Abstract:Hadis tentang menangisi mayit khususnya riwayat Abdullah bin Umar, termasuk hadis yang mendapat perhatian khusus dalam khazanah studi hadis karena memuat keterangan bahwa mayit mengalami siksa akibat tangisan keluarganya,…
, suatu persoalan yang kemudian memunculkan beragam interpretasi dan perdebatan di kalangan ulama. Riwayat ini menimbulkan perdebatan di kalangan ulama, terutama karena mendapat sanggahan dari Aisyah yang menilai pemahaman tersebut tidak sejalan dengan prinsip Al-Qur’an yang menegaskan bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. Perbedaan periwayatan antara Abdullah bin Umar dan Aisyah menunjukkan adanya dinamika dalam transmisi hadis yang memerlukan kajian kritis terhadap sanad, matan, serta konteks penyampaian hadis. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna hadis tersebut melalui pendekatan ilmu hadis dan analisis terhadap penafsiran para ulama. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menelaah hadis-hadis terkait beserta syarah para ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa yang dimaksud dalam hadis bukanlah tangisan biasa, melainkan ratapan berlebihan (niyāhah) yang disertai keluhan, penyesalan terhadap takdir Allah Swt., atau kebiasaan yang dahulu diperintahkan maupun diridhai oleh mayit semasa hidupnya. Adapun tangisan yang bersifat wajar karena rasa sedih tidaklah dilarang dalam Islam, bahkan Nabi Muhammad Saw. sendiri pernah menangis ketika kehilangan orang-orang tercinta. Dengan demikian, hadis tersebut harus dipahami secara kontekstual agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang rahmat, keadilan, dan sikap menghadapi musibah kematian.
This research employs a library research approach by examining the relevant hadith narrations along with their commentaries (syarah) by classical scholars. The findings indicate that the hadith does not refer to ordinary weeping but rather to excessive lamentation (niyāḥah), characterized by expressions of complaint, objection to Allah's decree, or practices that were encouraged, approved, or tolerated by the deceased during their lifetime. In contrast, natural weeping as an expression of grief is not prohibited in Islam. Indeed, the Prophet Muhammad (peace be upon him) himself wept upon the loss of his loved ones. Therefore, this hadith should be understood contextually to avoid misconceptions regarding Islamic teachings on divine mercy, justice, and the proper response to the calamity of death.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi debitur rentan dalam perjanjian kredit online dengan jaminan gadai emas syariah serta mengidentifikasi kelemahan implementasi prinsip syariah dan…
hak-hak debitur dalam praktik pembiayaan berbasis teknologi finansial. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa debitur rentan seperti pedagang mikro, buruh harian, dan perempuan pra-sejahtera menghadapi ketidakseimbangan posisi tawar dalam perjanjian baku kredit online gadai emas syariah. Perlindungan hukum preventif diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn dan Pasal 18 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun dalam praktiknya banyak platform fintech syariah tidak sepenuhnya mematuhi prinsip keadilan dan transparansi. Klausula baku sering memuat ketentuan sepihak seperti penetapan biaya penitipan tidak proporsional, denda keterlambatan yang tersamar, serta mekanisme lelang tanpa pemberitahuan layak. Perlindungan represif melalui pengadilan atau BPSK sulit diakses debitur rentan karena biaya tinggi, waktu panjang, dan rendahnya literasi hukum. Penelitian menyimpulkan bahwa perlindungan hukum eksisting belum efektif, sehingga diperlukan penguatan regulasi kontrak digital syariah, peningkatan pengawasan Dewan Pengawas Syariah, serta kewajiban edukasi risiko bagi debitur sebelum persetujuan akad.
