Search Articles & Publications

Showing 182 articles found for "Barang"

Analisis Hukum Pengecualian Risiko, Harta Benda, Dan Kepentingan Menurut Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSKI)

Salsabila Athirah.R, Wina Aswita, Nadiyah Roihanah Ritonga, Rabiatul Adawiyah Siregar, Sarmila Munthe, Adrian Ibrahim
Abstract: Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengecualian risiko, harta benda, dan kepentingan menurut Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSKI) berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Metode penelitian… n yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data-data dari berbagai sumber kepustakaan yang berhubungan dengan materi penelitian berjudul analisis hukum pengecualian risiko, harta benda, dan kepetingan menurut Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia (PSKI). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengecualian risIko menurut PSKI dan bagaimana pengecualian harta benda dan kepentingan menurut PSKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia(PSKI)  menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggung jawabkan yang secara langsung  yang disebabkan oleh : kebakaran, yang terjadi karena kekuranghati-hatian atau kesalahan pihak lain dari  tertanggung,  ataupun  karena  sebab  kebakaran lain  sepanjang tidak dikecualikan dalam polis termasuk akibat dari: menjalarnya api yang timbul sendiri (self combustion), hubungan arus pendek (short circuit),  atau  karena  sifat  barang  itu  sendiri  dan  kebakaran  yang terjadi karena kebakaran benda lain yang berdekatan, yaitu kerusakan atau  berkurangnya  harta  benda  dan  atau  kepentingan  yang dipertanggungkan  atas  perintah  yang  berwenang  dalam  upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.

Analisis Hukum Syari’ah Terhadap Transaksi Jual Beli Barang Ball (Karungan) Dalam Islam

Nabila Lutfianisa, Hana Naf’atun Sholihah, Muhibban
Abstract: Dewasa ini transaksi jual beli barang ball (karungan) marak terjadi di masyarakat, sistem jual beli dimana calon pembeli tidak bisa memeriksa secara langsung kondisi dan kualitas barang yang akan dibeli ini menimbulkan pertanyaan… ertanyaan terkait keabsahannya menurut hukum syari’ah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian transaksi terebut dengan prinsip-prinsip hukum syari’ah, khususnya terkait akad, kejujuran, dan kerelaan kedua belah pihak, serta untuk mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin timbul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi literatur terhadap kitab-kitab fiqh, serta wawancara dengan pelaku transaksi dan pakar fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi jual beli barang ball dapat dikategorikan sah menurut hukum syari’ah asalkan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, seperti kejelasan objek transaksi dan tidak adanya unsur gharar (ketidakpastian). Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip syari’ah dalam praktik jual beli, agar transaksi yang dilakukan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai islam.

Analisis Hukum Penjualan Barang Di Bawah Modal Perspektif Syariat Islam Di Daerah Cileungsi (Dalam Acara Penyaluran Sembako Murah)

Dila Hanifa, Elsa Listiana, Muhibban
Abstract: Jurnal ini menganalisis hukum penjualan barang di bawah modal dalam perspektif Syariat Islam, khususnya di daerah Cileungsi dalam konteks penyaluran sembako murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak sosial… ial dan ekonomi dari praktik penjualan tersebut serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Syariat Islam. Metode yang digunakan adalah studi lapangan dengan wawancara dan observasi terhadap pelaku usaha dan konsumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, penjualan barang di bawah modal diperbolehkan selama tidak melibatkan unsur gharar (ketidakpastian), penipuan, atau praktik yang merugikan pihak lain, seperti monopoli atau predatory pricing yang dapat merusak persaingan usaha. Prinsip utama dalam perdagangan menurut syariat Islam adalah tercapainya maslahah (kemaslahatan bersama) serta keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penjualan barang di bawah modal dapat dibenarkan secara syariat jika dilakukan dengan niat yang baik, tujuan yang jelas, dan tidak menimbulkan kerugian pada masyarakat atau pelaku usaha lainnya. Temuan ini memberikan panduan bagi pelaku usaha muslim untuk menjalankan praktik bisnis yang etis dan sesuai dengan nilai-nilai Islam, sekaligus berkontribusi pada pengembangan hukum Islam dalam bidang ekonomi.

