Search Articles & Publications

Showing 3169 articles found for "Laku"

Model Manajemen Islamic Boarding School Dalam Meningkatkan Sikap Religius Siswa Di SMA Al Wafi Depok

Ahmad Fauzi
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses perencanaan program islamic boarding school di SMA Alwafi Depok, 2). Untuk mengetahui dan mendeskripsikan langkah-langkah pelaksanaan program… islamic boarding school di SMA Al Wafi Depok, 3). Untuk mengidentifikasi dan menganalisis evaluasi program islamic boarding school di SMA Al Wafi Depok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif yang mana pada hakekatnya data yang dikumpulkan berupa kata-kata dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: 1). Perencanaan program islamic boarding school dalam meningkatkan sikap religius siswa di SMA Al Wafi Depok dilakukan dengan beberapa langkah yaitu menentukan visi, misi dan tujuan, perumusan program, penyusunan strategi dan langkah-langkah, serta penyiapan sumber daya. 2). Pelaksanaan program Islamic Boarding School di SMA Al Wafi Depok bersifat operasional bahwa pelaksanaan program dalam hal merumuskan sasaran dan tujuan kurikulum, mengorganisasikan materi dalam pembelajaran, menentukan ketuntasan belajar, kegiatan kepengasuhan, pembagian pendidik (guru, musyrif dan muhaffizh) dan pengaturan atau penempatan siswa dalam kelas, kamar dan halaqoh. 3). Evaluasi penerapan program Islamic Boarding School di SMA Al Wafi Depok bersifat Komprehensif yaitu evaluasi dalam bidang akademik yang meliputi ketercapaian dalam pelajaran dan hafalan Al-Qur’an. Adapun evaluasi yang dilakukan dibagian kepengasuhan dalam hal perkembangan prilaku dan sikap religius siswa dilakukan dengan observasi langsung secara intensif. Begitupun dengan Evaluasi bidang non Akademik yang meliputi rapat evaluasi kepala dengan pendidik, internal tim manajemen setiap divisi, serta rapat evaluasi pimpinan dan tim manajemen setiap divisi.

Komparasi Gerakan Dakwah Organisasi Tradisional Dan Modern (Nahdlatul Ulama Dan Muhammadiyah)

Akmalul M. Katili, Suparto
Abstract: Gerakan dakwah di Indonesia telah berkembang pesat melalui berbagai bentuk organisasi, baik tradisional maupun modern. Masing-masing memiliki karakteristik dan metode dakwah yang berbeda, yang memengaruhi cara ajaran Islam… am menyebar di masyarakat. Dua lembaga Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berkontribusi besar pada pengembangan dakwah dan kehidupan sosial-keagamaan bangsa. Terlepas dari kenyataan bahwa keduanya bertujuan untuk mengembangkan dan menyebarkan ajaran Islam, terdapat perbedaan yang signifikan dalam pendekatan, teknik dakwah, dan struktur organisasi yang digunakan oleh masing-masing. NU menggunakan pendekatan yang lebih tradisional dan kultural, mengutamakan pemahaman Islam melalui ajaran tasawuf, ritual keagamaan, dan pengajaran yang lebih sesuai dengan budaya lokal. Muhammadiyah, di sisi lain, menggunakan pendekatan yang lebih rasional, modern, dan terstruktur untuk melakukan reformasi dalam pemahaman Islam. Mereka juga mengutamakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan antara NU dan Muhammadiyah dalam hal metode dakwah, kontribusi mereka kepada masyarakat, dan peran keduanya dalam dinamika sosial dan politik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana organisasi dakwah tradisional dan modern berbeda, serta strategi yang digunakan oleh masing-masing organisasi. Meskipun keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan, organisasi tradisional dan modern saling melengkapi dalam memperkuat dakwah Islam di Indonesia, dengan saling mengubah dan bekerja sama saat menghadapi tantangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam beberapa hal, NU dan Muhammadiyah keduanya berperan penting dalam membentuk citra Islam Indonesia yang moderat dan toleran.

