Search Articles & Publications

Showing 1947 articles found for "Awan"

Analisis terhadap Artificial Intelligence sebagai Subjek Hukum Pidana

Kurniawan, Itok
Abstract: This article discusses issues related to the existence of artificial intelligence as a legal subject, and criminal liability when artificial intelligence commits criminal acts. The purpose of this study is to find out the… e categorization of artificial intelligence as a legal object or legal subject, and to find out to whom criminal responsibility is assigned when artificial intelligence commits a crime. The research method used in writing this article is normative legal research, with a conceptual approach. The results of this study are that artificial intelligence is not a legal subject, because the actions carried out by artificial intelligence are only orders from its users, and for criminal acts committed by artificial intelligence, those who must be responsible are the creators of artificial intelligence or users of artificial intelligence

Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Hipertensi di Desa Banggina Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara

Akib, Nurhijrianti, Hariati Lestari, Devi Savitri Effendy, Febriana Muchtar, Jusniar Rusliafa, Putu Eka Meiyana Erawan, Rastika Dwiyanti Liaran, Paridah, Siti Nurfadilah H, Wa Ode Nur Adawiyah Yusryah
Abstract: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang menetap di atas batas normal dan termasuk masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan&#8230; uan masyarakat Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tentang hipertensi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 25 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, lalu dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, dengan rata-rata meningkat dari 6,56 menjadi 8,56, nilai t sebesar 5,225, dan p-value < 0,001. Temuan ini menunjukkan penyuluhan mampu memperbaiki pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan hipertensi, sekaligus berperan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendorong pola hidup sehat. Penyuluhan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat, serta didukung media edukasi yang mudah dipahami.

Pendampingan Penyusunan Strategi Peningkatan Daya Saing UMKM Kue Balok Boga Rasa Melalui SWOT dan QSPM

Sofi Esha Putri, Alia Angginie, Nenden Nur Asiah Jamil, Herwati Fuji Lestari, Febrianti Enjelina Dewi, Ridlwan Muttaqin
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi UMKM Kue Balok Boga Rasa dalam menyusun strategi peningkatan daya saing melalui pendekatan analisis SWOT dan Matriks QSPM. UMKM Kue Balok Boga Rasa merupakan&#8230; salah satu pelaku usaha oleh-oleh khas Bandung yang membutuhkan pendampingan strategis agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendampingan langsung berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta penyusunan analisis strategis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kue Balok Boga Rasa memiliki kekuatan pada kualitas produk premium, variasi rasa lebih dari 20 varian, dan citra sebagai oleh-oleh khas Bandung. Nilai Matriks IFE sebesar 3,04 dan Matriks EFE sebesar 3,00 mengindikasikan kondisi internal dan eksternal yang kuat. Berdasarkan Matriks IE, usaha berada pada posisi pertumbuhan intensif. Melalui analisis QSPM, strategi penetrasi pasar direkomendasikan sebagai prioritas utama dengan Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,47. Pendampingan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang siap diterapkan untuk memperluas pangsa pasar, mengoptimalkan pemasaran digital, dan memperkuat branding sebagai oleh-oleh khas Bandung.

Pendampingan Penyusunan Strategi Pengembangan Usaha UMKM Kedai TBB Berbasis SWOT dan QSPM

Ayu Lestari, Tiesha Lestari Anggraeni, Eriska Patrisia, Siti Rahmawati, Cahya Erika Dwi Nurraini Puteri, Lisma Ramdania Putri, Ridlwan Muttaqin
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada UMKM Kedai Tahu Bakso Batununggal (Kedai TBB) di Kota Bandung yang menghadapi beberapa permasalahan, antara lain pelayanan yang belum optimal, branding yang masih&#8230; asih fokus pada produk tahu bakso, serta perlunya strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan daya saing. Kegiatan ini bertujuan membantu mitra dalam mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kedai TBB memiliki skor Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,93 dan External Factor Evaluation (EFE) sebesar 2,90 sehingga berada pada posisi Growth Stability dalam Matriks Internal-External. Berdasarkan hasil QSPM, strategi penetrasi pasar memperoleh nilai Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 6,99 dibandingkan strategi pengembangan pasar (5,32) dan pengembangan produk (4,91). Oleh karena itu, strategi penetrasi pasar direkomendasikan melalui penguatan pemasaran digital, optimalisasi platform online, serta peningkatan kualitas pelayanan guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Pelatihan Appreciative Inquiry untuk Meningkatkan Service Excellence Awareness Pada Karyawan PT Haramainku Kota Palembang