Implementasi Akad Murabahah dalam Pembiayaan UMKM Pada Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT ItQan Bogor

Kusuma Rahman Hakim, Ahmad Muti, Muhibban
Abstract: BMT ItQan mendukung UMKM dengan menyediakan pembiayaan yang adil dan transparan sesuai prinsip syariah melalui akad murabahah, di mana koperasi membeli barang untuk UMKM dan menjualnya dengan margin keuntungan yang disepakati.… akati. Penelitian ini mengkaji implementasi akad murabahah dalam pembiayaan UMKM di Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT ItQan Bogor. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad murabahah memberikan manfaat signifikan bagi UMKM, namun tantangan seperti keterlambatan pembayaran dan kebutuhan pembinaan administrasi masih ada. Penelitian ini memberikan wawasan tentang efektivitas akad murabahah di koperasi syariah dan perannya dalam mendukung ekonomi syariah di tingkat lokal

Sewa Guna Usaha (Leasing) Dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Riya Dwi Abriwati, Rini Puji Astuti, Hafifatul Fitria, Niki Kurniasari
Abstract: Penelitian ini mengkaji konsep sewa guna usaha (leasing) dari sudut pandang ekonomi syariah. Sewa guna usaha merupakan aktivitas pembiayaan yang mencakup penyediaan barang modal melalui dua jenis utama, yaitu sewa guna usaha… saha dengan hak opsi (financial lease) dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease). Dalam konteks ekonomi syariah, transaksi leasing harus mematuhi prinsip-prinsip syariah yang melarang praktik riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini  bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana praktik leasing konvensional sesuai dengan ketentuan syariah serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang ada dalam penerapan leasing syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun praktik leasing konvensional sering kali tidak sejalan dengan prinsip -prinsip syariah, terdapat peluang besar untuk mengembangkan leasing syariah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sambil tetap  menjaga nilai-nilai Islam.  Studi  ini  juga memberikan rekomendasi untuk  meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam praktik leasing di Indonesia.

Peran Latter Of Credit Dalam Mendukung Perdagangan Internasional

Veby Septya Margareta, Rini Puji Astuti, Khoirul Umam, Anggi Hadi Pratama
Abstract: Penelitian Perdagangan internasional adalah salah satu fondasi utama ekonomi global, memungkinkan negara-negara untuk bertukar barang dan jasa. Dalam hal ini, Latter of Credit ( L/C) berperan penting sebagai alat keuangan… n yang menjamin pembayaran kepada eksportir dan memastikan pengiriman barang kepada importir.L/C adalah dokumen yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembeli (importir) yang menjamin pembayaran kepada penjual (eksportir) asalkan syarat dan ketentuan dalam L/C tersebut dipenuhi. Penggunaan L/C dalam perdagangan internasional menawarkan berbagai keuntungan, seperti mengurangi risiko pembayaran, meningkatkan kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat, dan memfasilitasi transaksi yang lebih aman dan efisien. Proses penggunaan L/C melibatkan beberapa tahap, mulai dari permintaan pembukaan L/C oleh importir, penerbitan L/C oleh bank penerbit, pengiriman barang oleh eksportir, hingga penyerahan dokumen dan pembayaran oleh bank penerima. Selain itu, ada berbagai jenis L/C yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan transaksi, seperti Revocable L/C, Irrevocable L/C, dan Cornfirmed L/C, yang masing-masing menawarkan tingkat keamanan dan fleksibilitas yang berbeda. Dalam praktiknya, L/C tidak hanya memberikan perlindungan finansial tetapi juga membantu mengelola kebutuhan modal kerja dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.Oleh karena itu, latter of credit menjadi instrumen yang sangat penting dalam mendukung perdagangan internasional, memungkinkan perusahaan untuk melakukan transaksi lintas negara dengan lebih percaya diri dan aman. Studi ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang mekanisme dan manfaat L/C bagi para pelaku bisnis yang terlibat dalam perdagangan global. Keywords: Latter of credit, perdagangan internasional, dan ekonomi global.

Analisis Faktor-Faktor Tingkat Inflasi Di Indonesia Tahun 2022-2023 Menggunakan Analisis Faktor

Rifda Maulidya, Shafa Fariha Tsuraya, Sri Pingit Wulandari
Abstract: Inflasi merupakan tantangan besar bagi perekonomian Indonesia karena dampaknya yang signifikan terhadap daya beli masyarakat, stabilitas harga dan kesejahteraan ekonomi, terutama di negara berkembang. Ketidakstabilan inflasi… lasi seperti lonjakan dari 1,87% pada 2021 menjadi 5,51% pada 2022, meskipun sempat turun pada 2023, menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor penyebab inflasi. Inflasi yang tinggi dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa, kemiskinan dan menekan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi tingkat inflasi di Indonesia tahun 2022-2023 menggunakan metode analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan karakteristik data faktor-faktor yang memengaruhi tingkat inflasi di Indonesia tahun 2022-2023 memiliki keragaman data yang besar. Adapun hasil pemeriksaan dan pengujian asumsi menunjukkan bahwa data berdistribusi normal multivariat, antar variabel dependen, kecukupan data terpenuhi dan terdapat korelasi antar variabel. Berdasarkan hasil analisis faktor terbentuk 2 faktor yang memengaruhi tingkat inflasi. Faktor pertama adalah kebijakan moneter dan perdagangan global yang meliputi BI Rate, nilai neraca perdagangan dan harga minyak mentah. Faktor kedua adalah stabilitas ekonomi dan pasar modal yang meliputi nilai ekspor, tingkat inflasi harga konsumen (TIHK) dan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Implementasi Algoritma K-Means Menggunakan Metode Clustering Untuk Menentukan Penjualan Produk Laris Dan Tidak Laris Di Grosir Chintiya