Pengembangan Modul Ajar Gambar Teknik Manufaktur Program Keahlian Teknik Mesin SMKN 7 Kota Serang

Jamilah Mardiah, Gina Agustien, Enok Warni, Ananda Yhuto Wibisono Putra, Ita Novita Sari, Triyo Susanto
Abstract: Salah satu strategi untuk mempermudah proses pembelajaran maka sangat dibutuhkan sebuah acuan berupa modul ajar yang berisi capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, kompetensi yang ingin dicapai, sampai sarana prasarana… a dan instrumen penilaian yang akan digunakan. Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan modul ajar Gambar Teknik Manufaktur dari sisi materi dan media. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalah model 4D, akan tetapi pada pelaksanaannya hanya dibatasi sampai ke tahap pengembangan (develop) saja. Menurut validator ahli materi, modul ajar yang dikembangkan mendapatkan kategori layak dengan persentase 88,04%. Sedangkan menurut validator ahli medi modul ajar yang dikembangkan mendapatkan kategori layak dengan persentasi 71,88%. Atas hal tersebut, hasil dari penelitian ini merupakan modul ajar Gambar Teknik Manufaktur yang layak tetapi perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum disebar luaskan.   Kata Kunci: Modul ajar, pengembangan, model 4D

Moderasi Dakwah Di Era Digital Dan Tantangannya

Apdil Abdilah, Canra Krisna Jaya
Abstract: Sebagai agama mayoritas, Islam memiliki banyak cara untuk melestarikan ajaran agama yang dilakukan oleh organisasi maupun perorangan sebagai dai yaitu melalui dakwah. Banyaknya aliran dan perbedaan pandangan di dalam agama… ma islam menjadikan perlunya moderasi dakwah untuk memastikan keadilan dan dakwah yang santun dan tidak memaksakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menhadirkan sumber data dan fakta yang kemudian dianalisis. Moderasi dakwah berarti menjalankan dakwah yang berada di posisi tengah tidak condoh kepada radikal dan tidak pada liberal. Moderasi di era sekarang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai media dakwah seperti Youtube, Instagram, facebook dan lain-lain. Namun penggunaan media dakwah digital memiliki banyak tantangan dan sisi negatif dimana banyaknya informasi dakwah yang hoax dan mudah menyebar serta dakwah yang mengandung ujaran kebencian. 

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi Mahasiswa Dalam Pasar Modal Syariah

Muhammad Syafi’i Faturrahman, Muhammad Fauzan, Falda Yusdayani Putri, Bayu Aji Kurniansyah
Abstract: Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian untuk menunjukan bagaimana minat mahasiswa untuk berpartisipasi di pasar modal syariah dengan meliputi faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi&#8230; investasi di pasar modal syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal syariah. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pemahaman mahasiswa mengenai kelebihan dan kekurangan investasi tersebut, literasi digital, kendala keuangan, serta pengaruh lingkungan terhadap minat mereka dalam mengelola uang dan berinvestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengukuran skala. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada partisipan, dengan pilihan jawaban skala 1 hingga 4. Data kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan tujuan untuk mengolah dan mengevaluasi data tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel bebas yang terdiri dari literasi digital, risiko investasi, pengaruh lingkungan dan keterbatasan finansial serta variabel terikat yang di olah dengan uji validitas dan reabilitas memberikan hasil bahwa semua variabel independent tersebut dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r table dan Tingkat signifikan < 0,05 serta semua variabel juga dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach alpha > 0,60. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal syariah adalah Literasi Digital (X2), Variabel (X1) (X3) (X4) tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara individu.

Meningkatkan Hasil Belajar IPAS dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning di Kelas V SD Negeri 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci

Mhd. Edo Putra Reski, Ernawarnelis, Yunadi Husni, Dian Sarmita, Desmaneni
Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS yaitu dengan persentase ketuntasan sebesar 30%, dan yang belum tuntas sebesar 70%. Hal ini disebabkan oleh guru belum menggunakan model&#8230; del pembelajaran yang efektif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Subjek penelitian ini siswa kelas V SDN 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci pada semester 1 tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Peningkatan hasil belajar ditandai oleh peningkatan ketuntasan nilai hasil belajar siswa. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar IPAS siswa sebesar 50% dan pada siklus II sebesar 90% sehingga terjadi peningkatan sebesar 40%. Pada siklus I aspek guru sebesar 62,5%, pada siklus II sebesar 86,9% dan terjadi peningkatan sebesar 24,4%. Kemudian pada aspek siswa siklus I sebesar 58,4% dan pada siklus II sebesar 88,4% juga terjadi peningkatan sebesar 30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS di kelas V SDN 14/III Punai Merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci.

