Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai dalam konteks Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang…
ang bersifat deskriptif, dengan fokus pada pemahaman mendalam tentang perilaku dan persepsi pegawai terkait dengan kinerjanya. Teknik pengumpulan data yang diterapkan mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tasikmalaya dinilai memadai dan mencerminkan komitmen terhadap kualitas, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan, dan komunikasi yang baik. Pegawai menunjukkan kepatuhan terhadap standar dan prosedur kerja, tingkat akurasi yang tinggi, efisiensi, dan inovasi dalam pekerjaan, disamping telah memiliki manajemen waktu yang baik, konsistensi dalam memenuhi tenggat waktu, serta respons yang cepat terhadap tenggat waktu yang mendesak. Selain itu telah memiliki kemampuan teknis yang relevan, fleksibilitas dalam belajar dan beradaptasi, serta keterampilan komunikasi yang baik. Secara keseluruhan, kinerja pegawai tersebut dianggap penting untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan organisasi.
Abstract:Keunggulan kompetitif berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan jangka panjang suatu organisasi di tengah persaingan yang semakin ketat. Artikel ini menguraikan konsep keunggulan kompetitif berkelanjutan, dengan fokus pada…
ada Resource Based View (RBV) yang menekankan peran sumber daya manusia (SDM) sebagai elemen kunci. RBV menyoroti nilai, kelangkaan, ketidakmampuan untuk ditiru, dan ketidakutuhan substitusi sebagai indikator keunggulan kompetitif. Keberlanjutan keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui inovasi, keunggulan ekonomi, dan ketidakmampuan pesaing untuk meniru strategi. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) menjadi fokus strategis dalam mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Praktik MSDM, seperti keamanan pekerjaan, seleksi karyawan, pembentukan tim mandiri, pelatihan ekstensif, dan pengurangan perbedaan status, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada prestasi. Perusahaan perlu mengembangkan, melibatkan, dan memanfaatkan sumber daya manusia secara efektif untuk mencapai keunggulan kompetitif yang bersifat jangka panjang. Melalui penerapan MSDM, organisasi dapat menciptakan tim yang memiliki keterampilan kritis dalam teknologi tertentu, menjadi sumber potensial bagi keunggulan kompetitif. Keseluruhan, artikel ini menyajikan wawasan komprehensif tentang peran MSDM dalam mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan dan mengatasi tantangan di pasar yang dinamis
Abstract:Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajar di pendidikan vokasi terhadap kompetensi lulusan di industri penerbangan Indonesia, serta membandingkannya dengan pendidikan…
non-vokasi. Fokus utama adalah untuk menilai sejauh mana elemen-elemen tersebut berkontribusi terhadap kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri. Kajian pustaka digunakan sebagai metode penelitian dengan analisis mendalam terhadap teori serta kepustakaan yang berkaitan. Pada penelitian ini hasilnya ditunjukkan bahwa kurikulum yang adaptif, fasilitas yang memadai, dan kualitas pengajar yang tinggi berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Pendidikan vokasi yang mengutamakan pendekatan berbasis praktik mampu menjembatani kesenjangan keterampilan antara pendidikan dan industri, berbeda dengan pendidikan non-vokasi yang cenderung lebih teoritis
Abstract:Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah ialah untuk mengembangkan potensi parasiswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di Madrasah memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan…
yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di madrasah diorganisasikan secara baik. Sesuai dengan permasalahan penelitian yang berjudul Implementasi Pembelajaran IPS untuk meningkatkan kepekaan sosial pada siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ma’arif Kabupaten Bandung, maka pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif . Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana aktualisasi pembelajaran IPS pada siswa melalui pemaparan data-data dan dokumen secara tertulis. Pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh guru. Pembelajaran terpusat pada guru tidak banyak aktifitas yang dicatat selain mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru kemampuan siswa mengemukakan pendapat maupun bertanya dan menjawab pertanyaan sangat kurang. Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar siswa yang dilakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lisan, pengamatan kinerja, sikap, keterampilan dan penilaian diri. Dalam menentukan penilaian hendaknya dengan menggunakan acuan kriteria, sistem penilaian berkelanjutan, hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut dan penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang dialami oleh siswa.Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan kepekaan sosial yaitu guru tidak dapat langsung melaksanakan yang aktif, inovatif, efektif, kratif dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai serta hasil pembelajaran kurang memuaskan, kepekaan sosial siswa tidak terbentuk.Sebagai pihak yang paling strategis dan memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan – kebijakan pendidikan pada tingkat sekolah diharapkan memberikan dorongan dan kesempatan yang seluas – luasnya kepada guru untuk mengembangkan potensinya melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, MGMP serta meningkatkan pengawasan terhadap kinerja guru yang berhubungan dengan proses pembelajaran seperti penyusunan rencana, pelaksanaan dan eveluasi pembelajaran.