Ilham Prawidi Sakti, Sunanto, Asep Suhendar
Abstract: Pelayanan prima merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada industri jasa, termasuk agen perjalanan umrah. Namun, karyawan PT Haramainku Palembang belum memiliki pemahaman yang sistematis mengenai&#8230; nilai-nilai perusahaan terkait pelayanan kepada jamaah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan service excellence awareness karyawan melalui pelatihan berbasis Appreciative Inquiry. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode 4D Appreciative Inquiry yang meliputi tahap Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Metode ini dipilih karena berfokus pada identifikasi kekuatan, pengalaman positif, serta perumusan visi bersama untuk pengembangan organisasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pelayanan prima. Pada setiap tahapan 4D, peserta mampu mengidentifikasi praktik pelayanan terbaik yang telah dimiliki perusahaan, merumuskan harapan pelayanan di masa depan, menyusun strategi penguatan budaya layanan, serta berkomitmen untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Luaran utama kegiatan ini adalah tercapainya kesepakatan bersama mengenai nilai pelayanan prima perusahaan, yaitu menjadi perusahaan yang melayani jamaah sepenuh hati dan sesuai sunnah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Appreciative Inquiry efektif dalam membangun kesadaran dan komitmen karyawan terhadap budaya pelayanan prima.

Pengaruh Infografis Edukatif Terhadap Persepsi Gen Z Tentang Employer Attractiveness PT. X

Dion Giovanno Pasamboan, Annisa Tri Ma'rifah, Siti Nurfadilah Widianti, Widyastuti, Wilda Ansar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh infografis edukatif terhadap persepsi Gen Z mengenai employer attractiveness PT. X. Target pengabdian adalah fresh graduate dan mahasiswa tingkat akhir yang berpotensi menjadi&#8230; adi calon tenaga kerja perusahaan. Data awal menunjukkan bahwa tingkat pengenalan, ketertarikan bekerja, persepsi reputasi, budaya kerja, dan peluang pengembangan karir responden masih terbatas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, di mana responden menilai persepsi mereka terhadap perusahaan sebelum dan sesudah diperkenalkan dengan infografis yang menyajikan informasi tentang budaya kerja, nilai-nilai organisasi, peluang pengembangan karir, dan manfaat bekerja di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan infografis edukatif efektif meningkatkan daya tarik perusahaan bagi calon karyawan muda, sekaligus memberikan dasar bagi strategi komunikasi visual yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Magang Melalui Kegiatan Pembelajaran Praktik Hukum Di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah

Riri Anggriani, Moh. Fierzha Putra Wardhana, Abdul Syukur Ismuhu, La ode Arsal Muhammad
Abstract: Program magang, salah satu jenis pengabdian kepada masyarakat, membantu menghubungkan antara pembelajaran teoritis di perguruan tinggi dan praktik kerja di lapangan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana&#8230; mana program magang mahasiswa hukum dijalankan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan bagaimana program ini berdampak pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam praktik hukum. Selama magang, pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan, dengan observasi langsung dan wawancara digunakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa memperoleh keterampilan yang lebih baik baik dalam kemampuan keras maupun halus. Ini termasuk pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sistem kerja kejaksaan bekerja, keterampilan administrasi hukum yang lebih baik, kemampuan untuk menulis dan menganalisis dokumen hukum, dan peningkatan moral dan sikap profesional. Selain itu, kehadiran mahasiswa magang meningkatkan pelayanan publik dan administrasi di Kejaksaan Tinggi. Dengan demikian, program magang ini membantu mahasiswa belajar praktik hukum dan menjadikan kejaksaan sebagai mitra pengabdian Masyarakat

Strategi Edukatif Berbasis Infografis Dalam Meningkatkan Komunikasi Antar Generasi: Studi Pada Karyawan Bosowa Transportation

