Harun, Hilda, Ruslan Majid, Rizkita Nur Ainun, Yasrul, Wa Ode Siti Aisyah Nur Cahyani, Sitti Nur Afridasari, Siti Nurfadilah, Paridah, Fifi Nirmala, Rastika Dwiyanti Liaran
Abstract:Latar Belakang: Mahasiswa perantauan merupakan kelompok rentan yang menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk pergaulan bebas dan masalah kesehatan reproduksi akibat minimnya pengawasan orang tua dan tekanan adaptasi…
i sosial di lingkungan baru. Jauh dari keluarga, mahasiswa perantauan sering kali menghadapi krisis identitas, pengaruh negatif teman sebaya, serta paparan konten digital yang tidak tersaring, sehingga meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, dan strategi adaptasi sehat di perantauan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang partisipatif dan berbasis media PowerPoint dan e-leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain kuasi-eksperimen pre-test post-test tanpa kelompok kontrol (one-group pre-test post-test design). Peserta berjumlah 54 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) Angkatan 2025, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan interaktif menggunakan media PowerPoint, e-leaflet berbasis barcode yang dapat diakses melalui smartphone, serta sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner 15 item pilihan ganda melalui Google Form sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan batas kemaknaan p < 0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,63 pada pre-test menjadi 13,88 pada post-test, disertai peningkatan nilai median dari 14 menjadi 15 dari total skor maksimal 15. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,536; p = 0,011). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi, dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan relevan dengan pengalaman nyata di lingkungan perantauan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan partisipatif berbasis media PowerPoint, dan e-leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa perantauan tentang adaptasi sehat, pergaulan bebas, dan kesehatan reproduksi. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif di lingkungan perguruan tinggi.
Abstract:Program kerja sosialisasi diabetes melitus dan screening gula darah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan sosialisasi diabetes melitus serta screening…
ening gula darah dan tekanan darah. Berdasarkan hasil observasi awal di Desa Bandung Baru Barat, diketahui bahwa kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan masih rendah, khususnya pemeriksaan gula darah dan tekanan darah secara rutin. Metode pelaksanaan program kerja dilakukan dalam satu hari melalui sosialisasi kesehatan dan dilanjutkan dengan screening kesehatan yang meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu dan pengukuran tekanan darah, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemeriksaan gula darah menghasilkan 62,8% kategori normal, 22,8% pra diabetes, dan 14,2% diabetes. Sementara itu, hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 80% normal, 8,5% pra hipertensi, dan 11,4% hipertensi. Program kerja screening kesehatan ini berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai teologi Islam melalui pelatihan dan pendampingan fardhu kifayah terhadap pengurusan jenazah di di Desa Simpang Dolok Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara. Fardhu kifayah disini…
sini maksudnya adalah dalam hal mengurus jenazah yang mengandung nilai-nilai teologi Islam seperti keimanan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta hak dan kewajiban sebagai hamba Allah SWT. Ada empat kewajiban umat Islam setelah meninggalnya seseorang, yaitu memandikan, mengkafankan, mengsholatkan dan menguburkan. Pelatiahan dan pendampingan terkait pelaksanaan fardhu kifayah ini dilakukan dilokasi simpang dolok tepatnya di Mushollah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Batu Bara, kegiataan ini di laksanakan agar meningkatkan keterampilan masyarakat, yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi dan para ramaja mesjid di sekitaran desa simpang dolok tujuannya adalah agar mareka mengerti dan paham dalam hal pengurusan jenazah sebagaimana tuntunan yang sesuai syari’at Islam sehingga apa bila suatu saat di butuhkan mareka siap.
Abstract:Saat ini masih banyak penjual qurban di Pematangsiantar yang melakukan proses penjualan hewan qurban secara manual atau tradisional. Pencatatan pemesanan, pembayaran, dan informasi hewan masih menggunakan buku atau catatan…
an fisik. Menjelang hari raya Idul Adha biasanya permintaan meningkat drastis, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, kesulitan dalam pengelolaan waktu, tenaga, dan keuangan, serta potensi kehilangan data. Pengabdian masyarakat menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada. Pengabdian dilakukan bertujuan untuk merancang sistem informasi penjualan domba qurban berbasis website untuk kemudian digunakan untuk mempermudah transaksi antara penjual dan pembeli secara efisien, transparan, dan real-time. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu membantu pelaku usaha penjual qurban dalam meningkatkan jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, mengurangi kesalahan pencatatan, dan memberikan kemudahan akses informasi bagi pembeli.
