pengaturan pengupahan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan atas Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih muamalah, peraturan perundang-undangan, serta jurnal hukum mutakhir, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ijarah bi al-’amal menempatkan upah sebagai hak yang harus dipenuhi secara adil, proporsional, dan tepat waktu, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Talaq ayat 6, Surah Al-Qashash ayat 26-27, dan hadis riwayat Ibnu Majah. Prinsip tersebut memiliki keselarasan nilai dengan semangat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, meskipun keduanya berbeda pada aspek sumber otoritas, mekanisme penetapan upah minimum, dan bentuk sanksi. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai-nilai ijarah bi al-’amal, khususnya prinsip maqashid syariah, diintegrasikan sebagai basis etik dalam pembaruan kebijakan pengupahan nasional, terutama untuk melindungi pekerja pada sektor informal dan ekonomi gig yang belum sepenuhnya terjangkau oleh regulasi ketenagakerjaan formal.
Wages are a fundamental right of workers that must be protected, both from the perspective of positive law and Islamic law. This study aims to examine the concept of ijarah bi al-’amal in Islamic law as a philosophical foundation for wage protection, and to compare it with wage regulations under Indonesia’s Manpower Law. The results show that ijarah bi al-’amal positions wages as a right that must be fulfilled fairly, proportionally, and in a timely manner, as affirmed in the Quran Surah At-Talaq verse 6, Surah Al-Qashash verses 26-27, and the hadith narrated by Ibn Majah. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches, examining legal materials from the Quran, hadith, classical fiqh literature, statutory regulations, and recent legal journals. The findings reveal that the principles of ijarah bi al-’amal align with the spirit of Law Number 13 of 2003 on Manpower as amended by Law Number 6 of 2023 on Job Creation and Government Regulation Number 36 of 2021 on Wages, although they differ in terms of the source of authority, minimum wage determination mechanisms, and forms of sanctions. This study recommends integrating the values of ijarah bi al-’amal, particularly maqashid syariah principles, as an ethical basis for reforming national wage policy, especially to protect informal and gig-economy workers not yet fully covered by formal labor regulations.
Abstract:Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kesalahan beserta faktor penyebabnya yang dialami siswa kelas VIII SMP ketika mengidentifikasi sisi, rusuk, dan titik sudut pada bangun kubus. Desain kualitatif deskriptif dipilih agar…
ar respons siswa dapat ditelaah secara mendalam tanpa adanya perlakuan atau manipulasi terhadap variabel penelitian. Sebanyak 30 siswa kelas VIII dijadikan subjek melalui teknik purposive sampling, dan 6 di antaranya dipilih untuk sesi wawancara semi terstruktur yang mewakili tiga tingkat kemampuan akademik, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes diagnostik tertulis, wawancara yang direkam, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi metode untuk menjaga keterpercayaan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,67% siswa melakukan setidaknya satu kesalahan dalam mengidentifikasi sisi kubus, 63,33% siswa melakukan kesalahan terkait rusuk, dan 36,67% siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi titik sudut secara tepat. Tiga kategori kesalahan yang dominan teridentifikasi, yaitu kesalahan konsep berupa kekeliruan mengidentifikasi unsur geometris, kesalahan visualisasi yang berkaitan dengan kesalahan membaca representasi tiga dimensi, dan kesalahan prosedural dalam menghitung komponen geometris secara sistematis. Faktor penyebab meliputi dimensi internal, terutama lemahnya pemahaman konsep dan rendahnya kemampuan penalaran spasial, serta dimensi eksternal seperti minimnya media pembelajaran dan dominasi strategi mengajar berbasis ceramah. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran geometri bangun ruang yang lebih eksploratif, konstruktivis, dan berbasis media di jenjang SMP.
This study investigates the types and underlying causes of errors made by eighth-grade junior high school students when identifying the faces, edges, and vertices of a cube. A qualitative descriptive research design was employed to examine students' responses in depth without manipulating any research variables. Thirty students from the eighth grade were selected through purposive sampling, and six of them participated in semi-structured interview sessions representing three levels of academic ability: high, moderate, and low. Data were gathered using written diagnostic tests, audio-recorded interviews, and documentation. Analysis followed the interactive model proposed by Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with methodological triangulation applied to ensure the trustworthiness of findings. Results indicated that 46.67% of students committed at least one error in identifying cube faces, 63.33% made errors related to edges, and 36.67% had difficulty identifying vertices correctly. Three dominant error categories were identified: conceptual errors, visualization errors, and procedural errors. Causal factors encompassed internal dimensions, particularly weak conceptual understanding and limited spatial reasoning ability, and external dimensions, including insufficient instructional media and lecture-based teaching strategies.