Anggun Yunita Putri, Syafrijon, Khairi Budayawan
Abstract: Grosir Chintiya menghadapi tantangan dalam pengelolaan stok barang, yang sering kali menyebabkan kelebihan stok pada produk kurang diminati dan kekurangan stok pada produk yang diminati. Hal ini memengaruhi efisiensi operasional… rasional dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan algoritma K-Means clustering untuk mengelompokkan produk berdasarkan pola penjualannya, sehingga dapat mengidentifikasi produk laris dan tidak laris secara lebih akurat.K-Means clustering adalah metode yang efektif untuk mengelompokkan data berdasarkan kesamaan karakteristik, dengan menentukan sejumlah cluster terlebih dahulu. Melalui analisis data penjualan selama empat bulan terakhir, penelitian ini mengembangkan model untuk mengelompokkan produk Grosir Chintiya menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat penjualan. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan penting untuk pengelolaan stok yang lebih efisien dan strategi pengadaan barang yang lebih tepat sasaran.Manfaat penelitian ini mencakup kontribusi teoritis dalam pengembangan metode analisis data untuk manajemen inventaris, manfaat praktis bagi Grosir Chintiya berupa peningkatan kepuasan pelanggan melalui ketersediaan produk yang sesuai kebutuhan, serta manfaat penelitian yang memperkuat landasan penerapan teknologi informasi dalam strategi bisnis grosir. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi bagi institusi akademik dengan meningkatkan reputasi kampus dalam penelitian berbasis teknologi informasi yang relevan dan aplikatif.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya membantu Grosir Chintiya dalam meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan solusi berbasis data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, serta membuka peluang kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

Implementasi Data Mining Untuk Menentukan Persediaan Stok Barang Menggunakan Metode K-Means Clustering

Ammar Farisi, Zaehol Fatah
Abstract: Data mining membantu bisnis membuat produksi yang menguntungkan dan penyesuaian operasional. Pengelolaan persediaan stok barang merupakan aspek krusial dalam manajemen bisnis ritel modern yang memerlukan pendekatan analitis… tis untuk optimalisasi. Data Mining dengan metode K-Means Clustering mampu menganalisis dan mengelompokkan pola persediaan stok barang. Tahapan yang dilakukan pra-pemrosesan data, implementasi K-Means Clustering, dan evaluasi model menggunakan metrik Sum of Squared Errors (SSE) dan Silhouette Score. Hasil analisis menggunakan metode Elbow menunjukkan tiga cluster optimal dengan nilai SSE final 51.69, menandakan kohesi internal yang baik. Evaluasi menggunakan Silhouette Score menghasilkan nilai 0.498, mengindikasikan keseimbangan yang baik antara kohesi dan separasi cluster. Hasil clustering mengidentifikasi tiga pola distinct dalam persediaan stok: Cluster 0 mendominasi periode akhir tahun dengan rentang stok 780-840 unit, Cluster 1 terkonsentrasi pada awal tahun dengan rentang 840-920 unit, dan Cluster 2 sebagai cluster transisi pada pertengahan tahun dengan rentang 840- 880 unit. Visualisasi temporal menunjukkan pola seasonal yang jelas dalam pengelolaan persediaan sepanjang tahun. Implementasi K-Means Clustering berhasil menghasilkan pengelompokan yang bermakna dan dapat diinterpretasikan dalam konteks manajemen inventori.

Pengembangan Sistem e-Tamu (Help Desk) Di Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi

Mohammad Faidhurrahman Wahid, Achmad Baijuri
Abstract: Pengembangan sistem e-Tamu berbasis web di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pencatatan kedatangan tamu serta pengelolaan pengaduan… layanan. Sistem e-Tamu terdiri dari dua komponen utama: front-end sebagai antarmuka pengguna untuk pendaftaran tamu dan pengajuan pengaduan, serta back-end untuk pengelolaan data dan penyajian laporan oleh admin. Dengan integrasi notifikasi real-time, pegawai dapat merespons kedatangan tamu dan pengaduan secara lebih cepat dan akurat, meningkatkan kualitas pelayanan. Pengembangan sistem menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall, yang memastikan setiap tahap dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengumpulan kebutuhan hingga implementasi. Desain sistem ini juga didukung oleh berbagai diagram, seperti Use Case Diagram, Class Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai alur data dan interaksi dalam sistem. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem e-Tamu berhasil meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kepuasan publik dalam layanan pengelolaan tamu. Sistem ini diharapkan menjadi model layanan digital yang efektif dan berkelanjutan bagi instansi pemerintah lainnya.