Andi Nasrawati Hamid, Rahmawati Syam, Halima Sukri, Muhammad Farras Adhwa
Abstract: Keberagaman generasi dalam lingkungan kerja merupakan kondisi yang tidak terpisahkan dari organisasi modern, termasuk di sektor jasa transportasi. Perbedaan karakteristik, pengalaman kerja, serta gaya komunikasi antar generasi&#8230; nerasi berpotensi menimbulkan miskomunikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Bosowa Transportation mengenai komunikasi lintas generasi melalui psikoedukasi non-training berbasis infografis. Metode yang digunakan diawali dengan need assessment melalui kuesioner dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi karyawan. Intervensi diberikan dalam bentuk poster infografis bertema “Connect Beyond Age: Cara Berkomunikasi Lintas Generasi”, yang dilaksanakan di unit bisnis Oto Klinik, Oto Rental, dan Taksi Bosowa. Untuk mengukur efektivitas intervensi, dilakukan pre-test dan post-test menggunakan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar karyawan belum memahami konsep komunikasi lintas generasi secara menyeluruh. Setelah diberikan intervensi berupa psikoedukasi non training, terjadi peningkatan pemahaman karyawan terkait perbedaan gaya komunikasi antar generasi, hambatan yang sering muncul, serta strategi komunikasi efektif yang dapat diterapkan di lingkungan kerja. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis infografis terbukti efektif sebagai media edukatif dalam meningkatkan kualitas komunikasi lintas generasi dan mendukung terciptanya interaksi kerja yang lebih harmonis di Bosowa Transportation.

Psikoedukasi: Mindfulness untuk Mengatasi Beban Kerja Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku

Azrafil Azhar, Muh Ramanda Putra A M, Syadzah Dzaqirah Salsabila, Hilwa Anwar
Abstract: Mindfulness menjadi salah satu strategi penting dalam mengelola stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan psikologis pegawai. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan&#8230; Maluku, ditemukan bahwa beberapa pegawai mengalami beban kerja tinggi akibat tuntutan pencapaian target dan Key Performance Indicators (KPI), yang berdampak pada stres, kelelahan, menurunnya fokus saat bekerja, dan memengaruhi work-life balance mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai mengenai mindfulness dan kemampuan regulasi emosi melalui kegiatan psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk poster. Kegiatan dilakukan secara offline dengan pre-test, pemaparan materi melalui poster, praktik teknik mindfulness (five senses technique, deep breathing, dan Progressive Muscle Relaxation), serta post-test kepada 14 peserta. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (t(13) = -6,90, p < 0,001), mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi, dengan 64,3% paham dan 35,7% sangat paham terkait teknik mindfulness, serta 92,8% menilai poster bermanfaat hingga sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis poster mindfulness efektif untuk mengurangi stres kerja dan mendukung kesejahteraan psikologis pegawai.

Cinematherapy sebagai Metode Pengungkapan Emosi bagi Warga Binaan di Rutan Kelas I Makassar

Muh Rajan Piara, Andi Ayyul Fajrin, Luna Pare Allo, Trisya Putri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan cinematherapy sebagai metode pengungkapan emosi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk intervensi&#8230; i psikososial melalui pemutaran film Miracle in Cell No. 7 yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan emosional. Metode yang digunakan meliputi wawancara pendahuluan, pengisian kuesioner sebelum pelaksanaan intervensi, pemutaran film, serta diskusi reflektif bersama peserta. Subjek kegiatan terdiri atas 20 orang WBP laki-laki. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika emosi peserta, terutama pada aspek emosi sedih, marah, takut, dan harapan. Emosi sedih dan harapan muncul sebagai respons yang paling dominan, khususnya yang berkaitan dengan hubungan keluarga dan masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran diri, kemampuan untuk mengenali emosi, serta memperkuat komunikasi interpersonal antar peserta. Dengan demikian, cinematherapy terbukti efektif sebagai media alternatif dalam pembinaan psikologis yang mampu memfasilitasi pengungkapan emosi secara positif serta mendukung kesejahteraan mental warga binaan.