Penentuan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Coosting Pada Ayam Geprek El-ququi

Afra Almani, Dewi Muti Sari, Dodi Suryadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi pada usaha Ayam Geprek El-Ququi menggunakan metode full costing. Metode ini mencakup semua biaya produksi, termasuk biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung,&#8230; angsung, dan overhead pabrik, baik variabel maupun tetap. Penelitian dilakukan dengan wawancara untuk mengumpulkan data terkait biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi selama 30 hari adalah Rp. 13.515.000, dengan harga pokok produksi per porsi sebesar Rp. 5.631,25. Dengan menetapkan harga jual sebesar Rp. 10.000 per porsi, usaha ini memperoleh persentase keuntungan sebesar 27,5%. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode full costing dalam membantu UMKM menentukan harga jual yang tepat serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Strategi Pemasaran Produk Lokal Dalam Meningkatkan Daya Saing Di Pasar Global Di Luwu Timur

Melissa Lukmawati Manurung, Candraningrat Candraningrat
Abstract: Pasar global kini semakin ditandai dengan kompetisi yang ketat dan perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung sangat cepat. Kemajuan teknologi, globalisasi, serta akses internet yang semakin meluas telah mengubah perilaku&#8230; aku konsumen secara signifikan, menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk mereka secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global, serta memberikan rekomendasi bagi pelaku usaha di Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis strategi pemasaran produk lokal di Luwu Timur dan dampaknya terhadap daya saing di pasar global. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan produk keripik pisang serta peluang dan ancaman yang ada di pasar global. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran produk lokal di Luwu Timur perlu ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan budaya lokal yang kaya, serta menerapkan teknologi digital, produk lokal Luwu Timur dapat lebih kompetitif di pasar internasional.

Implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) Beasiswa Kejar Mimpi Bank CIMB Niaga Terhadap Citra Bank Cabang Di Surabaya

Rinike Dita Arum, Nurfaria Najwan Raihana
Abstract: Program Corporate Social Responsibility (CSR) Beasiswa Kejar Mimpi yang dilakukan oleh Bank CIMB Niaga ini dirancang sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pendidikan dan pengembangan generasi muda&#8230; da di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program ini tidak hanya berhasil memberikan manfaat nyata kepada para penerima beasiswa, tetapi juga memperkuat citra positif Bank CIMB Niaga sendiri sebagai institusi yang peduli terhadap pembangunan sosial, khususnya di bidang pendidikan. Program ini mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat antara bank dan masyarakat, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta memperkuat reputasi perusahaan di industri perbankan.  

From Stress To Success: Workshop Strategi Regulasi Emosi Mahasiswa Atlet Di Kota Makassar

Shaleh Afief A Mushawwir, Fatwa L Dhiyaul Haq, Dessy Nurhalizah, Vivi Aulia Rosa, Nurul Resky Pratiwi, Muh. Fathurrahman
Abstract: Mahasiswa atlet memiliki tuntutan peran ganda, yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai atlet, yang sering kali memicu tekanan emosional yang dapat memengaruhi performa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas&#8230; tivitas workshop regulasi emosi dalam membantu mahasiswa atlet di Kota Makassar mengelola emosi secara lebih efektif. Workshop ini diikuti oleh 24 mahasiswa atlet dan diselenggarakan melalui pendekatan psikoedukasi yang mencakup sesi seminar dan pelatihan praktis seperti terapi seni dan journaling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah workshop, yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop regulasi emosi dapat menjadi intervensi yang efektif untuk membantu mahasiswa atlet dalam mengelola emosi negatif dan memaksimalkan performa mereka.