Abstract:Penelitian ini didorong oleh semakin seringnya cyberbullying di media sosial terhadap remaja, yang berdampak pada masalah kesehatan mental seperti kecemasan, stres, dan depresi. Studi ini menyelidiki pengaruh cyberbullying…
ng di media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA dan data kualitatif dari 51 responden remaja usia 12-24 tahun melalui kuesioner. Hasil menunjukkan, 30 responden mengalami cyberbullying seperti flaming, harassment (pelecehan), dan denigration (fitnah), sementara 21 responden lainnya tidak merasakan mengalami cyberbullying. Dari yang mengalami cyberbullying, 15 orang merasa tidak nyaman menggunakan media sosial, 13 merasa rendah diri, dan 10 merasa depresi atau frustrasi. Sebanyak 5 orang merasa takut dan 5 lainnya merasa terisolasi, sementara 12 responden merasa biasa saja. Temuan ini menunjukkan cyberbullying dapat berdampak serius pada psikologis remaja, terutama pada rasa percaya diri dan kenyamanan di media sosial. Penelitian ini menyarankan perlunya literasi digital dan dukungan psikologis, serta peran orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan digital yang aman.
Abstract:Abstract: The development of network infrastructure in higher education environments demands a monitoring system capable of detecting disruptions quickly and accurately. Royal University does not yet have an integrated and…
nd real-time network monitoring system, so network administrators often discover disruptions after receiving reports from users. This condition results in slow response to disruption handling and suboptimal network performance. This study aims to implement The Dude as a network monitoring system to support the optimization of Royal University's network infrastructure performance. The research method used is a qualitative approach with the stages of problem identification, literature study, system analysis, system design, implementation, and system testing. The monitoring system is implemented with The Dude Server architecture running on MikroTik CHR, while The Dude Client is used by the administrator via a laptop. The results show that the system is capable of performing network discovery, monitoring device status in real-time, displaying network topology visualization, recording monitoring history, and providing notifications when disruptions occur. System testing proves that all monitoring functions run according to the analyzed requirements. Thus, the implementation of The Dude is proven effective in increasing the speed of disruption detection, troubleshooting efficiency, and optimizing the network performance of Royal University.
Keywords: mikrotik; network monitoring; network discovery; network optimization; the dude
Abstrak: Perkembangan infrastruktur jaringan di lingkungan perguruan tinggi menuntut adanya sistem pemantauan yang mampu mendeteksi gangguan secara cepat dan akurat. Universitas Royal belum memiliki sistem monitoring jaringan yang terintegrasi dan real-time, sehingga administrator jaringan sering mengetahui gangguan setelah menerima laporan dari pengguna. Kondisi ini berdampak pada lambatnya respons penanganan gangguan serta kurang optimalnya kinerja jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan The Dude sebagai sistem monitoring jaringan guna mendukung optimalisasi kinerja infrastruktur jaringan Universitas Royal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tahapan identifikasi masalah, studi literatur, analisis sistem, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem monitoring diimplementasikan dengan arsitektur The Dude Server yang berjalan pada MikroTik CHR, sedangkan The Dude Client digunakan oleh administrator melalui laptop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan network discovery, memantau status perangkat secara real-time, menampilkan visualisasi topologi jaringan, mencatat histori monitoring, serta memberikan notifikasi ketika terjadi gangguan. Pengujian sistem membuktikan bahwa seluruh fungsi monitoring berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah dianalisis. Dengan demikian, implementasi The Dude terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan deteksi gangguan, efisiensi troubleshooting, dan optimalisasi kinerja jaringan Universitas Royal.
Kata kunci: mikrotik; monitoring jaringan; network discovery; optimalisasi jaringan; the dude
Abstract:Abstract: Stunting remains a significant chronic nutritional problem in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2023. The primary cause is a lack of balanced nutritional intake from an early age. This research aims to develop…
evelop an innovative healthy food product in the form of frozen food made from nutrient-rich catfish and moringa leaves, integrated with a QR Code system into the "KA OLIF" application. This application provides educational information on how to prepare and the nutritional benefits of healthy snacks, aimed at increasing parental awareness of children's consumption patterns. The research method used was descriptive qualitative through observation, interviews, and literature studies. The results of the system development show that the integration of QR Code technology and educational applications can facilitate the delivery of information in a practical and interactive manner. This innovation not only provides a healthy food solution but also serves as an educational medium that supports the government's program to reduce stunting rates. By utilizing local potential such as catfish and moringa leaves, along with digital technology, this product is expected to reach a wider community and improve nutritional understanding from an early age.
Keywords: stunting; frozen food; nutrition fortification; QR code; ka olif application.
Abstrak: Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi kronis yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% pada tahun 2023. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi seimbang sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk makanan sehat berbentuk frozen food berbahan dasar ikan patin dan daun kelor yang kaya akan nutrisi, serta diintegrasikan dengan sistem QR Code menuju aplikasi “KA OLIF”. Aplikasi ini menyediakan informasi edukatif mengenai cara penyajian dan manfaat gizi camilan sehat, yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pola konsumsi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dari pengembangan sistem menunjukkan bahwa integrasi teknologi QR Code dan aplikasi edukatif dapat mempermudah penyampaian informasi secara praktis dan interaktif. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi pangan sehat, namun juga menjadi media edukatif yang mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Dengan pemanfaatan potensi lokal seperti ikan patin dan daun kelor, serta teknologi digital, produk ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas dan meningkatkan pemahaman gizi sejak dini.
Kata kunci: stunting; frozen food; fortifikasi gizi; QR code; aplikasi ka olif