Abstract:Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi pejabat publik dalam merespons krisis politik dan sosial yang terjadi pada 29–31 Agustus 2025 di Indonesia, ketika aksi demonstrasi besar-besaran pecah akibat kontroversi kenaikan…
aikan tunjangan DPR dan menimbulkan eskalasi berupa kerusuhan, penyerbuan gedung DPRD, serta pembakaran fasilitas publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gaya komunikasi pejabat—baik defensif, teknokratis, maupun akomodatif—serta mengkaji dampaknya terhadap persepsi publik dan mobilisasi aksi massa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis), berdasarkan pernyataan pejabat di media, konferensi pers, dan unggahan media sosial, yang kemudian dipadukan dengan respons publik melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi defensif dan teknokratis memperparah ketidakpercayaan publik, sementara respons akomodatif pemerintah datang terlambat dan gagal meredam eskalasi. Media sosial terbukti memainkan peran strategis sebagai arena counter-narrative yang mempercepat delegitimasi komunikasi elit, dengan memobilisasi solidaritas digital menjadi aksi nyata di jalanan. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara gaya komunikasi pejabat, dinamika digital, dan eskalasi demonstrasi kontemporer. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya model komunikasi pejabat publik yang lebih transparan, empatik, dan partisipatif dalam menghadapi krisis demi menjaga legitimasi politik dan stabilitas sosial.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pengambilan keputusan berperan dalam meningkatkan efektivitas sistem pengendalian manajemen (SPM) di dalam organisasi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif…
ptif dan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi berbagai literatur akademik dan temuan empiris terkini guna memahami hubungan antara keputusan manajerial, struktur pengendalian, serta tantangan-tantangan strategis yang dihadapi organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang berbasis data, partisipatif, dan responsif terhadap konteks lingkungan organisasi, mampu meningkatkan keakuratan, kecepatan, dan relevansi keputusan yang diambil. Hal ini berimplikasi pada efektivitas pelaksanaan strategi dan pencapaian tujuan organisasi. Sistem pengendalian yang fleksibel dan terintegrasi dengan teknologi informasi terbukti mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih adaptif, terutama dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis yang kompleks dan berubah cepat. Dengan demikian, penguatan sinergi antara pengambilan keputusan dan sistem pengendalian manajemen menjadi faktor kunci dalam menciptakan organisasi yang tangguh dan berorientasi pada keberlanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal, dengan fokus pada SDN Lokpaikat 1 dan…
an SDN Bitahan 1 di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan tingkat kesiapan anak, tantangan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum antara PAUD dan SD. Dalam mengatasi tantangan ini, manajemen sekolah menunjukkan inisiatif kreatif, kondisi kurikulum, dan mengintensifkan komunikasi dengan orang tua sebagai strategi penting.Kolaborasi yang erat antara sekolah, guru, dan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam mendukung transisi anak-anak dari PAUD ke SD di kedua lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang manajemen peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif bagi anak-anak selama fase transisi krusial dari PAUD ke SD. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang ada. Hasil penelitian tentang manajemen sekolah dalam penanaman 6 pondasi gerakan transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) di kelas awal di SDN Lokpaikat 1 dan SDN Bitahan 1, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, menunjukkan komitmen manajemen sekolah dalam mempersiapkan anak-anak untuk transisi yang sukses. Langkah-langkah seperti kolaborasi yang efektif dengan semua pemangku kepentingan, peran proaktif kepala sekolah dan guru, serta keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam mendukung proses transisi. Tantangan seperti perbedaan kesiapan anak, hambatan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam menyelaraskan kurikulum antara PAUD dan SD diatasi melalui upaya kreatif manajemen sekolah. Kolaborasi erat antara sekolah, guru, dan orang tua terbukti penting dalam membantu anak-anak menghadapi transisi ini dengan percaya diri dan sukses.