Abstract:Sebelum mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menghadapi dunia pendidikan yang asli, terdapat kegiatan PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan) yang mana kegiatan tersebut berupa pengenalan yang dilakukan…
n oleh mahasiswa untuk mengetahui apa saja yang ada di dunia pendidikan khususnya di sekolah. Kegiatan PLP ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebanyak 11 mahasiswa di SMP Negeri 18 Kota Serang, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang dunia pendidikan dan persekolahan secara langsung. Terdapat 4 prodi yang dikirim oleh kampus untirta untuk melakukan kegiatan praktek PLP, prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Ilmu Pengetahuan Alam, dan Prodi Bimbingan Konseling. Kegiatan PLP dilakukan selama kurang lebih 52 hari, terhitung mulai tanggal 17 September - 08 November 2024. Mahasiswa melakukan praktek kegiatan belajar mengajar sesuai dengan jurusan yang mahasiswa ampu di kampus berdasarkan modul ajar yang dibuat oleh masing - masing mahasiswa. Disamping kegiatan belajar mengajar, praktek PLP juga mengikuti acara sekolah sesuai dengan kalender pendidikan yang ada di smp 18 kota serang. Kegiatan tersebut meliputi pembinaan ekstrakulikuler, kegiatan P5 yang dilaksanakan dengan kegiatan wirausaha dan demokrasi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS periode 2024/2025, dan LDKS bagi siswa dan siswi osis terpilih.
Abstract:Pendidikan Islam di Asia Tenggara, terutama melalui lembaga seperti pesantren di Indonesia dan madrasah di Malaysia, memainkan peran sentral dalam pembentukan karakter generasi muda. Pesantren mengintegrasikan pendidikan…
agama dan umum, menciptakan suasana yang mendukung pengembangan keterampilan siswa. Sementara itu, madrasah di Malaysia sering berkolaborasi dengan sistem pendidikan nasional, menggabungkan kurikulum agama dengan mata pelajaran umum. Perkembangan Islam di kawasan ini memiliki dinamika unik, dipengaruhi oleh latar belakang suku dan budaya yang beragam. Meskipun terdapat perbedaan dalam pola pendidikan Islam di Asia Tenggara, kesamaan tetap ada sebagai hasil dari rumpun budaya Melayu. Peran kesultanan dalam proses Islamisasi sangat menentukan, dimulai dari raja yang memeluk Islam dan diikuti oleh bangsawan serta masyarakat. Kesultanan tidak hanya berfungsi sebagai institusi politik, tetapi juga mendukung pendidikan dan syiar Islam, terutama pada masa perdagangan internasional yang subur, yang dikenal sebagai 'the age of commerce'.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan literasi digital terhadap peningkatan belajar siswa di SMA Negeri 1 Sei Banban. Kompetensi digital adalah kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan,…
kan, dan membuat informasi menggunakan teknologi digital, sarana komunikasi, atau jaringan. Dalam dunia pendidikan, kemampuan digital sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Sampel penelitian terdiri dari 45 siswa yang dipilih secara acak dari kelompok siswa SMA Negeri 1 Sei Bamban. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan secara daring. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi untuk menguji hipotesis. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara penerapan literasi digital (X) dan peningkatan pembelajaran (Y). Uji keberartian korelasi dilakukan dengan menggunakan uji-t. Nilai t-hitung yang diperoleh adalah jauh lebih besar daripada t-tabel pada taraf signifikan 5%, menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel penerapan literasi digital (X) dan variabel peningkatan pembelajaran (Y). Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat secara signifikan setelah penerapan keterampilan digital. Siswa dengan keterampilan digital yang kuat menunjukkan peningkatan kemampuan untuk memahami topik, berpikir kritis, dan menyelesaikan tugas serta proyek berbasis teknologi.