Abstract:Program magang, salah satu jenis pengabdian kepada masyarakat, membantu menghubungkan antara pembelajaran teoritis di perguruan tinggi dan praktik kerja di lapangan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana…
mana program magang mahasiswa hukum dijalankan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan bagaimana program ini berdampak pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam praktik hukum. Selama magang, pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan, dengan observasi langsung dan wawancara digunakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa memperoleh keterampilan yang lebih baik baik dalam kemampuan keras maupun halus. Ini termasuk pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sistem kerja kejaksaan bekerja, keterampilan administrasi hukum yang lebih baik, kemampuan untuk menulis dan menganalisis dokumen hukum, dan peningkatan moral dan sikap profesional. Selain itu, kehadiran mahasiswa magang meningkatkan pelayanan publik dan administrasi di Kejaksaan Tinggi. Dengan demikian, program magang ini membantu mahasiswa belajar praktik hukum dan menjadikan kejaksaan sebagai mitra pengabdian Masyarakat
Abstract:Program pemberdayaan perempuan merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup keluarga melalui pendekatan kesetaraan gender. Perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan…
engelolaan keluarga, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam akses, partisipasi, dan pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung penguatan kesetaraan gender dalam program pemberdayaan perempuan guna mewujudkan keluarga sejahtera. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pemberdayaan perempuan yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Riau, meliputi pendampingan kelompok perempuan, sosialisasi kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, pendampingan kegiatan, dan dokumentasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi prinsip kesetaraan gender dalam program pemberdayaan perempuan mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga, memperkuat peran ekonomi perempuan, serta mendorong terciptanya relasi keluarga yang lebih adil dan harmonis. Program pemberdayaan perempuan berbasis kesetaraan gender terbukti berkontribusi positif terhadap terwujudnya keluarga sejahtera secara sosial dan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam penguatan peran perempuan dan keluarga.
Abstract:Kekerasan terhadap perempuan merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan masih sering tidak disadari oleh korban maupun masyarakat akibat minimnya pemahaman mengenai dinamika viktimisasi, relasi kuasa, serta manipulasi…
si psikologis yang dilakukan pelaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai kekerasan terhadap perempuan ditinjau dari perspektif psikologi forensik melalui kegiatan webinar edukatif. Kegiatan dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar berjudul “Kekerasan terhadap Perempuan: Menurut Psikologi Forensik” dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pemberian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti kegiatan, serta sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan psikologi forensik, viktimologi, relasi pelaku-korban, serta konsep grooming dan manipulasi psikologis. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti webinar. Temuan ini menunjukkan bahwa webinar edukatif berbasis psikologi forensik efektif sebagai sarana psikoedukasi dan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.
Abstract:Mindfulness menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan…
Maluku, ditemukan bahwa beberapa pegawai mengalami beban kerja tinggi akibat tuntutan pencapaian target dan Key Performance Indicators (KPI), yang berdampak pada stres, kelelahan, menurunnya fokus saat bekerja, dan memengaruhi work-life balance mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai mindfulness dan kemampuan regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk poster. Kegiatan dilakukan secara offline dengan pre-test, pemaparan materi melalui poster, praktik teknik mindfulness (five senses technique, deep breathing, dan Progressive Muscle Relaxation), serta post-test kepada 14 peserta. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(13) = -6,90, p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi, dengan 64,3% paham dan 35,7% sangat paham terkait teknik mindfulness, serta 92,8% menilai poster bermanfaat hingga sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster mindfulness efektif untuk mengurangi stres kerja dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan cinematherapy sebagai metode pengungkapan emosi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk intervensi…
i psikososial melalui pemutaran film Miracle in Cell No. 7 yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan emosional. Metode yang digunakan meliputi wawancara pendahuluan, pengisian kuesioner sebelum pelaksanaan intervensi, pemutaran film, serta diskusi reflektif bersama peserta. Subjek kegiatan terdiri atas 20 orang WBP laki-laki. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika emosi peserta, terutama pada aspek emosi sedih, marah, takut, dan harapan. Emosi sedih dan harapan muncul sebagai respons yang paling dominan, khususnya yang berkaitan dengan hubungan keluarga dan masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran diri, kemampuan untuk mengenali emosi, serta memperkuat komunikasi interpersonal antar peserta. Dengan demikian, cinematherapy terbukti efektif sebagai media alternatif dalam pembinaan psikologis yang mampu memfasilitasi pengungkapan emosi secara positif serta mendukung kesejahteraan mental warga binaan.
Abstract:Program psikoedukasi “Empowered Emotion, Better Performance!” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Hotel Gammara Makassar mengenai regulasi emosi sebagai keterampilan penting dalam menghadapi tuntutan kerja…
erja yang tinggi, khususnya pada departemen Human Resource (HR) dan Security. Karyawan hotel memiliki risiko besar mengalami stres dan kelelahan emosional akibat tingginya tuntutan pelayanan dan interaksi dengan tamu. Kegiatan diawali dengan need assessment melalui observasi, wawancara, dan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan utama karyawan terkait pengelolaan emosi. Psikoedukasi dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif dengan desain one group pre–post test untuk mengukur efektivitas program. Sebanyak 8 partisipan mengikuti kegiatan ini. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,026 (<0,05), tanpa adanya penurunan skor pada seluruh partisipan. Selain itu, mayoritas peserta memberikan penilaian sangat positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi, termasuk peningkatan kemampuan mengenali dan mengelola emosi dalam situasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan emosional karyawan hotel. Program ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan intervensi lanjutan untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan kualitas layanan di sektor perhotelan.