Abstract:Provinsi Aceh memiliki kekhususan dalam sistem hukum nasional Indonesia dengan diberlakukannya Syariat Islam sebagai dasar hukum, termasuk dalam penegakan hukum pidana (jinayah). Salah satu komponen penting dalam penerapan…
an hukum Islam diaceh ialah penerapan sanksi terhadap pelanggaran hukum jinayat, khususnya kasus khamar (minuman keras). Penelitian ini membahas penerapan Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat maupun Qanun Aceh No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat terhadap pelanggaran jarimah khamar. Dalam hukum Islam, khamar merupakan perbuatan haram karena merusak akal yang merupakan salah satu dari maqashid al-syari'ah. Penegakan hukum terhadap pelanggaran ini melibatkan Wilayatul Hisbah, Mahkamah Syar'iyah, serta perangkat hukum formal dan substantif sesuai dengan ketentuan Qanun. Sanksi yang dijatuhkan dapat berupa uqubat hudud, ta’zir, dan denda sesuai dengan beratnya pelanggaran. Selain itu, proses pembuktian, alat bukti, dan prinsip-prinsip hukum acara jinayat turut menjadi faktor penting dalam menjamin keadilan dan efektivitas pelaksanaan hukum. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penegakan hukum jinayat di Aceh, meskipun menghadapi tantangan, memiliki dasar yuridis, normatif, dan sosial yang kuat dalam menanggulangi peredaran dan konsumsi khamar
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, strategi, dan tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah…
h metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur, laporan industri, serta regulasi yang terkait dengan implementasi AI dalam perbankan syariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional perbankan syariah, terutama melalui otomatisasi layanan keuangan, penggunaan chatbot dalam layanan nasabah, serta analisis risiko berbasis big data yang dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam penguatan kepatuhan syariah melalui analisis kontrak berbasis machine learning dan deteksi transaksi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Namun, implementasi AI dalam perbankan syariah juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kepatuhan terhadap prinsip syariah, keamanan data dan privasi, serta kesiapan teknologi dan infrastruktur. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang mencakup kolaborasi dengan fintech berbasis syariah, penguatan regulasi AI oleh otoritas keuangan syariah, serta investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur digital. Kesimpulannya, perbankan syariah dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi, namun penerapannya harus dilakukan dengan tetap mempertahankan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan memperhatikan aspek etika serta keamanan data. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah secara berkelanjutan.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerangka hukum yang mengatur perlindungan anak serta tanggung jawab pelaku kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif,…
atif, dengan pendekatan konseptual. Teknik analisis data dilakukan melalui kajian pustaka dan analisis dokumen hukum yang relevan, yang bertujuan untuk menggali dan memahami norma-norma hukum yang ada terkait perlindungan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada berbagai peraturan yang mengatur tentang perlindungan anak, penerapan hukum masih menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran serta edukasi tentang hak-hak anak yang seharusnya diketahui oleh masyarakat luas. Selain itu, stigma yang ada dalam masyarakat juga menjadi hambatan besar dalam penegakan hukum yang efektif. Kekerasan seksual terhadap anak dapat mengakibatkan dampak psikologis dan fisik yang berkepanjangan, bahkan merusak perkembangan anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, jaminan keamanan bagi korban menjadi hal yang sangat penting dalam sistem peradilan yang adil. Korban harus merasa aman untuk melapor dan mendapatkan dukungan yang memadai, termasuk perlindungan fisik, layanan psikologis, dan jaminan kerahasiaan identitasnya sebagai bentuk dukungan pemulihan selama proses hukum berlangsung. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem hukum serta perluasan program rehabilitasi bagi korban kekerasan seksual. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyusunan kebijakan hukum yang lebih efisien dalam melindungi anak-anak dan mencegah pelecehan seksual di masa depan.
Abstract:Pertumbuhan ekonomi negara juga dibantu oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyerapan tenaga kerja adalah salah satu peran UMKM dalam meningkatkan ekonomi. Upaya untuk membangun UMKM menghadapi banyak tantangan,…
n, salah satunya adalah keterbatasan sumber daya keuangan dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka yang dipengaruhi oleh kualitas pelaporan keuangan. Dalam penelitian ini, responden berjumlah 36 UMKM, yang diperoleh melalui metode sampling bola salju. Analisis data yaitu regeresi linear berganda. Hasil pnelitian yaitu kualitas pelaporan keuangan mempengaruhi kinerja bisnis UMKM di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka secara signifikan, dengan nilai t hitung 6,249 yang lebih besar dari nilai t tabel 1,691. Nilai signifikansi kurang dari 0,05 yaitu 0,000. Peneliti merekomendasikan bahwa pelaku UMKM harus meningkatkan kinerja bisnis mereka karena kinerja bisnis mereka akan berdampak besar pada pengembangan.
Abstract:UMKM Bubur Kacang Mirasa menghadapi tantangan dalam pengelolaan persediaan yang berimbas pada biaya operasional. Penggunaan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) diusulkan sebagai solusi untuk mengoptimalkan…
mengoptimalkan pengendalian persediaan. Melalui analisis, ditemukan bahwa penerapan metode tersebut dapat mengurangi total biaya persediaan secara signifikan, serta memastikan ketersediaan bahan baku yang cukup untuk mendukung kelancaran proses produksi.Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya pengendalian persediaan yang efektif untuk meminimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional UMKM. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya UMKM untuk menerapkan sistem pengendalian persediaan yang lebih terstruktur dan berbasis data guna mencapai keberlanjutan usaha dan meningkatkan daya saing di pasar.