Abstract:Pekerja anak di sektor informal adalah anak-anak yang bekerja di tempat yang tidak memiliki struktur organisasi formal dan peraturan yang berlaku. Sektor informal memiliki banyak karakteristik, termasuk kegiatan usaha yang…
ng tidak terorganisir, tidak ada pembagian tugas yang jelas, penggunaan teknologi yang sederhana, modal dan keterampilan yang rendah, dan biasanya berskala kecil dan padat karya. Selain itu, mereka rentan terhadap penyalahgunaan, perlakuan buruk, dan kurangnya perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. Implementasi langkah-langkah keselamatan kerja yang tepat, seperti pelatihan keselamatan, pemakaian alat pelindung diri, serta pengawasan kondisi kerja, akan membantu mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja bagi pekerja anak. Perlindungan K3 bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja melalui upaya sistematis untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko. Kesadaran akan pentingnya perlindungan K3 sering kali masih rendah, baik di kalangan pekerja maupun pengusaha. Budaya kerja yang mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan juga membantu kendala dalam penerapan standar K3. Meningkatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja anak di sektor informal, pemerintah, pihak industri, LSM, dan masyarakat harus bekerja sama. Pemerintah harus memberlakukan kebijakan yang mendukung pelaksanaan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, dan industri harus berpartisipasi dengan menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta melakukan pengawasan secara teratur terhadap kondisi kerja pekerja anak. Industri juga dapat berpartisipasi dengan menyediakan tempat kerja yang ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan (library research) dengan analisis perundang-undangan, peraturan-peraturan, teori-teori hukum, dan konsep-konsep hukum yang berkaitan dengan perlindungan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja anak di sektor informal di Indonesia.
Abstract:Pendidikan dan pemahaman keagamaan merupakan aspek krusial dalam membangun masyarakat literasi. Namun, buta huruf, khususnya terkait Pembacaan Al-Qur’an , masih menjadi hambatan yang dihadapi banyak perempuan pedesaan. Penelitian…
Penelitian ini memiliki tujuan mengevaluasi efektivitas pendampingan dalam pembacaan Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan melalui metode iqro’ dalam upaya pemberantasan buta huruf di kalangan perempuan di Desa Banyuputih. Penelitian ini menggunakan survei dan observasi langsung yang partisipatif sebagai metode pengumpulan data. Hasil studi menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan melalui metode Iqro' efektif dalam mengembangkan keterampilan membaca Al-Qur’an dan mengurangi tingkat buta huruf di kalangan perempuan di Desa Banyuputih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan pembacaan Al-Qur’an menggunakan metode iqro’ memberikan dampak positif.. tentang pemberantasan buta huruf di kalangan perempuan pedesaan. Temuan-temuan ini mempunyai implikasi yang signifikan terhadap pengembangan program pendidikan dan inisiatif pembangunan komunitas yang berfokus pada literasi agama. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang mempengaruhi keberhasilan penerapan metode Iqro dalam konteks yang berbeda.
Abstract:Remaja dengan kondisi keluarga broken home sering kali mengalami tantangan dalam kemampuan regulasi dirinya. Kondisi kedua orang tua yang berpisah membuat remaja dengan keluarga broken home tidak memiliki model peran untuk…
uk mengembangkan keterampilan regulasi dirinya, karena tidak memiliki contoh yang jelas tentang bagaimana mengatur emosi dan perilaku dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang gambaran self regulation pada remaja dengan keluarga broken home serta implikasinya pada bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara yang dikembangkan berdasar pada teori self regulation Bandura, Schunk dan Zimmerman. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja atau siswa kelas XI SMAN 19 Bandung dengan kondisi keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran self regulation yang baik pada remaja dengan keluarga broken home terutama pada aspek mengatur standar dan tujuan dan aspek evaluasi diri.